NovelToon NovelToon
Aura Story

Aura Story

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Komedi / Contest / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Cinta Seiring Waktu / Tamat
Popularitas:2.4M
Nilai: 4.9
Nama Author: Afria Lusiana

[Sequel dari Novel "My Poor Wife"]

"Dulu kau seenaknya acuh, mengabaikan rasa hingga membuat aku tersiksa. Kini, kau kembali dan meminta untuk mengulang segalanya. Maaf, bagiku cinta tidak sebercanda itu"

"Ra. Please, kita bisa mulai semua dari awal lagi" Ucap Kevin memohon.

"Nggak bisa kak Kevin. Karena semuanya udah nggak kaya dulu lagi"

_______________________________________

"Lupakan segala hal yang telah menyakitimu, dan bahagialah bersamaku" @Faris Ananda Putra.

Aura, pernah menyukai seorang senior di kampusnya. Namun, gadis itu di sia siakan begitu saja. Hingga saat Aura telah melupakan segalanya, dan memulai kehidupan baru dengan seorang yang mencintai Aura dengan tulus, Kevin tiba tiba datang kembali ke dalam hidupnya. Meminta untuk mengulang segalanya.

Apakah Aura akan goyah dan kembali bersama Kevin? atau bertahan bersama Faris, seorang pria yang tulus mencintai Aura?


Copyright © Afrialusiana.
Dont copy my story. Ingat dosa!!

Jangan lupa Follow ig Author @Afrialusiana

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Afria Lusiana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Who Are You?

Aura sudah berada di sebuah mobil mewah yang akan mengantarkan dirinya ke alamat yang saat ini ia pegang di tangannya. Benar, alamat yang diberikan oleh Yasmin sebelum Aura datang ke kota yang dijuluki dengan pusat kebudayaan dunia tersebut.

Benar, Aura saat ini sudah berada di London. Setelah meminta izin kepada Mami dan Papinya satu minggu yang lalu, dan setelah menyelesaikan dan mengurus segalanya serta memberitahu Yasmin, Asep, Sabilla, Tasya dan juga Farrel, hari ini Aura benar-benar sudah sampai di Negara Inggris tersebut.

Aura memang berangkat dari Indonesia seorang diri, namun sesampai di bandara gadis itu tidak perlu repot lagi dan kebingungan. Karena disana sudah ada kenalan Rendy sang Papi Aura yang sudah menunggu gadis itu untuk segera mengantarkan Aura ke alamat yang ia tuju.

Meskipun begitu, sebenarnya Aura juga bisa kesana sendiri. Berhubung ini bukanlah kali pertama gadis itu keluar negri dan mengingat Bahasa Inggris Aura memang tidak terlalu buruk.

Tapi ya sudahlah, demi mendapat izin dan juga tidak ingin membuat orang tua khawatir, Aura akhirnya menuruti perintah sang Papi untuk diantarkan oleh kenalan Papinya tersebut.

Beberapa jam di perjalan, Aura akhirnya sampai di sebuah Apartment mewah yang menjulang tinggi diantara banyaknya gedung-gedung di sekitar. Aura segera turun dari mobil tersebut setelah terlebih dahulu berterimakasih pada laki-laki yang baru saja mengantarkan dirinya itu.

Tak berselang lama setelah kenalan Papi Aura pergi, gadis itu tampak berdiri sesaat, memperhatikan gedung yang menjulang tinggi tersebut serta melirik sebuah kertas yang ada di tangannya. Sejenak Aura memastikan bahwa alamat yang saat ini ia pijaki benar alamat yang saat ini Faris tinggali.

Perlahan, Aura mulai melangkahkan kaki menuju lobby Apartment tersebut. Namun, niat gadis itu terurung tatkala dirinya teringat akan sesuatu.

Aura melirik jam yang saat ini melingkar di pergelangan tangannya. Dan saat ini waktu baru menunjukkan pukul 15.00 siang. Dan Aura fikir itu adalah masih jam kerja "Apa jam segini kak Faris ada di Apartment ya? Atau lagi kerja? Tapi aku nggak tau kantor kak Faris ada di mana"

Gadis itu bergumam sembari menghembusakan nafas kasar. "Apa aku tunggu disini aja? Sampe aku liat kak Faris masuk ke Apartmen? Ah, tapi apa aku bisa merhatiin orang-orang se rame ini satu persatu? Aura tampak mengusap wajahnya bingung.

"Yaudah ah, mending aku jalan-jalan aja sambil nunggu malam. Setelah itu baru aku temui kak Faris"

Setelah berfikir panjang, akhirnya Aura memutuskan untuk jalan-jalan di pusat kota London yang terlihat ramai dengan berbagai pengunjung dari penjuru Dunia tersebut. Gadis itu menarik kopernya sembari sesekali mengabadikan moment yang terdapat spot bagus dengan ponsel miliknya.

Aura juga tampak memasuki sebuah restoran yang ada di sekitar. Karena gadis itu benar-benar merasa lapar karena sedari tadi belum mengisi perutnya yang kosong.

Detik jam terus berputar, puas rasanya mengelilingi suasana kota metropolitan tersebut, dan juga sudah mengabadikan beberapa moment, akhirnya Aura memutuskan untuk kembali ke Apartmen Faris saat waktu sudah menunjukkan pukul 19.00.

Sibuk berjalan sembari menarik koper di sudut Kota, saat jalan terlihat sepi, Aura tiba-tiba dikagetkan dengan tiga orang laki-laki bule yang tengah berjalan di depan dirinya.

"Hi, you are so beautiful (Hai, kamu cantik sekali)" Rayu beberapa bule tersebut. Perlahan, mereka semakin mendekat ke arah Aura. Tangan Aura dingin seketika. Gadis itu memperhatikan suasana sekitar. Aura lupa, kenapa ia harus mengambil jalan sepi seperti saat ini.

"W-who are you? (siapa kamu)" Tanya Aura terbata-bata. Jantungnya terasa berdegub begitu kencang. Sungguh, Aura merasa kualat karena tidak menuruti ucapan Mami dan Papinya.

Semakin lama, laki-laki itu semakin mendekat pada Aura. Hingga kini, mereka bahkan berani mencolek dagu gadis tersebut.

"Who are you? Please do not bother me (Siapa kalian? tolong jangan ganggu saya)" Sorak Aura.

Namun, beberapa bule itu justru tidak menghiraukan sorakan Aura sama sekali. Mereka justru mencengkram tangan Aura kuat. Sementara Aura berusaha meronta-ronta untuk dilepaskan.

"Help me please. Anyone there please help me (Mohon tolong saya. Siapapun disana tolong bantu saya)"

Aura bersorak sekencang kencangnya, berharap seseorang mendengar dan segera menolong dirinya dari beberapa bule yang sudah jelas berniat jahat pada dirinya itu.

Aura menangis meronta-ronta. "Mami, tolong aku Mi. Mami" Sorak Aura di sela isakan tangis dalam cengkraman bule tersebut. Sungguh Aura tidak pernah mengira akan seperti ini jadinya. Seketika ia menyesal karena tidak mendengarkan ucapan Maminya yang menyarankan untuk memberitahu Faris saja akan keberangkatan dirinya disana.

Namun Aura justru kekeh dan menolak dengan alasan ingin memberikan kejutan pada Faris tanpa pernah memikirkan hal buruk seperti ini akan terjadi.

Sepasang sepatu Oxford terhenti sesaat saat rungunya menangkap jelas suara seorang gadis yang tengah menangis meminta tolong.

"Orang indonesia?" Bibir pria itu berucap pelan. Pria itu tampak berfikir sejenak. "Kenapa gue ngerasa kenal suara itu?" Sambungnya kemudian hingga matanya terbelalak sempurna saat fikirannya terlintas akan bayangan seorang gadis.

Tanpa berfikir panjang, seorang pria muda dengan kisaran usia 20 - 25 tahun itu bergegas berlari mencari asal suara isak tangis itu berada.

Hingga tak berselang lama, pandangannya teralih tatkala dirinya melihat beberapa orang bule tampak hendak melakukan hal yang tidak seharusnya pada seorang perempuan yang tidak terlihat begitu jelas wajahnya akibat rambut yang menutupi wajah perempuan tersebut.

Brukkkk

Pria tersebut melayangkan pukulan pada ketiga bule tersebut. Hingga terjadilah pertengkaran di antara mereka yang akhirnya membuat beberpaa bule yang mengganggu Aura barusan pergi dari sana saat pria itu mengeluarkan ponsel hendak menghubungi polisi.

Aura terduduk lemas, rambutnya terlihat acak-acakan. Gadis itu menangis sejadi-jadinya. Sungguh, Aura merasa ketakutan.

"Are you okay? (Apakah kamu baik-baik saja?)" Tanya pria tersebut setelah memastikan beberapa bule barusan pergi dari sana.

Pria itu perlahan mendekat pada Aura. Namun, Aura masih tak mengubris pertanyaannya.

"Are you okay?" Tanya pria itu sekali lagi. Ia mencoba memegang pundak Aura, namun Aura justru menepisnya. Gadis itu masih menangis dan menutupi wajah dengan telapak tangannya.

"Kak Faris, tolong aku..." Ucap Aura di sela isak tangisnya. Hal itu sontak membuat kening pria itu tertaut heran.

"Faris?" Bibir pria itu berucap pelan seolah memikirkan sesuatu.

"Kamu orang indonesia?" Tanya pria itu yang sontak membuat Aura memberanikan diri untuk menegakkan pandangannya. Gadis itu membuka mata serta menyibakkan rambutnya menatap pria tersebut.

Hingga keduanya sama-sama terpelongo kaget dan sama sama tidak percaya dengan pemandangan yang saat ini mereka lihat.

.

.

.

.

Jangan lupa like, komen, dan vote ya. Biar Aura semakin semangat ngejar cinta Faris. Makasih :)

1
Ana
aku ngerasa ikut sakit rasanya 😢😢nyesek banget padahal ka Faris yang ngerasain
Yume Nijino
keren thor best banget, the rill, the best 👍💯
Yume Nijino
parah keren tutor dong, aku bikin sepi bah 😭
Ilan Irliana
enk'y di cintai drpd mncntai..
Haslinda
nah gitu dong thor kan sma2 bahagia,,,faris ama aura bahagia,author yg buat bahagia dan lbih bahagia lgi para pmbaca✌️😄
Haslinda
thor buat faris sembuh titik gak pake koma krn kesembuhan faris ada di tangan author bukan di tangan siapa2 gak adil nih klw gini ceritanya
Haslinda
wahwahwawh thor sungguh tega skali anda knp faris di kasi lumpuh sih gara2 nolongin aura sungguh terlalu udah sakit di hati tambah fisik jg terluka
Haslinda
pasti yg udah baca bab ini pada nangis smua kyak aku skrg😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭sakit thor
Haslinda
kan aku bilang jg apa pasti ada masalah perasaan aku gak enak baca bab sebelumnya pasti faris liat aura pelukan ama Kevin pas di cafe jdi slah paham deh
Haslinda
semakin pindah ke bab yg selanjutnya kok perasaan aku gak enak yah thor,,,mudah2an gak terjadi apa2 yah thor ama faris dan aura gak rela aku klw mereka gak bersatu
ceritanya sangat menarik
Siti Chotimah
faris ngidam tuh...aura hamil tp blm sadar
Siti Chotimah
itulah cinta...saling melengkapi kekurangan yg ada pada pasangan,saling menyayangi tanpa tapi....semangat thor
Siti Chotimah
giiillaaa...dalem bangetz thor. tisu mana tisu....mewek ini mah
Siti Chotimah
jgn biarin Aura sedih lg thor. Faris jg jgn bgtu,jgn selalu berkorban utk orla. Faris jg harus bahagia bersama org yg dicintai n disygi nya.
Siti Chotimah
penyesalan selalu dtg belakangan klu di depan namanya pendaftaran...hehehe
Siti Chotimah
dengan jarak jauh diantara mereka tanpa tatap muka,tegur sapa bisa jd rasa itu akan tumbuh di hati AURA. Rasa cinta n syg yg blm disadari nya.
Siti Chotimah
beda usia mah gk masalah yg penting bisa saling mengisi kekurangan dgn kelebihan msg",memahami,memaafkan,menyayangi dgn tulus. dewasa itu bkn dr usia tp bgmn cara seseorang dlm menyikapi masalah.
Parsiyah Goepang
ggggggggggfughmguduuugugfugfugt
gugfuugufggufug.sugkdysuafmfy
Titin Kahar
Aura coba buka hati ke Kak Faris dia baik jangan nanti menyesal di belakang
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!