Ujian Cinta, keyakinan dan masa depan.
Muhammad Fahri dan Anindya Iskandar .
“Tuhan mempertemukan kita bukan tanpa alasan. Tapi kita di pertemukan lebih cepat sebelum keadaan berubah, tidak ada yang salah, tapi memang keadaannya yang belum tepat”
Semua orang berhak merasakan cinta, dan jangan pernah menyalakan cinta karena memang kodrat manusia untuk mencintai dan dicintai. Tapi mungkin cara kita dalam mencintai yang salah.
👌Happy reading
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Anisa Anwar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Gelar baru
Pagi yang cerah , matahari pagi yang indah menyapa kampus ternama di Indonesia , ya UI (universitas Indonesia), suasana panas pagi hari yang agak mendung menyelimuti kota . Begitu juga dengan seorang Fahri yang sudah berkuliah selama 4 tahun dan sekarang tinggal menunggu waktu dia akan menuju ke dunia baru Dan meninggalkan status nya sebagai mahasiswa.
Fahri datang ke kampus membawa keluarganya dengan niat dukungan keluarga sangat berpengaruh dalam proses hidupnya selama ini. Pria yang begitu mencintai keluarganya, begitu sopan mengajak mama dan papa nya untuk melihat perjalanan hidupnya selama ini.
Pagi hari sekitar jam 09.00 Fahri sudah bersiap di depan ruangan penguji . Sementara Sinta dan mama papanya menunggu di ruang tamu. Mereka berdoa semoga ujian Fahri dilancarkan sama yang maha kuasa.
“Sodara Fahri silahkan masuk” ucap dosen yang sudah ada di ruangan.
Fahri akhirnya melangkahkan kakinya masuk dengan tak lupa mengucap bismmillahirrahmanirrahim dan mengucap salam kepada dosen yang ada di ruangan. Ia masuk dengan pakaian rapi serba putihnya , dengan senyum manis dan badan tegap dengan rambut rapi.
Fahri tampak tidak begitu gugup meskipun di depannya sudah ada dewan penguji dan pembimbing. Ia terus memancarkan senyumannya yang manis.
“Muhammad Fahri silahkan presentasikan hasilnya.” Ucap dewan penguji
“Baik bu, pak”
Fahri kemudian membuka laptopnya dan kemudian menyambungkan ke layar hingga hasil kerja dia di lihat oleh semua dosen yang berada dalam ruangan.
ia kemudian mulai memperkenalkan diri terlebih dahulu sebelum masuk ke materi untuk menjelaskan bab bab besar nya.
Persidangan sudah berjalan sejauh 30 menit dan Fahri berada di tahap akhir penjelasan materinya. Dosen yang ada sudah mencatat pertanyaan yang akan diberikan kepada Fahri mengenai materinya tersebut. Disini Fahri mulai grogi. Mukanya mulai kewalahan
Sementara di ruang tamu, Sinta dan mama papa nya terus berdoa untuk Fahri. Mereka tidak menyangka anak lelakinya tersebut bisa sampai di akhir perkuliahan dengan tidak punya masalah sama sekali. Anak lelaki hebat, tidak seperti anak lelaki yang lain. Ya , begitulah Fahri dimata mama dan papanya.
Tok tok
Suara ketukan pintu dari luar.
Ternyata Nindy yang datang, Nindy langsung menyalim tangan mama dan papanya Sinta. Nindy tampak sangat malu karena hanya dia perempuan yang di undang Fahri untuk datang di sidang skripsi Fahri.
“Hai tan , apa kabar?”
“Alhamdulillah baik, do’ain Fahri ya nak” ucap ayah dan mamanya Sinta.
Nindy kemudian menunjukkan hadiah untuk Fahri ke Sinta. “sin kakak kamu suka kan??” Tanyanya sambil memperlihatkan kotak jam yang ia beli untuk Fahri. “Aku bingung mau kasih kado apa, dan kak Fahri kan cowok banget gak mungkin aku kasih bunga heheh , jadi aku beliin jam deh”.
“Wah Sinta ini bagus banget, pasti mahal deh, kak Fahri pasti suka banget, tapi kak Fahri gak biasa sih di kasih kado beginian, apalagi sama cewek, baru kamu doang ni cewek yang bisa akrab sama Kaka Fahri selain aku dan mama. Aku juga gak tau kenapa kak Fahri begitu niat buat akrab sama kamu, mungkin dia liat kamu itu baik “
”aku juga senang kok bisa akrab sama kak Fahri, kalo boleh jujur kakak kamu itu juga baik, suaranya juga bagus dan aku merasa nyaman kalo dengar dia ngaji” ucap Nindy memuji seorang Fahri”
Di ruang persidangan para penguji mulai memberikan satu persatu pertanyaan ke Fahri . Fahri tampaknya bisa menjawab semua pertanyaan dari dosen penguji dengan lancar .Akhirnya sampai di titik terakhir .
Setelah dua jam berlangsung nya persidangan , Fahri akhirnya diberikan langsung gelar oleh dosen pembimbingnya. Muka nya yang tadi begitu gugup saat menjawab pertanyaan akhirnya tersenyum kembali dengan manis.
Ia kemudian memberikan bingkisan kepada dosen dosen yang sudah dengan sabar menghadapinya selama ini. Tangis Fahri berurai tak mampu berkata kata.
“Ibu makasih selama beberapa bulan ini udah mau membantu saya, makasih udah mau saya repot in bu, maafkan saya bu” ucap Fahri ke dosen pembimbingnya dan kemudian memeluknya sebagai tanda terimakasih.
Fahri keluar dari ruang sidang menggunakan selendang gelarnya dan menemui keluarganya di ruang tamu . Ia berlari dengan wajah sangat bahagia. Raut wajahnya yang tampan tambah tampan ketika itu hehe.
“Assalamualaikum” sambil mengetok pintu.
Fahri langsung memeluk mama dan papanya terlebih dahulu .
suasana bahagia terlihat dari tatapan mereka, mama papa Fahri terharu sampai meneteskan air mata .
“Makasih ya ma , pa. Mama sama papa udah didik Fahri sampai sekarang, semoga kedepannya Fahri bisa nge bahagia In kalian ya”
Mama dan papanya tidak berkata sepatah kata pun hanya terus memeluk anaknya itu.
Sekarang giliran adiknya.
Fahri memeluk adiknya dan berterimakasih
“Dek makasih ya udah nge dukung kakak dari nol,”
“Iya kak, itu udah tugas kU sebagai adikmu, kakak harus janji setelah ini kakak nggak boleh ngejek aku lagi” ucap Sinta sambil menggoda kakaknya.
Setelah pelukan keluarga berakhir Fahri melihat ke yang lain. “Eh Nindy, makasih ya sudah hadir”
“Iya kak,, ini buat kakak” ucap Nindy sambil menyodorkan bingkisan kepada Fahri.
“Wah apa ini, repot repot aja nin, padahal kedatangan kamu aja udah cukup kok, tapi makasih ya “
Fahri tampak tidak mau mengecewakan nindy akhirnya dia langsung memakai jam tersebut. Jam nya sangat pas di tangannya yang bersih itu . Dengan bulu tangan yang panjang Fahri tampak terlihat sangat keren.
“Gimana?? Cocok gak “ tanyanya ke semua orang
“Cocok dong, kakak kU tambah ganteng aja”
“Kita balik ke rumah ya dan ngerayain kelulusan Fahri hitung hitung syukuran” ucap papa Fahri.
“Ayok”
“Nindy juga ikut ke rumah ya” ucap mamanya
“Iya tante” jawab Nindy.
Mereka mulai melangkahkan kaki tapi Sinta langsung mencegat.
“Eh ada yang kurang”
“Kenapa sin” tanya Fahri
“Kita foto keluarga dulu dong”
“Oh iya”
Sinta kemudian memberikan hp nya ke Nindy untuk memotret. Nindy langsung menerima dan memotret keluarga bahagia itu. Nindy juga bahagia melihat keluarga mereka, mereka berada tapi sangat sederhana. ketulusan sangat terjaga diantara mereka.
“Sekarang Nindy masuk juga” ucap fahri
“Aku??” Tanya Nindy heran”
Mereka akhirnya berfoto bersama dengan Nindy.
Di tengah tengah kesibukan orang berfoto Nindy dan Fahri sesekali saling melirik.
Mereka sama sama deg degan.
Sinta yang melihat mereka langsung berkata
“Hmmmmm hemmmm ada apa nih kok ada yang curi curi pandang” ucap Sinta dengan polosnya di depan papa mama mereka.
Fahri hanya diam karena malu
Setelah selesai berfoto mereka langsung pulang ke rumah untuk merayakan kelulusan Fahri.
Makasih buat kalian yang udah baca ya, semoga tulisan ini bisa menghibur kalian. Dan jangan lupa tekan tombol like dan vote nya ya☺️
#Happy reading
semangat selalu
salam dari This is Our Love
yuuk mampir di karyaku author
Salam manis dari Bunda Merry Hanya Milik Kami