Sarah adalah gadis desa yang cantik dan polos, dia tertipu dengan cinta palsu Frans.
Frans seorang pria muda, tampan, dan kaya raya yang menikahi Sarah karena taruhan yang dia buat dengan temannya.
Tidak lama setelah menikah Sarah hamil, tapi Frans tidak mau bertanggung jawab pada anak yang dikandungnya.
Frans meninggalkan Sarah yang tengah mengandung anaknya, dan kembali ke Jakarta.
Penderitaan Sarah tidak cukup sampai disitu, Sarah divonis dokter menderita kanker otak. Dokter menyarankan dia untuk menggugurkan kandungan demi kebaikannya. Tuhan tidak pernah membiarkan ketidak-adilan pada hambanya.
Suatu hari Frans mengalami kecelakaan yang mengakibatkan dia tidak bisa punya anak seumur hidupnya. Karena hal itu Frans harus membawa Sarah ke Jakarta, karena anak yang dikandungnya itu satu-satunya yang akan menjadi penerusnya.
Bagaimanakah nasib Sarah selanjutnya? Akankah dia memilih keselamatannya atau bayi yang dikandungannya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Cussie°®, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Takdir Yang Masih Terhubung
---“Meskipun kita berusaha untuk memutus ikatan dalam suatu hubungan, namun jika Tuhan belum memutus ikatan takdir di antara kita, kita tidak akan bisa menjauh dari orang tersebut.”---
5 bulan kemudian....
Hari telah berganti minggu, mingu telah berganti bulan, malam-malam yang panjang telah terlewati seorang diri, kini tinggalah kerinduan mendalam tentang dirinya.
Kehamilan Sarah kini sudah berusia lima bulan, meskipun perutnya sudah terlihat besar, dia masih tetap bekerja serabutan setiap hari untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Frans tidak meninggalkan apapun untuk Sarah, dia hanya meninggalkan benihnya yang kini hidup di rahim Sarah.
Selama lima bulan ini Sarah selalu menanti Frans, dia berharap Frans akan kembali pulang padanya. Seperti hari itu, Sarah berdiri di depan jendela kamarnya, dia menatap nanar keluar jendela karena teringat tentang Frans.
"Frans... bagaimana kabarmu sekarang? Apa kamu pernah memikirkanku walaupun sebentar? Kenapa kamu tega melakukan ini padaku Frans…?" kata Sarah dengan berurai air mata.
Sarah tidak pernah bisa melupakan Frans, karena begitu besar cintanya pada Frans, tapi begitu dalam pula luka yang diterimanya. Semenjak kepergian Frans dari hidupnya, tak pernah sedikitpun terlihat senyuman tergores di bibir manisnya, hanya ada air mata yang selalu menghiasi wajah cantiknya.
***
Setelah kembali ke Jakarta Frans kembali pada gaya hidupnya yang bebas dan glamor, dia sering pergi ke kelab malam dan bermain dengan para wanita di sana. Hari itu seperti biasanya, dia ditemani minuman alkohol dan wanita cantik disebelahnya.
Frans meneguk minuman alkohol di tangannya sembari bersandar pada sofa, lalu wanita cantik di sebelahnya mendekat seperti ingin mencium bibirnya. Namun tepat sebelum wanita cantik itu menempelkan bibirnya, tiba-tiba Frans bicara,
"Sarah..., bagaimana bisa kau di sini?” Mata Frans langsung berbinar menatap wanita itu, dia mengulurkan tangannya menyentuh wajah wanita itu. “Bukankah kau kutinggal di desa Maulinjo, mengapa kau bisa di sini? Apa kau merindukan aku?" ucap Frans yang mabuk, dia bicara dengan sesenggukan.
"Siapa Sarah...? Frans lihat aku baik-baik!" ujar wanita itu dengan kesal. Dia mencengkram bahu Frans sambil menggoyang-goyangkan tubuhnya untuk menyadarkannya dari rasa mabuknya, karena dia tidak terima Frans menganggapnya sebagai wanita lain.
Wanita cantik itu bernama Mery, dia adalah salah satu wanita penghibur di kelab malam tersebut, dia selalu mengenakan pakaian ketat dan seksi untuk menggoda para pria kaya.
Frans menatap wajah Mery dengan serius, dia mengernyitkan dahinya untuk memfokuskan pandangan matanya yang buram sampai dia tersadar itu bukanlah Sarah, namun hanya imajinasinya saja. Begitu pikiran sadar Frans sudah kembali, dia langsung beranjak dari sofa dan segera pergi dari kelab malam tersebut meninggalkan Mery sendirian di sana.
"Frans..., kamu mau ke mana? Kamu sedang mabuk," panggil Mery berusaha menghentikan Frans. Namun Frans tidak menghiraukannya, dia tetap berlalu pergi dari kelab malam tersebut.
Hari itu Frans mengendarai mobilnya dengan kecepatan sangat tinggi. Selama lima bulan ini Frans tidak pernah bisa melupakan Sarah, padahal dia sengaja sering bermain-main dengan wanita lain untuk mengalihkan pikirannya dari Sarah.
"Sarah..., mengapa aku masih memikirkan wanita itu?!!" teriak Frans yang kesal di dalam mobil sambil memukul setirnya.
Karena mengemudi dalam keadaan mabuk, Frans tidak menyadari jika ada sebuah truk besar yang melaju ke arahnya. Sampai saat truk itu semakin dekat padanya, dia baru menyadarinya dan berusaha menghindari tabrakan dengan memutar setir ke kanan, namun justru sebuah pohon besar yang ada di depannya, dia ingin memutar setir lagi tapi sudah tidak ada waktu untuk menghindar sampai akhirnya,
BRUKKKK...!!!!!
Frans mengalami kecelakaan karena menabrak pohon besar itu, dia segera dilarikan ke rumah sakit. Ibunya yang mendengar kabar itu juga langsung ikut menyusulnya pergi ke rumah sakit. Frans harus menjalani operasi karena luka kecelakaan itu. Setelah Frans siuman seusai operasi, dokter datang ke ruangannya.
"Frans..., aku punya berita buruk untukmu, kau harus menyiapkan hatimu!" kata Dokter itu dengan wajah ragu-ragu. Dokter cantik berambut sebahu itu adalah sahabatnya Frans, dia bernama Rani.
"Berita buruk, apa maksudmu Ran?!” Frans segera duduk dari posisi tidurnya. “Cepat katakan padaku!" tanya Frans panik, dia ingin segera tahu apa maksud ucapan Rani tersebut.
"Karena akibat dari cedera kecelakaan itu, kau mungkin tidak akan bisa punya anak seumur hidupmu Frans," jawab Rani menjelaskan keadaan Frans yang sesungguhnya.
“APA?!!” Frans dan ibunya membelalakan mata karena saking terkejutnya mendengar apa yang dikatakan Rani.
"Ran, tolonglah Frans...!!” Grace menggenggam kedua tangan Rani. “Dia putraku satu-satunya, tolong sembuhkan dia! Berapa pun biayanya tidak masalah, asalkan Frans bisa punya anak," pinta Grace memohon supaya Rani berusaha menyembuhkan Frans.
Grace adalah ibu kandungnya Frans, dia wanita karir berusia 51 tahun, namun masih terlihat muda dan cantik.
"Maafkan saya Tante, saya sudah berusaha. Tapi ini di luar kemampuan saya, ini sudah kehendak Tuhan," tutur Rani menjelaskan kenyataan yang menimpa Frans, supaya Grace bisa mengerti.
Mendengar pernyataan Rani tersebut membuat Grace langsung lemas sampai dia melepaskan tangannya yang menggenggam erat Rani.
"Bagaimana ini?!” Grace memegangi kepalanya dengan kedua tangannya. “Jika Frans tidak bisa punya anak, siapa yang akan meneruskan perusahaan?" keluh Grace menangisi nasib putra satu-satunya yang malang.
Frans masih terdiam, dia begitu syok dengan apa yang baru saja menimpanya, sampai tiba-tiba dia bicara,
"Sarah..., iya benar Sarah...!" Frans menghela napas lega dengan mengulaskan senyum dibibirnya, karena semua masalahnya akan selesai hanya dengan Sarah.
"Siapa Sarah, Frans?" tanya Grace dengan wajah bingung, karena dia tidak pernah mendengar sedikitpun tentang wanita itu.
"Dia adalah gadis desa yang aku nikahi ketika liburan ke desa Maulinjo, dan saat aku meninggalkannya dia sedang mengandung anakku," jawab Frans menjelaskan kepada Grace siapa Sarah sebenarnya.
"Kalau begitu kamu harus bawa dia ke Jakarta, dan pastikan calon cucuku aman di sini!" perintah Grace pada Frans.
"Tentu Ma, aku akan jemput calon cucu Mama ke sini." sahut Frans berjanji pada ibunya. “Tapi kita harus merahasiakan tentang kenyataan ini dari Sarah, supaya dia mau ikut aku ke Jakarta," ujar Frans dengan tersenyum licik.
up
up