Di Benua Shenzhou yang dipenuhi oleh energi spiritual (Qi), hukum rimba berlaku: yang kuat dihormati, yang lemah diinjak-injak. Ye Chen, seorang pemuda dari Klan Ye, terlahir dengan meridian yang cacat sehingga ia tidak bisa menyerap Qi. Selama enam belas tahun, ia hidup sebagai lelucon dan bahan hinaan klannya.
Namun, takdirnya berubah drastis di suatu malam yang berdarah. Saat ia dipukuli dan dibuang ke dasar Jurang Kematian oleh sepupunya sendiri, darahnya tanpa sengaja menetes ke sebuah liontin batu giok hitam peninggalan ibunya. Liontin itu ternyata menyimpan jiwa seorang Kaisar Naga Kuno yang telah tersegel selama puluhan ribu tahun. Dengan bimbingan sang Kaisar Naga, Ye Chen memulai jalan kultivasi yang menentang langit untuk membalas dendam dan mencari kebenaran di balik hilangnya kedua orang tuanya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Syahriandi Purba, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kenyataan di Kota Besi Hitam
Setelah menempuh perjalanan sehari semalam tanpa henti, siluet sebuah kota kecil yang dikelilingi tembok batu kasar mulai terlihat di ujung pandangan Ye Chen. Di belakang kota itu, terbentang Hutan Binatang Buas yang gelap dan diselimuti kabut abadi, seolah menelan cahaya matahari pagi.
Ini adalah Kota Besi Hitam, pemukiman terakhir sekaligus titik kumpul para tentara bayaran, pemburu, dan kultivator pengembara sebelum mereka mempertaruhkan nyawa di dalam hutan.
Ye Chen menarik tudung jubah hitamnya lebih rendah, menyembunyikan wajah remajanya. Begitu melangkah melewati gerbang kota, aroma darah kering, keringat, dan obat-obatan herbal langsung menyengat hidungnya. Jalanan dipenuhi oleh pria-pria berwajah garang dengan bekas luka, membawa senjata besar yang masih menyisakan noda darah monster.
Sebagai tuan muda yang selama ini terkurung di halaman belakang klan, pemandangan ini membuka mata Ye Chen pada dunia nyata yang brutal. Di sini, latar belakang klan tidak berguna; hanya kekuatan yang menentukan siapa yang hidup dan mati.
Langkah Ye Chen terhenti di depan sebuah kios besar bertuliskan Paviliun Seratus Herbal. Di etalase kacanya, berjajar rapi berbagai tanaman obat dan botol-botol porselen. Pandangannya tertuju pada sebuah botol kecil berlabel 'Pil Pengumpul Qi Tingkat Rendah'.
"Tuan, berapa harga pil ini?" tanya Ye Chen dengan suara yang sengaja diberatkan.
Penjaga toko, seorang pria paruh baya dengan mata licik, melirik pakaian usang Ye Chen dari balik jubahnya. "Tiga ratus koin emas untuk satu botol isi lima butir. Kalau tidak punya uang, jangan menghalangi jalan."
Tiga ratus koin emas!
Ye Chen tersenyum pahit di balik tudungnya. Jatah bulanan seorang murid luar di Klan Ye hanya lima koin emas, dan selama ini jatahnya selalu dirampas. Untuk menembus tahap keempat, dengan Meridian Naga miliknya, ia mungkin membutuhkan sepuluh botol Pil Pengumpul Qi! Itu berarti tiga ribu koin emas. Sebuah angka yang mustahil baginya saat ini.
Meninggalkan kios itu, Ye Chen menyadari betapa miskinnya ia. Ia tidak punya uang, tidak punya senjata yang layak, dan tidak punya koneksi.
"Kenapa kau mendesah, Bocah?" tegur Ao Tian dari dalam giok hitam, suaranya penuh nada meremehkan. "Pil sampah seperti itu, bahkan jika diberikan padaku secara gratis untuk memberi makan anjing, anjingku pun tidak akan mau memakannya. Pil itu penuh dengan kotoran fana (Erysipelas)! Memakannya hanya akan merusak fondasi Meridian Nagamu."
"Lalu apa yang harus kulakukan, Senior? Hutan ini sangat luas, aku bahkan tidak mampu membeli peta wilayah luar," balas Ye Chen dalam hati, tangannya meraba belati karatan di balik jubahnya.
"Peta? Naga Sejati mengandalkan insting, bukan selembar kertas gambar manusia fana! Dengar baik-baik, untuk menembus tahap selanjutnya tanpa merusak fondasimu, kita akan menggunakan cara kuno: Mandi Darah."
"Mandi Darah?" Ye Chen mengernyitkan dahi.
"Benar. Di pinggiran Hutan Binatang Buas ini, kau harus memburu sepuluh ekor Babi Hutan Bertaring Besi. Darah mereka mengandung esensi elemen tanah yang cukup kuat untuk memperkuat otot dan tulangmu. Dagingnya bisa kau makan untuk stamina, dan taring serta inti binatangnya bisa kau jual untuk mendapatkan uang," instruksi Ao Tian. "Tapi ingat, Babi Hutan Bertaring Besi setara dengan kultivator Tahap Pengumpul Qi tingkat ketiga, sama sepertimu. Dengan senjata rongsokanmu itu, satu kesalahan kecil berarti kematian."
Mendengar itu, bukannya takut, senyum dingin justru tersungging di bibir Ye Chen. Tekad bertarung menyala di matanya. "Bagus. Aku datang ke sini bukan untuk hidup nyaman."
Ye Chen tidak lagi menoleh ke arah toko-toko yang gemerlap. Ia membalikkan badan dan melangkah pasti menuju gerbang utara kota, langsung memasuki bayang-bayang pepohonan raksasa Hutan Binatang Buas.
Angin dingin berhembus dari dalam hutan, membawa raungan monster yang menggema dari kejauhan.