Zaman baru di mulai setelah perang langit besar berakhir. Memusnahkan dua ras terkuat di tiga dunia , darah para dewa dan iblis mengotori dunia manusia. Di tengah tengah badai petir merah dan hujan darah , suara Isak tangis anak kecil pecah di antara puing puing patung dewa yang kepalanya telah patah. Ia bernama Shen Yan , membawa kekuatan kuno mata dewa yang berbahaya. Desas desus mengatakan "Jika mata dewa terbangun sepenuhnya maka dunia akan di lahirkan kembali atau membawa dunia dalam kehancuran".
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon elz., isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 9 : Terobosan Cepat
Bab 9 : Terobosan Cepat
_______
"Kau sepertinya mendapatkan murid yang berbakat , Tetua Ming!" ucap Tetua Chang Sheng.
Ming Yue melirik sekilas ke arah Shen Yan yang sedang membawa satu pot teh hijau ke arahnya. Meskipun dengan penutup mata , Shen Yan membuat terkesan Tetua Chang Sheng ketika melihat cara Shen Yan berjalan dengan sangat lancar.
"Dia anak baru , Tetua Chang! Bakatnya juga biasa saja! Sebaliknya , selamat karena Tetua Chang mendapatkan berkah langit tahun ini! Berkah bakat bawaan tingkat suci itu sangat langka!" ucap Tetua Ming Yue.
Merasa dirinya sedang di perhatikan , tingkah laku Gu Xiyao semakin menjadi jadi. Ia menggoyangkan kepalanya dengan senyum bahagia dan kedua tangannya di silangkan di depan dadanya mengharapkan pujian selanjutnya.
"Huhh!"
Gu Xiyao mendengus dingin saat dirinya sedang pamer tak sengaja matanya menatap Shen Yan. Ia langsung memalingkan wajahnya ke atas dengan gaya sombong yang imut.
Melihat kelakuan anak anak didiknya , dua Tetua itu hanya menggelengkan kepala mereka. Setelah pertemuan singkat itu , akhirnya mereka mengajak anak anak didiknya ke lokasi Air Terjun Penempa Hati. Semua murid berjalan mengikuti para Tetua hingga mereka tiba di sebuah air terjun yang sangat lebar dengan ruangan seperti goa goa kecil di dalamnya.
"Kalian semua , masuk dan rasakan energi spiritual dengan baik! Kosongkan hati dan pikiran kalian!"
Semua murid baru termasuk Gu Xiyao melompat ke dalam Air Terjun Penempa Hati bersamaan , sebanyak 29 murid baru semuanya menempa jiwanya di sini. Puncak Meditasi memang sering mendapat kunjungan dari berbagai Puncak lainnya karena memiliki sumber pelatihan jiwa yang sangat efektif , yaitu Air Terjun Penempa Hati.
Setelah dua jam lamanya menunggu , sebanyak 16 murid keluar dengan tergesa gesa. Setengah jam kemudian 10 anak menyusul keluar dengan nafas yang tersengal sengal. Gu Xiyao masih bertahan namun setelah tepat 3 jam mereka bertiga akhirnya keluar dengan susah payah , bahkan ada satu murid yang tak sadarkan diri setelah keluar karena tekanan mentalnya terlalu besar.
"Bagaimana guru? Aku yang terakhir keluar!" ucap Gu Xiyao dengan senyum bangganya.
"Bagus , kau hebat Gu Xiyao! Kau yang terbaik diantara mereka!" jawab Tetua Chang Sheng.
Gu Xiyao berjalan ke arah Shen Yan lalu memamerkan hasil kerja kerasnya di dalam tirai air dengan bangga , ia tak tahu bahwa Shen Yan sebelumnya telah memecahkan rekor 4 jam lebih bertahan di dalam tirai air tanpa tertekan sedikitpun.
"Ya kau cukup hebat , dasar gadis cerewet doyan pamer!" ucap Shen Yan.
Ekspresi Gu Xiyao langsung berubah , memasang muka mendung seperti akan badai petir.
"Kauu!! Guru! Anak tak berguna ini meledekku , Guru!" teriak Gu Xiyao mengadu kepada Tetua Chang.
Ming Yue dan Tetua Chang Sheng tersenyum melihat pertengkaran mereka berdua , tiba tiba dari belakang tubuh Gu Xiyao , suara laki laki terdengar di telinga semua orang.
"Anak tak berguna itu mampu bertahan 4 jam tanpa lelah sedikitpun di bawah tekanan tirai air!"
Itu adalah suara Cheng Yuan yang membela Shen Yan di depan semua orang. Tetua Chang Sheng yang mendengarnya pun memastikan kebenaran ucapan pemuda itu kepada Ming Yue.
"Benarkah ucapannya? Anak itu bertahan 4 jam di dalam tirai air?" tanya Tetua Chang Sheng.
Ming Yue hanya tersenyum tipis dan mengangguk pelan. Itu membuat semua orang yang hadir di lokasi itu tak percaya , bagaimana mungkin anak dengan bakat bawaan tingkat bumi ini mampu melampaui warisan jenius dari keluarga kaya raya Gu.
"Itu hanya kebetulan saja!" ujar Shen Yan.
Ia melangkah pergi sebelum menjadi pusat perhatian semua orang. Sedangkan Gu Xiyao diam mematung setelah tahu bahwa anak lelaki yang ia tertawakan ternyata lebih hebat dari dirinya.
"Itu pasti tak mungkin! Tak mungkin!" gumam Gu Xiyao pelan.
Gu Xiyao sendiri saat ini berada di pemurnian Qi lapisan keenam , itu karena dukungan kuat kelurganya yang kaya raya. Keluarga Gu merupakan keluarga alkemis di benua ini , leluhur mereka merupakan alkemis tingkat 9 yang legendaris. Setelah pelatihan itu selesai , mereka semua akhirnya kembali ke Puncak Alkimia dengan cepat.
"Adik Yan , kenapa kau selalu diam saat mereka merendahkan mu? Padahal kau lebih kuat dari mereka semua!" Cheng Yuan penasaran.
"Itu sama sekali tidak berguna , Kak!" jawab Shen Yan.
______
Hari hari berlalu dengan damai di Puncak Meditasi , latihan demi latihan di jalani bersama sama. Berkat dukungan sumber daya yang melimpah , pertumbuhan kultivasi para murid ini pun semakin cepat.
"Akhirnya! Pembangunan Fondasi lapisan pertama!"
Mata Shen Yan mengeluarkan kilat merah saat terbuka. Isi dalam kepalanya seperti Perpustakaan Istana Dewa , dengan ingatan dewa kuno nya ia mampu dengan cepat meningkatkan kultivasinya.
Ia keluar dari pelatihannya , berjalan keluar dan teringat satu hal. Ia tidak memiliki senjata satupun seperti anak lainnya. Xiao lin lalu berkumpul dengan yang lainnya di arena latihan.
"Kau melakukan terobosan lagi?"
Cheng Yuan merasa heran karena pertumbuhan Shen Yan sangat mengerikan , jika orang lain membutuhkan periode waktu kultivasi yang teratur , maka Shen Yan adalah pengecualian. Ia hanya dalam waktu singkat telah menerobos ke ranah Pembangunan Fondasi.
"Aku hanya beruntung! Kak , dimana aku bisa mendapatkan senjata?" ucap Shen Yan.
"Oh , kau sudah berpikir untuk memiliki senjata mu sendiri! Biar kakak yang membujuk Guru untuk membawamu ke Puncak Harta Suci." tegas Cheng Yuan.
"Tapi sebelum itu , temani kakak berlatih!" lanjut Cheng Yuan.
Ia langsung menyerang Shen Yan dengan pukulan ke arah tubuh , Shen Yan melompat ke belakang. Gerakannya yang sangat cepat membuat Cheng Yuan semakin bersemangat.
"Bagus!" teriak Cheng Yuan.
Ia lalu melesat dengan kecepatan tinggi , berusaha menangkap tubuh Shen Yan di hadapannya. Namun dengan mudah Shen Yan menangkap balik pergelangan tangan Cheng Yuan dan melemparkannya ke belakang. Latihan di arena itu pun berlangsung hingga sore hari. Dan saat lonceng berdenting, itu adalah waktunya murid murid Puncak Meditasi berhenti berlatih dan berkumpul untuk makan malam bersama sama.
"Jadi kau sudah ingin memiliki senjata pertamamu? Memang sudah waktunya kau memiliki senjata mu sendiri! Lagi pula Pertemuan Naga Muda hanya tinggal menunggu waktu!" ujar Ming Yue.
"Pertemuan Naga Muda?" tanya Shen Yan.
"Benar , Pertemuan Naga Muda adalah turnamen antar murid Puncak. Hanya boleh di ikuti oleh murid di bawah tahap Inti Emas!"
Ming Yue lalu menjelaskan bahwa Puncaknya akan mengirimkan 2 orang perwakilan dalam pertemuan itu. Ming Yue juga menjelaskan jika Shen Yan akan mendapatkan kesempatan itu untuk menambah wawasan , karena turnamen sebelumnya murid yang lain sudah pernah mengikutinya meskipun selalu kalah dengan menyedihkan di babak awal.
"Kalian tidurlah lebih awal , aku akan mengunjungi Puncak Harta Suci meminta persetujuan mereka untuk dapat masuk ke dalam Pagoda Harta!" ujar Ming Yue sambil tersenyum kecil.
_______