Kisah tentang Cahaya atau Aya (30) seorang pengusaha wanita muda yang sudah menjalin hubungan kasih selama lebih dari 10 tahun dengan kekasihnya yang bernama Rudi. Mereka sudah merencanakan acara lamaran namun tiba-tiba Rudi membatalkan dan memutuskan hubungan dengan Aya tanpa alasan yang jelas. Aya yang tidak ingin membuat ibunya bersedih karena kegagalan acara lamarannya berusaha untuk mencari pengganti Rudi.
Kemudian ia bertemu dengan Rizal (23) seorang OB berwajah tampan. Pertemuan karena salah paham itu membuat mereka semakin dekat. Aya dan Rizal akhirnya sepakat untuk melangsungkan pernikahan istimewa dengan perjanjian tertentu.
Pada akhirnya mereka saling jatuh cinta di dalam ikatan pernikahan istimewa tersebut. Apa yang membuat mereka saling jatuh cinta? Dan bagaimana mereka menyikapi konflik karena kehadiran orang ketiga yaitu orang-orang yang pernah hadir di masa lalu Aya dan Rizal.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yeni Eka, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Semangat Napik Kendor
Aya langsung merebahkan tubuhnya di atas kasur. Pandangannya jauh tak terjangkau. Semua memori tentang perjalanan hidup dan cintanya hadir silih berganti seperti sebuah cuplikan trailer film. Ia dulu memang sangat bekerja keras, perihal jodoh bukan menjadi prioritas utama kala itu. Ia senang dengan keberhasilannya saat ini bisa menjadi pengusaha kecil, mempunyai beberapa karyawan artinya hidupnya sudah bisa bermanfaat untuk orang lain. Kesuksesannya dalam karier tidak sebanding lurus dengan perjalanan cintanya.
Cinta bukanlah untaian kata-kata manis yang keluar dari jiwa-jiwa romantis layaknya puisi yang ditulis Kahlil Gibran. Cinta bukanlah perasaan berbunga-bunga seperti anak remaja yang bahagia ketika "ditembak" oleh cinta pertamanya. Cinta adalah sebuah komitmen luhur yang diikat dengan kesetiaan. Begitu Aya memaknai cinta. Ia juga tidak mengerti kenapa dulu menjatuhkan cintanya pada Rudi seorang laki-laki yang jauh dari kata tampan. Kalau boleh jujur, Rudi adalah pria paling jelek jika dibandingkan dengan para pria yang pernah mencoba mendekatinya dulu. Rudi pun bukan superhero yang sudah menyelamatkan hidupnya. Saat itu ia hanya meyakini Rudi adalah laki-laki baik, mempunyai visi dan misi yang sama dalam memandang arti hidup, membuat ia merasa cocok dan nyaman untuk menjalin sebuah hubungan yang serius.
Hubungan cintanya dengan Rudi ibarat sebuah pohon memerlukan waktu bertahan-tahun untuk dapat tumbuh tinggi tapi menebangnya begitu singkat hanya beberapa detik saja. Aya tidak mengerti kenapa Rudi bisa berubah seperti itu, meninggalkannya begitu saja tanpa alasan yang jelas. Padahal Aya selalu menjaga kesetiaan untuknya, mempercayai hubungan ini dengan rasa percaya setinggi-tingginya. Dulu saat ia masih kuliah, beberapa teman prianya pernah berusaha untuk mendekatinya tapi ia tidak pernah meresponsnya karena alasan kesetiaan. Atau setahun yang lalu ada Farel yang ingin melamarnya, tapi ia menolaknya lagi-lagi dengan alasan kesetiaannya kepada Rudi. Farel adalah putra Pak Dadang yang juga pengusaha optik sama seperti Aya. Semua pria yang pernah berusaha untuk mendapatkan cinta Aya kini sudah menikah semuanya. Sekarang tinggal Aya sendiri menyesali kebodohannya.
Waktu menunjukkan pukul 01.20 dini hari, Aya belum bisa juga memejamkan matanya. Ia kemudian bangun dan mengambil air wudu dan melaksanakan salat hajat.
Ya Allah aku mohon ampun atas segala dosa-dosaku.
Ya Allah maafkan aku yang telah berbohong kepada ibuku, aku hanya tidak ingin membuat beliau sedih.
Ya Allah aku menerima segala ketetapan-Mu, aku yakin jika aku tidak berjodoh dengannya, itu karena dia bukan orang yang baik untukku.
Ya Allah aku yakin pada saatnya nanti Engkau akan mendatangkan seseorang yang namanya sudah Kau tulis di Lauhul Mahfudz sebagai jodohku.
Tetapi jika aku boleh bermohon, aku mohon dekatkanlah aku dengan jodohku.
Dekatkanlah...
Segerakanlah...
Ya Allah maafkan aku atas kehinaan ini yang memaksa Engkau untuk menyegerakan jodohku.
Jika hal itu salah di mata-Mu maka berikanlah jalan keluar yang terbaik dari masalahku ini. Aku hanya seorang anak yang ingin membuat ibunya bahagia. Aku hanya seorang anak yang tak ingin membuat ibunya terluka.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Keesokan harinya Aya beraktivitas seperti biasa walau ia masih merasa mengantuk karena semalam ia baru bisa tidur jam 03.00 pagi. Sore harinya ia pergi ke bengkel ditemani Rizal. Aya merasa sangat terbantu dengan Rizal, pria yang baru ia kenal tapi sudah banyak berkontribusi dalam hidupnya beberapa hari ini. Aya ingin memberikan sejumlah uang sebagai rasa terima kasihnya kepada Rizal, tapi lagi-lagi Rizal menolaknya.
"Teh, ucapan terima kasihnya voucer traktiran aja nanti akan saya minta kapan-kapan," begitu yang dikatakan Rizal kepada Aya
"Ya udah aku traktir kamu sekarang aja!"
"Maaf Teh kalau sekarang saya sedang ada keperluan, nanti saja nanti pasti akan saya minta."
"Ya udah nanti kalau kamu mau ditraktir kamu hubungi aku aja yal"
"Sip!" seru Rizal sambil mengacungkan jempol. Setelah berpamitan Rizal berlalu meninggalkan Aya.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Hari-hari Aya berikutnya disibukkan dengan segala ikhtiarnya untuk mendapatkan jodoh. Dimulai dengan membuat daftar teman pria dan kemudian satu persatu ia cari info status mereka apakah sudah menikah atau masih single. Kebanyakan mereka sudah menikah. Ada dua orang teman Aya di daftar itu yang belum menikah. Pertama adalah Sahrul tapi sekarang ia menetap di Dubai, ia sudah lama bekerja di sana. Yang kedua adalah Diki teman masa SD yang bekerja di Papua. Kedua temannya ini tidak mungkin dapat dijangkau oleh Aya.
Malam ini Aya sedang berada di kamarnya, tangannya sibuk berkutat dengan ponsel. Aya membuka akun Facebook miliknya, ia melihat ada banyak inbox dari beberapa pria dari pertemanannya di Facebook. Aya berpikir apa ia ketemuan saja dengan salah seorang yang meng-inbox nya siapa tahu jodoh. Seketika ia langsung mengurungkan niatnya, ia teringat banyak sekali kasus kekerasan, kriminal, pelecehan seksual bahkan pembunuhan yang diawali dengan pertemuan setelah menjalin hubungan lewat media sosial. Sungguh ngeri membayangkannya.
Kemudian ia teringat dengan Iis, kenapa tidak mencoba minta tolong dicarikan jodoh saja pada Iis, bukankah ia begitu mudah menikah mungkin karena ia memiliki banyak teman pria. Baru saja Aya berpikir seperti itu tiba-tiba ponselnya berdering. Aya menatap layar ponselnya ternyata panggilan dari Iis, kebetulan sekali pikirnya.
"Halo assalamualaikum, Is."
"Waalaikum salam, Ay lagi ngapain ganggu engga nih?"
"Engga, malah aku lagi mikirin kamu."
"Mikirin gue? Serius loh?"
"Hehehe, engga sih... tumben nelpon, ada apa nih calon pengantin?"
"Calon pengantin kadaluwarsa ini mah udah ketiga soalnya."
"Hahahaha" Aya ketawa ngakak.
"Ih malah ketawa lagi. Ay sebenarnya aku tuh pengen curhat."
"Ya udah curhat aja, aku juga sama pengen curhat... nanti gantian ya hehehe..."
"Lo mau curhat apa?"
"Kamu aja duluan, kan kamu yang nelpon duluan."
Iis bercerita tentang masalahnya ternyata kegagalan dua pernikahan sebelumnya adalah karena masalah belum mendapatkan keturunan dan dibumbui dengan perselingkuhan. Pernikahan pertama bertahan selama dua tahun dan pernikahan kedua bertahan selama tujuh tahun. Iis memang menikah muda, beberapa tahun setelah lulus sekolah ia langsung menikah. Iis merasa khawatir dengan rencana pernikahan ketiganya ini.
"Kamu harus tetap berpikiran positif, Is... yang penting kamu yakin sama calon kamu itu, dan kamu pastikan bahwa dia sungguh-sungguh mencintai kamu apa adanya, menerima segala kekurangan kamu. Masalah anak mah mungkin belum saatnya Allah memberikan, kamu terus berdoa dan berusaha saja semoga di pernikahan yang ketiga ini kamu bisa mendapatkan keturunan. Anak kan rezeki dari Allah. Masalah rezeki, jodoh itu kan hak prerogatif Allah." tutur Aya panjang lebar.
"Iya juga sih Ay, calon suami aku ini duda anak tiga mungkin sih dia ga akan mempermasalahkan soal anak."
"Nah berarti kamu ga usah mikirin anak lagi, tuh udah langsung punya tiga hehehe..."
"Ay lo mau curhat apa?"
"Emmmm....ya gitu... curhat tentang hak prerogatif Allah."
" Maksudnya?"
"Aku juga sama Is sudah umur segini belum dikasih jodoh, walau sudah berusaha tapi kalau Allah belum memberikan jodoh ya mau gimana lagi ya."
"Itu cowok ganteng yang kemarin ke mana, jangan bilang itu adik atau saudara lah, gua ga percaya!"
"Dia kan,,,, Hadeuh yang jelas dia bukan siapa-siapa!"
"Mungkin bukan siapa-siapa tapi kalau dia ngajakin elo jalan kaya kemarin itu berarti ada apa-apa."
"Dia kan cuma minta tolong ditemani karena mau membelikan sepatu buat adiknya."
"Tuh apalagi urusannya sudah berhubungan keluarga pasti ada apa-apa. Ya sudah kamu gebet terus. Semangat dong seperti slogan masyarakat kita. Tahu gak slogan nya?"
"Apa?"
"Wong Banten Semangat Napik Kendor." (Orang Banten semangat jangan Kendor).
"Hmmmmmmm."
.
.
.
.
.
.
Maaf yah kalau episode-episode ini terasa membosankan. Belum waktunya, biarkan alur cerita mengalir dulu. Nanti di pertengahan dan akhir, ceritanya pasti seru.
Jangan lupa Like dan komen.