NovelToon NovelToon
PENGANTIN DADAKAN

PENGANTIN DADAKAN

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis
Popularitas:413.2k
Nilai: 4.7
Nama Author: Lastri Azahra

Dunia Anindya hancur ketika calon suaminya Yudhistira tidak datang ke pernikahan mereka. Rasanya seperti mau kiamat ketika tiba-tiba ayahnya memaksa untuk mengganti mempelai pria dengan Rio sahabatnya sendiri. Pernikahan tanpa cinta harus mereka jalani. Meski pada akhirnya cinta itu muncul seiring berjalannya waktu. Tapi di hadapan teman kerja ,mereka harus menyembunyikan identitas pernikahan mereka. Sampai Vino direktur perusahaan itu menyukai Anindya. Prahara mulai muncul...dan memporak porandakan biduk rumah tangganya. Mampukah mereka bertahan sampai akhir?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lastri Azahra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kedatangan ibu mertua

Hubungan Anindya dan Rio sudah kembali seperti dulu. Sudah tak ada lagi kecanggungan diantara mereka.

Ini hari minggu. Saatnya libur. Pagi pagi Anin sudah sibuk di dapur dua kantong krsek belanjaan yang dia tenteng dari tulang sayur sudah ia obrak abrik dan memasukkan sebagian isinya kedalam kulkas untuk stok satu minggu.

" Mau kemana? " Anindya bertanya ke arah Rio yang sudah memakai celana trening dan kaos oblong lengkap dengan sepatu kets putih. Terlihat otot lengannya menonjol seksi.

" Mau ke pasar. " jawab Rio . Dia mengisi botol minum dengan air dari dispenser. Menggaknya sedikit. Jakunnya naik turun seiring air yang mengalir ke tenggorokannya. Anindya menelan ludahnya. Kenapa Rio terlihat seksi sekali pagi ini. Aaahh kenapa pikiranku mendadak jorok begini sih? Anindya memukul kepalanya yang tengah terisi pikiran pikiran seram menurutnya.

"Kenapa sih? " Rio yang melihat kelakuan Anindya merasa heran.

" hahaha... Kepalaku sedikit puyeng. " Anindya memberi alasan yang masuk akal. Ya dia merasa puyeng dengan pikiran kotornya sendiri.

" Minum obat ya,,, sudah tidak usah masak hari ini,,,, kamu istirahat aja di kamar gih " Rio terlihat cemas, dia meraba kening Anindya.

" Aku nggak apa apa kok,,, " Anindya menepis tangan Rio dan tertawa geli melihat kepanikan laki laki itu.

" Nin jangan memaksakan diri ah... " Rio melotot.

" Sudah olahraga sanah... Aku mau lanjutin masak" Anindya mendorong tubuh Rio keluar.

"Beneran kamu nggak apa apa? " Rio masih tidak percaya.

" Aku sehat sehat aja kok. " Anindya masih tertawa melihat ekspresi Rio yang panik.

" Daaaahh...! jangan lama lama nanti makanannya aku habis kan loh." teriak Anindya dari teras ke arah Rio yang sudah berlari kecil menyusuri jalanan komplek. Anindya tersenyum melepas kepergian Rio.

Sepasang mata mengintip dengan rasa tidak suka dari balik jendela. Hani menatap Anindya dengan benci. Rasa iri merasuki hatinya. Dia tidak suka melihat kebahagiaan yang terpancar dari sinar mata Anindya. Harusnya dia yang berada di posisi Anindya saat ini. Gadis itu menggeratakan giginya menahan amarah yang membuncah dalam dadanya.

Anindya masuk kembali ke dalam rumah melanjutkan acara memasaknya yang terpotong . Hari ini ia akan memasak ikan pesmol kesukaan Rio.

*****

Hari ini suasana hatinya sedang berbahagia. Ini kali ya yang di rasakan seorang istri ketika memasak makanan kesukaan suaminya. Berharap ini enak dan Rio suka. Sudah berulang kali ia masak pesmol. Di rumah kedua orang tuanya selalu memuji rasa dari pesmol yang dia buat. Kata Bapak pesmol bikinannya sangat lezat.

Tapi tidak tahu dengan Rio, apakah dia juga akan suka dengan rasa dari masakannya? Anindya menata pesmol ikan mas di atas piring, dikasih potongan tomat dan daun kemangi sebagai hiasan, tak lupa juga taburan bawang goreng diatasnya. Hmmm wangi.

Anindya meletakkan piring berisi pesmol di atas meja makan. Lalu di susul dengan masakan lain sebagai pendamping. Dan semangkuk lalapan yang wajib ada untuk Rio.

Kaya kambing, ledek Anindya ketika itu. Dan Rio menjawab kalau lalapan ini sehat karena vitaminnya masih banyak, bagus buat tubuh dan kulit agar selalu terlihat fresh.

Anindya celingak celinguk di depan pintu. Sesekali pandangannya melihat ke arah depan. Sudah satu jam lebih Rio belum pulang juga.

Nah, itu pulang juga. Rio terlihat berlari kecil dari arah perempatan di ujung jalan sana. Anindya sumringah. Senyum mengembang dibibirnya.

Rio menutup kembali pintu pagar. Bajunya basah terkena keringat, ia mengelap keringat yang merembes di pelipisnya dengan handuk kecil yang melingkar di lehernya. Kulit tubuhnya yang putih bersih terlihat semakin mengkilat ketika keringat membasahinya. Dan Anindya semakin terpesona ketika Rio mengibaskan rambutnya yang setengah basah oleh keringat. Aaahh seksi sekali, pikirnya.

" Kenapa ngeliatin aku kayak gitu? Baru sadar kalau aku ganteng? " Rio menyelinap sombong.

" liiihh ge er banget sih. " Anindya nyelonong masuk takut ketahuan kalau dia memang sedang terpesona oleh ketampanan Rio.

Rio mengikutinya dari belakang. Tercium bau masakan oleh hidingnya.

" Aaahh kamu masak pesmol ya. " seru Rio kegirangan melihat makanan kesukaan ya tersaji di atas Meja makan.

" Ayo di makan, pasti kamu lapar habis joging. " Anindya mengambil nasi dan ikan untuk di berikan ya kepada Rio.

" Makasih istriku. " Rio tersenyum menggoda membuat rona pipi gadis cantik itu bersemu merah.

" Eehmmmm kamu emang jago masak Nin, pesmol ini enak banget aku suka... " Rio terlihat menikmati makannya. Tak henti ia memuji rasa masakan Anindya. Membuat gadis itu bahagia bukan kepalang.Rasanya puas sudah bisa memanjakan lidah suami. Melihat Rio makan dengan lahapnya.

" Bisa bisa aku tambah gendut Nin. " Rio terkekeh.

" Nggak lah,, kamu kan rajin olahraga, joging ngegym pasti badan kamu bakal proporsional terus. "

" Oke istriku yang cantik. " Rio tersenyum manja.

Hari ini benar benar di manjakan oleh Anindya. Tadi dengan masakannya yang enak, sekarang dengan pijatannya yang lembut. Badannya jadi semakin segar.

" Kriiinggg"

"Assalamualaikum ibu. "

" Waalaikum salam.... "suara wanita setengah baya terdengar diujung telepon.

" Sayang jemput ibu di depan, ibu baru sampai dari kampung nih. "

Haaaaaahhh. Rio dan Anindya melompat kaget. Ibu disini. Duuuhh bagaimana ceritanya ibu mau kesini nggak bilang bilang.

" Bagaimana ini Rio? " Anindya panik.

Rio menarik nafas panjang, mencoba rileks dulu agar ia bisa berpikir jernih.

" pindahkan semua barang mu ke kamarku kecuali baju, pokoknya kosong kan kamar depan jangan sampai ibu tahu kalau kita pisah kamar. " Rio mulai mengarah kan.

" Baik. " Anindya menggangguk.

" Aku jemput ibu dulu,kamu beres beres ya pokoknya jangan sampai ada yang bikin ibu curiga. " Rio wanti wanti.

" Hubungi aku kalau sudah selesai. Aku akan coba mengulur waktu ibu. " lanjutnya lagi.

" lya baik. " Anindya menggangguk tanda mengerti ia bergegas memindahkan semua pernak pernik miliknya ke kamar Rio. Jangan sampai mertuanya itu tahu kalau pernikahan mereka hanya sandiwara.

Rio bergegas mengambil kumci mobilnya. Ia tidak mau membuat ibunya menunggu terlalu lama. Sementara Anindya sibuk mengangkut barangnya ke kamar Rio.

Hmmmm lumayan cape, nafas Anindya terdengar ngos ngosan. Keringat membanjiri jidatnya. Capek dan tegang bercampur menjadi satu. Mertuanya akan datang sebentar lagi. Itu berarti dia harus tidur satu kamar dengan Rio. Jantung Anindya berdetak lebih kencang membayangkan dia dan Rio berada di satu ranjang yang sama. Sesuatu yang belum pernah mereka lakukan sebelumnya semenjak mereka menikah.

" Hiiiiihh " Anindya bergidik. Pipinya tiba tiba terasa panas.

" Tin Tin Tin tin...!"

Suara klakson mobil membuyarkan lamunan Anindya yang mulai kacau. Ibu mertuanya sudah datang. Anindya bergegas membuka kan pintu untuk menyambut kedatangan mertuanya itu.

BERSAMBUNG....

1
nana supriyatna
Luar biasa
Ratnasihite
jd ga seru lg diputusin bgtu aja🤪
Ratnasihite
jd sedih ko ya
Ratnasihite
Biasa
Ratnasihite
Buruk
Lilis Liss
mana sih ko g ada lanjutannya
Lilis Liss
udah 2 judul yng menggantung g.ada lanjutannya
Lilis Liss
ko g ada lanjutanya
Lilis Liss
kaya ny poto mantan rio deh
Lilis Liss
andin gk punya pendiriian udah tau rio cemburu eh mlh nempel sama vino
Lilis Liss
murahan siandin
Lilis Liss
kesannya andin kaya wanita murahan mudah dirayu sama vino
Lilis Liss
mah gitu dong jdi semangat mbacanya andin
Lilis Liss
males ah baca nya kok perempuan kaya andin,,udah mending siandin tinggalin sama rio dan vino biarin sendiri gk suka karakter andin
Lilis Liss
sebel ah kesianindya plin plan
ibeth wati
karakter disini yg TDK aku sukai kurangnya keterus terangan ..apa" disimpen entar klo dengar dr yg lain bisa jadi penyakit kan
mungkin karakter othornya gitu(⁠•⁠‿⁠•⁠)
Sakura Chan
Assalamualaikum wr wb

izin pm thor, mampir yuk ke ceritaku judul nya

Aku Tetap Cinta
Mel Lisanti
endingnya masih gantung ya thor??
Asri
lanjut
RisaRis27670746
astaga aninnn malah tinggal diapartemen vino...tambah parahlah salah pahamnya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!