Rayhan Andreas, pria 35 tahun yang tampan dan sangat kaya.
Dengan segala kekuasaan nya dia bisa mendapatkan segala yang dia mau,
termasuk cinta.
hingga akhirnya bertemu dengan seorang wanita cantik dan pintar yang tidak tertarik padanya.
OBSESI nya pun di mulai, dia menggunakan berbagai cara untuk mendapatkan wanita itu.
"Paramitha!" teriak Rayhan.
"Kamu pikir kamu siapa! beraninya menampar seorang Rayhan Andreas. Aku akan membuatmu berlutut memohon menjadi kekasih ku. Dan untuk pekerjaan ini, kamu tidak akan pernah mendapatkan nya!"
"Lihat saja!" Rayhan sambil menatap tajam wajah Paramitha dengan tangan mengepal.
"Apa anda pikir saya takut dengan ancaman anda!"
"cih!"
penasaran dengan cerita nya
simak terus
mirastory
"OBSESI CINTA"
simak juga
" JANDA KEMBANG VS BOS AROGAN"
"SUAMIKU MILIK KU"
dukung author supaya lebih semangat dalam menulis dengan
LIKE & VOTE
tinggalkan jejak di kolom komentar
terima kasih
mirastory
🙏😊🙏
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon mirastory, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
RENCANA RAYHAN
...Di tunggu Like...vote ..komen...dan hadiahnya, terimakasih...
...Sebelum nya...
Di perjalanan Mitha merasa heran, kok Rayhan bisa tahu dirinya sedang makan siang bersama Aldo.
"Aaah ,dasar bren***k! dia nguntit aku."
"Tapi apa rencana nya?"
"Semoga apa yang di rencanakan nya Gagal!" Mitha merasa resah dan gelisah, takut apa yang di katakan Rayhan dalam pesan nya itu terjadi.
tiba - tiba sebuah mobil menghadang taxi yang di tumpangi nya.
🌹
...Selanjutnya !...
"Cekiiit..." Taxi yang di tumpangi Mitha berhenti mendadak, hingga Mitha dan sopir terhuyung ke depan.
Lalu keluarlah dua orang berjas hitam dari dalam mobil itu. Dia mengetuk pintu mobil dan memaksa Mitha untuk keluar.
Mau tidak mau, Mitha keluar dari taxi dan setelah keluar Mitha melihat seseorang berdiri di belakang 2 orang berjas itu, kemudian orang itu menghampiri nya yang tidak lain adalah Rayhan.
"Om , pak ! anda! apa maksud semua ini !" Mitha mendengus kesal.
"Seperti yang aku bilang kamu akan jadi milikku!"
Rayhan tersenyum, dengan cepat dia memeluk dan mencium bibir Mitha.
Mitha berusaha berontak tapi ciuman itu tak berhenti.
"Hah , hah ," nafas Mitha tersengal - sengal.
" Neng , neng ! maap neng sudah sampai." Sopir taxi membangun kan Mitha yang tertidur di dalam taxi.
Mitha pun terbangun dengan kaget, ia mengucek matanya, "hah, hanya mimpi! kok bisa mimpi seperti itu dasar gila!" Mita merutuki dirinya sendiri sambil senyam-senyum malu, membayangkan mimpinya bersama Rayhan.
"Neng emang mimpi apa , kok sampai ngos-ngosan begitu ?" Sopir taxi online bertanya sambil menahan tawanya, di pikiran nya Mitha sudah mimpi basah.
Mendapatkan pertanyaan seperti itu, Mitha sangat malu. Dia memilih tidak menjawab, dia hanya tersenyum malu, lalu dengan cepat dia keluar dari taxi dan masuk ke rumah setelah membayar nya, karena ternyata sudah sampai.
Sesampainya di rumah, Mitha langsung merebahkan diri nya di kamar. Sejenak Mitha berpikir, "Ko rumah sepi kemana paman, bibi dan kak Rian."
Lau Mitha menuju dapur dan halaman belakang tetap tak ada orang. Akhirnya, Mitha memutuskan untuk mandi, setelah mandi badan nya terasa segar.
Setelah berpakaian, Mitha pun mencari makanan di meja namun kosong. Akhirnya, berinisiatif untuk memasak.
Selesai memasak, dan menata masakan nya di meja makan. Mitha pun duduk sendiri dan mulai makan.
Setelah makan dan membereskan bekas makan nya Mitha nonton tv.
"Hah, bosan juga !" gumam Mitha.
"Tok tok..." Terdengar suara seseorang mengetuk pintu*
"Ceklek" Mitha membuka pintu, ternyata bibi nya dan tak di sangka di belakang bibi nya ada Rayhan.
" Bi , bibi dari mana? ko sama dia? " Tanya Mitha, dengan melirik ke arah Rayhan yang menyeringai licik ke arah nya.
"Oh ini lihat, bibi sudah belanja di antar nak Rayhan, dan kamu tahu nak Rayhan juga yang membayarnya, hehehe." Jawab bibi nya, sambil memperlihatkan tangan nya yang penuh paper bag belanjaan. Rayhan pun tampak membawa beberapa kantong plastik.
"Rencana apa lagi yang di buatnya!" Pikir Mitha dalam hatinya.
Mitha pun membantu bibi nya membawakan beberapa paper bag dan segera masuk ke dalam.
Kini mereka berada di ruang tamu. Mitha, bibi dan Rayhan duduk disana.
" Mitha, ambilkan minum untuk nak Rayhan dong." Bibi nya melihat ke arah Mitha. Mitha pun segera pergi ke dapur dan mengambil segelas air putih untuk Rayhan dan segelas es jeruk untuk bibi nya.
"Hehehe, untuk kamu tuan Rayhan cukup air putih saja! itu pun sudah beruntung aku gak memberinya air garam, heuh." Gumam Mitha sambil tertawa kecil.
Lalu Mitha, segera memberikan air putih untuk Rayhan dan es jeruk untuk bibinya. Melihat itu, bibinya terlihat kesal pada Mitha.
" Mitha! kenapa kamu membedakan minuman untuk bibi dan nak Rayhan!" Bibi dengan nada yang terdengar kesal.
Belum sempat Mitha menjawab, Rayhan sudah menimpali.
"Eh, terimakasih ya Mitha karena kamu tahu benar apa yang harus saya minum!" Rayhan, sambil tersenyum manis yang hanya acting tentunya.
Bibi dan juga Mitha , melihat ke arah Rayhan dengan tatapan penuh pertanyaan. Apakah benar atau cuma sindiran kepada Mitha.
"Sebenarnya saya alergi dingin bi, jadi suatu keberuntungan jika Mitha hanya memberi saya air putih biasa saja." Jawab Rayhan sambil meminum air putih nya, glek glek.
"S**l , ternyata maksudku membuat nya kesal malah gagal. Tapi apakah benar, dia alergi dingin atau cuma ingin membuat nya terlihat terlihat baik saja di mata bibi, harus aku cari nanti..." Gumam Mitha dalam hatinya.
"Paman dan Rian kemana bi ?" tanya Mitha.
"Oh , mereka sudah mulai bekerja hari ini, tadi saat kamu pergi makan siang sama Aldo, paman mu dan Rian ada panggilan kerja, katanya untuk perkenalan dulu di perusahaan yang baru." Jawab bibi dengan mata yang berbinar.
"Kerja? dimana ! Aneh, selama ini susah dapat kerja, tapi sekarang ko tiba-tiba ada panggilan kerja." Mitha , melirik sekilas ke arah Rayhan dengan seringai kecil di bibirnya, seolah mengatakan "Hah lihat sudah dapat kerja kan! paman dan Rian tidak perlu kerja di tempat mu tau!"
"Senyum mu akan hilang setelah kamu tahu bekerja dimana paman dan sepupumu itu,hehe." Gumam Rayhan dalam hatinya, dengan seringai licik di sudut bibirnya dan menatap tajam kepada Mitha.
"Paman mu dan Rian berkerja di perusahaannya nak Rayhan." Jawab bibi sambil tersenyum ke arah Rayhan.
"Apa...!kok bisa, bukan nya Aldo sudah mengatakan akan memberi paman dan juga kak Rian pekerjaan!" Mitha terkejut dan marah, sampai berdiri dari duduknya.
" Mitha ada apa dengan mu! segitu kagetnya, bukan nya senang lihat paman dan kakak mu dapat kerjaan!" Bibi dengan suara yang sedikit meninggi.
Mitha duduk kembali dengan wajah yang sejuta kekesalan.
Akhirnya bibinya menceritakan kepada Mitha, tentang tawaran pekerjaan Rayhan kepada Rian dan Paman nya.
Setelah di pikirkan, ternyata paman nya dan Rian lebih memilih untuk bekerja bersama Rayhan karena nantinya akan merasa tidak nyaman jika bekerja dengan menantu, jika Mitha sudah menikah dengan Aldo.
Orang-orang di kantor pasti akan berpikir paman bisa kerja karena ada campur tangan menantu nya, meski itu benar adanya.
Tapi Rayhan hanya memberi tahukan bahwa kebetulan ada lowongan pekerjaan di kantornya, dan setelah mereka melamar langsung di terima kerja.
"Ini pasti rencana liciknya, dasar Rayhan breng**k!" umpat Mitha.
"Kamu bicara padaku Mitha?" Tanya Rayhan dengan tersenyum kecil, seolah mengejek Mitha.
"Ah, enggak, enggak. Aku cuma turut bahagia paman dan kakak bisa dapat pekerjaan." jawab Mitha, tersenyum sinis.
"Mitha!" Bibi memandang ke arah Mitha.
Mitha langsung meminta maap kepada bibi nya, lewat sorot matanya.
Bibi mau membereskan belanjaan dulu, kamu temani nak Rayhan dulu ngobrol ya." Bibi langsung melengos membawa barang belanjaannya.
" Malas ah bi. " Jawab Mitha sambil beranjak untuk pergi dari ruang tamu. Namun, duduk kembali setelah melihat bibi nya yang melotot.
Setelah bibinya pergi hanya tinggal Rayhan dan Mitha di sana.
"Ini pasti rencana mu untuk mengambil hati Keluarga ku dasar licik! " Mitha menatap tajam ke arah Rayhan.
"Ya kau benar , aku akan menunjukkan siapa Rayhan Andreas sesungguhnya. Kau pasti akan takluk padaku dan tak akan bisa menghindar lagi!"
"Oh ya, aku ingat kan besok adalah hari terakhir untuk mu memberikan jawaban!" Rayhan dengan tatapan dingin dan ekspresi yang tak bisa di artikan.
"Haha, besok gak usah besok hari ini juga aku akan memberimu jawabannya! dan jawaban nya adalah TIDAK!" Mitha dengan tatapan tajam dan nada yang ketus.
Mendengar itu Rayhan tersenyum licik, " sebentar lagi pasti kekasih mu akan menghubungi mu untuk memutuskan kan mu!" Rayhan menatap Mitha dengan sorot mata yang tajam, dan bibir yang menyeringai.
🌼 bersambung....
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...terima kasih telah menyimak " OBSESI CINTA"...
...simak juga karya lain nya ,mungkin akan suka dengan...
..." JANDA KEMBANG VS BOS AROGAN"...
..."SUAMIKU MILIK KU"...
...TERIMA KASIH...
...MIRASTORY...
...🙏🏻😊🙏🏻...