NovelToon NovelToon
Cakrawala

Cakrawala

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Tamat
Popularitas:5.6M
Nilai: 5
Nama Author: Cellestinee

Karena kemurkaan sang ayah, Khanza harus menjadi dokter relawan di daerah perbatasan. Tapi bukan Khanza namanya kalau tidak mengacau, apalagi dia dikelilingi tentara-tentara tampan dan seksi.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Cellestinee, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 8

-Kendra-

 

 

Bego. Kenapa lo bego banget sih Ken. Bisa-bisanya otak waras lo kalah sama selangkangan. Kalau udah kayak gini gimana dong? Cewek itu nggak akan laporan kan sama bokapnya? Kenapa harus Mayor Jenderal Bhakti Wiraguna. Semua tentara dari Kopral sampai Jenderal tidak ada yang tidak kenal sosok beliau. Perwira tinggi yang tegas dan berwibawa. Tidak mentolerir kesalahan sedikitpun. Nggak lucu dong kalau besok ada headline berita 'Seorang Tentara Diberhentikan Dengan Tidak Hormat Karena Telah Mencabuli Putri Atasannya'. Batal nikah deh gue, mana ada yang mau nerima gue jadi mantu, udah pengangguran bekas penjahat kelamin pula. Duh, nasib gue gini banget. Semua ini gara-gara cewek itu. Kalau dia nggak godain duluan, gue nggak akan khilaf.

 

Mana sepanjang perjalan dia cengar-cengir, natap gue nggak kedip-kedip. Gue yang jomblo ini kan jadi grogi.

 

"Ehem.." gue berdehen mencairkan suasana, "Dimuka saya ada apanya ya mbak, dari tadi kok diliatin terus?"

 

"Ada gantengnya"

 

Sumpah. Enteng banget itu mulut. Bikin gue langsung terbang seketika.

 

"Jangan panggil mbak dong. Seenaknya aja nambah-nambar umur"

 

"Terus saya panggil apa?"

 

"Em.. sayang, baby, sweetie."

 

"Saya panggil bu dokter saja"

 

Khanza menggeleng tidak suka. Jarinya telunjukknya dia goyangkan ke kiri dan ke kanan.

 

"Khusus buat pak tentara nggak boleh panggil Bu. Kecuali kalo ditambah embel-embel sayang." jawabnya cengigiran.

 

"Ya sudah saya panggil Khanza saja"

 

"Tapi juga nggak usah pakai saya-saya gitu dong. Kemarin juga pake gue-elo"

 

"Maaf bu dokter, tapi saya sedang bertugas"

 

"Tadi elo juga sedang bertugas, tapi malah nete ke gue. Menyalahgunakan wewenang"

 

Tuh kan dibahas, gue jadi salah tingkah. "Saya minta maaf. Saya mengaku salah. Kejadian tadi tidak akan terulang lagi"

 

"Mau diulang lagi juga nggak apa-apa kok. Yuk, mumpung kita cuma berdoa di mobil"

 

Saking kagetnya kaki gue nginjek rem mendadak.

 

"Aduh pelan-pelan dong"

 

"Maaf, tadi ada hewan nyebrang" gue mencari-cari alasan.

 

Handy Talky gue berdengung, siapa lagi kalau bukan Mayor Tristan yang mengendarai jeep-nya dibelakang gue. Khanza memaksa gue nganterin dia ke barak dengan mobil lain. Alesannya sih karena dia nggak mau naik mobil mogok lagi. Tapi harus gue yang nyetirin, dan cuma kita berdua yang boleh di dalem mobil. Bahkan bodyguardnya pun harus mau naik jeep-nya Tristan.

 

"Harimau kepada Beruang.. tes tes.. harimau kepada beruang"

 

Langsung gue tahan tombol bicara di benda kotak itu, "Beruang di sini"

 

"Siap. Apakah ada masalah dengan mobil pak? Kenapa berhenti mendadak?"

 

"Bukan apa-apa. Kita jalan lagi"

 

"Siap"

 

Dan perjalananpun dimulai kembali.

 

Tidak butuh waktu lama kita sudah sampai di barak. Gue menepikan mobil sebelum membukakan pintu untuk Tuan Putri. Kehadiran Khanza di barak tentu saja langsung membuat riuh para penghuninya. Bagaimana tidak, barak yang didominasi lelaki ini sudah tentu akan menjadi gempar ketika seorang gadis muda dan cantik berjalan memasukinya. Mereka berebutan mengerumuni aula depan begitu mendengar berita bahwa putri Pak Mayor Jenderal sudah tiba.

 

Atasan gue, Kolonel Satriya Adinegara, berjalan dari kantornya menuju tempat kita berdiri. Setelah memberi hormat dan laporan atas kedatangan dokter yang baru, Satriya meminta gue mengantarkannya berkeliling dan menunjukkan tempat dimana Khanza akan beristirahat. Namun belum sempat kita melangkah, Khanza tiba-tiba berkacak pinggang  melihat gadis seusianya berdiri di belakang kerumunan.

 

"Elo?" jari tengahnya menunjuk ke arah Talitha.

 

"Elo?" wanita milik sang komandan itu juga kaget mendapati siapa yang berdiri di hadapannya.

 

"Kalian saling kenal?" lirih gue penasaran.

 

Namun pertanyaan gue nggak digubris sama sekali.

 

"Cih, dari sekian banyak tempat di muka bumi kenapa lo harus ada di sini" cibiran Khanza bisa di dengar semua orang di ruangan ini.

 

Talitha mendengus, "Lo pikir gue juga mau ada lo di sini."

 

Putri sang Mayor Jenderal memutar tubuhnya menghadap Satriya, "Gue nggak mau kerja sama dia." protesnya. Gila bener ini cewek, mentang-mentang bapaknya punya jabatan enak bener manggil bapak Kolonel pake gue-elo. Gue aja yang udah kenal lama nggak berani panggil gue-elo sama pak Kolonel kalau dalam forum formal. Kalau di luar mah gue bangsat-bangsatin juga bodo amat. Kita udah kenal dari sejak jaman pelatihan.

 

"Cih, apalagi gue. Bisa gawat pasien gue kalau ditangani dokter yang nyuntik aja nggak becus kayak elo"

 

Fix. Kayaknya dua bidadari ini bener-bener udah kenal lama. Tapi kenapa bisa jadi kayak Tom&Jerry gini.

 

"Ehm" Satriya berdehem, "Maaf tapi ini sudah komando dari pusat. Dokter Khanza akan bekerja menggantikan Dokter Irawan di sini, jadi saya harap semua bisa bekerja sama" ucapnya berusaha se-profesional mungkin.

 

Tentu saja ucapan Satriya mendapat pelototan tajam dari sang kekasih, Talitha. Dan seperti pria pada umumnya, hal itu membuat Satria langsung mengkeret macem balon digembosin. Apalagi waktu Talitha buang muka dan melenggang pergi. Langsung deh diekorin Satriya. Asek, ntar malem gue nggak denger suara-suara syaiton lagi.

1
Langit Biru
Jadi shower? 🤣🤣🤣 biar bisa ngintipin mamas mandi ya?
Fitriana Yusuf
suka dgn smua karyamu🙏🙏
Baper kusut
Nie novel pertama gw baca awal² punya Nt, hp lama yg udah d museum kan hehehe... eh nongol LG, tetep sukaaaa
scoup
Luar biasa
Dinda Apriani
alur cerita sangat bagus
missdy10
baca lagiiii...entah yg ke berapa
daraadf
Luar biasa
Mulyani Asti
nyusu terooossss Kendra hadeuhhh
Mulyani Asti
ahhh mau dong di peluk dari belakang
Mulyani Asti
aku malah mewek😭
Mulyani Asti
jadi patung gak tuh ke dra
Mulyani Asti: Kendra maksudnya hehe
total 1 replies
Mulyani Asti
malah Kendra yang takut di apa²in wkwkwk
imei
Luar biasa
༄༅⃟𝐐Dwi Kartikasari🐢
Khanza dari orok udah centil
༄༅⃟𝐐Dwi Kartikasari🐢
brownies e tanek,kematengen
😆😆😆
༄༅⃟𝐐Dwi Kartikasari🐢
terhura aku
༄༅⃟𝐐Dwi Kartikasari🐢
yeeee
༄༅⃟𝐐Dwi Kartikasari🐢
dramatis kamu sa
༄༅⃟𝐐Dwi Kartikasari🐢
kejutan....
g sabar baca selanjutnya
༄༅⃟𝐐Dwi Kartikasari🐢
thor kamu sukses bikin aku nangis,dan sekarang senyum seperti pesannya mas Ken
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!