NovelToon NovelToon
Air Mata Pengantin Pengganti

Air Mata Pengantin Pengganti

Status: tamat
Genre:Romantis / Misteri / Tamat
Popularitas:10.8M
Nilai: 4.9
Nama Author: RahmaYesi.614

Cinta Indira terpaksa harus menjadi pengantin pengganti untuk calon suami sepupunya yang menghilang dihari pernikahan. Keputusannya menyetujui untuk menggantikan pernikahan itu, membawanya dalam penderitaan yang tiada habisnya.

Rafa, pria yang menikahinya ternyata sangat kejam dan kasar. Berada di sisi Rafa membuat Cinta tidak bisa berhenti merasakan kesedihan. Namun, dibalik kasarnya Rafa, ada kelembutan yang kadang dia perlihatkan pada Cinta. Hal itu membuat Cinta jatuh hati pada Rafa.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon RahmaYesi.614, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 9

Saat tiba di rumah, Rafa langsung membersihkan diri. Lalu dia mampir ke kamar Cinta. Dilihatnya Cinta sudah tertidur pulas. Di pandanginya wajah Cinta yang sedang terlelap itu. Tangannya mulai membelai wajah Cinta.

"Selamat malam, sayang." Mengecup kening Cinta.

Lalu, Rafa kembali ke kamarnya. Tanpa disadarinya Cinta masih belum tertidur. Dia hanya sekedar memejamkan matanya untuk menyembunyikan perasaan sedih di hatinya.

Di kamarnya, Rafa tidak tidur. Dia merasa sangat gelisah. "Hah, haruskah aku tidur disampingnya seperti kemarin malam?" Monolognya.

Rafa menggelengkan kepalanya, lalu dia kembali berbaring di tempat tidurnya. Anehnya, Rafa masih merasa tidak nyaman. Padahal sebelumnya, kamar ini, tempat tidur ini adalah tempat ternyaman untuknya.

"Wahai mata terpejam lah..." Mencoba memantra matanya agar segera terpejam.

"Satu, dua, tiga, empat, lima, enam…" Menghitung dengan mata terpejam berharap bisa tertidur pulas.

"Seratus dua puluh, seratus dua satu, seratus sembilan belas…" Sejenak Rafa berhenti karena merasa ada yang aneh.

"Aahh, kenapa berulang-ulang." Teriaknya kesal.

Akhir Rafa memutuskan untuk kembali ke kamar Cinta. Dan Cinta sedang mengaji, terkejut saat tiba-tiba pintu kamarnya kembali terbuka. Tapi, dia memilih untuk tetap tenang dan melanjutkan bacaannya.

Perlahan Rafa mendekati Cinta yang duduk bersandar di tempat tidurnya sambil melantunkan ayat suci Al-Qur'an.

"Lanjutkan bacaannya. Jangan berhenti sebelum aku tertidur." Perintah Rafa.

Dia membaringkan kepalanya diatas paha Cinta yang mana kakinya berunjur lurus. Cinta merasa tidak nyaman saat kepala Rafa bergerak di atas pahanya.

"Sangat hangat dan nyaman." Ucap Rafa yang kini menghadapkan wajahnya keperut Cinta.

"Geli…" Lirih Cinta, saat dirasa Rafa menyentuhkan hidungnya di area perut Cinta.

"Jangan protes. Lanjutkan bacaannya. Jangan ganggu tidurku, aku sangat lelah hari ini." Tegasnya.

Cinta menahan napasnya beberapa detik, kemudian mulai bernapas dengan sangat perlahan dan berusaha agar tidak terdengar gaduh ditelinga Rafa.

Lalu, Cinta melanjutkan bacaannya. Agak terbata-bata Cinta membacanya, karena dia menahan rasa geli diperutnya. Rafa mulai mengelus dan mencium perut Cinta dari luar piyamanya.

"Apakah nanti akan ada bayi disini?" Tanya Rafa yang menegakkan kepalanya untuk menatap Cinta.

Cinta terdiam, kemudian menyudahi bacaannya. Dia benar-benar merasa sudah tidak bisa menahan rasa geli. Terlebih Rafa mulai memasukan jarinya kedalam piyama Cinta. Dan sebelum itu terjadi, Cinta mengakhiri bacaannya, lalu segera menaruh kembali Qur'an keatas nakas.

"Geli, hentikan…" Protes Cinta mencoba menyingkirkan tangan Rafa yang sudah berhasil masuk didalam piyamanya.

"Perut kamu sangat hangat, menyenangkan…" Memasukkan kepalanya kedalam baju Cinta.

"Jangan, apa yang Tuan lakukan?!" Protes Cinta.

Rafa tidak menghentikan tindakannya. Dia malah menciumi perut Cinta, dan juga menggigitnya.

"Jangan panggil Tuan. Panggil aku, sayang." Teriaknya marah sambil menarik paksa piyama Cinta hingga semua kancingnya terlepas.

Cinta kaget, dia berusaha menutupi tubuhnya dengan jilbabnya yang memang menjuntai panjang.

"Jangan melawanku, Cinta. Kamu milikku seutuhnya. Semua yang ada padamu adalah milikku." Menyingkirkan untaian jilbab yanng menutupi tubuh bagian atas Cinta.

Dengan cepat tangan Rafa mengunci tangan Cinta diatas kepalanya. Cinta ketakutan. "Ampun, jangan lakukan lagi. Itu sangat menyakitkan." Isaknya mengiba.

Mendengar rintihan Cinta, Rafa pun akhirnya berhenti. Ditariknya selimut, lalu menutupi tubuhnya dan Cinta. Diraihnya Cinta dalam dekapannya.

"Tidurlah. Izinkan aku tidur seperti ini." Ucap Rafa sambil memberi kecupan dipuncak kepala Cinta.

Sementara itu di tempat yang berbeda. Tepatnya di kediaman Satria. Mereka dikagetkan dengan kepulangan Febi yang pulang dengan keadaan sangat memprihatinkan.

"Sayang, kamu kemana saja?" Memeluk erat tubuh Febi yang sangat kurus dan wajah yang pucat.

"Apa yang terjadi, sayang?" Tanya Satria yang ikut memeluk putri dan istrinya itu.

Febi tidak menjawab, dia hanya menangis tersedu-sedu. Tidak ada yang tahu apa yang terjadi padanya semenjak kepergiannya tepat di hari pernikahannya.

"Anak Mama mandi dulu, ya sayang." Mengusap air mata di seluruh wajah Febi.

Hanya anggukan yang terlihat darinya.

"Ayok, Mama bantu kamu mandi. Setelah itu, kita makan dan langsung istirahat." Ajaknya.

Fita membantu Febi membersihkan diri. Sementara Satria mulai memikirkan cara, bagaimana kalau Febi kembali menikah dengan Rafa.

"Telpon Cinta. Ya, aku harus memberitahu Cinta tentang kepulangan Febi." Ucapnya.

Segera saja Satria menghubungi Cinta.

Driittt… drrriittt…

Suara ponsel Cinta mengganggu tidur Rafa, begitu juga Cinta. Dengan malas Cinta mencoba meraih ponselnya. Namun, tangan Rafa lebih dulu mendapatkan ponselnya.

"Halo." Jawab Rafa.

Cinta terdiam dalam pelukan Rafa. Berharap tidak terjadi apa-apa. Karena selalunya saat Cinta mendapat telepon di larut malam, memberitahukan tentang berita buruk.

"Pakde Satria?" Tanya Rafa sambil menatap mata Cinta yang juga menatap padanya.

"Ada apa pakde menelpon larut malam begini?"

Cinta mendekatkan kepalanya kearah ponselnya, hingga dia menjadikan dada Rafa sebagai bantalan yang menanggung beban berat kepalanya.

"Apa? Febi sudah kembali?" Sahut Rafa dengan nada sedikit ditekan.

Mata Cinta terbelalak kaget. Hatinya merasa tidak nyaman. Segera dia melepaskan diri dari pelukan suaminya. Cinta menggeser posisi berbaringnya, dia juga membelakangi Rafa.

"Bagaiamana keadaannya, pakde?" Tanya Rafa serius.

Rafa bangkit dari tempat tidurnya. Dia melangkah menuju luar kamar. Seakan tidak ingin Cinta mendengar pembicaraan itu.

Begitu Rafa keluar, Cinta menangis. Dia menyembunyikan seluruh tubuhnya didalam selimut. Air matanya terus menetes. Cinta mulai memikirkan banyak hal. Seperti, apakah Rafa akan menceraikannya dan menjadikan Febi sebagai istrinya. Atau, apakah Rafa akan segera mengusirnya dari rumah malam ini juga. Semua pikiran itu terus berputar di kepalanya. Air matanya terus saja menetes tidak lagi bisa dibendung.

Suara langkah kaki Rafa terdengar semakin mendekat. Segera Cinta membersihkan air matanya. Dia langsung berpura-pura tidur.

Rafa meletakkan kembali ponsel Cinta di atas nakas. Lalu dia kembali berbaring ditempat tidur. Diliriknya Cinta yang membelakanginya.

"Cinta, kemarilah." Panggilnya sambil menarik perlahan tubuh Cinta.

Tapi, Cinta tidak bergerak sama sekali. Dia mempertahankan dirinya untuk tetap berbaring seperti itu. Rafa yang mengetahui hal itu, malah mendekatkan tubuhnya pada Cinta. Dipeluknya erat pinggang Cinta.

"Apa kamu menangis?" Tanya Rafa.

Tidak ada jawaban.

"Jangan membuatku marah Cinta. Aku sangat lelah, aku tidak punya waktu untuk meladeni tangisanmu." Tegasnya.

"Kenapa Tuan memperlakukan aku seperti ini!" Seru Cinta pada akhirnya.

"Seperti apa?"

"Perlakuan Tuan yang seperti ini membuatku berpikir Tuan sudah bisa menerimaku."

"Apa yang kau ucapkan sebenarnya, hah?" Menarik paksa tubuh Cinta hingga menghadap padanya.

Dilihatnya air mata di pipi Cinta. Matanya terus memejam erat. Bibirnya terlihat pucat dan gemetar.

"Apa maksudmu? Aku bukan lelaki peka yang bisa dengan mudah memahami hati perempuan." Ucapnya sambil menghapus air mata di wajah Cinta.

"Katakan, Cinta. Apa yang membuatmu bersedih?" Tanya Rafa sangat lembut.

Perlahan Cinta membuka matanya, dengan ragu ditatapnya wajah Rafa yang juga menatap lembut padanya.

"Tuan bilang akan sarapan kalau saya yang memasaknya. Tapi, pagi tadi Tuan bahkan tidak menyentuh sedikitpun nasi goreng buatan saya." Jelasnya terputus-putus sambil terisak dalam tangisnya.

Rafa tersenyum, diraihnya tubuh Cinta dalam dekapannya. Diciumnya puncak kepala Cinta dengan lembut.

"Jangan membuat saya berani berharap pada Tuan. Saya tahu posisi saya Tuan." Sambungnya.

"Sampai kapanpun kamu adalah wanita kampung milikku selamanya." Bisik Rafa.

Cinta tidak mengerti apa yang dimaksud Rafa. Sehingga dia kembali menangis dalam dekapan Rafa.

"Suatu saat nanti, aku akan mengajarkanmu bagaimana membuatku memakan sarapan darimu. Saat ini, hanya lakukan apapun yang kamu suka dan patuhi semua yang aku perintahkan." Sambung Rafa berbisik ditelinga Cinta.

1
reti
apa rafa gak tahu gitu, reyhan berkhianat.
knp seorg mafia bisa kalah sm joy ya
kshan rafa.
74 Jameela
Luar biasa
74 Jameela
ibarat film genre action misteri horor sdkit romantis dikiiiiiitttt ajja novel ini koyoke gt yaa
74 Jameela
asli sy cm sekedar bc bahkn cenderung scroll cepat krn msh blm mudheng smpai di bab ini..jln ceritae gmn..tp tetap penasaran
RahmaYesi: gak apa apa kak. Terimakasih sudah mampir 😄
total 1 replies
reti
uda dr kecil joy kejam n pembunuh
reti
ada hub saat masih kecil antara rafa n cinta.
skrg rafa berusaha melindungi cinta n membuat cinta menjadi wanita tangguh tdk cengeng dg cara menikahinya
yang aq pahami dr awal baca smpe bab ini
reti
pembunuhnya ya joy itu. uda kriminal dr kecil. biar warisan jatuh ketangan joy smua.
ini analisa aq dr awal baca smpe bab ini..
maaf kak author...😁🫶
reti
kak, disini karakter cinta itu cengeng,lemah ya.
jadi gemes aq
RahmaYesi: Halo kak, salam kenal. Selamat membaca semoga suka
total 1 replies
reti
ortu aneh. dpt menantu baik ditolak hnya krn kampungan. smntara yg pendidikan n murahan diterima
pngn tak pites aja mamanya rafa n febi 😀
Irene
oke ceritanya
RINA ASTUTI
waduh????
RINA ASTUTI
🤮🤮🤮🤮🤮🤮
RINA ASTUTI
lah ini para pembantu berani ngatai istri Tuannya. aneh semua ni orang orangnya Rafa
RINA ASTUTI
Cinta sama Rafa sama sama aneh. wajar sih mereka jodoh 👏🤭
RINA ASTUTI
nih si Rafa gimane yee. au dah serah lu Rafa.
RINA ASTUTI
Rafa ini rada aneh yeee
RINA ASTUTI
buset dah si Rafa ternyata...
RINA ASTUTI
suka suka, makin penasaran
RINA ASTUTI
Menarik
SicantikKinyisKinyis
Cinta ini kok kayak ngga mencerminkan seorang muslimah sih? Biasanya muslimah tuh taat pada suami, terleoas dari kenapa mereka bisa menikah. Maaf ya, aku ngehujat tokohnya, bukan authornya🙏
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!