NovelToon NovelToon
Aku (Bukan) Pelakor

Aku (Bukan) Pelakor

Status: tamat
Genre:Romansa / Selingkuh / Cinta Terlarang / Pelakor / Tamat
Popularitas:620.1k
Nilai: 4.8
Nama Author: SkySal

Aulia Jasmine, gadis sederhana yang merasa hidupnya sudah sempurna karena di nikahi oleh Calvin Syahputra. Seorang pria yang sangat ia cintai dan juga menunujukan cinta yang besar untuknya. Namun, sebuah fakta menamparnya saat Jianita Kanaya datang padanya dan Jia mengaku sebagai istri sah Calvin. Jia memperlihat surat nikahnya, foto pernikahannya bahkan foto saat ia melahirkan anak pertamanya dan Calvin.

Jasmine seperti di sambar petir di siang bolong, ia tak mampu berkata-kata dan hanya bisa memegang perutnya dimana buah hatinya dan Calvin juga tumbuh disana. Kenapa semua itu terjadi padanya? Ternyata dia adalah pelakor?

"Dasar pelakor!" Seru Jia penuh amarah, Jasmine hanya bisa menggeleng lemah dengan deraian air mata yang tiada henti di pipinya.

"Aku bukan pelakor..."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon SkySal, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab #10 - Pilih Istri Sah Atau Simpanan?

Video Jasmine yang di labrak oleh Jia menjadi viral hanya dalam hitungan menit, bahkan kini orang tua Calvin pun menjadi tahu bahwa Calvin punya selingkuhan dan itu adalah pukulan yang sangat keras untuknya.

Tangan Bu Chika gemetar saat menonton video yang kini viral itu, ia tak percaya anak yang ia banggakan selama ini ternyata begitu tega berselingkuh dari istrinya.

Bu Chika pun meminta suster Kunti agar menjaga Rasya sementara ia akan pergi ke rumah Calvin, nemuin sebelum ia keluar dari rumah, Jia sudah lebih dulu datang bersama Evvy.

"Mama..." lirih Jia dengan derai air mata yang tiada hentinya. Bu Chika langsung memeluk Jia, menenangkannya.

"Calvin, Ma. Dia... Dia..." Jia tak sanggup berkata-kata, ia terus menangis sesegukan, melampiaskan rasa sakit dalam hatinya apalagi saat mengingat apa yang di katakan Calvin bahwa Jasmine kini sedang hamil.

"Calvin berselingkuh dengan wanita penjual bunga, Tante," ujar Evvy mewakili Jia.

"Kurang ajar!" geram bu Chika, ia mengepalkan tangannya dan tatapannya menyiratkan amarah yang begitu besar.

"Perempuan itu pasti menggoda mas Calvin, Ma. Perempuan itu benar-benar jahat," lirih Jia di sela isak tangisnya.

Bu Chika tidak tega melihat Jia yang tampak begitu terluka dan ia tak bisa melakukan apapun selain berjanji bahwa ia akan menyingkirkan wanita selingkuhan Calvin apapun caranya.

***

Sementara di rumah Jasmine, Calvin masih bersikeras untuk mempertahankan rumah tangganya dengan Jasmine apalagi ada anak yang akan segera lahir ke dunia.

"Aku mohon, Sayang. Aku benar-benar minta maaf..." Calvin berlutut di depan Jasmine namun Jasmine masih begitu marah.

"Sejuta kata maafmu nggak akan bisa merubah apapun, Mas! Semuanya sudah hancur!" seru Jasmine dengan emosi yang memuncak.

"Sebaiknya kamu pergi dari sini dan kembali ke keluarga kamu, Calvin!" Sambung Bu Gina namun Calvin menggeleng.

"Aku akan menceraikan Jia, Ma. Pernikahanku dengan Jia sudah hambar sejak dua tahun yang lalu," lirih Calvin memelas namun itu justru semakin melukai Jasmine.

"Jadi selama kamu cuma menjadikan aku pelampiasan, Mas? Huh? Begitu?" desis Jasmine tajam.

Calvin hanya bisa menggeleng lemah, ia berusaha menyentuh tangan Jasmine namun Jasmine menepisnya dengan kasar.

"Jangan berani menyentuhku lagi, Mas. Karena aku bukan pelakor! Silakan kembali ke istri dan anak kamu!" air mata Jasmine tak bisa terbendung lagi saat ia berkata demikian.

"Kamu juga istriku, Jasmine. Dan kita juga akan punya anak, aku mohon maafkan aku, setidaknya demi anak kita." Calvin begitu memelas, berharap Jasmine mau membuka hati demi calonn anak mereka namun Jasmine menggeleng tegas.

"Kami bukan lagi bagian dari keluargaku, pergi dan jangan pernah lagi kembali!"

Jasmine langsung menutup pintu setelah mengucapkan kata itu, dan saat pintu tertutup, ia menangis sejadi-jadinya di pelukan sang ibu.

Jasmine begitu mencintai Calvin, tulus dari hatinya yang paling dalam, namun Calvin membalas cinta itu dengan kebohongan yang begitu besar.

Sementara di luar, Calvin bersender di daun pintu dan ia hanya bisa mendengarkan isak tangis pilu Jasmine. Hati Calvin terasa di remas bahkan ia juga tak bisa menahan bulir air mata yang mengalir begitu dari dari pelupuk matanya.

"Maafin aku, Sayang. Maafin aku..." ia menggumam lirih sebelum akhirnya ia mendapatkan telfon dari rumah sakit.

Mau tak mau Calvin segera pergi ke rumah sakit, meninggalkan Jasmine yang masih menangis di pelukan sang ibu.

***

"Ya Allah..." Bu Gina menggumam tak percaya saat melihat video Jasmine yang sedang viral.

Orang-orang menghujat Jasmine habis-habisan, mereka memaki, menghina bahkan menyumpahi Jasmine dengan sumpah serapah yang begitu buruk. Bukan hanya Jasmine, mereka bahkan menyebut orang tua Jasmine tak becus mendidik anak mereka sehingga Jasmine Menjadi pelakor.

Bu Gina tak sanggup menahan air matanya saat membaca berbagai komentar buruk orang lain tentang anak kesayangannya.

Sementara di kamarnya, Jasmine hanya berdiam diri meratapi nasibnya yang begitu buruk.

Seharian ia hanya mengurunh diri, tak mau makan bahkan tak mau minum. Namun saat mengingat ada janin yang tak berdosa dalam rahimnya, ia pun segera beranjak dari ranjangnya. Jasmine menarik napas panjang, mencoba menegarkan hatinya yang rapuh. Ia harus bangkit demi anaknya.

Saat ia keluar dari kamar, ia melihat ibunya yang sedang mengusap air matanya. "Ma..." panggil Jasmine yang tampak mengejutkan sang ibu.

"Eh, Nak. Akhirnya kamu keluar juga, kamu mau makan? Mama sudah masakin makanan kesukaan kamu," kata Bu Gina sambil mematikan ponselnya.

"Iya, Ma. Aku... Aku mau makan, kasihan anakku nanti kekurangan gizi, dia nggak salah, aku harus tetap merawatnya dengan baik," kata Jasmine dengan lirih.

Bu Gina tersenyum senang mendengar jawaban Jasmine, ia pun segera membawa Jasmine ke dapur, kemudian menyajikan makanan untuknya.

Meskipun sulit sekali rasanya menelan makanan itu, namun Jasmine memaksakan diri. Bahkan ia kembali menitikan air matanya saat megunyah makanan itu. Bu Gina yang melihat itu merasa tak tega, ia mengambil sendok dari tangan Jasmine kemudian menyuapinya. Jasmine tersebut tipis sembari menyeka air matanya.

"Sudah, jangan menangis lagi. Kamu itu wanita kuat, Jasmine." sang ibu menghiburnya dan Jasmine hanya mengangguk.

Tak berselang lama, terdengar suara ketukan pintu dengan cukup kasar, mengejutkan Jasmine dan ibunya.

"Biar ibu yang buka," kata bu Gina.

Ia pun segera bergegas keluar dan Bu Gina terkejut melihat Jia datang bersama seorang wanita paruh baya. Kedua wanita itu melemparkan tatapan permusuhannya pada Bu Gina.

"Dimana pelakor itu? Beraninya dia menggoda anakku!" Desis wanita paruh baya yang merupakan ibu Calvin itu, seketika bu Gina terperangah mendengar ucapannya.

"Siapa, Ma?" Tanya Jasmine yang menyusul keluar.

"Ini dia, Ma. Dia yang menggoda Calvin..." Jia menunjuk Jasmine. "Pelakor murahan ini yang sudah merusak rumah tanggaku!"

"Hey, jaga bicaramu!" Balas Jasmine tak terima di panggil pelakor.

"Tutup mulut kotormu itu!" Geram Bu Chika, kemudian ia mengeluarkan segepok uang dari tasnya dan melemparnya ke wajah Jasmine yang membuat Jasmine tercengang, begitu juga dengan bu Gina.

"Ambil semua uang itu dan tinggalkan anakku!" Serunya. "Itu 'kan yang kalian mau? Cuma menginginkan uang Calvin untuk menyambung hidup kalian yang miskin ini!"

Hati Jasmine kembali sesak, tak pernah sebelumnya ia di rendahkan seperti ini. Air mata kembali mengalir begitu saja di pipinya bahkan ia tak sanggup berkata-kata.

Sementara Bu Gina, ia memungut uang itu kemudian memberikannya kembali pada Bu Chika. "Jaga sikap Anda! Kami sama sekali tidak menginginkan uang kalian." Bu Gina mendesis tajam.

"Hallah, nggak usah sok suci...." seru Jia meremehkan. "Orang-orang seperti kalian apa lagi yang di incar kalau bukan uang? Sampai rela menggoda suami orang."

Tangan Jasmine mengepal kuat mendengar ucapan Jia yang begitu melukai harga dirinya, ia sudah membuka mulut hendak membalas ucapan Jia namun tiba-tiba terdengar suara Calvin.

"JIA...."

Calvin melangkah cepat menghampiri Jasmine, bahkan ia melewati Jia dan mamanya begitu saja.

Hati Jia seperti di remas melihat Calvin yang kini berdiri di sisi Jasmine. "Jasmine nggak pernah menggoda aku, Jia. Aku yang mengejar dia karena aku mencintai dia. Kecamkan itu baik-baik!" Desis Calvin yang langsung membakar api cemburu di hati Jia.

"Oh ya? Kalau begitu silakan kamu pilih, Mas. Aku dan Rasya atau pelakor murahan ini!"

1
dewi rofiqoh
Apa jia akan meminta calvin kembali dari jasmine?
Dewa Rana
waduh, ternyata ceritanya gak selesai....😲
Dewa Rana
lah kan Jasmin tadi jalan kaki
Dewa Rana
makanya kalau cuma nikah siri mestinya harus curiga
Dewa Rana
sekali mama sekali ibu, kok gak konsisten Thor
Dewa Rana
dasar laki2
Dewa Rana
astagaaa ..😲
Dewa Rana
banyak typo Thor
Dewa Rana
kok namanya kunti 😂😂😂
Dewa Rana
jangan mau kalau cuma nikah siri
mega silvia
kukira ada lanjutannya setelah sekian lama menunggu,,,,ttp ttp gk ada
sayang sekali padahal ceritanya menarik
Ummi Yatusholiha
lah ternyata kisah nggantung toh.. 🤦‍♀️🤦‍♀️🤦‍♀️
Mika Karmila
kak kapan lnjut... ngak sabar nih penasar sama cerita selanjutnya🧐
JanJi ◡̈⋆ⒽⒶⓅⓅⓎ😊
laa tamat dah kh😅😅
JanJi ◡̈⋆ⒽⒶⓅⓅⓎ😊
sepatutnya biar jasmine yg mengalah walaupun dia tegah hamil.. minta nafkah anak saja sebb hubungan mereka pun baru 6bln.. tpi mau buat mcm mna keputusan d tangan penulis😂😂🤣
maulana syarofa
masih 6 tahun lho, masa udah punya pikaran begitu jauuh(dewasa)
maulana syarofa
yg salah lakinya, knp m... k, . . adu yang kena getahnya...
nasibnya istri ke dua/Sob//Sob/
maulana syarofa
pinter sekali bersilat lidah...
maulana syarofa
dr awal sudah bohong, dan bohong seterusnya ...
maulana syarofa
sedari awal sudah tanda² ...
kok mau sih cuma dinikah siri...?
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!