NovelToon NovelToon
Key And Bian

Key And Bian

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Tamat
Popularitas:12.9M
Nilai: 4.9
Nama Author: LaSheira

Selamat Membaca kisah Key And Bian 💖💖

Takdir masa lalu Presdir Adiguna Group dan seorang model bernama Jesika, telah membuat sebuah benang kusut untuk kehidupan anak-anak mereka.

Key dan Bian dua manusia yang mengenal arti cinta dengan cara berbeda. Semua terasa sederhana jikalau itu hanya tentang rasa mereka berdua. Tentang cinta berbeda status, tentang orang ketiga. Namun takdir masa lalu orangtua telah menyeret mereka dalam hubungan rumit tentang penghianatan, tentang ibu yang tersakiti, tentang kebencian yang diwariskan.


Dan bagaimana kalau takdir masa lalu itu memunculkan seseorang, anak yang tak diketahui. Dari situlah rumitnya takdir masa lalu itu akan terurai.

Akankan cinta Key dan Bian bersatu menuju perayaan?

Akan ada banyak tawa dan bahagia, namun juga akan ada airmata.

selamat membaca 🤗🤗

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon LaSheira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Sandiwara Kehidupan

Inilah istana Adiguna grup .

Bangunannya di dominasi cat berwarna putih. Sebelum memasuki halaman yang di

hiasi pohon dan bunga , setiap orang harus melewati gerbang utama terlebih

dahulu.  Tamu yang datang menyerahkan  kartu identitas, diperiksa mobilnya,  menyampaikan keperluannya. Jika sudah selesai

pada tahap pertama, maka gerbang utama akan terbuka dan membiarkan mobil melaju

menuju pelataran luas menuju rumah utama. Banyak pohon buah-buahan yang tumbuh

subur dan berbuah sesuai dengan musimnya. Selain itu deretan bunga yang

berjajar di sepanjang jalan semakin membuat mata terasa rileks jika memandang.

Seorang pria tampan, namun sudah

mulai termakan usia itu memasuki ruang keluarga. Dialah pemilik rumah ini.

Adiguna Sanjaya, pria kaya yang sampai hari ini masih terbelenggu pada masa

lalu. Ia begitu realitas memandang dunia, dengan segala konflik kepentingannya.

Namun begitu melankolis jika bicara tentang cinta. Seorang perempuan angun dan

cantik sedang duduk menikmati teh sorenya. Adiguna hanya berjalan melewatinya.

“ Tidak bisakah kau pura-pura baik

padaku?” Wanita itu meletakan gelasnya dan bicara dengan datar.

“ Tidak ada yang perlu melihat

sandiwara , kita hanya berdua saja. Berhentilah berpura-pura, bahwa kita saling

perduli satu sama lain.” Adiguna menjawab datar juga. Dia menoleh pada

istrinya, wanita yang ada di hadapannya ini adalah perempuan yang sudah

melahirkan putranya. Puluhan tahun pernikahan yang sudah terbina, ikatan suci

dalam janji di hadapan Tuhan yang mereka ucapkan. Ah, semua itu hanya sandiwara

belaka. Sedikit pun mereka tidak pernah saling mencintai. Semua ikatan yang

terjalin antara mereka hanya karena uang dan bisnis semata.

“ Apa salahku?”

“ Haha.” Tertawa lama. “ Kau

bertanya tentang apa kesalahanmu. Apa kamu sungguh-sungguh ingin mendengarnya.

Akan butuh waktu untuk menjelaskannya kepadamu?”

“ Bukankah aku sudah minta maaf

berkali-kali.”

“ Maaf, apa permintaan maafmu bisa

membuat semuanya berubah?”  Wajah wanita

itu berubah pucat.  “Sudahlah, bukankah

kita sudah sepakat untuk tidak saling mengganggu kehidupan masing-masing.” Ia

menghela nafas panjang.  “Satu yang aku

minta darimu, berhentilah berpura-pura di hadapan Bian. Jika dia tahu seperti

apa dirimu yang sebenarnya selama ini. Dia pasti akan membencimu.”

Wanita itu semakin tercekik. Ia

menundukan pandangan dalam. Tangannya bergetar, namun ia berusaha menguasai

diri paling tidak sampai suaminya pergi. Saat Adiguna berjalan meninggalkan

ruangan tubuhnya lunglai. Bagaimanapun ia bertahan menjadi nyonya Adiguna

Sanjaya hanya karena uang dan juga kehormatan. Ia tak pernah mendapatkan hati

suaminya, dulu waktu pernikahan, ataupun sekarang.

Ia juga tidak mencintai Adiguna.

Bisnis antara orang tua mereka yang membuat pernikahan ini terlaksana. Dia

sudah berpacaran dengan seorang manager  Sentro Food. Sebuah restoran makanan cepat

saji, yang sudah menjadi waralaba dan gerainya tersebar di seluruh Indonesia.

Pria yang bukan apa-apa dibandingkan dengan Adiguna. Namun ia melepaskan cinta

dan laki-laki yang mencintainya, untuk sesuatu yang ia sesali seumur hidup.

Ia memilih menikah dengan pria kaya

raya yang bisa menjamin kelangsungan kehidupannya dan keluarganya. Adiguna

Sanjaya. Pewaris tunggal dari Adiguna Grup. Grand Mall dan Grand Land

resident  adalah bidang utama perusahaan.

Belum anak perusahaan  yang ada puluhan

cabang.  Ia memilih laki-laki yang  telah jatuh cinta dengan wanita lain. Wanita

yang jauh lebih  cantik darinya. Model

sekaligus  brand ambasador  Grand Mall. Wanita berparas cantik dan  lembut itu telah memiliki hati Adiguna, seutuhnya.

Tangannya gemetar, bayangan wanita itu berkelebat.

 

“ Jadi kau wanita sampah itu? Apa

kau tidak tahu malu, dia itu suamiku, bagaimana bisa kau mengodanya siang dan

malam.” Yuna berteriak. Asisten model cantik yang ia maki  berusaha membuatnya tenang. Ia berdiri

di hadapan wanita itu untuk melindunginya. “Diam kau. Kamu tahu siapa aku?”

hardiknya lebih keras.

“ Ia Nyonya.” Jawabnya takut-takut

“ Aku Nyonya Adiguna. Wanita ini.”

Tudingnya pada wanita dihadapannya. “Wanita murahan yang menggoda suami orang.”

Yuna benar-benar meluapkan amarahanya.

Jesika masih menunduk. Wanita

di hadapannya tidak salah. Jadi dia memilih hanya untuk diam saja. Walaupun

dicaci maki.

“ Kenapa? Kau benar-benar tidak

tahu malu ya. Seumur hidup, aku tidak akan pernah membiarkan kamu hidup dengan

tenang dan bahagia. Setelah membuat suamiku bahkan tidak pernah menoleh padaku,

apa kamu pikir aku akan membiarkan dia bersamamu. Bahkan sampai mati aku tidak

akan pernah membiarkannya.” Ia menarik nafas. “Kau boleh saja tertawa di atas

airmataku, tapi aku akan pastikan mulai sekarang kau hanya akan menangis.” Yuna

kemudian melengos pergi. Meninggalkan Jesika dan asistennya di area parkir. Ia

berjalan menuju mobilnya.

Ia membanting kunci mobil

sesampainya di rumah. Rasa marah masih naik ke kepala dan dadanya naik turun

mengatur nafas. Apalagi saat dilihatnya suaminya berdiri membisu, seperti

sedang menunggunya. Apa dia sudah tahu batinnya.

“ Sudah aku katakan untuk menjaga

sikapmu di tempat umum kan.” Hardikan itu menjawab pertanyaan Yuna barusan.

“ Apa? Apa salahku sekarang. Apa

wanita murahan itu mengadu padamu.”

“ Yuna, berhenti memanggil Jesika

dengan sebutan wanita murahan.”

“ Lalu aku harus memanggilnya apa?

Wanita yang mengoda suami orang memang disebut apa kalau bukan wanita murahan.”

“ Dia tidak menggodaku. Aku yang

mencintainya.”

Terdiam lama. Yuna menunduk

mengigit bibir menahan amarah.

“ Apa yang kamu inginkan sekarang.

Aku tidak akan melepaskan Jesika, bukankah kita sudah sepakat untuk tidak

mencampuri urusan pribadi masing masing. Kamu boleh bertemu dengan laki-laki

lainnya juga. Aku tidak melarangmu, hanya aku minta, jaga sikapmu di luar sana.”

“ Kau! Kau sungguh menjijikan.

Bagaimana bisa kau mengatakan hal sebusuk itu dengan entengnya. Paling tidak

merasa bersalahlah dengan sikapmu itu.”

“ Aku sudah menawarkan jalan keluar

padamu kan. Tapi kau menolaknya.”

“ Apa kau sudah gila!” Yuna

benar-benar kehilangan kendali. “Apa kau pikir aku mau bercerai denganmu, dan

membiarkan kamu menikahi wanita itu secara legal. Jangan mimpi. Sampai mati aku

akan tetap jadi istri sahmu. Walaupun kau menikah siri dengannya, tapi orang

di luar sana hanya melihat wanita itu sebagai pelakor murahan. Camkan itu.”

“ Bisakah kita berhenti untuk tidak

saling menyakiti.”

“ Sampai mati aku tidak akan membiarkan

wanita itu hidup bahagia denganmu.” Setelah berteriak, Yuna berlari ke tangga.

Ia mengamuk di dalam kamarnya. Memecahkan kaca, membanting barang dan

mengacak-acak tempat tidur. Teriakannya terdengar sampai kebawah. Adiguna

menarik nafas panjang. Ia melihat para pelayan tertunduk.

“ Tolong jaga rahasia ini.” Para

pelayan mengangguk, sambil memandang tuannya yang pergi  hilang dari pandangan.

 

Tubuh Yuna gemetar teringat

kejadian itu. Saat dengan terang-terangan suaminya mengatakan bahwa ia mencintai

wanita lain. Karena Adigunalah ia berubah menjadi wanita kejam dan licik. Ia

menggunakan berbagai macam cara untuk membuat Jesika menderita. Walaupun sampai

akhir, sampai Bian lahir ia tak penah sedikitpun mendapatkan hati suaminya.

Ia meraih telfon, menggenggam erat

mengusir rasa takut yang tiba-tiba merayapi seluruh tubuh. Memencet beberapa

tombol. “ Hallo Amanda, mau jalan-jalan bersama Tante.” Ia berusaha bicara

senormal mungkin. Diam mendengarkan. “ Bailah, nanti Tante ajak Bian juga.

Sampai ketemu ya.”

Ia memencet nomer panggilan baru. “

Ayolah, sudah lama kita tidak pergi bersama. Jalan-jalan lalu makan malam.”

Diam mendengarkan. “Kamu tahu bagaimana ayahmu, Ibu selalu merasa kesepian.”

Diam mendengarkan. “Baiklah, Ibu ke kantormu ya sekarang.” Yuna bisa tersenyum

juga akhirnya.

“ Apa Tuan pergi?” tanyannya pada

pelayan.

“ Ia Nyonya.” Singkat menjawab.

Yuna tidak bertanya lagi, ia memilih berjalan pergi. Menaiki mobilnya dan

membawanya meninggalkan bangunan megah yang menyimpan kesunyian itu.

Bersambung.....

1
Nurma Sadiah
cie yang seneng di posesif🤣
Abizar Alfarizki
hadeeh bian 🫩
Nurma Sadiah
wow ternyata bian dan basma adik kakak😄
Nurma Sadiah
mau bakso🤤 apalagi makannya bareng orang kaya bian
Septi Msi Yogyakarta
halo kak author
aku rindu dgn krya2 mu
Nurma Sadiah
amanda sama anjas aja, cocok👍
Nurma Sadiah
ih sakit banget sih klo jadi manda/Sob/
Nurma Sadiah
happy ending😍
Mahendra Sari Anwar
kak,,ko blm ada lg cerita yg baru?
aku selalu tgu lohhh cerita nya🔥🔥🫶
love love love berkobon² nanas kan🫶
Mahendra Sari Anwar
maui lagiii🔥🫶
Maryam Husain
luar biasa
Putriani
izin mampir yah😍
☠Arin_
aku suka final ending yg bahagia gini
☠Arin_
the end🙏
☠Arin_
waaaah mau pamer🤣🤣🤣
☠Arin_
Senengnya🤣🤣🤣
☠Arin_
Sedih aja
☠Arin_
plong
☠Arin_
wah kena deh🤣🤣🤣
☠Arin_
😭😭😭😭masih berlanjot
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!