Haiii semua.. Ini Novel karya pertamaku.. Mohon dukungannya ya, semoga kalian suka alur ceritanya. 🙏🙏
Ini menceritakan tentang romansa cinta anak sekolah. Kisah cinta yang penuh dengan berbagai perasaan.
Menceritakan seorang gadis remaja lugu dan apa adanya yang tiba-tiba menjalani kehidupan yang sangat rumit.
Febhia Putri Kusuma gadis remaja berusia 16 tahun ini tinggal bersama kedua orangtuanya dan kakak laki-lakinya. Febhia menjalani kehidupan gadis remaja pada umumnya, hingga suatu ketika dia mengalami sebuah situasi dimana kedua orang tuanya harus berpisah.
Dan disituasi yang bersaam Febhia harus mengalami penghianatan dari sahabatnya. Hidupnya makin rumit dan membuatnya putus asa. Cinta pertamanya berpaling darinya. Febhia merasa semua yang ia cintai mulai menghilang perlahan-lahan.
Mau tau kelanjutan ceritanya?? ayoo baca Novel pertamaku ini.. Mohon dukungannya ya.. ❤️❤️🙏
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mila Arida, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 10 New Friendship
****
Keesokan harinya, seperti biasa Bhia menjalani rutinitasnya di sekolah. Hari ini cuaca amat sangat terik pelajaran terakhir hari ini adalah olahraga. Bhia bersiap-siap untuk mengganti baju nya dan bergabung dengan teman-teman nya di lapangan.
Bhia yang sudah berganti pakaian pun langsung mengambil barisan bersama teman-temannya satu kelas di lapangan. Pak Wanda guru olahraga Bhia mulai mengabsen dan membentuk sebuah tim berpasang-pasangan. Nama Bhia pun disebut nya.
" Febhia " Panggil Pak Wanda yang sedang mengatur grup berpasangan.
" Hadir Pak. " Ujar Bhia meninggikan suaranya.
" Kamu ke sebelah kiri, berpasangan dengan Giovano ya. " Perintah Pak Wanda yang menunjuk ke arah Gio
Bhia lalu menghampiri Gio.
" Udah panas, apes lagi gue. " keluhnya sambil mengelap keringat di keningnya.
" Apes kenapa lo? " Tanya Gio yang menyipitkan sebelah matanya karna terkena teriknya matahari.
" Dapet pasangan jutek kayak lo. " Jawab Bhia sambil menjulurkan lidahnya.
" Yaudah sono kalo berani, minta ganti pasangan sama Pak wanda. " Ucap Gio sambil mendorong-dorong pelan Bhia.
" Dihhh.. ogah ah lo aja, entar kena semprot gue. " Ujar Bhia yang menahan dorongan pelan dari Gio
" Yaudah terima aja, lagian lo tu bukannya apes tapi beruntung. " Gio berkata sambil mengelus-elus dagunya.
" Apaan beruntung? " Seka Bhia sambil melirik Gio dan menaikkan ujung sebelah bibirnya.
" Kan gue ganteng. " Lanjut Gio dengan pedenya.
" Ganteng? Gantungan Tengkorak iya." Ucap Bhia sambil menjulurkan lidahnya.
Mereka lalu saling berpasang-pasangan dan mulai bermain badminton . Poin yang mereka dapat akan menjadi nilai mereka. Bhia sangat jago bermain Badminton begitu pula dengan Gio. Merekapun mendapatkan poin terbanyak.
45 menit sudah berlalu, pelajaran pun usai. Bhia mengemas barang-barangnya dan bersiap untuk pulang. Saat ingin beranjak dari tempat duduknya ponsel Bhia berdering. Ternyata Raisa yang menelfon, Raisa memberitahu Bhia bahwa sepulang sekolah ia dan Alin akan mampir di sebuah kedai kopi dekat sekolah, Raisa mengajak Bhia untuk ikut dengan mereka. Bhia pun setuju dan segera menghampiri Raisa dan Alin di kelas nya .
*** X IPA 2 ***
" Rai.. Lin.. hayu.. " Ajak Bhia yang sudah sampai di kelas X IPA 2.
" Bentar nunggu Fero ni. " Ucap Alin sambil menoleh ke arah Fero.
" Ciee udah balikan ni.." Ledek Bhia pada sahabatnya itu.
" Ntar gue kasi tau di Mang Darin Kopi. " Jelas Alin .
Setelah Fero selesai merapikan mejanya mereka langsung menuju kedai kopi * MANG DARIN KOPI *
Bhia yang lupa memberitahu Arkan lalu dengan cepat mencari ponsel nya dan menghubungi kakak nya itu. Bhia meminta izin pada kakak nya dan Arkan pun mengizinkannya.
" Oia tadi katanya mau kasih tau, mau kasih tau apaan Lin? " Tanya Bhia penasaran.
" Soal gue sama Fero. " Jawab Alin sambil melihat ke arah Fero.
" Oke.. Kalian kenapa ? Balikan kah? " Bhia kembali bertanya sambil bergantian melihat ke arah Alin dan Fero.
" Biar Fero aja yang jelasin. " Jawab Alin yang kembali menatap Fero.
" Jadi gini Bhi, gue sama Alin sepakat kalo kita sahabatan dulu aja, soal gimana perasaan kita nanti nya. Itu biar waktu yang jawab. " Jelas Fero pada Bhia.
" Emang mantan bisa jadi sahabat.? " celetuk Raisa sambil sesekali meminum kopi nya.
" Gini Rai, emang kayak nggak mungkin sih, tapi gue sama Alin bakal coba. Kalo emang ternyata kita masih punya perasaan yang sama tanpa rasa bersalahnya Alin ke Bhia, mungkin gue sama Alin bakal balikan. dan gue juga bakal sering gabung jalan bareng sama kalian, biar bisa mastiin juga gimana perasaan kita berdua." Jelas Fero lagi meyakinkan Raisa dan Bhia.
" Empphhh.. Gimana Bhi?? " Tanya Raisa yang menunggu jawaban Bhia.
Bhia terdiam untuk sesaat, ia memikirkan apa yang harus ia jawab. saat sedang berfikir tiba-tiba saja ada seseorang yang menarik bangku kosong di sampingnya dan duduk di samping Bhia. Mereka pun menatap orang itu dengan tatapan bingung.
" Lo ngapain disini? " Tanya Bhia dengan mata yang terbelalak.
" Arkan nyuruh gue kesini, biar nona Bhia nanti pulang ada barengannya ." Jawab Gio sambil meledek Bhia .
Ternyata seseorang itu adalah Gio. Setelah mendengar penjelasan Gio mereka kembali menatap Bhia dan menunggu jawaban Bhia. Bhia masih bingung harus menjawab apa. Lalu Raisa memberikan saran yang mengejutkan.
" Gimana kalo setiap kita jalan , Gio ikut juga. Gimana?? " Usul Raisa tiba-tiba.
" Hahhh?? " Ucap Bhia dan Gio berbarengan.
" Maksud gue gini, kalo cuma Fero doang kan jadinya gue yang tersiksa harus berada di antara cinta segitiga kalian. Nah kalo ada Gio kan seenggaknya ya ada temennya gue. " Jelas Raisa
" Ini apa sih maksud nya? " Tanya Gio yang masih bingung.
" Udah lu mah ngikut aja yo . Nanti gue ceritain. " Jelas Fero .
" Gimana Bhi?? " Tanya Alin yang menantikan jawaban Bhia.
Bhia menatap mereka satu per satu, ia sebenarnya takut jika mereka harus terbiasa untuk bersama apa lagi bersama dengan Fero, Bhia takut perasaannya itu bukannya hilang tapi malah bertambah.
" Lin, gue cuma mau kalian bahagia. toh kalo lo emang balikan sama Fero gue nggak apa-apa kok. " Ucap Bhia meyakinkan Alin bahwa ia tak perlu merasa bersalah lagi pada Bhia.
" Gue nggak bisa Bhi, dan gue juga mau buktiin ke Fero kalo gue udah bener-bener nggak bisa balik kayak dulu lagi." Jelas Alin yang membuat Fero tertunduk.
" Kalo gitu caranya , kalian nyiksa perasaan Bhia dong " Ucap Gio menatap tajam ke arah Alin dan Fero.
Bhia masih berfikir, semua terasa tidak mungkin baginya. ia terlalu takut dengan kenyataan pahit nya. ia takut harus terus merasakan cinta satu pihak. Bhia bingung harus bagaimana , apakah ini bisa disebut persahabatan? apa kah semua akan baik-baik saja? apa kah tidak akan ada yang terluka nanti nya ? semua pertanyaan itu menghantui pikiran nya.
" Bhi, gue nggak bermaksud buat mainin perasaan lo. Gue cuma mau berteman dan kalo bisa bersahabat baik sama kalian. Soal cinta dan perasaan itu mungkin semua akan berubah dengan berjalannya waktu. Kita nggak ada yang tau kan? siapa tau setelah kita berteman perasaan itu bisa berubah perlahan. " Jelas Fero yang meyakinkan Bhia.
" Tapi itu nggak mungkin " Bantah Gio sambil menatap ke arah Bhia.
" Oke, kita coba. " Jawab Bhia dengan pasti.
Bhia yang melihat tatapan Gio akhirnya membuat keputusan itu. Ia melihat Gio menatapnya dengan tatapan yang penuh belas kasih. Ia menganggap Gio meremehkan perasaan Bhia, ia ingin membuktikan pada Gio bahwa ia bisa menghadapi segala perasaan yang ada dalam diri nya saat ini ataupun nantinya.
" Thanks Bhi.. " Ucap Fero sambil tersenyum ceria.
" Makasih ya Bhi, gue yakin kita pasti bisa melewati ujian perasaan ini. " Lanjut Alin sambil menggenggam tangan Bhia .
" Aduhh drama cinta segitiga yang bikin gue pusing, semoga happy ending. Yang penting gue musti ada Gio biar nggak miris-miris amat nasib gue diantara kalian. " Ucap Raisa dengan tampang memelas.
" Gimana Yo? Udah setuju aja Yo. " Ucap Fero pada sepupunya itu.
" Oke, tapi gue nggak mau ada mellow- mellow drama ya. " Ujar Gio dengan terpaksa
Gio sebenarnya khawatir pada Bhia, karna sebelum Gio menyetujui untuk datang ke kedai kopi itu Arkan menceritakan soal kejadian kemarin pada Gio. Ia hanya tidak ingin melihat Bhia patah hati dan merasakan penderitaan lagi. Tapi Bhia salah mengartikan ucapan dan tatapan mata Gio. Akhirnya Gio hanya bisa mengikuti apa yang mereka rencanakan. Entah kenapa Gio tidak ingin melihat Bhia tersakiti nantinya dan ia ingin mencoba melindungi Bhia mulai saat ini dan seterusnya.
MAKASIH YAH YANG UDAH MAU MAMPIR UNTUK BACA, UNTUK LIKE NYA DAN JANGAN LUPA DI VOTE YAH
MOHON DUKUNGANNYA YAH ❤️❤️
mampir juga yuk dinovelku