Terusan novel Muslimah Itu Milik Seorang Mafia.
Jika bingung dengan pemerannya, bisa baca novel di atas terlebih dahulu🥰
Cerita ini hanyalah fiksi.
Terlalu memandang derajat membuat Gamian Alvaro Morgan menjadi seorang laki-laki yang merasakan betapa pahitnya cinta bertepuk sebelah tangan. Wanita yang selalu ia hina sebagai "anak pungut" berhasil membuat ia merasakan apa itu cinta dan juga apa itu terluka.
Demi menenangkan pikirannya, laki-laki 22 tahun itu pergi ke desa untuk menemui paman dan bibinya. Berniat berlibur dan menenangkan diri malah menjadi sebuah masalah yang besar.
Laki-laki itu di tuduh melakukan pelecehan terhadap gadis polos.
Mampukah ia keluar dari masalah itu, atau malah masalah itu akan membuat ia terhanyut akan sensasi baru.
Penasaran?
Simak cerita lengkapnya di sini❤️
Baca juga kisah Gamian sebelumnya di Muslimah Itu Milik Seorang Mafia ❤️
jangan lupa like, komen, hadiah dan juga vote nya.
Jika tidak suka, silahkan tinggalkan tanpa jejak yah.
Note:
1. DILARANG MELAKUKAN TINDAKAN PLAGIAT! JIKA DI TEMUKAN KASUS PLAGIAT, SAYA AKAN MEMBAWA KE RANA HUKUM TANPA TOLERANSI!
2. COVER: Google search
Editing: Little rii.
3. DILARANG SPAM PROMOSI!!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Little Rii, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Istrimu ini cantik.
Hari semakin larut, Lana kini sibuk dengan pikirannya sedangkan Gamian sibuk dengan ponselnya. Jam sudah menunjukkan pukul sebelas malam, kedua insan itu tak kunjung mengantuk dan tidur.
Gamian sesekali menoleh pada istrinya yang terlihat melamun, dengan rambut terurai membuat Gamian merinding sejenak.
"Jangan melamun," tegur Gamian mengetuk pelan kepala Lana.
"Lalu apa yang harus aku lakukan?" tanya Lana sembari memegang kepalanya yang di pukul Gamian.
"Terserah," jawab Gamian cuek kembali menatap layar ponselnya. Lana pun melirik ponsel Gamian, ia juga mau ponsel seperti itu. Ia sangat sering melihat kakak tirinya bermain ponsel tipis dan juga bisa di sentuh sembari tertawa.
Dengan lugunya, Lana menggeser posisi duduknya mendekati Gamian membuat laki-laki langsung menoleh.
"Apa!"
"Apa yang suamiku lihat di situ?" tanya Lana pemasaran bagaimana cara menggunakan ponsel yang di pegang Gamian.
Mendengar kata suami, membuat Gamian menjadi geli. Muncullah sebuah ide jahil di kepalanya.
"Aku melihat wanita yang seksi dan juga cantik," ucap Gamian sembari menutup layar ponselnya.
"Coba lihat," pinta Lana penasaran.
"Jangan, nanti kau iri dan cemburu padanya."
"Aku tidak akan iri ataupun cemburu. Aku hanya ingin lihat," rengek Lana.
Gamian pun langsung membuka ponselnya dan mencari foto perempuan seksi dan juga cantik di internet. Setelah mendapatkan nya, ia langsung memperlihatkannya pada Lana.
Lana melihat dengan seksama, wanita yang memakai pakaian jaring-jaring dan juga wajah yang menurutnya terlalu dewasa.
"Cantik bukan? Kau iri kan?" ejek Gamian.
"Cantikan istrimu daripada dia. Wajahnya tidak natural dan terkesan genit, lihat wajah istrimu yang natural dan juga imut ini. Wanita yang ada di foto saja kalah," papar Lana memuji dirinya sendiri tanpa menyadari ekspresi Gamian yang tampak berusaha untuk tidak tertawa.
"Cantik darimana nya, ha? Kau itu hanya gadis desa yang kumuh dan juga penjorok. Tak ada yang cantik dan bagus dari tubuhmu," ejek Gamian tersenyum menyeringai.
"Itu karena suamiku katarak, atau mungkin buta. Makanya suamiku tak bisa melihat kecantikan istrinya," sahut Lana tak mau kalah.
"Kau berani mengataiku?"
"Bukan mengatai, tapi memberitahu yang sebenarnya." Dengan senyuman jahilnya Lana menjulurkan lidahnya lalu langsung berbaring dan menarik selimut hingga menutupi seluruh tubuhnya.
"Dasar gadis bodoh," gumam Gamian sembari menaruh ponselnya di atas nakas. Ia menarik selimut dengan keras sehingga tubuh Lana yang sudah tertutup kembali terlihat.
"Ini selimut ku, jadi aku yang berhak memakainya." Gamian memakai selimut dengan rakus, membiarkan Lana yang terdiam tak melawan.
Lana sudah mengantuk, ia tak ingin berdebat atau apapun itu. Ia pun memilih tidur sembari memeluk guling menghadap Gamian.
Melihat Lana yang tak bereaksi membuat Gamian tersenyum senang lalu menaikkan suhu ruangan.
Ia pun langsung memejamkan matanya, kita lihat reaksi si gadis desa ketika suhu AC di naikkan.
Beberapa jam kemudian. Gamian merasakan tubuhnya sesak seperti di himpit sesuatu. Ia membuka matanya berusaha menetralkan penglihatannya. Di liriknya ke samping, ternyata istrinya sudah masuk kedalam selimut seperti anak ayam. Badan yang berlipat, serta tangan yang melingkar di perut Gamian.
"Hei gembel, awas." Gamian mencongkel kepala Lana berharap gadis itu terbangun. Tapi, yang di dapatkan hanyalah suara dengkuran dan juga kaki Lana yang menghimpit kakinya.
"Kurang ajar sekali gadis gembel ini."
Daripada ribut-ribut akhirnya Gamian memilih melanjutkan tidurnya. Matanya sudah tak bisa diajak kompromi lagi. Biar saja gadis gembel itu memeluknya seperti anak koala.
Keesokan paginya.
Gamian mengucek matanya sembari menguap. Di rasakan nya tubuhnya masih terhimpit. Ternyata istrinya masih memeluknya.
"Bangun," ucap Gamian melepaskan lingkaran tangan istrinya.
"Hm."
"Hei, bangun!" teriak Gamian memenuhi seisi kamar. Dengan linglung Lana duduk dari baringnya sembari mengucek matanya.
Gadis itu duduk sembari menatap kosong ke depan.
"Nyenyak tidurnya?" sinis Gamian. Namun, Lana hanya diam sembari termenung.
"Hei." Gamian membalikkan tubuh istrinya, matanya terbelalak melihat sesuatu yang membekas di pinggir bibir Lana.
"Kau liuran, iek... jorok." Gamian langsung berdiri dan memeriksa bajunya, semalam istrinya memeluknya dan besar kemungkinan liur Lana melekat di bajunya. Dan benar saja, terdapat bekas air liur di baju area dada Gamian. Laki-laki itu langsung membuka bajunya di depan Lana.
"Gadis jorok, kampungan, dekil, bodoh. Aku marah padamu, bodoh. Bisa-bisanya kau menumpahkan liur mu ke baju ku. Cih, menjijikan!" umpat Gamian berjalan menuju kamar mandi lalu masuk dan menutup pintu kamar mandi dengan keras.
Lana pun menatap kosong ke arah pintu kamar mandi lalu tersenyum jahil. Ia kembali menarik selimut dan kembali tidur.
_
_
_
_
_
_
Maaf yah kalau gak seru😶
Oh ya, author bisa update 2 kali sehari itu kalau di hari libur saja. Nah, kalau sudah hari masuk kuliah, author gak jamin bisa up 2 eps bahkan gak jamin bisa update..
Semoga di maklumi.
Jangan lupa untuk like komen dan juga vote nya. Author tinggi dukungan nya
Tbc.
ga ada apa cerita lain dari novel yg lain alurnya
sial ,aku ingat sudah ada satu dirumah 🙄
biar imajinasi ny smkin pas