NovelToon NovelToon
Dendam Berdarah

Dendam Berdarah

Status: tamat
Genre:Hantu / Horor / Kutukan / Tamat
Popularitas:59.8k
Nilai: 5
Nama Author: Maple_Latte

Liburan keluarga Pak Gunawan dan Bu Sri yang sedang hamil tua berakhir tragis ketika mereka, bersama dua pelayan dan seorang tukang kebun, ditemukan tewas mengenaskan di vila mereka.

Penyelidikan mengungkap bahwa pembantaian tersebut dipicu oleh aksi perampokan yang berubah menjadi pembunuhan brutal.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Maple_Latte, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kehadirannya!

Di tengah keheningan istirahat yang mencekam, rasa lelah yang luar biasa perlahan-lahan mengikis kesadaran Sri. Tubuhnya yang didera keletihan fisik dan mental seolah tak lagi mampu menopang kesadarannya lagi.

Secara misterius, kabut tebal tiba-tiba turun menyelimuti area di sekitar pohon besar tempatnya bersandar.

Kabut itu datang begitu cepat dan pekat, memisahkan dirinya dari Pak Basri, Bagas, dan yang lainnya. Suasana mendadak senyap secara total.

Bahkan desau angin yang berisik dan gemerisik dedaunan hutan yang semula meneror pendengarannya, kini lenyap tak berbekas. Dunia seolah dikosongkan, menyisakan Sri seorang diri dalam dimensi yang asing.

"Sri anakku!"

Sebuah suara lembut memecah kesunyian yang membekukan itu. Sri tersentak. Kesadarannya yang hampir padam mendadak dipaksa terjaga.

Dari balik lamat-lamat kabut putih yang berputar perlahan, ia melihat siluet seorang perempuan berjalan datang menghampirinya.

Semakin dekat, sosok itu menjadi semakin jelas dan nyata. Perempuan itu memiliki wajah yang amat cantik, memancarkan yang aura anggun.

Namun, yang membuat jantung Sri berdebar lebih kencang adalah gurat wajah perempuan itu, begitu akrab, dan begitu mirip dengan guratan wajah yang biasa Sri lihat di cermin setiap hari.

Perempuan itu melangkah tanpa suara di atas hamparan dedaunan kering, seolah melayang ringan tanpa menyentuh bumi.

Ketika jarak mereka mengikis habis, ia mengulurkan tangan kanannya yang terasa hangat, lalu menyentuh pipi Sri dengan sangat lembut.

"Kau sudah besar, Nak," kata perempuan itu. Suaranya terdengar begitu merdu, mengalun bagai simfoni indah yang seketika menenangkan jiwa Sri yang semula tegang dan dipenuhi kecemasan.

Matanya yang teduh kini berkaca-kaca, menatap lekat ke dalam manik mata Sri seolah sedang menyalurkan seluruh kerinduan yang terpendam sekian lama.

"Ibu rindu padamu," ucapnya lagi, lantas mengelus pipi Sri penuh kasih sayang.

Sentuhan itu terasa begitu nyata, menyalurkan rasa hangat dengan udara dingin hutan yang sedari tadi menusuk tulang.

Sri hanya bisa diam memandangi perempuan di depannya dengan dahi berkerut heran. Lidahnya mendadak kelu, tak mampu memproduksi satu kata pun.

Otaknya berusaha mencerna situasi ganjil ini, namun kehangatan yang mengalir dari jemari perempuan itu membuat tak bisa berkutik, dia hanya bisa diam memandangi wajah cantik itu dengan kagum.

"Lela pasti menjagamu dengan baik," katanya lagi. Sebuah senyum tulus mengembang di wajah cantiknya, sementara jemarinya masih setia mengelus pipi Sri dengan penuh kelembutan yang menenggelamkan.

Mendengar nama itu disebut, dada Sri berdesir hebat. Lela adalah ibunya, sosok yang selama ini membesarkannya.

Pertanyaan-pertanyaan langsung berputar hebat di kepala Sri, saling tumpang tindih berebut jawaban.

Bagaimana perempuan asing ini tahu tentang ibunya? Mengapa ia menyebut dirinya sendiri sebagai Ibu di hadapan Sri? Dan yang paling membingungkan, mengapa sentuhan ini terasa begitu nyata, seolah mampu menghapus seluruh rasa dingin dan ketakutan yang menjeratnya di hutan ini?

Sri ingin sekali membuka mulut. Ia ingin berteriak dan bertanya bagaimana semua keanehan ini bisa terjadi, serta dari mana perempuan itu mengenal ibunya.

Di tengah hutan lebat yang menyesatkan dan jauh dari peradaban ini, bagaimana mungkin perempuan berpakaian anggun ini bisa ada di sini?

Namun, tenggorokannya bagai dikunci rapat. Ia hanya bisa terpaku, membiarkan dirinya tenggelam dalam tatapan mata perempuan yang begitu mirip dengannya itu, seakan waktu telah berhenti berputar hanya untuk mereka berdua.

"Ibu sudah lama menunggumu, Nak. Akhirnya Ibu bisa melihatmu langsung," katanya lagi, suaranya bergetar hebat menahan tangis kebahagiaan yang meluap.

Setetes air mata tampak bergulir di pipi perempuan itu, berkilau indah di antara temaram kabut yang kian lama kian menebal, mengisolasi mereka dari dunia luar.

Kata-kata itu terdengar begitu syahdu, merayap masuk ke dalam relung hati Sri yang terdalam.

Rasa asing dan curiga yang sempat hinggap di benak Sri perlahan-lahan menguap bagai embun terpapar matahari, digantikan oleh kehangatan api unggun yang menjalar ke seluruh tubuhnya.

Di bawah tatapan penuh kasih yang menghipnotis itu, Sri merasa seolah semua beban, lelah, dan ketakutannya di hutan ini lenyap tak berbekas, membawanya hanyut lebih dalam ke dalam dekapan fana sang penjemput misterius.

1
Muchamad Ikbal
i like thor👌
Siti Yatmi
horeee....karya baru...💪 thor
Marty Anggrainy
Kisahnya hebat Thor...tetap semangat dan terus berkarya
Maple latte: terima kasih ya🙏🥰
total 1 replies
Siti Yatmi
akhirnya tamat juga...aku suka cerita mu thor..ga terlalu lama, ga membosankan....semangat terus ya thor...meluncur ke karya baru...😍
Maple latte: terima kasih ya🙏😘
total 1 replies
Siti Yatmi
bagus lah...mereka mati semua..soalnya kalo hukum yg bicara..hemmm...paling penjara doang, ga lama bebas, bisa suap..wk2
Siti Yatmi
huaaaa...hua....sedih thor..tiba2 airmata meluncur sendiri....sumpah kalo dibuat film..pasti bagus ini thor...nangis ga sadar.../Sob/
Siti Yatmi
bagussss......seruuuu.....
Siti Yatmi
hemmm.....enak toh....alam yg bunuh..ga perlu aji turun tangan...horee..aku bahagia...
Siti Yatmi
kasian...sumi..berkorban segitu rupa...semoga kamu bisa melepas dendam mu sekarang waktunya
Sriwahyuu
lanjut Thor , ditunggu karya barunya💪
Maple latte: terima kasih ya🙏😘
total 1 replies
Maure Nia
🌸bagus banget ceritanya...aku suka cepet lanjut ya Thor untuk selanjutnya...karya" baru👌💪juga tetap semangat
Maple latte: terima kasih ya🙏🥰
total 1 replies
Siti Yatmi
bantaiiii....jatmiko....aetujuuuuuu
Riska Salahudin
bagus banget
Yulia Lia
ikut nangis thoor
Yulia Lia
kapan giliran Jatmiko yhoor
Yulia Lia
balaslah Sumi sama persis seperti yg kau rasakan
Maple latte
Terima kasih banyak ya🙏🥰🥰
Mega Arum
terimakasih kak... novel yg sangat bagus, selalu menunggu karya kaka selanjutnya...terutama kisah2 horor,, sukses selalu kak
Yulia Lia
baru tahu kau rasa takut mana yang sok hebat tadi yg katanya mau menghajar sri
Yulia Lia
mampus kau jatmiko
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!