Beyza Shalsabila atau biasa di sapa Beyza merupakan seorang gadis yang mempunyai paras cantik dan murah senyum. Suatu hari sebuah kejadian menimpali Beyza yang mengharuskan ia menghindari Ketos yang terkenal tegas dan bermuka datar. Akankah Beyza bisa terus-terusan menghindari Ketos?.
Jangan lupa tinggalkan jejak ya guys!.
Terimakasih^_^
IG : rosaaa1769
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon RS²TN, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Terpaksa menemui Ketos
"Gue cariin dari tadi ternyata disini" ucap Farel sambil menduduki kursi di dekat meja yang ada dihadapan Farzan.
"Kenapa? " tanya Farzan dengan mata yang tetap fokus pada komputer.
"Makan yuk Zan" ajak Farel.
"Nanti gue nyusul"
"Jangan gitu zan, mereka gak pacaran kok " beritahu Afnan.
Farzan yang mengetahui arah pembicaraan Afnan seketika menatapnya dengan tajam, Afnan yang mendapat tatapan itu mengangkat jari tengah dan jari telunjuknya sambil terkekeh.
**Brak
Tak
Tak
Tak**
"Deman banget pukul kepada gue " pekik Rafli sambil mengusap-usap kepalanya yang habis di tampol oleh teman-temannya.
"Makanya gak usah gebrak meja, bikin jantungan aja lo" kesal Afnan.
"Emang iya Zan lo--"
"Kantin" ucap Farzan memotong perkataan Rafli, ia berjalan mendahului teman-temannya.
"Gue belum selesai ngomong nyet" teriak Farel, yang hanya di anggap angin lalu oleh Farzan.
"Kak Farzan"
Deg
Farzan menghentikan langkahnya ketika mendengar namanya di sebut, ia menaikkan alisnya "apa?", Dan berusaha mengontrol detak jantungnya yang lebih cepat dari biasanya.
"Kertas daftar hadir kak Farzan yang pegang?" tanya Beyza, yap dia blBeyza.
Beyza dengan amat berat hati menghampiri ketos menyebalkan menurutnya, karena hanya dirinya yang belum mengisi absen hadir, yang ia ketahui dari teman-temannya.
Beyza minta tolong di temannya (Adib)agar menemani dirinya untuk bertemu ketos menyebalkan, karena hanya Adib yang gak sibu-sibuk amat. Beyza sedari tadi meremas roknya untuk menghilangkan rasa takutnya, sedangkan Adib hanya senyum-senyum gak jelas.
"Hmm"
Beyza mendongakkan kepalanya menatap Farzan dengan mata berkedip-kedip lucu.
"Ikut gue!" suruh Farzan sedangkan teman-teman Farzan yang mendengar ucapan Farzan tak henti-hentinya menggoda dirinya.
"I-ya kak" gugup Beyza.
"Adib mau kemana lo, bantuin gue sini!" teriak Nila dari arah lapangan.
"Dib temanin gue dulu, nanti gue bantuin lo" mohon Beyza.
Farzan yang mendengar ucapan memohon dari Beyza seketika tersenyum kecil, " Kembali ke tugas lo!" perintah Farzan tegas.
"Iya kak" ucap Adib sambil tersenyum jahil ke arah Beyza.
Farzan kembali melanjutkan perjalananya yang diikuti Beyza dibelakangnya. Farzan memberikan kertas kepada Beyza, tetapi sebelum samapai di tangan Beyza, Farzan kembali menarik kertas itu.
"Kenapa lo datang terlambat? " tanya Farzan dengan mata tajamnya
"Ma'af kak--"
"Kalau orang tanya lihat matanya!"
Kenapa harus dia sih ketosnya! batin Beyza kesal.
Gue terlambat juga karena ngurus perlengkapan kali! Lanjutnya membatin.
"Maaf Kak, kami di suruh singgah di rumah Bu Yanti" sahut Beyza.
"Harus banget berangkat bareng!"
Dahi Beyza mengkerut "Ha?"
"Gak, lo tulis nama Lo, habis itu simpan kembali ke tempatnya!" ucap Farzan dan langsung pergi meninggalkan Beyza.
"Lo mau kemana? " tanya Farel yang berjalan berlawanan arah dengan Farzan dan tak lupa dengan senyum-senyum tak jelas terpancar di wajahnya.
"Kantin"
"Sudah bel pulang, kayaknya pertemuan lo ini bukan hanya jantung yang di pengaruhi tapi telinga juga " ejek Afnan sambil terkekeh
"bacot!", Farzan kembali jalan berbelok arah menuju parkiran sekolah yang diikuti teman-temannya sambil cekikikan di belakang Farzan.
"Beyza" teriak Reivan yang berada tepat di hadapan Farzan.
Farzan yang mendengar cowok lain memanggil Beyza seketika dadanya bergerumuh.
Sebegitu pengaruhnya batin Farzan merutuki dirinya sendiri.
"Lo pulang bareng siapa?" tanya Reivan ketika Beyza menghampirinya.
"Bareng Raya Kak, duluan Kak" ucap Beyza sambil tersenyum.
Sekejap matanya menatap Farzan yang ternyata sedang menatapnya juga, ia langsung memalingkan matanya menatap Raya dan mengajak Raya pergi dari sana.
" Si doi kenapa nolak sih, kan seru tuh kalau pulang bareng. Iya gak?" Tanya Rafli sambil naik turunkan alisnya.
"Hooh" sahut Rafli.
"Lo mau kemana zan?!" Tanya Afnan.
"Pulang!" Jawab Farzan dan langsung menancap gas motornya.
JANGAN LUPA LIKE, COMMENT AND VOTE NYA YA GUYSS!!!🙏
thanks kak
tetep semangat🥰🥰🥰