NovelToon NovelToon
Hello Panda

Hello Panda

Status: sedang berlangsung
Genre:SPYxFAMILY / Anak Genius / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:428
Nilai: 5
Nama Author: Dena Tan

Di mata dunia, mereka hanya keluarga kecil yang bahagia: Chiko si karyawan kantor yang penakut, Mila si ibu rumah tangga yang lembut, dan Lala si kecil berusia empat tahun yang konyol dan menggemaskan.


Namun, di balik pintu rumah mereka, kebenaran tersembunyi dengan rapat:


Chiko Leonhart: CEO miliarder yang sedang menyamar untuk menghancurkan musuh bisnisnya.


Mila Leonhart: Viper, ketua mafia legendaris yang menguasai dunia bawah tanah.


Lala Leonhart: Subjek eksperimen rahasia ber-IQ 210 yang menyembunyikan kejeniusannya di balik kecintaannya pada biskuit panda.


Disatukan oleh ketidaksengajaan dan takdir yang rumit, ketiganya saling menyembunyikan identitas asli demi menjaga misi masing-masing.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dena Tan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Supermarket dan "Kucing Ninja" yang Apes

Supermarket "Griya Makmur" di dekat kompleks pagi itu terbilang cukup ramai. Suara derit roda troli belanja dan alunan musik santai mengisi udara, tetapi bagi keluarga Leonhart, ini bukan sekadar belanja hari Minggu biasa.

Di lorong makanan ringan, Lala duduk manis di dalam keranjang troli yang didorong Chiko. Tangannya sibuk meraih berbagai varian biskuit panda, memasukkannya satu per satu ke dalam troli dengan binar mata bahagia.

"Papa, yang rasa keju masukkan dua! Rasa matcha masukkan tiga! Supaya Kucing Ninja tidak kehabisan kalau mau minta lagi!" seru Lala polos sambil tertawa renyah.

Chiko tertawa lembut sambil mengelus kepala putri kecilnya. "Siap, Pahlawan Panda. Mau ambil seribu boks juga boleh."

Namun, di balik kacamata tebal dan senyum ramahnya, insting agen elit Chiko bekerja seratus persen. Melalui pantulan kaca cermin cembung di sudut lorong, matanya menangkap pergerakan sesosok pria berjaket tebal dan bertopi hitam yang terus membuntuti mereka sejak dari area parkir.

‘Pria berjas kemarin... dia berganti pakaian kasual, tapi postur jalannya yang kaku tidak bisa membohongiku,’ batin Chiko dingin. ‘Dia benar-benar berniat mengawasi keluargaku.’

Di sisi lain lorong, Mila yang berpura-pura sibuk memilih bumbu dapur juga sudah menyadari keberadaan sang pengintai. Dari celah rak botol kecap, mata indahnya menyipit tajam.

‘Berani-beraninya dia membuntuti kami sampai ke supermarket,’ batin Mila seraya menyentuh ujung botol saus tiram berbahan kaca tebal di tangannya. ‘Satu lemparan presisi di leher belakang, dan dia akan pingsan tanpa menimbulkan kegaduhan.’

Sementara Papa dan Bundanya siap melancarkan aksi melumpuhkan dari dua arah, Lala—yang duduk di dalam troli—juga sudah mendeteksi keberadaan sang "Kucing Ninja" melalui sensor mikronya.

Lala melirik ke belakang. Pria bertopi itu berpura-pura membaca label kemasan mie instan di dekat lorong mereka, berjarak hanya tiga meter.

‘Aduh, paman itu kasihan sekali...’ batin Lala menggeleng-gelengkan kepala di dalam hati. ‘Kalau Bunda lempar botol kecap dan Papa lempar koin peretas, paman itu bisa masuk rumah sakit! Padahal Lala cuma bohong soal biskuit!’

Sebagai pahlawan panda yang bijaksana, Lala harus menyelamatkan paman mata-mata yang apes itu dari amukan kedua orang tuanya!

Lala tiba-tiba berdiri di dalam troli. "Bunda! Lala lupa ambil susu kotak di lorong sebelah!"

Mila menghentikan niat melemparkan botolnya, mengulas senyum manis. "O ya? Mari Bunda ambilkan, Sayang—"

"Tidak mau! Lala mau pilih sendiri sama Papa!" potong Lala cepat dengan nada menggemaskan. "Bunda tunggu di sini ya, jagain biskuit Lala!"

Sebelum Chiko sempat merespons, Lala secara diam-diam memencet tombol Pulse EMP Mikro berdaya rendah di bando pandanya yang diarahkan tepat ke arah pria bertopi itu.

BZZZZT!

Seketika itu juga, troli besi kosong di sebelah pria bertopi itu mengalami lonjakan magnetik mendadak. Troli tersebut meluncur sendiri dengan kecepatan tinggi dan...

GUBRAK!

"AAAGH!"

Troli besi itu menghantam keringat kaki sang pria bertopi dengan sangat keras! Pria itu menjerit kesakitan, refleks melompat-lompat dengan satu kaki sambil memegang kakinya yang kesemutan hebat. Dalam prosesnya, ia tersenggol tumpukan kaleng susu di dekatnya, membuat puluhan kaleng jatuh menimpanya!

KLANG! KLANG! KLANG!

"Aduh! Maaf ya Paman!" seru Lala dari atas troli dengan wajah paling polos dan tanpa dosa di dunia. "Trolinya jalan sendiri! Mungkin trolinya kaget lihat Paman!"

Para pengunjung supermarket langsung menoleh dan tertawa melihat adegan konyol itu. Pria bertopi yang mukanya memerah padam akibat malu dan kesakitan langsung mengubur niat pengintaiannya, berjalan pincang terburu-buru keluar dari supermarket.

Chiko dan Mila tertegun menatap kepergian pria itu.

Chiko membetulkan kacamatanya, menahan tawa yang hampir meledak. ‘Troli meluncur sendiri? Kebetulan yang sangat ajaib... tapi setidaknya pengintai itu sudah kabur.’

Mila mengembalikan botol saus tiram ke rak sambil terkekeh pelan. ‘Kena hantam troli dan tertimpa kaleng... menyedihkan sekali untuk seorang agen elit.’

Lala kembali duduk manis di dalam troli, menghembuskan napas lega sambil mengunyah sepotong biskuit panda yang baru dibuka.

"Nah, Kucing Ninjanya sudah pergi!" seru Lala gembira, menepuk-nepuk tangannya. "Sekarang ayo kita beli es krim tiga rasa, Papa! Bunda!"

Chiko dan Mila saling pandang, lalu tertawa bersamaan. Chiko merangkul pinggang Mila dengan hangat seraya mendorong troli menuju kasir.

"Siap, Pahlawan Panda! Es krim tiga rasa datang!" sahut Chiko riang.

Di bawah riuk pikuk supermarket pagi itu, keluarga paling unik di dunia tersebut kembali berjalan berdampingan—meninggalkan sang agen pengintai yang kapok dan menikmati momen kebersamaan mereka yang tak ternilai harganya.

Bersambung..

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!