Terjebak One Night Stand dengan tamu hotel, yang ternyata sengaja menjebaknya agar bisa menjadikan rahimnya sebagai alat untuk melahirkan anaknya.
Membuat Sandra terpaksa harus terlibat dalam masalah keluarga dari laki-laki yang tak lain adalah bosnya sendiri sekaligus suaminya.
"Aku terpaksa menikahi mu atas permintaan istriku dan kini aku jatuh cinta padamu yang kukira cinta itu tidak akan pernah ada untukmu." Brian
"Apa?! Ternyata aku adalah Wanita Pengganti yang di pilih Saudariku untukmu."Sandra
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon dina Auliya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Seperti bidadari
Tak lama kemudian ponsel brian berdering dan itu panggilan lukman.
"Pak saya sudah sampai lobby bersama Nona kecil"
"Baiklah, aku akan keluar." Brian pun mematikan panggilannya.
"Aku keluar sebentar, kamu tunggu disini dulu."
" Iya aku masih ingin menikmati sarapanku sendiri."
Brian pun menuju lobby dan menemui putrinya yang sudah menunggunya, Saat Yolanda melihat papanya yang datang Yolan langsung teriak memanggil papanya.
"Papa...."
"Halo sayang, papa rindu" Brian langsung menggendong putrinya untuk melepas rindu setelah beberapa hari tak bertemu. Semua orang memandang ayah dan anak yang sedang melepas rindu.
" Mana pengasuh Lusi?" tanya Brian.
" Maaf, Bi Lusi tidak bisa ikut karena sedang gak enak badan."
" Baiklah, oya tolong kamu urus villa yang baru aku beli persiapkan semuanya, karena besok akan Aku tempati bersama istri dan anakku.
"Istri...,bapak mau menikah lagi?" Lukman yang masih bingung dengan bosnya.
" Sudah jangan banyak tanya, suruh penjaga Villa merapikan semuanya dan jika kurang cari pelayan tambahan."
" Baik pak, kalau begitu saya permisi dulu."
"Oya jangan lupa, jangan ada yang cacat aku ingin semuanya sempurna."
"Baik pak" Lukman pun akhirnya pergi meninggalkan hotel dan menuju villa sesuai perintah bosnya.
"Pa, mama mana? "
"Sabar sayang, apa kau sangat merindukan mamamu."
"Tentu saja, Yolan sudah rindu mama?" tanya Brian.
"Baiklah kita temui mamamu" brian membawa Yolan dan menarik koper kecilnya menemui Sandra.
Tak butuh waktu lama untuk sampai ke kamar.
"Mama... " suara kecil yolan memanggil Sandra dan dengan segera sandra membuka pintu dan menyambut Yolan.
"Yolan sayang. "Yolan langsung menghambur kepelukan Sandra. "Mama, Yolan rindu mama."
"Iya sayang mama juga rindu Yolan." Sandra memeluk erat tubuh mungil Yolan.
"Mas, Yolan datang dengan siapa?" tanya Sandra penasaran.
"Tadi sama Lukman, asisten kepercayaan ku, seharusnya juga dengan pengasuh Yolan, tapi Bi Lusi sedang sakit."
" Mas mau kemana?" tanya sandra, yang melihat Brian mengambil jasnya dan merapikan pakaiannya.
"Mas ada pertemuan sebentar, tolong jaga Yolan baik-baik, oya kalau ada orang mau bekerja dan bisa dipercaya buat jagain Yolan, suruh dia bekerja, nanti aku akan gaji dia besar."
" Iya mas,"
Brian pun meninggalkan mereka berdua yang sedang asik bermain, dan melepas rindu.
Sandra mengingat pesan Brian tadi dan menghubungi weni.
📱
"Halo san, ada apa" tanya Weni di telpon.
"Kamu dimana, kalau masih di hotel bisa ke kamar pak Brian sebentar ada yang ingin aku bicarakan."
"Baiklah, aku segera kesana tunggu aku " weni pun mematikan panggilannya
Tak lama weni pun menemui sandra.
"Hai Sandra sejak kapan kamu ada disini? tanya Weni.
"Aku sudah beberapa hari disini dipingit pak Brian dan gak boleh keluar."
"Kenapa tidak ada yang tahu, eh itu anak kecil siapa cantik banget mirip kamu" Weni memperhatikan Yolan yang sedang tidur.
"Itu Yolan anaknya pak Brian"
"Tapi kok mirip kamu ya, gak ada mirip-miripnya dengan pak Brian"
"Udah jangan berpikiran yang aneh-aneh. Aku memanggilmu kesini mau nawarin kerjaan yang gajinya lebih besar" ucap Sandra.
"Kerja apa itu? kalau gak berat aku mau, yang penting gajinya lebih besar dari sebelumnya."
"Jadi pengasuh Yolan, aku gak diizinkan jagain Yolanda sendiri, soalnya pak Brian gak mau aku kecapean apalagi aku lagi hamil anaknya. kalau masalah gaji, itu urusan pak Brian aku gak tahu, yang jelas lebih besar dari gaji mu kerja di hotel."
"Beruntung banget kamu Sandra dapat rejeki nomplok, dapat laki-laki tampan, kaya, penyayang pokoknya idaman wanita banget deh"
"Gimana setuju gak, kalau mau biar nanti aku kasih tahu Pak Brian."
"Iya sayang aku mau, siapa tahu ketularan dapat rejeki nomplok."
waktu berlalu begitu cepat dan sore itu beberapa orang datang ke kamar.
"Selamat sore nyonya kami diperintahkan pak Brian untuk merias nyonya dan nona kecil.
"Kalian diperintahkan langsung oleh pak Brian?"
"Iya nyonya, beliau meminta kami membuat Anda terlihat sempurna dan sudah saya bawakan gaun yang di pilih pak Brian."
Sandra memperhatikan gaun yang berwarna merah hati dan juga gaun kecil Yolan dengan warna yang senada.
"Baiklah, kalian tunggu disini aku dan putriku mandi sebentar."
"Baik nyonya"
Sandra dan Yolan mandi bersama untuk beberapa saat sampai akhirnya selesai.
"Mam, kita mau diapain."
"Kita mau dipercantik biar kaya bidadari nya papa."
Akhirnya Sandra dan Yolan di poles oleh beberapa orang untuk mempercantik dirinya.
dan memakai gaun merah hati dengan belahan dada yang membuat Sandra terlihat cantik dan seksi namun membuat Sandra merasa risih karena terlalu terbuka dan sebelumnya Sandra tak pernah memakai pakaian terbuka. Sedangkan Yolan terlihat begitu cantik dengan gaun merah hati yang ia kenakan.
"Mbak, gak ada baju yang lain kah, aku gak nyaman kalau terlalu terbuka."
"Maaf nyonya itu sudah pilihan pak Brian, dan anda terlihat sangat cantik sekali, sama seperti nona kecil."
"Mama sangat cantik, jika papa melihat pasti takkan berkedip melihat kecantikan mama."
"putri mama ini sudah pintar merayu rupanya."
Benar saja saat Brian kembali ke kamar, mata Brian tak berkedip melihat kecantikan kedua bidadarinya, yang membuatnya tak ingin kehilangan walau sekejap saja.
"Kalian luar biasa cantiknya."
"Bagaimana Pak, hasilnya apa bapak puas?"
"Ya, saya sangat puas"
"Kalau begitu kami permisi dulu."
"Kalian benar-benar cantik, tunggu aku mau mandi dulu."
Brian pun bergegas pergi mandi dan mempersiapkan diri.
Brian memakai pakaian yang serasi dengan kedua bidadarinya.
"Bagaimana penampilanku?" tanya Brian.
"Mas terlihat tampan."
"Baiklah kalau begitu kita segera berangkat ke pesta"
"Tapi mas, gimana saya keluar, pasti mereka akan berfikir yang aneh tentang saya."
"Gak usah kuatir,mereka tak akan mengenalimu yang sekarang."
"Benarkah."
"Tentu saja, ayo berangkat sebelum terlambat"
Brian menggendong Yolan sedangkan Sandra menggandeng tangan Brian dan menenteng tas kecil.
Semua mata terpana melihat pasangan yang serasi bahkan sakti yang melihat mengagumi kecantikan istri atasannya dan tak mengenali bahwa itu adalah Sandra.
"Oh...jadi itu istri pak Brian. Kenapa baru sekarang aku melihatnya padahal aku sudah kerja dengannya cukup lama sekali." Sakti hanya menggelengkan kepala
To Be Continued ☺️☺️☺️
Kasian sandra yg tidak tau apa2
Trus brian knpa pulsa terus manggil sandra dgn sabrina??
Sukses thoor & lanjut.
Masa harus kehilangan keduanya pula.
Sukses thoor & lanjut.
next
Semangat mama semoga misimu berhasil 💪💪💪😘😘
Lanjut thorr 🙏👍💪😘
kenapa akhir-akhir ini sering telat up nya
tetap semangat Thor 😘😘❤️🙏
Biar tidak ada yang menyakiti Sandra lagi.
Sukses thoor & lanjut.
Sukses thoor & lanjut.