Dirga dan Asha..
Keduanya menjalin hubungan sebagai sepasang kekasih saat duduk di bangku sekolah, Asha adalah cinta pertama Dirga begitu juga Dirga yang cinta pertama Asha.
Keduanya saling mencintai satu sama lain, bahkan mereka bermimpi untuk menikah suatu hari nanti.
Namun takdir berkata lain..
Orangtua Dirga menentang hubungan Asha dengan Dirga, meminta Asha untuk pergi dengan memberikan sejumlah uang kepada asha.
Asha pun pergi meninggalkan Dirga tanpa penjelasan yang jelas..
Lima tahun berlalu..
Asha kembali Ke Jakarta..
Asha berpikir semuanya sudah berubah, termasuk Dirga..
Namun takdir kembali mempertemukan Dirga dan Asha, bukan sepasang kekasih tapi Bos dan juga asisten pribadinya.
apakah mereka akan kembali bersatu ? atau justru sudah ada orang lain yang mengisi hidup mereka ?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon @Caramel_Machiato, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 3
" Selamat bergabung Asha " ucap Dirga dengan wajahnya yang datar
" Terimakasih Pak Dirga " jawab Asha dengan sedikit gugup
Asha meremas kencang map yang ada di tangannya
Sedangkan Dirga, saat ini ia mengepal kencang kedua tangannya
Reza menyadari situasi panas saat ini
" Ahh iyah Asha, nanti ruangan kamu ada di depan ya "
" Hmm baik Pak Reza "
" Engga usah pak, Reza aja biar lebih akrab "
" Hmm, baik Reza "
Dirga duduk di kursinya dan menatap Reza dan Asha
" Reza "
" Ya bos "
" Keluar, saya mau bicara empat mata dengan sekretaris saya "
" Ohh oke siap laksanakan "
Segera Reza keluar dari ruangan Dirga
Kini hanya tersisa Dirga dan Asha yang berada diruangan itu
" Duduk " tegas Dirga
" Baik Pak "
Asha pun duduk di kursi yang bersebrangan dengan Dirga, ia tak berani menatap pria yang ada di hadapannya saat ini hingga ia pun terus menundukkan kepalanya
" Baca dan tandatangan "
Dirga memberikan sebuah map berisi isi perjanjian kerja didalamnya
Asha mulai membaca satu persatu isi perjanjian itu dengan teliti, hingga ia pun mulai merasa ada yang aneh dengan isi perjanjian itu
" Tunggu ini nggak salah "
" Saya di larang memiliki pacar selama bekerja disini ? Alasannya apa ya Pak, karena ini masalah pribadi saya "
Dirga enggan menjawab, hingga Asha kembali melempar pertanyaan
" Saya harus tinggal satu rumah sama Pak Dirga ? alasannya apa pak ? "
Dirga masih enggan menjawab
Hingga Asha pun semakin dibuat terkejut dengan isi perjanjian itu
" dua milyar? Kalau saya melanggar ataupun saya keluar saya harus bayar dua milyar ? Yang bener aja dong pak Dirga "
Dirga menghela nafasnya panjang sebelum menjawab
" Kenapa ? Kamu keberatan ?"
" Kalau kamu keberatan nggak usah kerja, kamu pikir cari kerja zaman sekarang mudah ? "
" Kamu sendiri yang melamar di perusahaan saya, dan kamu sendiri sudah setuju dengan kontrak kerja yang kamu tandatangan kan ?disana tertera kalau kamu di larang menolak apapun perintah atasan kamu "
Asha menghela nafasnya kasar
" Ya tapi perjanjian ini nggak masuk akal Pak Dirgantara "
" Saya di larang pacaran dengan bekerja apa hubungannya? "
" Karena saya mau kamu profesional, saya tidak suka kamu mencampur urusan pekerjaan dan pribadi "
" Lalu kenapa saya harus tinggal di tempat tinggal Pak Dirga ? "
" Karena saya butuh orang untuk 24 jam, simple "
Baru kali ini Asha tidak bersyukur mendapatkan pekerjaan
" Bagaimana nona Asha ? "
" Baik Pak Dirga saya setuju "
Asha pun membubuhkan tandatangan di lembaran itu
Setelah Asha selesai menandatangi, Dirga mengulurkan tangannya dan Asha membalasnya
" Mulai hari ini saya harap anda bekerja secara profesional, Nona Asha "
Mulut Asha sulit untuk berucap saat ini
Jantungnya berdegup dengan kencang
Setelah beberapa detik, Asha langsung menarik tangannya
" Kamu boleh pulang, besok kamu bisa memulai bekerja "
" Baik Pak, saya permisi "
Segera Asha pun pergi dari ruangan Dirga.
Melihat Asha yang sudah pergi, Reza pun dengan segera kembali masuk kedalam ruangan Dirga
Reza membaca kontrak perjanjian yang belum sempat Dirga simpan
Reza tertawa membaca semua isi perjanjian itu
" Isi perjanjian apa ini ? Perasaan sekretaris yang dulu nggak kayak gini "
Dirga meraih perjanjian itu dari tangan Reza
" Jujur aja deh sama gue Ga, lo masih sayang kan sama Asha "
" Nggak "
" Dirga.. Dirga, gue kenal lo udah lama banget Dirga "
" Lo ga bisa bohong sama gue "
Dirga pun pura pura sibuk dengan membuka laptopnya
" Anggap aja ini takdir tuhan Ga, mungkin Tuhan masih mau liat kalian bersama "
" Selamat bersenang-senang sahabat "
Reza keluar dari ruangan Dirga
Dirga menutup layar laptopnya, dan memegang memegang kepalanya sambil memejamkan mata
...
Disampainya Apartemen Naufal, Asha langsung merebahkan tubuhnya diatas ranjang
Asha memejamkan matanya , mengingat kejadian tujuh tahun yang lalu
" Kenapa gue harus ketemu sama lo lagi sih "
Asha meraih sesuatu dari dalam tasnya
Selembar cek tujuh tahun lalu yang masih ia simpan rapih di dalam dompetnya
" Kalau seandainya lo tau alasan yang sebenarnya.. "
" Mungkin semuanya nggak akan serumit sekarang Dirga "
Asha kemudian mengeluarkan sebuah foto yang ia simpan dengan rapih di dalam dompetnya
Foto ia dan Dirga saat menjalin hubungan dulu
Asha kembali meneteskan air matanya, ia memeluk foto itu dengan erat
.....
Malam hari Naufal baru saja pulang dari bekerja..
Ia menoleh ke kamar Asha, saat itu pintunya terbuka lebar dan ia melihat Asha yang sedang sibuk mengemas pakaiannya
" Mau kemana Sha ?"
Asha terkejut dan menoleh
" Naufal.. "
Asha menghampiri sahabatnya itu
" Gue mau ngomong sesuatu sama lo "
" Boleh "
Asha dan Naufal pun duduk di sofa bersebelahan
" Gue keterima kerja, dan besok gue udah bisa mulai kerja "
Raut wajah Naufal berubah bahagia
" Bagus dong "
" Tapi ada masalah Fal "
" Masalah apa ? "
" Dirga.. "
" Kenapa sama Dirga ?"
" Gue jadi sekretaris Dirga, Naufal "
Naufal terkejut dengan apa yang Asha katakan
" Lo serius ? "
" Sumpah, bahkan gue udah tandatangan kontrak Fal di depan dia langsung "
" Terus gimana Sha? "
" Dia minta gue tinggal dirumahnya, ya alasannya karena dia butuh gue dua puluh empat jam "
" Gue di larang punya pacar "
Naufal memasang wajah bingung
" Terus lo terima gitu aja Sha ?"
" Masalahnya gue udah tanda tangan kontrak kerja Fal, dan kalau gue batalin ataupun mengundurkan diri gue harus bayar denda 2 milyar "
Naufal tertawa kecil
" Nggak masuk akal sih, tapi mungkin ini satu-satunya cara Sha "
" Cara apa Fal ?"
" Ya buat lo jelasin ke dia soal tujuh tahun yang lalu "
" Karena sebenarnya yang jadi korban itu elo Sha "
" Selama ini lo yang terus ngerasa bersalah, padahal lo sendiri juga korban "
" Sha.. "
" Kalau emang ini kesempatan kedua yang Tuhan kasih buat lo, jelasin semuanya Sha "
Ucap Naufal sambil menggenggam tangan Asha
" Makasih Fal, makasih buat semuanya "
Asha memeluk Naufal
" Makasih udah jadi sahabat yang selalu ada buat gue "
Naufal membalas pelukan Asha sambil mencoba tersenyum
" Hmm, gue akan ada buat lo Sha kapapun lo butuh "
Selama ini Naufal selalu ada buat Asha
Naufal jadi orang pertama yang mendengar semua keluh kesah Asha
Naufal mencoba untuk tersenyum, walaupun senyum itu ia paksakan di depan Asha