NovelToon NovelToon
Setelah Diselingkuhi, Aku Dinikahi CEO Misterius

Setelah Diselingkuhi, Aku Dinikahi CEO Misterius

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / CEO / Nikah Kontrak
Popularitas:5.6k
Nilai: 5
Nama Author: Aren Vely

Alya Pramesti kehilangan segalanya dalam satu hari karier sebagai dokter yang dibangunnya bertahun-tahun hancur karena fitnah, dan tunangannya sendiri memilih berpaling ke pelukan wanita lain di depan matanya.

Di titik paling rendah dalam hidupnya, dia justru bertemu Raka Wirawan CEO dingin dan misterius yang menawarkan kesepakatan tak masuk akal: menjadi istri kontrak selama satu tahun. Bukan karena cinta, tapi demi memenuhi permintaan terakhir sang nenek yang sekarat.

Alya menerima, tanpa ekspektasi apa pun selain bertahan hidup dan membuktikan diri.

Namun semua berubah saat sebuah malam krisis memaksa Alya mengambil alih sebagai dokter menyelamatkan nyawa nenek Raka saat semua orang panik. Untuk pertama kalinya, pria yang selalu terlihat tanpa emosi itu melihat Alya bukan sekadar "istri di atas kertas", melainkan seseorang yang nilainya jauh lebih besar dari yang pernah disadari siapa pun termasuk orang-orang yang dulu membuang

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aren Vely, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Serangan Balik

Kekalahan telak di gala amal malam itu membuat Vania semakin gelap mata. Ancaman halus Raka tentang audit ulang kasus pemecatan Alya terus menghantuinya jika sampai kebenaran soal manipulasi rekam medis itu terbongkar, bukan hanya reputasinya yang hancur, tapi juga izin praktiknya sebagai dokter bisa dicabut sepenuhnya.

Dia butuh langkah untuk memastikan Alya tidak akan pernah bisa kembali ke dunia kedokteran, sekaligus menjatuhkan reputasinya di mata keluarga Wirawan sebelum audit itu benar-benar terjadi.

Kesempatan itu datang dari arah yang tidak terduga seorang wartawan gosip yang selama ini menjadi kenalan Vania, selalu mencari bahan berita sensasional seputar keluarga konglomerat kota. Vania menghubunginya, menyusun cerita yang diramu sedemikian rupa: bahwa pernikahan Raka dan Alya hanyalah pernikahan kontrak, direncanakan semata demi memenuhi permintaan nenek Raka yang sekarat, dan bahwa Alya sebenarnya adalah dokter bermasalah yang memanfaatkan situasi darurat kesehatan Oma Ratna untuk mendapatkan kepercayaan keluarga Wirawan.

Artikel itu terbit keesokan paginya dengan judul provokatif: Pernikahan Kontrak CEO Wirawan Group Dokter Bermasalah di Balik Kisah Cinta Palsu?"

Berita itu menyebar cepat bagai api, dibagikan ribuan kali dalam hitungan jam, memicu gelombang komentar negatif dari publik yang sebelumnya justru bersimpati pada kisah cinta mendadak mereka. Beberapa media besar bahkan mulai menghubungi kantor Wirawan Group untuk konfirmasi resmi.

Alya membaca artikel itu dengan tangan gemetar di ruang makan, sarapan paginya terlupakan begitu saja. Setiap kata dalam artikel itu terasa seperti tamparan bukan hanya karena tuduhan itu menyerang dirinya, tapi karena sebagian dari apa yang ditulis memang benar: pernikahannya dengan Raka memang berawal dari kontrak, bukan cinta sungguhan.

"Ini semua salahku," gumam Alya pelan, menatap Raka yang baru saja masuk ke ruang makan dengan wajah tegang, ponselnya terus berdering tanpa henti sejak subuh. "Kalau aku tidak pernah menerima tawaranmu, kau tidak akan menghadapi masalah seperti ini."

"Jangan bicara seperti itu," potong Raka tegas, duduk di seberangnya, mengesampingkan ponselnya sejenak untuk menatap Alya lurus-lurus. "Ini bukan salahmu. Seseorang sengaja membocorkan informasi ini, dan aku tahu persis siapa yang cukup punya motif untuk melakukannya."

Dugaan Raka segera terkonfirmasi siang itu, ketika tim hukum Wirawan Group berhasil melacak sumber kebocoran informasi hingga ke nomor telepon yang terdaftar atas nama seorang asisten di rumah sakit tempat Vania bekerja jejak digital yang cukup jelas mengarah pada keterlibatan Vania dalam penyebaran cerita itu ke media.

Sore harinya, sebuah rapat darurat digelar di ruang kerja Raka. Oma Ratna, meski masih dalam masa pemulihan, bersikeras hadir, duduk di kursi roda yang didorong oleh salah satu perawat pribadinya.

"Aku sudah dengar semuanya," kata Oma Ratna, suaranya tegas meski terdengar sedikit lemah. "Dan aku ingin mengatakan sesuatu di depan kalian berdua." Dia menatap Alya dengan mata yang penuh kasih sayang. "Aku tidak peduli bagaimana pernikahan kalian dimulai. Yang aku tahu, Nak, kau menyelamatkan nyawaku malam itu tanpa berpikir dua kali, tanpa peduli status atau bayaran. Itu bukan tindakan seseorang yang hanya mengejar kontrak."

Air mata mulai menggenang di sudut mata Alya mendengar kata-kata itu.

"Aku ingin memberikan pernyataan resmi," lanjut Oma Ratna, menatap Raka. "Sebagai kepala keluarga Wirawan, aku akan mendukung penuh Alya di depan publik. Dan aku ingin komite etik rumah sakit lamanya benar-benar diaudit ulang. Kebenaran harus ditegakkan."

Raka mengangguk mantap, lalu menatap Alya. "Aku sudah menghubungi pengacara kita. Selain audit ulang kasus pemecatanmu, kita juga akan mengajukan somasi resmi ke media yang menerbitkan artikel fitnah itu, dan menyelidiki lebih jauh keterlibatan dr. Vania Kusuma dalam penyebaran informasi rahasia ini."

Malam harinya, setelah rapat darurat itu selesai dan rumah kembali sunyi, Alya duduk sendirian di balkon kamarnya, menatap lampu-lampu kota yang berkelip di kejauhan. Raka menyusul tak lama kemudian, membawa dua cangkir teh hangat, duduk di kursi kosong di sampingnya tanpa banyak kata.

"Terima kasih," kata Alya akhirnya, memecah keheningan, "sudah percaya padaku, bahkan sebelum ada bukti apa pun."

"Aku tidak butuh bukti," jawab Raka, menatap lurus ke arah cakrawala kota. "Aku sudah melihat sendiri siapa dirimu sebenarnya, malam itu, saat kau menyelamatkan Oma tanpa berpikir dua kali soal risiko bagi dirimu sendiri. Itu sudah lebih dari cukup untukku."

Alya menoleh menatapnya, dan untuk pertama kalinya, dia tidak menahan diri untuk tersenyum tulus ke arah pria yang awalnya hanya dia anggap sebagai rekan kontrak. "Kenapa kau begitu baik padaku, Raka? Ini bukan bagian dari kesepakatan kita."

Raka terdiam sejenak, matanya menatap dalam ke arah Alya, seolah sedang menimbang apakah ini saatnya yang tepat untuk mengatakan sesuatu yang sudah lama dia sembunyikan.

"Mungkin," katanya pelan, suaranya lebih lembut dari biasanya, "karena kesepakatan ini sudah tidak terasa seperti kesepakatan lagi bagiku."

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!