Seorang gadis bernama Vanya Audelia, kini usianya menginjak 18 tahun, yang mana dirinya harus menerima takdir yang tak terduga dari sang aunty nya. apakah itu?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon sherda, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Prepare Vanya
Sari tergesa-gesa menuju ke ruangan tongkrongan teman-teman nya yang mana kini ialah jam santainya para karyawan bar tersebut.
Melihat Sari bertingkah seperti itu, salah satu teman nya merasa heran dan bertanya-tanya.
"Eh Sari? kau kenapa buru-buru gitu?" ucap Wina.
"Eee... anu" gantung nya.
"Hah, ada apa sih?" sangkal Fizza.
"Eh gapapa kok"
"Aku ceritain aja kali ya, tapi takutnya Larenz ngikutin aku dari belakang" batin Sari.
"Nah kan kau aja ngelamun begitu" ucap Adera.
"Oke tapi nanti aku ceritain deh, soalnya lihat kondisi dulu" ujar Siti sembari celingak-celinguk ke arah belakang.
Sementara teman-teman nya hanya saling memandang satu sama lain dengan ekspresi mengherankan bagi teman satu nya itu.
...
Larenz kini memutuskan untuk berbalik ke rumah nya, karna siang-siang begini lebih enakan di rumah daripada di bar itu.
Beliau berpapasan dengan Vanya yang tengah asik dengan aktivitas nya seorang diri di dekat taman. hal itu Larenz cukup penasaran dengan kerjaan anaknya yang tampak fokus dengan benda itu.
"Sayang... kamu buat apa" ucap Larenz.
Vanya cukup terkejut melihat kedatangan Aunty nya muncul begitu saja, dan menggeser posisi tubuhnya agar dapat Aunty duduk di samping nya.
"Eh... ini Onty, aku lagi coba-coba buat kerajinan tangan dari tutor fyp tiktok" ucap Vanya cukup sumringah.
"Wah, hebat kamu ya, tumben nih buat kerajinan. kamu berminat bidang itu ya?"
"Enggak kok Onty, aku cuman pengen ada kerjaan aja, jadinya aku sekali-sekali buat kerajinan dari hasil tutor medsos" ujar nya.
"Oh begitu, kamu gak perlu gabut gitu deh buat yang ribet segala, nanti kamu juga dapat kerjaan kok sayang" ucap Larenz tersenyum tipis sembari membelai rambut anaknya.
"Serius Nty? Memangnya Onty mau kasih kerja aku apa? kalau di rumah, aku pengen nya di luar rumah" ucap Vanya.
"Bukan sayang, nanti Onty akan bawa kamu ke suatu tempat, pasti kamu tertarik"
"Emmm, begitu ya Onty, kira-kira kapan aku kesana nya?"
"Nanti malam"
Vanya cukup terheran hal itu, pekerjaan apa sehingga waktu malam membuat dirinya merasa kurang paham dengan maksud Aunty nya.
Drrt... Drrt... Drrt...
Larenz mengalihakn pandangan nya ke arah tas mungil di sangkutan nya.
"Onty duluan ke dalam ya ya sayang"
Vanya mengangguk pelan, "Iya Onty".
***
"Hah, serius kamu, Sar? kok kamu bisa dapet info dapet itu sih" ucap Adera.
"Ya, aku nguping dan gak sengaja denger percakapan mereka di ruangan itu"
"Wah, ternyata kamu jeli juga ya Sar, tapi bener? si Larenz mau ngajuin anaknya ke ladang sini?" ucap Wina.
"Sesuai pendengaran aku sih begitu, tapi kita lihat aja nanti benar apa gak" ucap Sari.
"Kalau benar sih, wah saingan kita makin banyak nih" ucap Wina.
"Bener, apalagi kan remaja-remaja sekarang ini pada mantap betul body nya dibanding kita-kita" ujar Adera.
"Tenang guys, kita gak perlu posesif begitu, kita udah punya rezeki masing-masing kok" ujar Sari.
"Ada apa ini?"
Sontak Sari beserta teman-teman nya menoleh ke sumber suara, tampaknya sosok itu tak lain ialah pelanggan salah satu di karyawan nya, yang tak sengaja lewat lorong tersebut.
"Eh, mas David, kamu masih disini?" ucap Sari.
"Heem, kan gue abis tiduran sama neng Zila" sembari mengangkat alisnya menatap goda ke arah Zila.
Tentu namanya disebut itu merasa malu dan sekilas menunduk karna ada teman-teman nya.
"Cie Zila, kok masih kuat aja sih nongkrong sama kita, kirain partner kamu udah balik" ucap Wina goda sambil cengir.
"Eee... hehehe, belum, aku tadi pengen ngumpul sama kalian, jadi dianya ngantuk berat ya udah aku biarin dia tidur di sana"
"Ohh gitu"
"Oh ya Zila, Untuk kedepan nya gue gak bisa layani lu dulu ya, gue ada urusan"
"Gapapa kok mas"
Pria yang disebut bernama David itu ia pun berpamitan lalu segera pergi dari tempat itu.
Di sisi itu, tampaknya Zila memikirkan sesuatu dari perbincangan hangat dari Sari.
"Jadi kak Larenz mau ngajuin Vanya kerja disini" batin Zila.
Ya Zila adalah salah satu anak asuhan dari Larenz, untuk saat ini dirinya sudah tidak bertinggal lagi di HomeCare karna ia mencari kebutuhan sendiri tanpa membebankan kakak asuh nya.
....
Malam harinya, Larenz menyusul ke dapur bersama anak-anak asuh nya, sementara Vanya tengah menikmati makan malam bersama kakak-kakaknya.
"Vanya... Onty udah siapin pakaian kamu di kamar ya, jangan lupa di pakai cepat setelah kamu makan" pintar Larenz kini sudah duduk di meja makan.
"Iya Onty. tapi kenapa Onty antusias gitu siapin baju aku Nty?"
"Gapapa, sekali-sekali Onty bantu cariin baju kamu biar nanti gak kelamaan milih baju nya" ucap Larenz tersenyum renyah.
Sedangkan Celva, Tantri dan juga Via, di antara mereka hanya diam saja setelah tau bahwa adiknya akan siap menjadi generasi selanjutnya.
"Vanya... semoga kamu kuat ya dengan keputusan Onty, memang awalnya begitu berat kita maksain yang hal begini, tapi aku yakin kamu pasti terbiasa dengan aktifitas kamu" batin Via.
Sedangkan Celva berburu-buru beranjak dari meja makan dan hendak entah mau kemana.
"Celva, mau kemana?" tegur Larenz.
"Eee... aku ke kamar dulu Tan, ada kerjaan yang aku urus" ujar Celva.
"Kok daritadi kak Celva diam aja ya, apa ada masalah" batin Vanya.
Setelah Vanya selesai makan, dirinya bersiap-siap menuju ke kamar nya dan dirinya merasa tak sabar, baju seperti apa yang disiapin oleh Aunty nya.
Sesampainya di kamar dan membuka pintu nya, Vanya cukup terbelalak melihat pakaian itu terletak di atas ranjang nya. Dirinya masih tak percaya, apakah Aunty nya ber iseng untuk menaruh pakaian seksi itu di sana.
"Loh, kok baju itu ada di ranjang ya, apa Onty salah pakaian?"
Vanya hendak berbalik dan menghampiri Aunty nya ke dapur, namun Larenz sudah berjalan dekat menuju ke kamar Vanya.
"Loh sayang, kenapa balik?" heran Larenz.
"O-Onty... pakaian yang Onty siapin mana ya?" gugup Vanya.
"Lah, kan udah Onty siapin baju nya di ranjang kamu, nak" ucap nya dengan santai.
Sontak Vanya tak percaya apa yang dikatakan Aunty nya barusan dan pikiran Vanya semakin bertanya-tanya maksud dan tujuan Aunty nya.
"Apa? jadi onty nyerahin pakaian seksi itu untuk aku pakai sekarang?" tutur Vanya secara intens.
"Betul. sekarang kamu cepat pakai baju itu ya sayang, gak ada alasan untuk menolak pemberian Onty" ucap Larenz.
"Ta-tapi Onty, kenapa harus baju begitu? aku-"
"Cukup. kamu nurut saja sama Onty, Vanya!" ucap Larenz menatap dingin.
Hal itu Vanya semakin ketar-ketir dengan ketegasan aunty nya lewat sorotan matanya. mau tak mau Vanya terpaksa menuruti perintah aunty nya, mau gimana pun juga Vanya merasa tak enak hati karna Aunty sudah mau merawat nya sejak kecil.
Bersambung...
Btw, saye bakal spill Visual Vanya dulu ya! sebelumnya maaf jika tidak sesuai ekspetasi, tetapi itulah karakter yang hampir mirip dengan ciri-cirinya, oke cuz saja! 🤗
...Vanya Audelia...
Seorang Gadis yang tumbuh cantik dan berparas sempurna di mata orang, Vanya dirawat sejak kecil oleh Aunty nya yang bernama Larenz. Usianya sudah menginjak 18 tahun, namun ajaran gelap yang membuat Vanya berubah dan kini dirinya membiasakan diri menjadi wanita PSK. (Pekerja Komersial Se*s)
•
•
•
Oke satu tokoh dulu author nya memperkenalkan tokoh nya ya hehe, next visual bakal spill lagi!. 🤗🤭
Dosenku Adalah Suamiku
Assalamu'alaikum Suamiku
My Handsome Husband
Perjuangan Cinta Aurelia
dan masih ada yang lainnya 😁🤗