Shena terus mendapat tekanan dari kedua orang tuanya untuk secepatnya menikah, karena takut mendapati julukan perawan tua. Sejak lulus kuliah dan sibuk mengurus butik yang dibangun dari nol hingga sukses, dia bahkan tidak ada waktu untuk memikirkan pendamping hidup.
Jika Shena tidak segera mengenalkan sosok lelaki pada orang tuanya, maka dia akan dijodohkan dengan lelaki yang sebaya dengan papanya. Hal itu membuat Shena semakin pusing memikirkan di mana dia harus mencari lelaki instan yang mau dia jadikan sebagai kekasih palsu, hanya untuk menunjukkan ke orang tuanya agar perjodohan tidak dilanjutkan.
Shena tidak sengaja bertemu dengan Elvino—lelaki tampan—bergelut dengan mesin-mesin yang kotor di bengkel. Wanita itu terpesona terhadap pria kekar tersebut.
Keduanya terlibat hubungan rumit saat Shena mulai menyewa jasa Elvino sebagai kekasih bayaran.
Lika-liku hubungan keduanya semakin pelik ketika Is
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dea_lofa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kegelisahan Shena
“Ini semua salah Papa, kalau saja Papa tidak menamparnya, mungkin Shena saat ini masih bersama kita,” tutur Sandra dengan suara lirih, raut wajahnya terlihat sedih. Wanita itu duduk termenung di tepi ranjang, menatap jendela yang memperlihatkan suasana luar rumah.
Memang baru kali ini Shena tidak pulang ke rumah. Meskipun sudah dewasa, tetapi Sandra tetap masih memanjakan layaknya putri kecil.
“Ma, tenanglah. Nanti juga pasti dia akan pulang. Mama dari semalam terlalu panik. Shena itu sudah dewasa, dia tidak mungkin tidur di jalanan, teman banyak, hotel juga banyak. Kenapa kita harus pusing mikirin dia, dan pasti sekarang dia sedang ada di butiknya. Sudahlah, Ma, Papa bosan mendengar kegelisahan Mama.” Bagaskara tampak menahan emosi, karena istrinya terlalu mengkhawatirkan Shena berlebihan.
Walaupun tak dapat dipungkiri, dia juga khawatir akan keselamatan anaknya di luar sana, tetapi lelaki paruh baya itu mencoba tenang dan berpikir positif. Belum lagi, jika dia terlihat sangat peduli pada Shena atas kekhawatirannya, maka sudah dipastikan istrinya itu akan terus menggunakan trik tangisnya untuk mengiba pada sang suami.
Bagaskara adalah lelaki keras kepala dan mempunyai sikap tegas yang tidak dapat dilawan oleh siapa pun. Tentu saja, faktor utamanya adalah harta sebagai penguat. Dia bisa menguasai apa pun, keberhasilannya selama ini bukanlah hasil dari belas kasihan orang lain, melainkan kerja kerasnya bertahun-tahun, sehingga dia merasa layak dihargai.
Sejak kepergian Shena dari rumah, Sandra terus berusaha menghubungi. Semua teman-teman Shena, tetapi tidak ada satu pun yang mengetahui keberadaannya, termasuk Melva yang berpura-pura tidak tahu, walau sebenarnya Shena sudah memberitahukannya sejak awal pergi dari rumah.
Bagaskara segera menelepon seseorang untuk mencari putrinya dan mengawasinya dari kejauhan tanpa sepengetahuan Sandra. Sementara Sandra, beberapa menit sekali, dia akan terus menghubungi Melva ataupun butik Shena untuk mencari informasi. Meskipun jawabannya akan tetap sama, mereka berbohong atas perintah Shena agar tidak memberitahukan papa dan mamanya di mana dia berada.
Di sisi lain, Shena mengendarai mobilnya dengan kecepatan sedang, dia hendak pergi ke mal, berencana untuk menemui kliennya. Juga setelahnya ingin membeli keperluan, karena dia memutuskan untuk menginap di rumah Melva malam ini. Jadi, mau tidak mau, dia harus mendadak berbelanja kebutuhannya.
Shena mengurungkan niatnya untuk pulang ke rumah, rasa sesak masih begitu terasa ketika dia mendapat perlakuan kasar dari sang papa, masih sulit untuk dihapus dari ingatannya. Puluhan pesan dan panggilan tak terjawab dia abaikan, meski itu dari Sandra. Kali ini, dia tidak memedulikan perasaan sang mama yang begitu khawatir dengannya. Shena hanya ingin ketenangan, bukan tekanan yang melulu dia dapatkan.
Di tengah perjalanan, Shena merasa aneh dengan mobil yang sejak tadi mengikutinya. Dia berusaha berpikir positif, mungkin saja mobil tersebut memang searah dengannya.
Akan tetapi, tak lama setelah sampai di mal dan berhenti di basemen mal, Shena keluar dari mobil, mengabaikan mobil yang tadi mengikutinya. Namun, lelaki itu ternyata ikut turun dan malah menghampiri Shena.
Suasana basemen memanglah sepi, hanya ada beberapa pengunjung yang pulang pergi dari mal tersebut. Sehingga tidak fokus terhadap sekitar.
Shena yang sudah mulai gelisah, dia mempercepat langkahnya saat dirinya sadar ada yang mengikuti. Meski ada sedikit rasa takut, tetapi dia berusaha tenang.
Bersambung....
mangats up y thor..
kutunggu karya mu
ngantuk pasti ya 🤣🤣🤣🤣🤣