NovelToon NovelToon
Labirin Ingatan "Antara, Aku Kamu Dan Masa Lalu"

Labirin Ingatan "Antara, Aku Kamu Dan Masa Lalu"

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Idola sekolah / Bad Boy
Popularitas:650
Nilai: 5
Nama Author: YirumaNitya

Cherry adalah seorang gadis yang beruntung, ia memiliki keluarga yang hangat dan sangat menyayanginya, hidupnya seperti impian banyak gadis seusianya terlebih ia memiliki Kakak Laki laki yang selalu melindunginya Kevin, di sekolah berpacaran dengan pria paling populer sekaligus ketua OSIS Dion Prince, namun setelah kehadiran dua Pria bernama Bumi dan Langit hidupnya berubah, masa lalu yang selama ini ia cari kebenarannya perlahan mulai terungkap. Akankah Cherry berhasil mengetahui masa lalunya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon YirumaNitya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Gunung Pinus

Sepanjang perjalanan pulang Cherry tak bisa berhenti memikirkan Langit, menurutnya Pria itu sangat lucu dan menyenangkan.

"De makan Waffle ice cream dulu mau gak?" Tanya Kevin sambil memelankan laju motornya.

"Boleh" Jawab Cherry setuju.

Cherry yang sangat menyukai Ice Cream tak kuasa untuk menolak ajakan Kevin, lagi pula ia pun merasa lapar lagi.

Kedua kakak beradik ini memang sangatlah kompak jika menyangkut soal makanan.

Karena melipir dulu ke kedai Ice Cream mereka sangat terlambat pulang ke Rumah.

Sesampainya di depan rumah Pak Doni satpam keluarga mereka, bergegas membukakan pintu pagar,

Motor ninja hijau itu masuk halaman pelan pelan.

Baru saja sampai di garasi terdengar langkah seseorang.

"Kevin Nugraha, Cherry Nugraha, bagus ya pergi keluar rumah tanpa ijin." Omelan Ibu terdengar sayup sayup mulai mendekat.

Ibu terlihat bergegas menghampiri mereka, dengan daster kebangsaannya, ia kemudian bersandar di belakang mobil Mercy yang terparkir di garasi itu, Ibu memeluk badannya sendiri, air wajah Ibu tampak sangat cemas.

Cherry bergegas turun dari boncengan motor, lalu berlari kecil menghampiri Ibu seraya memeluknya "Ya Ampun ratuku, maafin ya, emangnya Kakak enggak ijin dulu ke Ibu?" Tanya Cherry sambil memasang wajah memelas.

Ibunya cemberut, lalu mencubit anak gadisnya pelan. "Kalau ijin gak mungkin Ibu panik." Ujarnya masih dengan nada mengomel.

"Biasanya kalau Kevin pergi sampe tengah malem juga Ibu gak cari cari, giliran bawa anak alay ini hebohnya minta ampun." Sanggah Kevin tak terima Omelan Ibunya.

Ibu menggeleng gelengkan kepalanya seraya mencubit Kevin di pinggangnya "Dasar anak nakal, awas sekali lagi bawa pergi adekmu tanpa ijin." Ibu mengultimatum dengan nada tegas.

Kevin mengaduh kesakitan "Aw ampun lah Bu, iya deh lain kali ijin, su er." Ia berkata sembari meringis, kemudian mengacungkan 2 jarinya.

Cherry memeluk ibunya lagi, rasanya sangat hangat dan nyaman, beberapa hari ini Ibu dan Ayah jarang dirumah karena pekerjaan, saat pulang malah mendapati anak anaknya pergi tanpa ijin. Cherry mengerti perasaan ibunya.

"Yaudah yuk pada masuk, Ayah bawa banyak oleh oleh di dalem." Ajak Ibu pada anak anaknya. Kevin dan Cherry mengangguk lalu mereka semua masuk ke dalam rumah.

Ayah sedang menunggu di ruang tengah, aneka bungkusan sudah terhampar di meja ruang tengah, aneka coklat, baju, aksesoris, juga sepatu, mata Cherry dan Kevin membelalak senang, "Asik" Seru Kevin dan Cherry bersamaan.

Ayah dan Ibu terlihat bahagia melihat anak anaknya membuka bingkisan, seperti biasa Kevin dan Cherry berebut, pemandangan yang biasa bagi Ayah dan Ibu, selesai membuka bingkisan mereka sekeluarga bercengkrama sebentar.

"Kevin Cherry, kali ini Ayah mau bicara sesuatu yang lumayan penting sama kalian." Ujar ayah disela sela obrolan.

Kevin dan Cherry mengangguk kompak, mereka memperhatikan Ayah dengan seksama.

"Bulan depan tanggal 13 kalian harus ikut ayah dan Ibu pergi ke Pesta penyambutan Cucu keluarga Wijaya, acaranya jam 7 malam, jangan buat masalah dan jangan ada alasan bentrok dengan acara lain."

"Siap ayah" kata Kevin menyanggupi.

Cherry tertegun, dia ingat beberapa bulan lalu pernah bertemu dengan Kakek Wijaya ketika sedang mengantar Ayah menandatangani kontrak, kalau tidak salah keluarga Wijaya adalah investor terbesar pada tender yang dimenangkan Ayah. Saat itu Kakek Wijaya sempat ngobrol dengan Cherry dan tampak sangat menyukainya.

Kakek Wijaya juga janji kalau kapan kapan akan mengajak Cherry makan malam di rumahnya.

"Cherry, gimana, apa ada masalah?" Tanya Ayah membuyarkan lamunan Cherry.

"Emmm aman yah, Cherry juga siap ." Jawabnya

Ayah tersenyum lega "Yaudah, kalau gitu kalian cepet istirahat dan tidur, kalau nanti butuh apa apa bilang sama Ibu, di acara pesta nanti kalian harus jaga sikap kalian, tampil yang baik, jangan dandan berlebihan." Terang Ayah lagi.

"Siap Ayah" Jawab Cherry dan Kevin kompak.

Cherry dan Kevin mengucapkan selamat tidur satu sama lainnya sebelum akhirnya masuk ke kamar masing masing untuk tidur.

* * *

Keesokan harinya Riana mengajak Cherry untuk pergi bermain, Karena kebetulan hari ini tanggal merah, Ibu mengijinkannya untuk main seharian dengan Riana.

Tepat jam 6 Pagi Riana menjemput Cherry, matahari tampak masih malu malu untuk bercahaya, Cherry pun sebenarnya masih mengantuk tapi ia tak tega untuk mengacaukan keinginan sahabatnya yang sangat ingin pergi ke Gunung Pinus, tempat yang sedang hits di kota mereka.

Saat berada di parkiran, Kevin menghampiri Cherry dan Riana.

"Pada mau kemana nih?" Tanya Kevin menyelidik.

"Dih kepo" Jawab Riana cuek.

Riana membuka pintu mobil maticnya, lalu masuk ke kursi pengemudi.

"Dadah Kakak, hari ini aku seneng seneng dulu ya sama bestieku." Kata Cherry pamer ia masuk kedalam mobil bercat putih mengkilat milik Riana.

"Hati hati, awas jangan sampe macem macem lo dek." Ancam Kevin sambil terus menatap kepergian adiknya.

 "Telepon kalau udah sampe, terus kalau ada apa apa bilang." Katanya lagi.

Cherry melambai lewat kaca mobil pada kakaknya, Kevin balas melambai.

"Yaelah kayak mau pergi kemana aja ampun deh Kakak loe Cher" Ledek Riana sesaat setelah meninggalkan gerbang rumah Cherry.

Cherry tersenyum kecut "Kayak gak tau aja, gue ramal ni ya belum aja kita nyampe ke Gunung Pinus, si Kevin pasti udah telpon in gue."

"Hahahaaaaa gue ramal nih yah, menurut gue pas kita baru sampe kaki gunung tuh ya, si Kevin udah minta loe buat PAP" Kata Riana sambil fokus menyetir.

Cherry ikut tertawa kemudian berkata "Nasib nasib jadi Rapunzel" Ujarnya mengasihani diri sendiri.

"Tapi jujur gue iri banget Cher, Kevin tuh sayang banget tau sama Lo, asal Lo tau ya padahal Kak Chika tuh cewek, mana ada khawatir khawatirnya sama gue, bahkan gue udah kayak kuman aja, gak keliatan dimatanya dia." Ujar Riana.

Perkataan Riana membuat Cherry bersyukur lagi, Kevin memang overprotektif tapi Cherry tau hal itu karena Kevin benar benar menyayanginya.

Mereka terus berkendara sambil mengobrol dan bergosip ringan sepanjang perjalanan, tak jarang mereka menyanyi sambil sedikit berteriak bersama.

Bagi Riana Cherry merupakan sahabat terbaiknya, karena Cherry lah yang selalu mau diajaknya untuk melakukan hobby hobby nya yg random dan kadang melelahkan, sebagi tuan putri kaya raya Riana bukan tipe yang suka bermewah mewahan, dia lebih suka menyatu dengan alam, Riana suka sekali dengan Pantai dan Pegunungan, tetapi rata rata anak anak seumurannya akan memilih untuk hangout ke Mall, nonton bioskop, atau ke salon.

Karena itu Riana sulit sekali berbaur dengan yang lain, hanya Cherry lah satu satunya yang paling tahan dan kuat berteman dengan Riana.

DRET DRET

Ponsel Cherry bergetar layarnya menyala dan menampilan nama Kevin.

Cherry mengangkat telepon itu tak lupa menyalakan loudspeaker agar Riana bisa mendengarkan "Halo kak".

"Sampe mana?" Tanya Kevin di sebrang telepon.

"Palingan 45 menitan lagi sampe kak." Jawab Cherry sambil menahan tawa karena Riana yang duluan menahan tawa memancingnya.

"Yaudah kalau udah sampe kasih tau." Kata Kevin lagi.

"Iya kakak bawel." Klik Cherry menutup panggilan itu.

"HAHAHA" Tawa Riana pecah ia tertawa terpingkal pingkal "Kan kan bener dugaan gue kan" Katanya masih sambil tertawa.

"Haha iya lagi, kocak banget, baru juga di omongin panjang umur kayaknya Kaka gue ini" Ujar Cherry tak kalah terpingkal.

"Cher maaf banget ya, tapi gue harus jujur deh sebelum nyampe"

"Ada apa sih?"

Riana tersenyum genit dia berkata "Sebenernya ada guess star yang bakal dateng juga ke Gunung Pinus"

"Jangan bilang Dion deh" Tebak Cherry.

"Pinter" Kata Riana singkat

"Astagaaaaa, kenapa gak bilang dari awal sih Ri, kalau ketauan Kevin gimana" Cherry mulai panik tapi iapun cukup senang .

"Tenang tenang, gunung Pinus kan jauh, gak mungkin juga kan si Kevin ngikutin kita, udah lo percaya sama gue, semua bakal aman" Kata Riana mencoba menenangkan Cherry.

"Iya juga sih, kakak gue gak akan segak ada kerjaan itu kalau sampe ngikutin kita."

Riana bersorak senang "Yeeeee akhirnya besti ku bisa ngedate juga sama pangerannya."

Cherry tersipu malu "Ih apaan geli banget dengernya"

"Tapi seneng kan?" Goda Riana.

"Dikit" Ucap Cherry sembari menutup mukanya menahan perasaan salah tingkah.

Setibanya di Gunung Pinus, Riana memarkirkan mobilnya di parkiran luas yang tersedia, mereka perlu untuk mendaki sedikit agar bisa sampai ke destinasi tujuan mereka.

Setelah 15 menit mendaki Hamparan luas pepohonan hijau terbentang dihadapan mereka, tampaknya mereka sudah hampir sampai ke area Camp perkemahan gunung Pinus yang kabarnya menyuguhkan banyak spot foto exotic juga indah.

Akhirnya mereka sampai ke tujuan, Riana bertepuk tangan gembira, dan juga melonjak kegirangan, wajahnya puas sekali melihat pemandangan di sekitarnya.

"Gila keren banget Cher" Ujarnya senang.

Cherry melihat sekeliling, iapun merasa sangat puas dengan pemandangan Champ Gunung Pinus ini, pantas saja tempat ini menjadi sangat viral.

Suasananya tenang, udaranya segar, dipenuhi dengan pohon Pinus yang menjulang tinggi, menciptakan suasana sejuk dan teduh.

Daun-daun pinus yang lebat dan aroma khasnya menyelimuti udara, memberikan sensasi yang menyegarkan dan menenangkan.

Selain itu disana juga terdapat banyak fasilitas seperti track bersepeda, spot selfie, outbound, penginapan, juga Cafe.

Mereka berselfie ria, dan saling foto sampai puas, deretan pohon Pinus menjadi beground foto mereka seharian ini.

"Ri liat deh ada ayunan lagi tuh disana kesana yuk" Ajak Cherry.

"Lo aja deh Cher, kan tadi udah ayunan, gue mau ke tempat Flying Fox tuh kayaknya seru deh, nanti ketemu lagi disini ya." Riana tahu betul kalau Cherry takut ketinggian, makanya ia tak mengajaknya untuk bermain Flying fox.

"Okey deh, take care ya main Flying foxnya."

"Okey" Kata Riana seraya berlalu.

Cherry duduk di atas ayunan, ayunan itu digantung diatas pohon yang sangat tinggi hingga tali ayunannya menjadi sangat panjang, dihiasi ornamen bunga kering, menjadi sangat cantik.

Cherry mengayunkan tubuhnya, kedepan dan kebelakang, sembari menutup matanya,

ia bisa merasakan kenangan masa lalunya walaupun pudar.

Saat itu Cherry merasa berada disebuah taman, sedang bercanda ria dengan orang orang tersayang nya, ada Mama, Papa, juga Kakak, namun entah mengapa Wajah wajah itu tertutup kabut tebal, Cherry tak bisa mengingat wajah wajah mereka, hanya suara dan percakapan dalam kenangan itu yang bisa diingatnya.

Air mata mulai menetes di pipinya, kerinduan yang sangat dalam memenuhi dadanya, ia berhenti mengayun, ayunan itu mulai berhenti, Cherry menyeka air mata dengan jemarinya, namun tangisnya malah pecah, ia tertunduk sambil terisak.

"Mama, Papa, Kakak, Cherry kangen kalian" Gumamnya sambil masih terisak.

Tak berselang lama ia merasakan cahaya di hadapannya meredup, seperti ada sesuatu yg menghalangi. Cherry mendongak dan mendapati seorang lelaki berdiri di hadapannya kemudian lelaki itu menunduk dan mengusap air mata Cherry dengan sapu tangan biru muda miliknya.

Cherry membeku ia mengenalnya, Cherry mengambil sapu tangan dari pria itu lalu berusaha mengusap air matanya sendiri.

Pria itu beranjak kemudian duduk di Ayunan sebelah Cherry, ia tak berkata apapun hanya diam, menemani Cherry yang masih terisak.

"Sial banget di tempat seindah ini malah liat cewek nangis." Ujar lelaki itu.

Cherry menatapnya dengan mata sembab, kemudian menunduk lagi, ia masih diam saja karena memang belum sanggup untuk berkata kata.

"Sial banget sapu tangan yg wangi itu harus di pake lap ingus." Ujar lelaki itu lagi.

Cherry masih terdiam namun kali ini ia perasaannya mulai tenang.

"Sial banget harusnya seneng seneng malah jadi patung nemenin cewek cantik nangis" Lelaki itu berkata lagi namun kali ini dia memasang senyum nakal.

Mendengar dan melihat senyum itu Cherry jadi ikut tersenyum bahkan ia hampir tertawa, ia memukul pria itu pelan "Ih Langit berisik tau"

Langit merasa lega melihat Cherry sudah bisa berbicara, ia tersenyum tipis kemudian berdiri dihadapan Cherry. Merogoh sesuatu dari kantongnya.

"Nih makan coklat dulu" Ia membuka bungkusan coklat berbentuk bulat itu lalu meletakannya di hadapan bibir Cherry "Aaaaaa" katanya.

Dengan refleks Cherry membuka mulutnya lalu melahap coklat itu.

"Emmm makasih ya Lang" ucapnya sambil mengunyah coklat. Perasaannya seketika membaik.

"Abang gue selalu kasih gue coklat, tiap kali gue sedih, katanya nanti coklatnya bisa makan sedihnya, dia selalu bilang manusia pasti pernah dan bakal sedih kalau udah gak sedih lagi berarti udah bukan manusia." Langit bercerita.

Cherry tersenyum dengan mata sembabnya entah mengapa perkataan dari Langit sangat melegakan hatinya.

Melihat senyuman itu Langit tak kuasa menahan perasaan gemasnya, ia mencubit pipi Cherry "Nah gitu dong senyum, akhirnya gue gak sial lagi" godanya.

Cherry mengangguk pelan "Sekali lagi makasih ya lo udah hibur gue Langit."

"Iya, gausah sungkan, Lo kan calon pacar gue" Langit berkata dengan santainya.

Jantung Cherry seakan tak berdetak dengan normal, berdetak lebih cepat dari biasanya, anehnya ia merasa tak risih dengan gombalan gombalan Langit, sekarang ia malah merasa menyukainya.

"Gak bisa gini terus, lama lama bisa bisa gue jatuh cinta sama cowok narsis ini" Batin Cherry menepis segala perasaan di hatinya.

Tiba tiba dengan tanpa pertanda sebuah suara terdengar sayup sayup mulai mendekat "Siapa yang calon pacar siapa?" Dion mendekat menghampiri mereka. Wajah indo bulenya terlihat berkerut dan masam.

"Gue pacarnya, enteng banget lo bilang Lo calon pacarnya" ujarnya terlihat kesal, tatapan matanya tajam seperti harimau yang terganggu tidurnya.

Langit tersenyum sinis, pembawaannya tetap tenang tidak terlihat terprovokasi.

"Baru pacar masih bisa ditikung, kecuali udah jadi suami baru gue tau diri." Ucap pria tengil itu dengan sangat santai, gayanya memang petantang petenteng khas Bad Boy yang terlihat tak akan takut dengan apapun.

Meskipun tidak berwajah bule tapi aura dan kharisma Langit sama sekali tak kalah 1 persen pun dibandingkan dengan Dion.

Dion mengdengus kesal "Jauhin pacar gue, cowok kayak lo GK pantes deket deket dia" Ujar Pria blasteran itu lagi.

Langit tetap tenang ia memandangi Dion dari atas sampai bawah "Loe udah merasa paling segalanya di banding gue hah?" Lelaki tengil itu berbicara dengan nada suara yg masih datar dan santai.

"Maksud Lo apa?" Tanya Dion tersulut emosi. Perasaan cemburu menyelimuti akal sehatnya saat itu.

Jari jemarinya mulai mengepal, menahan emosi yang tak tertahankan bersiap melayangkan sebuah pukulan.

Cherry mulai gusar apalagi melihat

wajah Dion yang mulai berubah memerah "Dion, Langit berhenti kalian" Teriak Cherry melerai.

"Oh Kamu ternyata kenal dia Cherry?" Dion tak percaya dengan yang didengarnya, Cherry menyebut dengan jelas nama Pria yg saat ini ingin sekali dipukulnya itu.

Cherry mengangguk pelan ragu ragu. Dari sudut matanya ia melihat Langit tersenyum tipis.

Dion terlihat sangat marah wajahnya yang sedari tadi sudah merah kali ini menjadi merah padam, menyadari hal itu Cherry buru buru menarik Dion dari hadapan Langit. Mereka berjalan menjauh dan duduk di sebuah kursi dari batang kayu yang sudah di ukir indah.

"Di, kamu tenang dulu aku sama dia gk ada apa apa kok, jangan salah paham." Ujar Cherry menenangkan pacarnya.

"Kenapa kamu bisa kenal dia?" Tanya Dion meminta penjelasan.

Cherry menghela nafas, jujur ia tak menyangka hal seperti ini akan terjadi di hari ia ingin bersantai.

"Langit tuh adiknya Kak Bumi, dan Kak Bumi itu temen Deket Kavin, udah segitu aja yang aku bisa jelasin." Kata Cherry tanpa bertele tele.

Dion berusaha mencerna kata kata Cherry, hingga mulai sedikit paham.

"Kamu bener gak ada hubungan khusus sama dia kan?" Tanya Dion lagi, hatinya sama sekali belum lega.

"Ya gak ada lah Di, kamu fikir aku cewek apaan" Kata Cherry datar, dititik ini entah mengapa Cherry merasa Dion benar benar egois dan tak masuk akal.

Padahal dia yang suka seenaknya meladeni cewek cewek disekelilingnya, kali ini hanya melihat hal sepele seperti kejadian tadi ia sampe terpantik emosi dan hampir saja bertengkar dengan Langit.

Cherry menahan perasaannya ia tak ingin Dion salah paham, entah mengapa ia merasa tak rela jikalau Langit harus disalah pahami.

"Udah ya Di, mending kita makan yuk aku laper nih" Ujar Cherry mencairkan suasana.

"Yaudah yuk kita makan, kamu mau makan apa hari ini aku traktir sepuasnya." Kata Dion melembut.

Cherry merasa lega, ia merasa tensi Dion sudah normal kembali, dari sudut matanya ia melihat Langit yang dari jauh masih memperhatikannya.

Karena tak ingin Dion salah paham lagi, Cherry mengabaikan Langit lalu masuk ke dalam Cafe dengan Dion.

1
Yanti Mulyaningsih
Cantika gemoy😍
Yanti Mulyaningsih
Nah nah ketauan sama kakak posesif🤭
Yurmanitya Fadilah
Aamin
Yurmanitya Fadilah
Wkkkk akhirnya dia ngalah 🤣
☠️🩸Deni Komarulloh🩸☠️
Aamiin... Moga ketemu sama laki-laki yang nggak punya riwayat katalog kayak Dion ya Cherr... 😍
Yurmanitya Fadilah: Aamin
total 1 replies
☠️🩸Deni Komarulloh🩸☠️
Kebayang Cherry nyobain air laut, Wkwkwkwk... 🤣
☠️🩸Deni Komarulloh🩸☠️
Ehem!! Aroma-aroma buaya darat tercium... Wkwkwk...
Yurmanitya Fadilah: Iya gombal teruuuus
total 1 replies
☠️🩸Deni Komarulloh🩸☠️
Laaah... Lu aja punya katalog selingkuhan 12 orang, Dion!!! VANGKEEE... 🗿🗿🗿
Yurmanitya Fadilah: Vangkeee syekaliiii
total 1 replies
☠️🩸Deni Komarulloh🩸☠️
Wkwkwk... Kalo saya jadi Cherry, bakalan nyahutin: "Ya elah Bang, ngalah napa sama cewek!" 🤭
☠️🩸Deni Komarulloh🩸☠️
Semangat terus Kak nulisnya... 💪💪💪
Yurmanitya Fadilah: Thanks kak supportnya 😍
total 1 replies
☠️🩸Deni Komarulloh🩸☠️
Oooh... Lagi dicomblangin ceritanya... 🤭
Yurmanitya Fadilah: Hahaha iya kak 😃🤣
total 1 replies
☠️🩸Deni Komarulloh🩸☠️
Waduuuh... Setahun 12 kali diselingkuhin?
Itu tiap satu bulan, gonta-ganti terus dong?!

Ya Salaam... 🗿🗿🗿
Yurmanitya Fadilah: Iya kaka privilege orang ganteng 😃🫢
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!