NovelToon NovelToon
Terpaksa Menikahi Duda

Terpaksa Menikahi Duda

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis
Popularitas:761k
Nilai: 4.9
Nama Author: Miss Merveille

Tak ada cinta yang tersisa di dalam hati seorang Digo Uparengga. Semenjak pengkhianatan yang dilakukan oleh sang istri dengan adik kandungnya sendiri bukan hanya meninggalkan luka yang menganga di dalam hati Digo, tetapi kelainan impoten yang membuat dirinya di cap sebagai lelaki anomali.

Berbagai cara telah dia lakukan untuk menyembuhkan kelainannya. Namun, tak ada satupun yang berhasil. Hingga, ia bertemu dengan seorang gadis mabuk yang membuatnya Turn on untuk sekian lama. Tanpa pikir panjang, untuk meyakini dirinya telah sembuh dia pun meminta permintaan gila kepada gadis itu, yaitu menikah dengannya.

Apakah gadis itu bersedia menikah dengan Digo?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Miss Merveille, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Nasib Sial

Duduk di sebelah, Digo hanya mampu menghela napas, memalingkan wajahnya ke luar jendela mobil sambil bersabar dengan ucapan yang keluar dari mulut Arumi. Tak ada satupun wanita yang berani bicara kasar dan menghinanya. Kecuali Arumi.

"Sekarang kasih gue alasan kenapa lo ngebet pengen nikah sama gue? Ok, gue sadar gue ini cantik, langsing, sifat gue juga ba..."

"Cukup, cukup." Jengah dengan celoteh tak berbobot Arumi, Digo memotong ucapan gadis itu. "Bantuin gue buat sembuh dari kelainan impoten yang gue derita."

Kening Arumi mengerut. Jelas dia tak mengerti maksud dari ucapan Digo. Apa hubungan dia dengan kelainan impoten yang Digo derita.

"Wait, kenapa harus gue? Emang ada hubungan kelainan impoten lo dengan gue?" tanya Arumi terheran-heran menatap manik biru tajam Digo.

"Karena lo satu-satunya cewek yang bisa bikin gue turn on," gumam Digo lemah nyaris tak terdengar.

"What?" Pekik Arumi. "Gue gak denger lo ngomong apaan?" Arumi sudah mencondongkan tubuhnya mendekati Digo. Ingin memperjelas pendengarnya.

Namun, Digo malah menjauh dan menghindari Arumi sambil menutupi miliknya yang masih berada di dalam celana jeans hitam.

"Udah lo terima aja penawaran dari gue." Tak ingin sesuatu terjadi. Digo mendorong tubuh Arumi dan berusaha tetap stay cool. "Lagi pula pernikahan ini ada untungnya buat perusahaan lo yang bentar lagi gulung tiker."

"Tunggu gue mau tanya satu hal sama lo. Yang tau itu lo gak bisa berdiri siapa saja?"

Ragu Digo menjawab. "Uhmm oma gue, orang yang gue percaya dapat menyembuhkan kelainan gue dan elu."

"Cuma itu? Serius?"

"Serius. Emang kenapa?"

Arumi mendesah, sejenak diam tak menjawab. Dia Lebih memilih duduk dan menyenderkan tubuh di kursi mobil sambil berpikir.

"Gapapa gue cuma mau tau aja. Tapi kayanga gue gak bisa jawab sekarang. Gue butuh waktu. Karena ini pernikahan yang gak bisa di permainkan apalagi di jadikan lahan untuk cari uang. Gue gak mau nikah cuma buat main-main dan ujung-ujungnya cerai. Dan lagi pula kita juga gak saling cinta."

"Gue udah bilang sama lo, Arumi. Cinta itu bisa datang belakangan. Asal lo mau belajar mencintai gue dan terima gue apa adanya. Begitu juga dengan gue. Dan lo gak perlu takut gue bakal ceraiin lo, selagi lo setia dengan janji suci kita gue juga bakal melakukan hal yang sama." Digo berucap mantap membuat Arumi menolehkan kepala memandangi lelaki itu lekat.

Manik biru itu sama sekali tidak memancarkan keraguan atau kebohongan. Digo berkata serius. Meskipun masih ada keraguan pada diri Arumi. Terlebih, dia yang baru saja di khianati oleh Leon membuatnya sedikit takut kembali membuka hati untuk seseorang.

"Beri gue waktu. Gue harus mikirin ini dulu."

Digo memukul setir mobil sebagai ungkapan lega di hatinya. Setidaknya Arumi masih mau memikirkan tawaran dari Digo dan tidak langsung menolaknya mentah-mentah. Itu berarti, Digo masih memiliki kesempatan untuk dapat menikah dengan Arumi dan membuktikan jika dirinya telah sembuh.

"Oke, gue kasih waktu dua hari."

Mata Arumi melotot. "Hah lo gila, ya? masa ngasih waktu cuma dua hari. Gak ada, ga ada. Minimal seminggu."

Tak mau kalah, mantap Digo berkata. "Gak ada minimal. Pokoknya dua hari. Gue harus balik ke Indonesia secepatnya bokap gue nyuruh gue beresin pekerjaan gue yang udah lama terbengkalai, sekalian kalau lo terima penawaran gue, gue bakal ajak lo ketemu keluarga gue."

"Termasuk mantan bini lo?"

Digo menaikan kedua bahunya.

"Course. Karena status dia adalah adik ipar gue."

Arumi berdecak. "Woah gila. Bokap nyokap lo benar-benar ya, masa adik lo ngerebut bini abangnya di dukung. Gak mikir pula, harga diri dan nama baiknya tercoreng. Secara keluarga kalian cukup terkenal seantero Indonesia."

Tiba-tiba Digo terkekeh.

"Lah, malah ketawa. Ngapa lo?" Arumi terheran-heran. Ada apa gerangan Digo tiba-tiba terkekeh. Apakah perkataannya lucu atau mengandung unsur lawakan?"

"Suatu hari lo bakal tau gimana keluarga gue."

Kening Arumi mengerut. Tetapi, dia tidak mau ambil pusing. Sudah terlalu banyak masalah yang sedang ia pikirkan. Dirinya tak mau menambahkan lagi pikirannya dengan masalah yang tak penting semacam itu. Sekarang, dia hanya ingin kembali ke apartemen Tessa, mengecek data perusahaan yang di ambil alih Leon dan menemukan jalan keluar selain menikah dengan lelaki impoten di sebelah. Sungguh, Arumi tak akan pernah bisa membayangkan bagaimana hidupnya jika harus selamanya bersama lelaki impoten seperti Digo.

Begedik ngeri membayangkan hal itu, Digo yang duduk di sebelahnya malah memasang wajah sok ganteng dan stay cool. Andai, dia tau jika di dalam hati Arumi sedang membayangkan dirinya hidup bersama Digo selamanya. Apakah Digo masih bisa tersenyum seperti itu atau justru malah memicingkan mata seperti sebelumnya kala Arumi mengatainya.

"Yaudah anterin gue pulang."

"Oke." Mesin mobil menyalah, berlahan mobil berjalan memecah pagi di Amsterdam.

Selama perjalanan menuju ke apartemen Tessa, entah hanya pikiran Arumi saja atau memang benar jika Digo senyum-senyum gak jelas kepadanya. Lelaki itu bahkan sedikit tak konsen menyetir membuat beberapa kali hampir saja mobilnya menabrak kendaraan lain. Melihat hal itu, membuat Arumi menjadi risih dan berusaha duduk sejauh mungkin dari Digo. Jika sudah seperti ini, Digo tidak terlihat sebagai lelaki abnormal justru terlihat sebagai lelaki penjahat wanita.

Saat sudah sampai di depan apartemen Tessa, Arumi cepat-cepat turun dari mobil. Tak ingin berlama-lama bersama lelaki yang ngakunya Impoten tapi kelihatan seperti penjahat wanita.

Namun, sebelum Arumi benar-benar masuk ke dalam. apartemen Tessa tiba-tiba Digo berteriak dan berkata dalam bahasa belanda yang artinya.

"Aku akan menunggu jawaban mu untuk menikah dengan ku dua hari lagi, Arumi." Yang mana membuat Tessa yang ternyata sedang mengintip di jendela apartemen terkekeh dan terkejut.

Mendengar hal itu, Arumi meremas kedua tangannya gemas. Berjalan sambil menghentakkan kaki kesal menahan malu berusaha tak memperdulikan ucapan Digo.

Ketika pintu apartemen terbuka, Arumi sudah di kejutkan dengan Tessa yang berdiri sambil berkacak pinggang menanti kepulangannya. Arumi menyakini jika Tessa mendengar teriakan Digo tadi diluar.

Pura-pura tak peduli, Arumi berusaha menyueki Tessa. Menutup kembali pintu apartemen dan berniat untuk langsung masuk ke dalam kamar menyelesaikan masalahnya di Indonesia.

Namun sayang, Tessa yang sudah kelewatan penasaran segera mencekal tangan Arumi dan bersiap menghujami Arumi dengan seribu macam pertanyaan.

"Tessa, please jangan menanyaiku satu pertanyaan apapun. Saat ini, aku benar-benar sedang dalam kondisi yang sangat buruk."

Mata Tessa menyipit. "Apa maksud mu?"

"Leon... Leon, mengambil alih perusahaan ku. Sekertaris ku bilang jika hampir semua saham ku jatuh ke tangannya. Perusahaan ku sekarang hampir gulung tikar, Tessa."

Mulut Tessa menganga saking terkejut. "Kau serius?"

"Ya. Jadi ku mohon tolong beri aku waktu, Tessa."

Tessa yang di rundung terkejutan tak mampu mengeluarkan satu patah kata pun. Dia hanya dapat mengangguk, kemudian memundurkan tubuhnya untuk memberikan jalan kepada Arumi masuk ke dalam kamar.

Saat sudah sampai di dalam kamar, Arumi tak dapat lagi mencegah tangisannya. Air matanya luruh, dia terisak dan bersimbuh sambil memeluk lutut-lututnya.

"Leon bajing*n... Cowok gak modal, cuma numpang hidup doang sama gue. Cowok gak bersyukur udah hidup enak sekarang malah nginjek-injek gue." Arumi meluapkan semua kekesalan di dalam dadanya. Menyumpah serapahi Leon lelaki tak tau diri yang selama ini numpang hidup dan bergantung kepada Arumi.

"Pokoknya gue gak bakal rela semua yang gue bangun dari nol di ambil sama cowok gak modal dan gak tau diri kaya dia. Gue bersumpah bakal bales semua apa yang dia lakuin ke gue." Meskipun berteriak dan memupuhi diri untuk membalaskan dendam kepada Leon, tetapi air mata gadis lugu dan lemah itu masih terus bercucuran. Tak bisa tampik jika hatinya begitu sakit. Lebih dari empat tahun ternyata dirinya mencintai orang yang salah. Bodoh. Arumi mengerutuki dirinya sendiri karena pernah mencintai lelaki seperti Leon dan tak bisa melupakan kenangannya dengan lelaki itu hingga detik ini juga.

Saat dirinya masih menangis meratapi nasibnya yang sial, tiba-tiba ponselnya berdering. Arumi segera menghapus air matanya, mengambil ponselnya dan melihat siapa yang menelponnya.

Keningnya mengerut ketika membaca nama mamanya di layar ponsel. Sudah sangat lama sejak, dia bertengkar hebat dengan sang ayah karena tidak mau menikah dengan lelaki pilihan sang ayah, baik ibunya atau ayahnya tidak pernah menelpon.

Hati Arumi terusik. Ada sedikit penyesalan di dalam sana karena dahulu menolak perjodohan yang ayah buat. Dia lebih memilih pergi, membangkang kepada kedua orangtua dan memilih lelaki seperti Leon.

Segera Arumi mengangkat telpon itu, karena hatinya sudah sangat lama merindukan sang ibu.

"Ha... Halo ma."

"Rumi... Arumi, nak tolong mama?"

Mata Arumi mengerjap-ngerjap cepat mendengar di ujung sana ibunya bicara dengan nada mendesak dan panik. Tiba-tiba perasaan menjadi tak enak. Seperti ada sesuatu terjadi menimpah kedua orangtuanya.

"Ma, ada apa? Kenapa mama panik?"

"Papa, Rumi... Papa kecelakaan. Papa harus segera di operasi dan mama gak punya uang untuk biaya operasi papa mu, Rum. Tolong mama."

1
Kaizar Kaizar
sudah pindah lapak kah??
Cahaya Lisbet
bingung.baca apa ko ga nyambung..
Greenindya
diulang nih jadi pusing 😵
Greenindya
judul bab Arumi Maharani tapi isinya Naysila
bingung euy
Eni Nuraini
happy anniversary rumi dan digo...
Eni Nuraini
pemeran diego di ranjang tuan lumpuh juga ini kan???
pokok e tampan bgt,hot duda wkwk
Eni Nuraini
gak donk...
sebenarnya kamu baik kok,iya kan?
Eni Nuraini
mau dicoba
nikah dikit ya?
Tuti
ayo kak lanjut...
Yurniati
lanjut thorr
Sahiroh
lanjut
Nunung Ningrum
lanjut😘😘😘
dimas wahyu
akhirnya muncul lagi setelah sekian purnama
v3r4
lanjut thor👍🏻
Bambang Setyo
Akhirnya lanjut.. Kirain gak bakalan dilanjut nih cerita..
MommyNu
Masih setia menanti kelanjutannya 💪
hasimnely
lanjutdonk thor......😘😘
Tuti
lanjut...jangan digantungkan critanya
Indah Rudi
lama gak up kak😑😑
Yoca Messakh
mana lanjutannya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!