NovelToon NovelToon
Jodoh Titipan

Jodoh Titipan

Status: tamat
Genre:Patahhati / Perjodohan / Pengganti / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Obsesi / Romansa / Tamat
Popularitas:3.8M
Nilai: 5
Nama Author: Sept

Taqi Bassami, hanya karena ia seorang anak angkat, pria itu harus mengorbankan hidup selamanya. Taqi menukar kebebasannya demi membayar balas budi. Berkat sang ayah angkat, hidupnya yang terpuruk di jalan, kini menjadi sukses.
Bila balas budi bisa dibayar dengan uang, Taqi pasti melakukan hal itu. Tapi bagaimana, jika Taqi harus menikahi wanita pilihan keluarga angkatnya itu untuk membalas jasa. Belum lagi latar belakang Taqi yang perlahan mencuat ke permukaan. Siapa sebenarnya Taqi? Ketika banyak pihak mengincar nyawanya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sept, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Gagal Move On

Jodoh Titipan Bagian 10

Oleh Sept

Kediaman abah Yusuf, pagi-pagi sekali Taqi sudah merapikan beberapa baju ke dalam koper. Semalam akhirnya ia pesan tiket dan nanti siang akan terbang ke negri sebelah, menemui Anisa yang katanya telah masuk rumah sakit.

Sudah dua bulan mereka tidak saling komunikasi. Taqi pun sengaja tidak menghubungi Nisa. Sebab ia tidak mau melukai Anisa lebih dalam. Meski pahit, harus meninggalkan cintanya itu. Keputusan Taqi sudah bulat.

Pria itu memilih menjauh agar mereka bisa saling melupakan, karena sudah tidak mungkin bersama. Janjinya pada abah, membuat Taqi harus mengosongkan hatinya. Ya, benar-benar kosong. Tidak ada Anisa ataupun Nada. Hati pria itu sekarang sudah hampa.

***

Tok tok tok,

Tidak lama berselang, terdengar pintu diketuk.

"Masuk," sahut Taqi yang sudah merapikan barang bawaannya nanti.

"Sudah beres, Taqi? Apa ada yang bisa Ummi bantu?" tanya ummi menawarkan bantuan.

"Terima kasih, Ummi. Sudah selesai, tinggal berangkat. Abah di mana? sekalian Taqi mau pamit. Takut macet," ucap Taqi yang sudah terlihat rapi dan wangi tersebut.

"Tunggu sebentar, ya? Abah tadi ke tempat Nada. Paling langsung pulang karena hanya nganter buah manga, habis metik banyak di halaman yayasan kemarin. Ummi kemarin lihat ada biji manga di rumah Zain, sepertinya Nada ngidam. Jadi Ummi minta ke abah anter buah manganya. Biar gak ileran," terang ummi.

Taqi lantas melirik jam tangan yang melingkar di pergelangan tangannya. Masih ada waktu, ia bisa mengobrol sebentar.

"Ummi buatin teh dulu, mau? Sambil nunggu abah. Nggak telat, kan?" tawar ummi.

"Nggak usah repot-repot, Mi. Tadi sudah minum kopi. Iya, Taqi tunggu abah. Masih ada waktu."

"Baguslah, terus rencananya Taqi berapa lama di sana? Setelah urusan selesai langsung balik, ya."

Raut wajah Taqi berubah gelisah, sebab ia pamit dengan abah serta ummi mau nengokin usaha yang ada di negeri Jiran tersebut.

"Insyaallah, Mi. Taqi langsung pulang kalau urusan semua sudah beres."

Ummi langsung tersenyum, wajahnya sumringah. Sebab takut Taqi tidak balik lagi. Satu kali kehilangan putra, ummi tidak mau kehilangan lagi.

Taqi bagai pengganti Zain. Meski Zain selalu ada di hati ummi. Setidaknya kehadiran Taqi di dekat ummi, cukup membuat ummi tidak kesepian dan larut dalam duka yang dalam.

Sudah dua bulan berlalu, dan perlahan ummi sudah jarang menangis. Paling juga pas berkunjung ke rumah Zain. Ketika ia melihat Nada, pasti air matanya mengalir tanpa bisa dibendung. Mungkin kasihan melihat cucunya yang akan lahir tanpa sosok ayah.

Harapan ummi sekarang Taqi, semoga kelak Taqi akan menyayangi anak Zain seperti anak sendiri. Meksipun sampai sekarang, baik abah dan ummi belum memberi tahu niatan mereka pada Nada. Yang mengetahui perjodohan ini hanya mereka bertiga. Ummi, abah serta Taqi Bassami.

Abah dan ummi tidak menceritakan siapa laki-laki pilihan mereka karena tidak ingin membuat Nada canggung. Mereka tahu, pasti menantunya itu menolak. Sebab selama ini Nada sudah menganggap Taqi seperti abang sendiri.

Demi masa depan cucu mereka, keputusan ini harus abah dan ummi ambil. Meksipun akan melukai banyak hati tanpa mereka sadari.

Beberapa saat kemudian

Sebuah mobil tua berhenti di depan rumah. Di halaman yang penuh tanamam itu, mobil klasik abah terparkir.

"Nah, itu suara mobil abah!" seru ummi sambil mengintip jendela.

Taqi mulai tegang, takut nanti pas pamit abah tanya macan-macam. Setelah kepergian Zain, Taqi jadi sering berkata bohong. Demi menjaga perasaan semua orang.

"Loh, jadi berangkat?" tanya abah begitu melihat Taqi bersama kopernya.

"Jadi, Abah."

Abah manggut-manggut.

"Kalau sudah selesai urusannya, langsung balik ya?"

Taqi menahan napas, pesan dan ummi tidak jauh beda.

"Ya sudah, kalian pasti nunggu Abah lama tadi? Tadi Abah ketemu teman Abah. Tetangga Nada, jadi Abah ngobrol sebentar."

"Ya sudah, Bah ... ini Taqi pasti telat. Mau dianter mang Dimang atau gimana?" tanya ummi.

"Gak usah, Mi. Taqi sudah pesan taxi online. Nah ... itu sudah datang."

Taqi melihat ke depan.

"Abah ... Ummi, Taqi berangkat dulu."

Taqi mengecupp punggung tangan kedua orang tuan angkatnya. Kemudian meninggalkan kediaman abah Yusuf. Pergi dengan perasaan yang tidak enak. Karena bukan untuk urusan kerjaan, melainkan menemui Anisa.

***

Malaysia

"Mas Taqi bilang datang jam berapa, Bu?" Anisa nampak gelisah menanti kedatangan Taqi.

Gadis itu mencoba kelihatan baik-baik saja, berangkat kuliah, belajar, dan fokus untuk studinya akhir-akhir ini. Tapi nyatanya, tubuhnya tidak kuat menahan beban cinta yang terlalu berat.

Anisa drop, berkali-kali mimisan dan seminggu yang lalu pingsan di halaman kampus.

Tante Wini yang mendengar kabar sakit putrinya, langsung terbang ke Malaysia. Di sana ia mulai menduga, bahwa hubungan Taqi dan Nisa sedang tidak baik-baik saja. Terlihat dari selama tante Wini menunggu Anisa di rumah sakit, Taqi sama sekali tidak menghubungi putrinya itu.

Ingin mendengar penjelasan secara langsung, tante Wini pun meminta Taqi datang. Ingin mendengar apa yang sebenarnya terjadi.

Malam harinya

Akhirnya Taqi tiba di rumah sakit, sebelumnya ia mampir dulu di apartment miliknya yang ada di sana.

Pertama ke rumah sakit, ia sangat ragu. Apalagi saat masuk kamar, dilihatnya Anisa sudah tidur. Mungkin habis minum obat. Alhasil, Taqi pun hanya berbicara pada tante Wini.

Keduanya terlihat duduk di depan ruangan. Suasana sangan canggung antara mereka berdua.

"Apa kalian sedang bertengkar?"

Taqi langsung mengkerut.

"Maafkan Taqi, Tante."

"Maaf? Apa hubungan kalian sedang bermasalah?"

Tante Wini makin yakin, hubungan keduanya tidak beres.

Sebelum menjawab, Taqi menghela napas panjang. Pria itu kemudian menatap tante Wini dengan tatapan penuh rasa bersalah.

"Kami tidak akan menikah, Tante."

Tante Wini langsung menutup mulut dengan tangan. Ia sedikit terkejut. Tapi yang lebih membuat mereka terkejut adalah sosok Nisa yang sudah berdiri di ambang pintu tanpa keduanya sadari.

Tante Wini tidak tega dengan tatapan putrinya itu. Akhirnya rahasia Anisa terkuak. Kenyataan mereka sudah putus sudah diketahui oleh tante Wini, membuat Anisa semakin merasakan sesak dalam dirinya.

Anisa menggeleng kemudian melepas infus. Ia berusaha berlari menghindar dari keduanya.

"Nisa!! Anisaaa!" panggil tante Wini panik. Anisa sedang sakit, tapi malah lari menyusuri lorong rumah sakit yang sepi saat itu. Mungkin karena sudah malam.

Sementara itu, Taqi langsung bergegas. Ia mencoba mengejar dan ketika sudah dekat, ia raih lengan Anisa.

"Nisaaa!" Taqi memegang cukup kuat. Hingga Nisa tidak bisa kabur.

Anisa memukul, terus memukul bagian bidang tersebut tanpa henti. Ada marah, benci, kecewa, dan sekeping rindu yang terselip di dalam sana.

Melihat Anisa yang hilang kendali, Taqi pun menarik lengan Anisa. Kemudian mendekap gadis itu dalam pelukannya. Rupanya, patah hati Anisa cukup dalam. Gadis itu tersedu dalam dekapan sang mantan.

BERSAMBUNG

Bang Taqi ... kalau sudah berangkat, jangan lupa pulang.

1
Jhon Kuni Wong
Luar biasa
Surati
bagus ceritanya👍🙏🏻 semangat thor 💪👍
Churin iin
Luar biasa
@bimaraZ
taqi salahjuga..meskipun cuma menena gkan g harus memeluk juga...
@bimaraZ
hhh tagi jadi ketagihan tuh...😍
@bimaraZ
anggap saja nisa dan taqi tidak berjodoh...
@bimaraZ
sampai g bisakomen bacanya ..g kebayang di posisi taqi
jawab iya salah jawab tidak juga berat
RL
Luar biasa
Zumi Zauhair
seruu
indah
😭😭😭😭😭😭
indah
Maa shaa Allaah Gemes ny 😍😍
indah
Hem Rumit nih
indah
Bawang Bombay
😭😭😭
Safitri Agus
jodoh othor yg menentukan 😁🤭
komalia komalia
ooh iya apa nada engga pakai hijab ya
komalia komalia
mas taqi mau bulan madu
komalia komalia
umii iis bukan nya diem bikin orang jadi malu aja
komalia komalia
umi kaya nya engga pernah bikin cap si abah
komalia komalia
udah baca
komalia komalia
itu lah kalau kita punya hutang budi bagai buah si malakama
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!