NovelToon NovelToon
My Boss My Ex

My Boss My Ex

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintamanis / Patahhati / Badboy / Menantu Pria/matrilokal / Rumah Tangga-Anak Genius / Tamat
Popularitas:283.1k
Nilai: 4.7
Nama Author: violla

Rachel mengetahui dirinya tengah berbadan dua setelah kekasihnya-Kenzi- pergi tanpa meninggalkan pesan. Semenjak saat itu Rachel berjuang merawat dan membesarkan anaknya tanpa sosok Kenzi di sampingnya.

Perlahan dan pasti kehadiran gadis kecil yang kini sudah berusia 5 tahun mampu menghapus kesedihan yang dirasakan Rachel. Namun, semua berubah setelah Kenzi kembali dan menjadi bos di tempatnya bekerja.

Bagaimana Rachel menghadapi pria yang ia cintai sekaligus ia benci itu? Bisakah Rachel tetap menyembunyikan sang anak dari ayahnya?

***

"Are you crazy, Ra? Kamu sembunyikan anak ini dariku?" Kenzi Barata Abimana

"Dia anakku ... hanya anakku!" Rachel Florencia.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon violla, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

10. Hai, Om!

"RACHEL!!!"

Teriakan Kenzi dikalahkan oleh suara pengumuman keberangkatan pesawat selanjutnya, sehingga pemillik nama itu tidak mendengar suara lantang Kenzi. Hanya sebagian orang yang berada di sekitar Kenzi memerhatikannya, tapi Kenzi tidak perduli menjadi tontonan di Bandara. Fokusnya hanya pada wanita yang memakai blus warna peach mulai tergeasa-gesa menuju Departures.

"Tunggu, Ra...!" Meskipun Kenzi belum melihat wajah wanita itu, namun naluri membawa ia berlari ke arah pintu keberangkatan. Sementara wanita yang ia yakini adalah Rachel sudah semakin mengecil dari penglihatannya. Ini tidak bisa dibirkn, ia ingin memastikan jika wanita itu yang ia cari selama ini. Kenzi berlari membawa harapan membelah keramaian, tidak perduli berapa banyak orang yang terganggu karena ia tidak sengaja menyenggol bahu mereka, hingga akhirnya sampai di Departures yang dijaga dua orang satpam.

"Ijinkan saya masuk sebentar, Pak!" Nafas Kenzi masih tersenggal-senggal, namun ia tetap mengutarakan keinginannya.

"Boleh tunjukkan tiketnya, Mas?" pinta satpam dengan ramah tamah.

"Saya nggak punya tiket, Pak. Saya cuma mau memastikan sesuatu saja, Pak," jelas Kenzi terus mendesak.

"Maaf, Mas. Saya tidak bisa meloloskan orang yang tidak memiliki tiket, itu melanggar SOP," terang satpam agar anak muda ini memahami peraturan yang ada di Bandara.

"Ayolah, Pak. Ini demi masa depan dan kelangsungan hidup saya. Saya nggak mau kehilangan wanita yang saya cintai untuk yang kedua kalinya, Pak."

Mata Kenzi mulai berkaca-kaca, ia sangat mengharapkan pertemuannya dengan Rachel akan menjadi nyata.

Satpam mendesahkan nafas berat, ada rasa haru juga tidak tega mendengar ucapan anak muda ini. Tapi, ia tidak bisa mempertaruhkan pekerjannya.

"Maaf, Mas...saya juga nggak mau kehilangan pekerjaan dan jadi pengangguran."

"Saya bisa memperkerjakan Bapak dan menggaji lebih besar dari sini." Kenzi tidak mau menyerah.

"Maaf, Mas. Saya tetap nggak bisa melanggar SOP. Ada tanggung jawab di sini!" ucapnya sambil meletakkan tangan di dada.

Kenzi menjambak rambut frustasi, ia kecewa pada waktu yang masih tidak berpihak padanya.

"Arrggghhhhhhh, Rachel!!!!" teriaknya berharap pemelik nama itu mendengar suaranya.

Sementara itu, Rachel gelisah di dalam kabin pesawat. Denyut jantungnya berdebar tidak menentu, seperti ada yang mengganjal di hati ketika pesawat mulai take off.

"Kenapa, El? Kayaknya kamu nggak nyaman gitu," tanya Lian menyadari kalau Rachel sedang gelisah.

"Nggak apa-apa, Pak. Saya cuma ingat sama anak saya." Rachel mengulas senyum mengingat Kalea. Ya, semua tentang Kalea, hati ini berdebar karena anaknya.

"Ayolah, El ...mau sampai kapan kamu bicara formal sama aku? Lupakan soal cintaku yang udah kamu tolak, jangan sungkan, El ...aku nggak apa-apa. Hati ini masih kuat dan tetap setia menunggu sampai kamu menerimanya. Hati ini punya Lian, bukan bos kamu. Jangan anggap aku bosmu, anggap aku seperti temanmu."

Lian tahu, Rachel masih belum bisa melupakan mantannya di masa lalu. Apalagi hubungan itu menghadirkan putri secantik Kalea. Lian hanya perlu menunggu waktu dan membantu menghapus nama itu di hati Rachel. Lian yakin, perlahan Rachel pasti mau membuka hati untuknya. Ah, mengingat Kalea membuat Lian berpikir lagi. Wajah Kalea sangat familiar untuknya.

"Aku coba, ya, Pak ...,em maksudku Lian." Meskipun Rachel tidak yakin bisa benar-benar melupakan Ken, tapi ia akan tetap berusaha menghapus sisa cinta yang masih ada di dalam dada.

***

Kenzi mengeram kesal di bangku belakang, kepalan tangannya meninju apapun yang bisa dijangkaunya, kecewa menguasai diri, bahkan sopir pun tidak berani meliriknya.

"Dasar payah ... lo nggak berguna, goblok!" umpatnya pada diri sendiri. "Jarak satu jengkal aja nggak bisa lo tembus? Itu pasti Rachel! Lo kehilangan moment berharga, arrggggghhh!!! Kok bisa sebodoh ini?!" teriaknya di dalam mobil. Kenzi berhenti mengumpat saat mendapatkan notif pesan di hanponenya.

"Jakarta?" lirihnya saat menemukan secercah harapan. 6 tahun sudah membuat kisah cinta ini berakhir tapi. "Cintaku belum usai, Ra...," lirihnya bersamaan dengan setetes air mata yang jatuh dari wadahnya.

Mobil jemputan dari kakaknya berhenti di halaman sebuah ruko bertuliskan KALEA BAKERY. Sepertinya, memang ia yang harus turun tangan menjemput tart ulang tahun keponakannya.

"Kalea." Kenzi masih hapal betul kalau wanita yang ia yakini Rachel tadi juga menyebut Kalea dan ntah mengapa sukses membuat hatinya berdesir.

"Nama toko? Lalu apa hubungannya?" Ia mengusap wajah gusar berusaha menjaga kewarasannya. Kalea Bakery hanya nama sebuah toko yang terletak di tepi jalan raya, tapi membingungkan dirinya.

Pintu berbahan kaca transparan menjadi tujuan utama Kenzi saat ini. Masih memakai kaca mata hitam ia melangkah tegak untuk mengambil pesanan kakaknya. Langkah kaki Kenzi terhenti saat melihat sosok gadis kecil termenung di balik meja. Seketika emosinya memudar.

Ser!!!

Kenzi terpaku dan fokus memerhatikan anak kecil yang baru pertama kali ia lihat, bahkan jarak yang tidak terlalu dekat seperti saat ini, berhasil menarik perhatian seorang Kenzi Barata Abimana.

Pintu berbahan kaca ia dorong hingga terbuka. Tempat ini cukup bersih dan tertata rapi dilengkapi beberapa meja bundar dan kursi untuk para pembeli. Terlihat beberapa pekerja sedang sibuk melayani pembeli, hanya gadis kecil itu saja yang duduk santai di wilayah kekuasaannya. Dan mata Kenzi hampir tidak berkedip saat anak perempuan itu mulai menyadari kehadirannya. Wajah imut itu ... mata itu ... hidung itu... Kenzi merasa tidak asing.

Boneka pemberian bos ibunya terlepas dari genggaman Kalea saat menyadari ada orang yang memerhatikan dirinya. Biasanya Kalea tak acuh pada kehadiran orang asing seperti pembeli yang sering keluar masuk toko, tapi saat ini Kalea memiliki ketertarikan lebih untuk sekedar melihat wajahnya, bahkan Kalea tsampai turun dari kursi kemudian keluar dari area kasir.

Kalea mengayunkan kakinya perlahan mendekati laki-laki dewasa yang juga mulai berjalan ke arahnya. Kalea merasa keadaan di sekitar sangat sunyi. Ntah kemana perginya kebisingan yang tadi mengisi ruangan ini. Yang pasti tidak ada hambatan untuk Kalea memungkas jarak dengan orang asing yang baru pertama kalia ia lihat. Tidak ada Jordy dan Audy. Hanya Kalea dan... ntah siapa.

Kalea terpaku tepat di hadapan laki-laki yang mungkin seumuran dengan ibunya. Ia mendongak sementara orang itu tertunduk melihatnya. Tidak ada keinginan Kalea untuk lari atau bersembunyi seperti sebelumya. Matanya berbinar saat orang asing ini membuka kaca matanya, hingga mereka bertemu pandang.

Mata dan wajah polos ini menghipnotis Kenzi. Ia menekuk lutut mensejajarkan tingginya dengan anak kecil yang juga hampir tidak berkedip melihatnya. Kenzi tidak tahu kenapa ia bisa seperti ini, tidak tahu harus bilang apa, yang Kenzi tahu ... ia ingin dekat dengan anak ini tanpa alasan pasti.

"Hai...," sapa Kenzi sesaat setelah mereka terdiam dan saling mengunci pandangan. Kenzi tidak berpengalaman berhadapan dengan anak kecil seperti ini.

Kalea tersenyum, suara itu terdengar merdu di telinganya.

"Om...," jawab Kalea lirih.

Kenzi memegang dadanya, suara anak kecil ini membuat dadanya berdebar. Aneh sekali, bukan?

Info update ada di ig: Violla536.

Makasih🤗

1
Siti Khodijah
gak ada lajutan
Siti Khodijah
gak ada lanjutan nya gitu?
Anik Ekawati
novel ini cerita ny gantung gini ya mending ga usah baca lagi lah novel selanjutnya kalo alur cerita nya selalu gantung gini bikin kecewa pembaca nya udah luangin waktu baca gini malah gantung gini
Anik Ekawati
kok tamat cerita gantung gini ending nya gimana?udah baca dari awal aku thor tapi kok cerita gantung gini selesain dulu thor novel yg ini baru bikin novel yg baru lagi jangan gantung gini cerita nya gimana para readers mau baca novelmu selanjutnya kalo novel yg ini gantung cerita ntar novel selanjutnya ya gantung juga cerita nya. selesain dulu thor baru bikin novel baru lagi
Pak Yan
BAGUS BUANGET KAK AUTHOR CERITANYA...... MUNTUL PUOKO' EH POOOOOLLLLLLLL !!!!!!!! 🖒🖒🖒🖒🤔🤔🤔🤔😲😲😲🖒🖒🖒🖒🖒🖒🖒🖒🖒🖒🖒🖒🖒🖒🖒🖒🖒🖒🖒🖒🖒🖒🖒🖒
ti@rafighifa
👍👍👍
Dwi Mulyani
ceritanya bagus
Winy Hardiyani
huhuhu beneran ga kelanjutan nya ya gantung banget nih cerita 🙃🙃🙃
Tuti Hayuningtyas: lanjuuuut teruuuuus thooooooooor
lanjuuuuuut
total 1 replies
Nara Azka
heemm sayang banget deh thor padahal ceritanya bagus,tapikenapa ga up lagi
Erni Handayani
Sisa 5 bab lagi Yuks semangat thor ditamatin dulu... Aku penasaran ini sama ending ny
Reny Martiningsih
lanjutkan seru bgt
Erni Handayani
Kak viola.. Novel ini gak dilanjut lagi ya.. Please Jawab🙏
Anik Ekawati: ditunggu 5 bab nya thor kok tulisan nya tamat
total 3 replies
Erni Handayani
Othor... Novel ini gak dilanjut lagi ya
Nilla Novriza
hhhh...udah move on apanya Ra.sikapmu ga ada tegas tegas nya.setelah semua yg di lakuin kenzi,masih aja kamu mau di paksa2 sama dia..masih peduli dan ngasih perhatian..sikap kamu terkesan gampangan Ra.harusnya bikin dulu kenzi menyesal dan ngerasain apa yg kamu rasain dulu.bikin perjuangan dia untuk dapatkan kamu lagi jadi berat.jangan biarkan dia ngatur2 hidup dan perasaan kamu lagi 😤😤
Mestika Quine
kok gak lanjutttt
Ira-Hazirah Sweetz
ndak lanjut lagi kah ini thor ceritanya?
quen
next thor
Sri Hartaty Harahap
kesabaran harus dibalas masa lalu
Defi
Audi ternyata baik bisa menerima dan menyayangi adik dan ponakannya
Defi
🌹
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!