NovelToon NovelToon
AMIRA MENANTU TERBUANG

AMIRA MENANTU TERBUANG

Status: sedang berlangsung
Genre:Selingkuh
Popularitas:4.2k
Nilai: 5
Nama Author: santi damayanti

Dua tahun menikah
berpisah setelah akad bahkan belum pernah malam pertama
amira menunggu dengan sabar
mengabdi kepada keluarga suami
tapi setelah dua tahun berpisah
kata yang pertama dari suaminya adam "Amira aku akan menikah lagi"
bagaimana kelanjutannya

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon santi damayanti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 17:Kenapa Pakai Mobilku

Seminggu berlalu begitu cepat.

Hari-hari Mirna terasa sangat berat, padahal penghuni di rumahnya sudah berkurang dua orang. Pak Diki pergi entah ke mana tanpa kabar berita, sementara Amira sudah resmi diusir. Rumah itu kini dihuni oleh Adam dan Alya.

Namun nyatanya, Alya jauh berbeda dari Amira. Dulu, Amira selalu bangun sebelum subuh. Pagi-pagi sekali nasi sudah berasap hangat, rumah bersih mengkilap, sarapan lezat telah tersaji di meja, bahkan seluruh pakaian kotor keluarga sudah dicuci bersih sebelum Amira berangkat kerja.

Tapi seminggu belakangan ini? Setiap hari Mirna harus turun tangan sendiri mengurus rumah dan memasak. Mengandalkan Sonia hanya akan berujung bencana—beberapa kali Sonia hampir membakar dapur karena kecerobohannya saat menggoreng telur.

Alya? Wanita bergelar magister itu selalu bangun siang. Ia baru keluar dari kamar hanya saat jam makan tiba. Pada akhirnya, Adam yang turun tangan membantu ibunya menyapu dan merapikan rumah. Adam memang bisa melakukan banyak pekerjaan domestik, tetapi ia sama sekali tidak bisa memasak.

Mirna merasa amat kasihan pada Adam. Sudah uang simpanannya terkuras habis untuk menutupi utang-utang keluarga, kini tenaganya pun harus ikut terperas.

"Soniaaaa! Bangunnn!" teriak Mirna seraya menggedor pintu kamar anak perempuannya itu.

"Ada apa sih, Bu?! Tiap hari marah-marah terus!" sahut Sonia seraya membuka pintu. Belek masih menghiasi sudut matanya yang sembap.

"Kamu kan sekarang kuliah pagi, kenapa belum berangkat?!"

"Astaga, Bu! Aku lupa!" Sonia buru-buru menyambar handuk lalu meleset ke kamar mandi.

Mirna kembali ke dapur, menyusun sarapan sederhana di atas meja. 'Kenapa ya sekarang aku jadi mudah lelah... Padahal waktu ada Amira, aku bisa santai dan menikmati hari,' gumamnya dalam hati.

Namun, gengsi di dadanya membantah cepat. 'Tidak! Alya tetap jauh lebih baik dari Amira! Alya seorang manajer di perusahaan multinasional, sedangkan Amira cuma tukang cuci piring yang tidak punya keluarga!'

Tak lama kemudian, Adam dan Alya keluar dari kamar. Adam tampak rapi mengenakan kemeja biru muda, sedangkan Alya mengenakan pakaian kantor yang anggun dan berwibawa. Mirna terpesona bangga melihat penampilan menantu barunya.

"Hari ini hari pertama kamu kerja ya, Dam?" tanya Mirna tersenyum lebar.

"Iya, Bu... Doakan ya, Bu, semoga lancar," ucap Adam seraya mengambil posisi duduk.

Alya duduk dengan anggun di samping Adam, mengambilkan piring dan menyendokkan nasi serta lauk pauk untuk suaminya.

"Kalian terlihat harmonis sekali," puji Mirna senang.

"Terima kasih, Bu," sahut Alya menyunggingkan senyum tipis.

Tak lama kemudian, Sonia muncul dengan rok pendek dan kemeja ketat.

Adam mengerutkan kening. "Sonia! Kamu mau ke kampus atau mau kerja jadi LC, hah?!"

"Yaelah, Mas... Anak-anak di kampus juga dandanannya begini kok!" jawab Sonia kesal. Beberapa hari ini, karena Alya tidak seloyal Amira dan enggan menyentuh pekerjaan rumah, Sonia kerap jadi sasaran kemarahan ibunya.

Mereka menyantap sarapan dalam keheningan. Tidak ada kehangatan seperti dulu. Dulu, meja makan itu selalu dihiasi canda tawa dan masakan enak buatan Amira. Sekarang, hanya ada kecanggungan.

Sonia yang selesai makan terlebih dahulu berdiri tergesa-gesa. "Bu! Kunci mobil di mana?!" teriaknya.

"Ya tidak tahu! Kamu yang taruh... Di tempat biasa kali!" sahut Mirna dengan tangan masih basah usai mencuci piring.

"Tidak ada, Bu!" seru Sonia panik.

"Mobilnya mau aku pakai," sela Adam tenang seraya melangkah bersama Alya ke luar rumah.

Sonia melotot kesal. "Mas! Aku mau berangkat kuliah ini!"

"Loh, aku dan Alya juga mau berangkat kerja, Sonia. Kamu ikut kami saja," kata Alya memotong.

"Rumah sakit dan kampusku tidak searah dengan kantor kalian! Masa aku harus memutar mengantar kalian dulu? Aku bisa terlambat!" protes Sonia.

"Ya kalau tidak searah, kamu naik taksi online saja," jawab Adam santai seraya merogoh dompet dan menyodorkan lembaran uang 50.000 rupiah.

Mata Sonia seketika berkaca-kaca. "Mas Adam!"

"Adam..." panggil Mirna dengan suara serak.

"Bu... Ini hari pertama kami bekerja," jelas Adam membela diri. "Apa kata karyawan lain kalau tahu aku seorang Asisten Manajer dan Alya seorang Manajer datang naik angkutan umum? Ibu mau membuat kami malu di hari pertama?"

"Sonia... kamu naik taksi online dulu saja ya untuk hari ini," bujuk Mirna seraya menambah lembaran 100.000 rupiah ke tangan Sonia.

"Sebel!" jerit Sonia meneteskan air mata.

Adam dan Alya tidak peduli. Mereka melenggang masuk ke dalam mobil dan melaju meninggalkan halaman rumah, mengabaikan Sonia yang berdiri menangis terisak.

"Kamu sudah pegang uang 150.000 rupiah, kenapa masih menangis?" tanya Mirna heran.

"Aku sudah janji sama teman-teman mau jalan-jalan ke Puncak hari ini, Bu!"

"Ini masih hari Senin, masa jalan-jalan sih?!" kesal Mirna.

Sonia mengusap air matanya kasar. "Bu... Ini Mas Adam cuma pakai mobil aku hari ini saja atau untuk selamanya?"

"Ya ibu tidak tahu..."

"Pokoknya Ibu harus bilang sama Mas Adam! Aku tidak mau kuliah kalau tidak bawa mobil!" rajuk Sonia manja.

Mirna menghembuskan napas jengkel. "Kamu jangan seperti anak kecil! Kamu bisa naik kendaraan umum! Lagipula, apa kamu sanggup bayar cicilan bulannya?"

"Harusnya Kak Alya dong yang bayar cicilan! Kan dia yang pakai!"

Mirna menghela napas dalam-dalam, raut wajahnya berubah keruh. "Ibu tidak tahu... Perasaan Ibu tidak enak."

"Tidak enak bagaimana, Bu?"

"Sepertinya... malah Adam yang dikendalikan penuh oleh Alya."

"Wah, ini tidak bisa dibiarkan, Bu!" seru Sonia berapi-api.

"Kamu jangan buat ulah!" tegur Mirna cepat. "Alya itu berbeda dengan Amira. Masa depan Alya jauh lebih cerah..."

"Loh, bukannya Ibu sendiri yang tadi curiga?"

"Kita tidak boleh curiga! Alya adalah masa depan Adam!" tegas Mirna, seolah memaksakan nalarnya sendiri untuk percaya.

"Ya tapi aku tetap tidak mau kuliah tanpa mobil, Bu!"

"Terserah kamulah! Kalau nasibmu mau berakhir cuma di dapur saja, silahkan berhenti kuliah!" tukas Mirna berlalu kembali ke dapur.

Dengan perasaan menggelegak penuh amarah, Sonia melangkah keluar rumah. Ia memutuskan untuk membolos kuliah hari ini. Menurutnya, datang ke kampus tanpa membawa mobil hanya akan membuatnya menanggung malu di depan teman-temannya.

Sonia berjalan tanpa arah menyusuri trotoar jalan raya. Hingga akhirnya, langkah kakinya terhenti di depan sebuah kedai baru yang berdesain minimalis, modern, dan sangat unik. Kerumunan orang tampak mengantre panjang di depan kedai yang memancarkan aroma masakan sangat menggiurkan itu.

Penasaran, Sonia melangkah mendekat. Matanya membelalak kaget saat melihat sosok wanita yang berdiri anggun di balik meja kasir kedai tersebut.

'Waduh... Makin bagus saja bajunya! Dia pasti pakai uang tabungan Mas Adam nih buat buka usaha! Dasar pembohong besar!' batin Sonia penuh prasangka.

Dengan wajah memerah menahan dengki, Sonia menerobos kerumunan pengunjung dan melangkah mantap menghampiri kedai milik Amira

1
sunaryati jarum
Semoga keluarga Amira
sunaryati jarum
Mulai jadi pemuas sang penguasa,Sonia
sunaryati jarum
O mau jadi wanita simpanan ,Sonia.Tapi Yamamoto tak akan pernah menyentuh Amira
@Mita🥰
wiiiih mungkin kakak nya Amira
@Mita🥰
pasti anak buah kakek Amira yang bikin unggah an Amira hilang
YuWie
anak siapakah kamu amir
sunaryati jarum
Mungkin kau putri pebisnis besar yang diculik dan ditinggalkan di panti asuhan
YuWie
rung sadar kan..malah tambah dodro..alias tambah kebangetan niat jahatnya
YuWie
benar kata pak polisi..bertele tele
Suanti
sonia tak pernah kapok klu kejadian lgi sm amira jgn mau pki jln damai jeblos kan aja ke penjara biar kapok 🤭
sunaryati jarum
Keluarga pak Diki tidak waras semua kecuali Pak Diki
@Mita🥰
ealah ..alah bukan nya sadar malah makin menjadi
@Mita🥰
🤣🤣🤣🤣🤣🤣 nah sekarang tahu kan
Suanti
sdh lah amira jeblos kan aja sonia ke penjara byk btl cerita keluarga mantan mu yg toxin 🤣🤣
Suanti
beri hukuman setimpal amira jangan mau jln damai biar kan aja di penjara biar tau rasa mantan keluarga toxin 🤭🤣
YuWie
Luar biasa
santi damayanti: terimakasih kaka
total 1 replies
YuWie
bacottt..ciatt..tendang aja al
YuWie
ngerti anak yatim piatu malah diperas.. situ waras
Suanti
jgn2 pria tua itu bpk nya amira atau kakek nya, amira 🤣🤣
Suanti
dasar keluarga toxin selalu salah kan amira 🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!