NovelToon NovelToon
Wanita Yang Kubuat Janda

Wanita Yang Kubuat Janda

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Angst / Amnesia
Popularitas:1.1k
Nilai: 5
Nama Author: Aurora.playgame

Bagaimana rasanya dicintai oleh orang yang telah merenggut kebahagiaan keluarga kecilnya? Dan bagaimana jika ia juga terlanjur mencintai pria yang telah menghilangkan nyawa suaminya?
Dalam keadaan amnesia total, Raya menjalani hidupnya dalam ketidaktahuan akan siapa dirinya yang sebenarnya. Di balik kehangatan dan kemewahan hidup yang diberikan oleh pria di sisinya, tersembunyi kebohongan besar yang merenggut masa lalunya.
Ketika benih cinta mulai tumbuh di atas tanah kebohongan dan rasa bersalah, kenyataan kelam perlahan terkuak. Bisakah cinta bertahan saat fakta terungkap bahwa pria yang dipujanya adalah dalang di balik kehancuran hidupnya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aurora.playgame, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 9: Pertanyaan polos

Keheningan malam di mansion megah itu terasa makin pekat seiring jatuhnya rintik hujan yang menghantam kaca jendela ruang keluarga. Aroma teh kamomil hangat yang diseduhkan Raya masih mengepul tipis dari cangkir porselen di atas meja.

Aris memandangi uap itu sejenak, dan merasakan sedikit kehangatan yang menjalar di tengah dinginya beban mental yang menyiksa dadanya.

Raya sempat berdiri dari sofa, merapikan letak majalah desain interior yang tadi dibacanya, lalu berniat melangkah menuju tangga untuk kembali ke kamarnya di lantai dua. Namun, baru dua langkah kakinya beranjak, wanita itu mendadak menghentikan pergerakannya.

Ada sebersit rasa janggal yang hinggap di benaknya, sebuah kekosongan yang tidak hanya mencakup ingatan tentang Aris dan Cyla, melainkan seluruh silsilah hidupnya.

Sejak ia tersadar di rumah sakit, fokus utamanya tertuju pada memulihkan fisik dan menyesuaikan diri dengan status barunya sebagai kekasih Aris sekaligus mama dari Cyla.

Namun malam ini, di tengah heningnya rumah mewah yang asing ini, pertanyaan paling mendasar tentang asal-usul dirinya menyeruak ke permukaan bagaikan gelembung air yang tertahan.

Raya memutar tubuhnya perlahan. Langkah kakinya kembali mendekati sofa.

Aris, yang baru saja hendak membuka kembali laptop di pangkuannya langsung mendongak. Ia mendapati Raya berdiri hanya beberapa langkah di depannya dengan binar mata yang dipenuhi kecemasan dan keraguan yang amat dalam.

"Raya? Ada apa? Ada yang sakit lagi?" tanya Aris refleks, suaranya dipenuhi nada khawatir yang murni.

Raya menggigit bibir bawahnya dan merasa ragu. Tangannya saling bertaut di depan gaun tidurnya yang panjang lalu berkata, "Aris... ada satu hal yang dari tadi terus mengganggu pikiranku."

"Hal apa? Katakan saja," sahut Aris lembut seraya meletakkan laptopnya ke atas meja glass top di depannya, dan mengalihkan perhatian sepenuhnya kepada Raya.

Raya menarik napas panjang, dan mencoba mengumpulkan keberanian untuk menyuarakan keraguan di dalam kepalanya.

"Aris... apa aku punya orang tua?" tanya Raya lirih. Suaranya hampir tenggelam oleh deru hujan di luar. "Ayah, ibu, atau mungkin... saudara dan keluarga lainnya? Dan apakah sebelumnya aku tinggal di rumahku sendiri?"

Jgeerrr!

Bagi Aris, pertanyaan sederhana itu menghantam kesadarannya lebih dahsyat daripada dentuman petir yang bersahutan di luar sana.

Seluruh persendian di tubuh Aris seketika menegang kaku. Otot-otot di rahangnya mengeras, dan jantungnya berdegup begitu kencang hingga terasa seperti hendak melompat keluar dari rongga dadanya.

Jemari tangannya yang berada di atas paha mengepal secara refleks, mencengkeram kain celananya untuk menahan ketakutan yang mendadak melumpuhkan syarafnya.

Kebohongan besar yang ia bangun secara cermat di rumah sakit mendadak retak oleh satu pertanyaan polos dari wanita yang kehilangan ingatannya.

Aris tahu betul silsilah Raya dan Ardiansyah. Dari hasil investigasi cepat yang dilakukan tim Hendra setelah kecelakaan murni itu, Ardi dan Raya adalah pasangan muda perantau.

Orang tua Raya telah meninggal dunia beberapa tahun lalu di kampung halaman, dan Raya tak memiliki saudara kandung. Sementara Ardi adalah seorang anak tunggal yang juga telah kehilangan kedua orang tuanya.

Kehidupan mereka di kota ini begitu mandiri dan terisolasi bersama putri kecil mereka, Cyla, di sebuah rumah sewaan sederhana di pinggiran kota.

Namun, mengabaikan fakta tentang rumah sewaan sederhana itu dan menghapus jejak Ardiansyah adalah syarat mutlak agar kebohongannya tetap bernyawa.

Aris memaksakan dadanya untuk mengambil napas teratur. Dalam hitungan detik yang sangat menekan, ia melatih raut wajahnya untuk tetap menampilkan ketenangan, kehangatan, dan kelembutan manipulatif yang menjadi perisai utamanya.

Aris kemudian berdiri perlahan dari duduknya. Ia melangkah mendekati Raya, hingga memotong jarak di antara mereka namun tetap menjaga batasan yang sopan tanpa menyentuh wanita itu secara berlebihan.

"Raya..." ucap Aris dengan suara rendah, tenang, dan tertata rapi. "Sejak kita pertama kali bertemu dan saling mengenal... kamu sudah menjadi seorang yatim piatu. Kedua orang tuamu sudah berpulang jauh sebelum kamu masuk ke dalam hidupku."

Mata Raya berkaca-kaca mendengar fakta itu. Ada rasa pilu yang tiba-tiba menusuk dadanya, meski ia tak bisa mengingat wajah ayah dan ibunya. "Yatim... piatu?"

"Iya, Sayang," lanjut Aris dengan nada memprihatinkan yang dibuat sangat meyakinkan. "Kamu tidak memiliki saudara kandung di kota ini. Dan untuk rumah masa lalumu..." Aris menjeda sejenak, dan menatap lurus ke dalam manik mata Raya tanpa berkedip sedikit pun agar kebohongannya tidak runtuh. "... kamu sudah memutuskan untuk meninggalkannya dan tinggal bersamaku sejak kita mulai resmi berpacaran. Kamu merasa rumah lama itu terlalu banyak menyimpan kenangan sepi setelah orang tuamu tiada."

Raya berdiri terpaku. Kepala dan dadanya terasa berat. Ia lalu menunduk, dan menatap lantai kayu polished di bawah kakinya. Pikirannya berputar hebat, dan mencoba mencocokkan potongan informasi dari Aris dengan kekosongan di dalam ingatannya.

"Benarkah...?" bisik Raya pelan, lebih kepada dirinya sendiri daripada kepada Aris.

Aris menatap dan memperhatikan wajah Raya dengan ketegangan tingkat tinggi yang tersembunyi rapat di balik mata tajamnya. Setiap kedipan mata Raya, setiap kerutan halus di dahinya, dan setiap helaan napas wanita itu ia amati dengan cermat, seakan bersiap untuk mengantisipasi jika pertanyaan itu adalah tanda awal dari kembalinya memori masa lalu Raya.

Jika Raya mengingat rumah sederhananya, atau lebih buruk lagi, mengingat sosok Ardiansyah yang selalu menyambutnya di pintu rumah itu setiap malam.

Hening merayap di antara mereka selama beberapa detik yang terasa seperti keabadian bagi Aris.

Perlahan, kerutan di dahi Raya mengendur. Ketegangan di wajahnya berganti menjadi rasa canggung dan penyesalan yang mendalam. Ia kemudian mendongak dan menatap Aris dengan mata bening yang memancarkan rasa bersalah.

"Maaf ya... jika selama ini aku sudah merepotkanmu," lanjut Raya dengan suara bergetar pelan. "Pasti sangat melelahkan buat kamu... harus menanggung semua beban ini sendirian, mengurusku yang amnesia, dan merawat Cyla."

Bersambung...

1
YuWie
aris jg menderita..klo mental raya sdh kuat..jujur saja pak aris.. drpada broken semuanya
YuWie
masih di kota yg sama mana bisa sembunyi terus menerus pak aris..pindah gih ke luar negri
YuWie
lhaa gimn.. katanya semua sdh dijauhkan..kok malah terbaca tuh berita
YuWie
Luar biasa
YuWie
dang nikahi raya nya pak aris.
YuWie
klo ingatan raya kembali, apa jadinya pak aris
Aurora: kita cari tau jawaban di next episode-episode berikutnya...😃🤗
total 1 replies
YuWie
kebetulan ya ris..cintamu kau dptkan 😁
Aurora: Xixixi... hanya terbalut banyak boong 😅😅
total 1 replies
YuWie
pandangan pertama langsung jatuh cinta, suami nya pas is death..mmg jodohmu si raya ini pak arus..tapi sayang nya..jalannya tragis.
Aurora: yup, cinta pada pandangan pertama tak jarang terjadi 🤗
total 1 replies
YuWie
mabuk kok nyopir sendiri pak aris...
YuWie
secantik apa wanita itu aris..sehingga membuatmu falling inlove in first moment
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!