*THE HEIR'S MISTAKE*
*Kesalahan Sang Pewaris*
Mereka tidak pernah ditakdirkan untuk saling mencintai.
Dia adalah pewaris keluarga terpandang. Dingin, arogan, dan punya reputasi buruk.
Pertunangan yang diatur kedua orang tuanya adalah mimpi buruknya.
Dia adalah gadis baik-baik, putri dari sahabat orang tuanya.
Sama-sama benci perjodohan ini. Sama-sama ingin bebas.
Sampai satu malam menghancurkan segalanya.
Alkohol. Amarah. Dan satu kesalahan besar.
Dia hamil. Tanpa pernikahan. Tanpa cinta.
Penuh benci dan malu, dia memilih pergi.
Menghilang selama 5 tahun. Membesarkan anak itu sendirian.
Bersumpah tidak akan pernah kembali.
Kini dia kembali. Lebih kuat. Lebih dingin.
Menggandeng tangan putra yang wajahnya mirip sekali dengan sang pewaris.
Dia tidak butuh istri.
Tapi dia akan melakukan apa saja demi anaknya...
Bahkan jika itu berarti berlutut di hadapan wanita yang bersumpah akan membencinya selamanya.
_Beberapa kesalahan tidak bisa dihapus.
Kau harus menikahinya._
---
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sept, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Delapan Belas
# Delapan Belas
Leon memalingkan wajah karena apa yang ia lihat dengan sekilas, saat itu sangat berbahaya. Dengan sedikit canggung ia pun mulai bicara.
“Apa yang terjadi?” Masih dengan wajah yang membelakangi sang istri, Leon rupanya tak berani menatap Hanum yang baru saja ia nikahi beberapa waktu lalu. Situasi dan kondisi saat ini membuat keduanya sama-sama canggung.
“Keran airnya... tiba-tiba menyembur begitu saja.” Hanum menjelaskan apa yang terjadi dengan rasa tak nyaman. Berduaan di dalam kamar mandi dengan seorang pria membuat wanita itu merasa canggung. Meskipun Leon adalah suaminya, namun tetap saja ia merasa canggung.
“Pakailah handuk! Akan ku coba periksa keran airnya,” ujar Leon sambil tetap memandang lurus ke depan.
“Jangan berbalik!” titah Hanum sembari meraih kain handuk kimono warna merah muda yang ada di dekat Leon.
Seperti sebuah patung, begitu mendengar seruan Hanum. Leon diam mematung, ia tak berani menoleh ataupun melirik. Padahal jantungnya sudah dag dig dug tak karuan.
“Sudah!” ucap Hanum sembari melilitkan kain handuk ke kepalanya. Padahal ia masih ingin berendam di air hangat, namun karena keran airnya rusak. Rencana memanjakan tubuh pun sia-sia, ia harus memutusnya di tengah jalan.
Hanum pun melangkah melewati Leon, namun karena lantai yang licin karena cipratan air keran yang bocor ia pun terpeleset.
Bukkk
Keduanya tergelincir di atas lantai yang basah, Hanum sempat menjadikan tubuh Leon sebagai pegangan. Karena tak seimbang, pria itu pun sama-sama jatuhnya.
Malu, Hanum lantar terkekeh tanpa sadar. Ini sangat konyol, begitu juga Leon. Pria itu tak bisa menyimpan senyum yang memaksa keluar dari balik bibirnya yang tipis.
“Kamu tak apa?” Leon yang pertama berdiri. Ia mengulurkan tangan kanan untuk membantu Hanum bangun.
Wanita itu pun menerima uluran tangan suami barunya, dan ketika Leon menarik tangannya. Tubuh hanum otomatis tertarik ke dalam dekapan Leon. Keduanya bisa merasakan debaran jantung yang saling berkejaran, baik Leon maupun sang istri sama-sama dikejar dentuman jantung yang memburu.
Makin canggung, Hanum pun hendak mundur. Pelan-pelan ia melangkah, ingin memberi jarak untuk mereka berdua, terlalu dekat membuatnya tak bisa mengontrol perasaannya kala itu. Semakin dekat, semakin hatinya berdebar.
Leon yang merasa Hanum akan menjauh, entah dirasuki keberanian macam apa. Nyatanya pria itu malah mengerakkan tangannya untuk merengkuh pinggang Hanum dan menempelkan ke tubuhnya. Kaget, shock dan sangat terkejut. Hanum tak menyangka Leon akan senekat itu.
“Apa yang kamu lakukan?”
Suara itu terdengar lirih di telinga Leon yang jiwanya tengah menggelora. Tak memberi jawaban pada pertanyaan yang dilontarkan Hanum. Pria itu malah menatap intens kepada Hanum.
Karena Leon terus saja menatap dirinya, dan posisi mereka yang terlalu dekat. Nyaris tak ada jarak antara mereka berdua. Hanum mencoba melonggarkan dekapan Leon.
“Maaf, aku rasa aku tak bisa menahannya lagi.” Tak bisa membendung inginnya, Leon langsung merampas bibir merah muda yang segar itu karena habis mandi.
Aroma pasta gigi yang segar bahkan bisa dirasa oleh pria tersebut, Hanum sendiri. Setelah sekian lama tak pernah mendapat belaian dari seorang pria. Saat itu ia tak menutup diri, ketika otaknya menyuruhnya menghindar. Tubuhnya malah mengkhianati, Hanum menyambut Leon dengan perasaan yang hangat.
Ia membiarkan tubuhnya mengambil alih pikiran dan akal sehatnya. Sementara itu, Leon juga tak menyangka bahwa Hanum tak menolak dirinya. Setelah melepaskan tautan bibir mereka, Leon memberi jeda sesaat. Menatap kembali ke dalam mata Hanum, seolah meminta ijin untuk memiliki wanita itu sepenuhnya.
Leon menurunkan sedikit wajahnya, agar sejajar dengan Hanum. Perlahan ia mendekatkan bibir mereka, Hanum sendiri terlihat sedikit berjinjit. Sedetik kemudian, Leon mengecup bibir rasa pasta gigi itu dengan lembut. Bila sebelumnya tautan mereka begitu dalam dan panas. Kini sedikit pelan dan lembut.
Kedua insan itu melepas apa yang tertahan dalam diri mereka, saling mendamba dan saling merasai satu sama lain.
Karena kepalang tanggung, Leon pun langsung membopong tubuh mungil sang istri. Karena di kamar ada Sean yang tengah tertidur pulas. Dengan berpikir cepat, pria itu membawa tubuh Hanum ke dalam ruang ganti.
Leon mendudukkan Hanum tepat di meja etalase kaca yang terlihat kokoh itu, setelah sempat terjeda sesaat. Kini keduanya melanjutkan apa yang sempat terpotong barusan.
Bila biasanya Hanum akan menatap penuh kebencian pada pria yang merengut kesuciannya itu, kini tatapan itu telah berubah. Sikap Leon akhir-akhir ini padanya dan terutama pada Sean, sedikit banyak membuat ia merubah penilaiannya pada Leon.
Setelah akah nikah dilakukan, setelah janji suci telah diucapkan oleh Leon. Bagi Hanum, Leon mungkin boleh mendapatkan kesempatan ke dua. Semua orang pasti pernah melakukan kesalahan, dan Hanum akan memberi kesempatan ke dua untuk suaminya itu.
Seperti saat ini, hatinya terbuka dengan sendirinya. Hati yang dulu terkunci rapat nyatanya terbuka saja dengan ketulusan Leon yang ditunjukkan padanya.
Ketika keduanya saling menikmati satu sama lain, saat mata Leon tak sengaja menatap kemeja di lemari kaca yang transparan. Mendadak ia ingat kemeja yang ada di rumah Hanum.
Leon pun menarik diri, tangannya ganti memegang pundah sang istri.
“Hanum, apa dia juga melakukannya seperti ini?”
Hanum yang semula hatinya begitu hangat, langsung menatap heran. Tak mengerti maksud Leon, suaminya.
“Pria yang bajunya ada di rumahmu!” Leon mencoba mengingatkan.
“Kamu pikir aku wanita apaan!” wajah wanita itu langsung mengeras.
“Empat tahun... apa tak terjadi apa-apa?”
“Mengapa jadi membahas Mas Indra? Dia hanya orang yang sangat baik pada kami, lagian setelah kejadian malam itu. Aku saja merasa kotor dan jijik pada tubuhku sendiri. Mana berani aku mengharapkannya.”
Leon langsung tertunduk lesu, ini salahnya dan ini dosanya. “Maaf Hanum.” Dengan lirih ia mencoba meminta maaf pada pada wanita yang pernah ia sakiti tersebut.
“Tidak usah membahasnya, setelah kita menika mungkin Mas Indra tak akan sering menemui aku dan Sean.”
“Mengapa?”
“Karena aku memilih menikah denganmu, sebelumnya ia berencana membawa kami bersamanya ke luar Jawa.”
“Apa, beraninya!”
“Jangan salah paham, Mas Indra itu orangnya baik. Ia hanya ingin melindungi kami darimu.”
Leon kembali menelan ludah. Sebegitu bahayakah dirinya di mata mereka?
“Jangan sebut nama itu lagi, meskipun aku berterima kasih padanya karena sudah banyak menjaga kalian. Tapi tetap saja aku kurang suka dengannya. Dan lagi, panggil aku seperti kamu memanggilnya.”
“Ma Leon?” Hanum mengerutkan dahi.
“Lagi!”
Hanum malah menggeleng, mendengar permintaan konyol Leon membuatnya tersenyum. Sebuah senyum yang mengundang Leon.
Leon pun memeluk Hanum yang masih duduk di atas etalase kaca, ia membisikan kata pada wanita yang sudah membuka hati untuk dirinya.
Hanum yang mendengar kata rayuan dari Leon tersipu malu, apalagi tangan Leon mulai menurunkan handuk jenis kimono yang ia kenakan.
dan Leon sudah tidak di marahin lagidi usir di dorong dan tidak pakai baju ya hanya koloran saja wong kadung nesu ga ngertio ulah calon Leon Junior 👍👍🌹🌹😂😂
Su TREMOSI. hampir meledak kaya gunung Krakatau ,,, memuntahkan lahar koyo wedus gembel 😆 gregeten sama dua orang itu,,,,sudah di panghil sayang ga terima,,,di galak i mewek,,,di belani hanya pakai kolor ijo. ngopo ga pakai kaca mata riben nya Hanum Leon,,,,,biar kocak. ,
coba acak cerita bagaimana awal ketemu nya ,,,tapi lagi senang ketemu pak Su nya beruntung Lo ga di bikin amnesia. sapa sang jawara penulis 😂 baik Lo Jeng Sept
wong di buat jebur berenang lama,,
mempermain kan wanita Ahir sekarang
sedang di uji,, kasian Hanum dan Shian
sabar ya shean ,,,jadi kantor nya siapa yang pegang,,,apa di jarah
anak dan istrinya berpisah dalam keadaan tidak tau mati opa urip,,,😭😭 penuh air mata
namanya juga pELaKoR dan dia juga mau balas dendam menggunakan anak pria lain dodol kuprettt Leon,,,
Leonardo ko ga cerds si sewa dong mata mata,,,masa percaya begitu saja. dan jujur pah agar ada tempat untuk curhat jangan
malah jadi takut,,, justru malah ketauan
bobrok nya cerdas dong Leon. jangan terlbat,,,,ehhh protes sama penulis nya keles 😄😄 ngapa sama Leonardo di ke
pruk i,,😈😈
berat Leon. menjaga hati sang istri dan buah hati,,,
dengan sendirinya lebih baik jujur dan seperti tadi bilang seandainya terjadi sesuatu di masa lalu jangan tinggalkan Ak ya Hanum gitu dan jangan bawa Sean,,,
ya katakan juga mengapa baru bilang ya
karena baru tau dan yang tau justru mama Yesi ,,,
seandainya tau ternyata kebaikan Leon
saat ini ada Nido besar di masa lalu kini,,
tinggal menunggu Bom nya meledak ,,,,
beruntung Hanum tidak keluar dari kerjanya. jadi apabila kelak terjadi percekcokan karena masa lalu sang Suami sebagai pemain wanita ternyata membuahkan anak laki-laki tak berdosa,,,
berarti lebih cerdas Hanum. memang si di tolong Hendra. tetapi tidak pacaran apa
lagi menikah,,,lebih baik hanya hidup berduaan dengan putrinya,,
yang sudah sudah kalau abis bahagia biasanya di bikin sedih sengsara. mudah mudahan kali ini ga ya kasian sudah sama sama menderita 4 th dah cukuplah tinggal meraih kebahagiaan saja,,,,tapi masih ada Anak nya Zura bikin dah dig dug derrrr,,,,
menyesal karena merusak Anak gadis
wanita yang sangat di kenal,,,duh kayanya akan ada perang dunia ke empat 😂👍
semoga Leon benar' benar insyaf ,,,menjadi suami dan Ayah terbaik dan Mama Yesy. menjadi orang tua yang sangat bangga 👍🤲🤲♥️♥️