NovelToon NovelToon
Kekasihku Pria Amnesia

Kekasihku Pria Amnesia

Status: tamat
Genre:Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Single Mom / Janda / CEO Amnesia / Tamat
Popularitas:132k
Nilai: 5
Nama Author: Nirwana Asri

Seorang pria bernama Zidan yang sedang menaiki mobil terpaksa mengalami kecelakaan karena berusaha menghindari anak yang berlari ke jalan raya. Pria itu menabrak sebuah pohon hingga mobilnya terbakar. Beruntung sebelum kejadian tersebut ia berhasil keluar dari mobil.

Wajahnya mengalami kerusakan lalu seorang dokter bedah plastik bernama Safa Kamila mengoperasi wajahnya hingga kembali mulus.

Setelah sadar pria itu tak mengingat siapa dirinya. Lalu dokter Safa berbaik hati menampung pria amnesia itu sampai dirinya sembuh sebagai bentuk tanggung jawab karena anaknya yang menyebabkan kecelakaan.

Bagaimana kisah selanjutnya?

Yuk baca jangan lupa tinggalkan jejak ya, like komen dan votenya

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nirwana Asri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Tes DNA

"Saya mencari anak saya yang hilang," kata Julian dengan tegas.

Safa terlihat bingung. "Sepertinya orang yang mereka cari adalah Roni." sahut Willy. Ternyata tebakan Safa benar. Sementara itu Julian tak mengira apa yang dikatakan Willy benar adanya kalau mantan istrinya itu telah mengoperasi wajah Zidan.

"Panggilkan Roni!" Perintah Willy pada sopir pribadinya. Safa pun menuruti perintah mantan suaminya.

Safa memanggil Roni dengan langkah gontai. "Bisakah kamu bergabung ke dalam!" Pinta Safa. Roni melihat ketegangan di wajah Safa. Roni pun mengangguk.

Julian tak mau gegagah ia ingin dengar penjelasan dari Safa terlebih dulu. "Apa benar dia putraku yang selama ini hilang?" Tanya Julian.

"Saya tidak tahu, Pak. Yang jelas Roni, maaf itu hanya nama sementara yang saya berikan. Dia mengalami amnesia setelah kecelakaan itu terjadi. Kami kesulitan mencari identitasnya karena dompet dan handphonenya terbakar ketika kecelakaan itu terjadi." Safa menerangkan dengan panjang lebar.

"Jadi bukan niat anda menawan dia untuk anda manfaatkan sebagai sopir?" Tuduh Julian. Safa merasa tidak adil.

Safa tersenyum sinis. "Apa karena saya janda saya jadi anda pikir saya sehina itu?" Ia sungguh tersinggung dengan tuduhan Julian. "Dia bahkan tidak tahu dari mana dia berasal saat itu, saya tidak tega jika melihat orang lain hidup menggelandang." Safa menekankan kata 'menggelandang'.

"Saya sengaja menampungnya di sini hanya sebatas rasa kemanusiaan saja tidak lebih. Mempekerjakan dia adalah satu-satunya cara agar dia tinggal di sini. Itu untuk menghindari fitnah orang lain, Pak. Agar statusnya jelas. Apa itu yang anda sebut menawan putra anda?"

Willy mengepalkan tangannya ketika Julian menyakiti hati mantan istrinya itu. Tapi ia tidak bisa berbuat banyak. "Pak, anda kemari bukan untuk memarahi mantan istri saya," protes Willy. Ia tak tega melihat mata Safa yang memerah.

Julian mengangkat tangannya agar Willy tidak ikut campur. Lalu ia mendekat ke arah Roni. "Ayah," panggil Zidan dalam hatinya.

Sesaat kemudian Julian berbalik. Ia masih sulit mengakui jika laki-laki itu sebenarnya Zidan. "Apa benar anda mengubah wajah anak saya?" Tanya Julian sambil menatap tajam ke arah Safa.

Safa mengangguk lemah. "Saya hanya berniat menolongnya karena wajahnya saat itu sebagian tak berbentuk. Kemungkinan akibat ledakan mobilnya. Saat itu saya hanya tidak ingin dia syok ketika bangun. Saya merasa bersalah karena kecelakaan yang terjadi akibat menghindari putri saya yang tak sengaja menyeberang jalan sembarangan waktu itu." Safa mengakui semuanya. Meski bukan kesalahannya tapi Safa berhak mengungkapkan segala sesuatunya dengan jelas agar tidak ada kesalahpahaman.

Willy agak syok karena penyebab kecelakaan yang sebenarnya adalah putrinya. Sedangkan Julian geram dengan penuturan Safa. "Di mana putrimu aku ingin bertemu dengannya." Permintaan laki-laki paruh baya itu terkesan memaksa.

"Anda mau apa dengan putri saya?" Tanya Safa yang khawatir. "Percayalah pak putri saya tidak sengaja." Ucapnya membela sang putri.

"Panggil dia, saya ingin bertemu." perintah Julian pada Safa. Lalu Safa melirik Willy. Kali ini dia tak memerintah Roni karena akan tidak sopan jika dia memerintah laki-laki itu di depan ayahnya yang angkuh.

Willy berjalan ke kamar Willa lalu ia keluar sambil menggendong seorang anak perempuan yang masih tertidur.

Julian dan Leo kaget ternyata orang yang dimaksud Safa tak lain adalah gadis kecil yang masih duduk di sekolah taman kanak-kanak.

"Berapa usianya?" Tanya Julian.

"Lima tahun," jawab Safa. Ia terlihat pasrah jika Julian menuntut putrinya. Safa sudah memikirkan solusinya.

Ingin sekali Julian memeluk anak kecil itu. Karena dia sangat menginginkan cucu. Tapi tujuannya bukan itu. "Untuk lebih jelasnya saya ingin lakukan tes DNA," pinta Julian. Semua orang menyetujui usulannya.

Lalu Safa menjadwalkan pemeriksaan tes DNA di rumah sakit tempatnya bekerja. Keesokan harinya semua orang berkumpul untuk menyaksikan Roni menjalani tes DNA.

"Hasilnya tidak bisa keluar dalam waktu dekat," kata petugas yang menangani.

"Baiklah, sementara waktu dia akan tinggal...." Roni menyela omongan Julian.

.

"Aku ingin tinggal di rumahnya sementara waktu. Apa boleh?" Roni alias Zidan meminta izin pada Safa. Safa mengangguk cepat.

Willy mengepalkan tangannya. Ia tidak terima Roni tinggal di rumah mantan istrinya.

Julian menghela nafas berat. "Baiklah, aku harap hasilnya sesuai harapan, agar kamu juga memiliki kejelasan." Setelah itu Julian dan Leo melenggang pergi. Sedangkan Safa pulang bersama Roni. Ia akan menjemput Willa di tempat penitipan anak. Hanya tinggal Willy seorang diri.

Willy meraup mukanya kasar. Ia bahkan meninju udara untuk melampiaskan kekesalannya. "Sial, dia malah memanfaatkan kesempatan untuk tinggal di rumah Safa lebih lama. Aku harus cari cara lain agar dia pergi dari kehidupan Safa. Memuakkan sekali," umpatnya.

Safa semakin canggung berada di samping Roni. "Apa aku boleh bertanya?" Roni menoleh pada Safa. Ia tersenyum ramah. "Tentu saja?"

"Apa kau sungguh tidak ingat sampai sekarang siapa kau sebenarnya?" Safa ingin mengakhiri kecurigaannya.

"Kalau ku katakan yang sebenarnya apa kau akan percaya padaku?" Tanya Zidan sebelum menjawab pertanyaan Safa. Safa mengangguk. "Aku sudah ingat meski belum sepenuhnya. Yang kuingat namaku Zidan."

Jawaban Zidan membuat Safa tertegun. Ia sempat menahan nafas. "Lalu kenapa kau diam saja? Kenapa kau tidak langsung mengakui jika dirimu adalah orang yang mereka cari?"

"Menurutmu apa mereka langsung percaya jika aku mengaku sementara wajahku saat ini berbeda dengan yang dulu?" Zidan tidak bermaksud menyalahkan Safa tapi Safa sendiri yang merasa bersalah. Ia pun menunduk dengan wajahnya yang berubah sendu.

Zidan mengelus kepala Safa. "Tidak usah bersedih. Aku tidak akan menyalahkanmu justru aku berterima kasih padamu telah memperbaiki wajahku meski aku yang dulu lebih tampan dari pada yang sekarang, tapi wajah ini tidak buruk." Zidan bercermin pada kaca spion bagian depan. Safa memutar bola matanya jengah mendengar ocehan Zidan.

Lalu mereka menjemput Willa. Willa berhambur ke pelukan Zidan. "Om Roni kok lama?" Tanya Willa yang sudah berada dalam gendongannya.

Zidan tersenyum mendengar pertanyaan Willa. Ia sangat menyukai anak itu. Entah kenapa ia ingin selalu dekat dengan Willa. Sepertinya perasaan tulusnya juga sampai ke Willa karena Willa lebih menurut pada Zidan daripada sang ibu.

Safa bingung bagaimana harus bersikap pada Roni alias Zidan karena ingatannya sudah kembali. Ada rasa tidak rela saat ia akan kembali pada keluarganya.

"Willa maafkan bunda ya nak. Tadi ada urusan sebentar. Ayo turun kasian om Roni keberatan."

"Tidak apa-apa. Kita pulang sekarang," ucap Zidan. Willa mengangguk setuju. Sesungguhnya Safa senang jika Zidan bisa tinggal lebih lama dengannya tapi itu jelas tidak mungkin karena mereka tidak ada hubungan apa-apa.

"Andai saja..."

...♥️♥️♥️...

Sambil nunggu up kalian bisa baca dulu novel temanku

1
Gintania nia
Luar biasa
Nur Adam
smgt untuk krya mu thoor
Chris Antono
Luar biasa
Ita rahmawati
halah jigong kamu lah zidan² 🙄🙄
Ita rahmawati
dasar si zidan kamfret,,udh tau safa lg keselalah sempet² nya nawarin mau ngaterin sandra segala,,jgn blg klo zidan masih ada rasa sm sandra 🙄🙄😏😏
Ita rahmawati
alex atau zidan,,filingku lebih ke zidan sih 🤭
Ita rahmawati
selly 😅😅
Ita rahmawati
si selly mulutnya 🤣🤣
Ita rahmawati
jd begitu ceritanya,,mantannya safa nikah sm sahabatny sendiri 😁
Ita rahmawati
kirain dari awal gk punya ortu su safa nya 🤔
Ita rahmawati
dasar julian 😏😏
Ita rahmawati
eh itu bi tum bisa aja 🤣🤣🤣
Ita rahmawati
sukurin jd aki kan sekarang 🤣🤣
Ita rahmawati
ternyta si julian di cerita zidan juga nywbelin, sm kyk di ceritanya sofia 🙄🙄
Ita rahmawati
masa gk ad satpamnya
Ita rahmawati
knp jd gk punya no hp nya bknnya sebelumnya pernah telp atau chat an kan 🤦‍♀️🤦‍♀️
Ita rahmawati
bisa salah faham nih
Ita rahmawati
masa keluarganya gk nyariin,,ap jauh bgt kecelakaannya sampe gk tau 🤔
Rumini Parto Sentono
luar biasa
Ida Yato
ceritanya bagus g ngebosenin
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!