NovelToon NovelToon
SANGKAR PERNIKAHAN

SANGKAR PERNIKAHAN

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Perjodohan
Popularitas:9.8k
Nilai: 5
Nama Author: Nita.P

Ketika cinta berubah menjadi sebuah penjara.

Menikah adalah impian setiap wanita, pernikahan yang bahagia penuh keharmonisan adalah harapan. Namun, bagaimana jika cinta hanya membawanya dalam sebuah Sangkar Pernikahan?

Seruni menikahi Tuan Muda pertama dari keluarga Danuel. Tentu pernikahan dalam sebuah keuntungan bagi orang tuanya. Namun, sial ketika Seruni jatuh cinta pada sosok ramah dan hangat itu. Yang dalam sekejap mata berubah, nyatanya Tuan Muda pertama keluarga Danuel ini adalah sosok pria arogan yang dingin.

Seruni menjalani pernikahan yang bagaikan sebuah penjara. Dia harus melepas karir sebagai model yang saat itu sedang begitu naik. Lalu, semua hal yang dia lakukan harus atas persetujuan suaminya. Hingga, Seruni mulai jengah dan memberanikan diri mengajukan Perceraian. Tapi, apakah suaminya akan menyetujui Perceraian itu?

"Ceraikan aku, Mas. Pernikahan ini tidak akan bisa di lanjutkan lagi. Wanita dari masa lalumu sudah kembali sekarang"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nita.P, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Gelang Untuk Memantaumu

Seruni merasakan tempat tidur di sebelahnya bergerak, namun dia sama sekali tidak ingin berbalik dan bertanya pada seseorang yang sekarang tidur di belakangnya. Kemana dia pergi? Pertanyaan itu tidak pernah mendapatkan jawaban yang pasti dan meyakinkan. Sampai pagi menjelang, Seruni merasakan sesak dan berat di perutnya. Ketika dia terbangun, sadar jika Raifan sudah memeluknya dengan erat dari belakang.

Seruni ingin melepaskan diri, namun terhenti saat mendengar gumaman Raifan yang jelas terdengar di telinganya. "Mawar, maafkan aku" Suaranya begitu lirih, namun masih terdengar oleh Seruni. Satu kalimat yang membuat Seruni diam seribu bahasa. Jantungnya berdetak kencang, hampir tidak bisa mengendalikan perasaannya sendiri.

Bahkan, dalam tidurmu masih memikirkannya, Mas.

Seruni mulai mengerti, jika sampai kapan pun dia menjadi istri Raifan, suaminya itu tetap tidak akan pernah memberikan kesempatan untuknya. Karena perasaan dan hatinya hanya untuk Mawar, kekasih yang dulu dia tinggalkan karena harus menikahi Seruni, sebagai wanita pilihan orang tuanya.

Salahku karena menerima perjodohan ini, tanpa sempat aku cari tahu jika ternyata kamu mempunyai kekasih, Mas. Jika aku tahu, mungkin aku tidak akan langsung menerima perjodohan ini, meski aku juga tidak yakin jika orang tuaku akan mendengarkan penolakan itu.

Benar, tentang Seruni yang jatuh cinta pada Raifan sejak pertemuan mereka di masa remaja dulu. Ketika orang tua Raifan datang ke rumahnya, Seruni yang masih duduk di bangku SMU dan Raifan sudah kuliah saat itu. Hatinya tidak bisa berbohong jika dia jatuh cinta pada senyum ramah Raifan.

Namun, bodohnya Seruni tidak pernah tahu sisi Raifan yang ini. Hanya tahu tentang sikap ramah dan hangatnya. Namun ternyata, sisi arogan dan dingin itu muncul setelah mereka menikah.

Seruni perlahan berbalik, menghadap Raifan yang masih memeluknya. Menatap wajahnya yang masih terlelap. Dengan lembut Seruni mengusap kepala suaminya, sedikit menyisir rambutnya yang berantakan dengan jemari tangan, meski tidak begitu menghasilkan apa-apa.

"Maafkan aku, karena mengambil kebahagiaanmu dengan wanitamu" ucap Seruni, sangat lirih hingga hampir tidak terdengar sama sekali.

Seruni mengangkat tangan suaminya yang menindih perutnya dengan perlahan, lalu dia turun dari tempat tidur. Pergi ke balkon dan menikmati angin pagi di sana. Embun pagi masih tersisa di pagar pembatas dan kaca jendela. Masih terlalu pagi untuk bangun, bahkan langit masih cukup gelap. Belum ada tanda-tanda mentari muncul membawa sinarnya. Beberapa kali menghembuskan napas berat, untuk menjalani hari ini begitu berat. Padahal hari ini adalah pertama kalinya dia akan kembali bekerja sebagai model setelah dua tahun berlalu.

"Mungkin ini adalah saatnya aku mencari cara untuk lepas dari pernikahan ini. Karena aku yakin sampai kapan pun Mas Rai tidak akan memberikan kesempatan untuk aku bisa memiliki hatinya"

Seruni menghela napas pelan, dia kembali masuk ke dalam kamar dan tertegun saat melihat Raifan sudah bangun terduduk di tempat tidur.

"Sudah bangun, Mas. Mau kamu dulu yang mandi atau aku? Biarkan aku siapkan airnya"

"Sedang apa kau di balkon pagi buta begini? Mau kemana juga sampai harus bangun sepagi ini"

Seruni menggigit pelan bibir bawahnya, sedikit takut untuk menjawab. Hanya takut jika Raifan ternyata melupakan ucapannya kemarin, jika dia telah mengizinkan Seruni untuk kembali bekerja.

"Em, bukannya Mas Rai sudah mengizinkan aku untuk kembali beker-"

"Ya, tapi apa harus pagi buta begini?"

Seruni menggeleng pelan, sebenarnya dia bangun juga karena gumaman Raifan tadi. Sebuah mimpi yang Seruni tahu jika itu tentang Mawar, kekasih dari masa lalunya.

"Hanya karena sudah kebangun saja, jadi aku ingin sekalian siap-siap"

"Kemari!"

Suara dengan nada perintah dan lambaian tangan yang menentukan jika sudah tidak terbantahkan. Seruni berjalan ke arah tempat tidur, beranjak naik dan duduk di samping Raifan. Dalam satu gerakan, Raifan menindih tubuh Seruni dan mengukungnya. Menatap lekat mata Seruni.

"Aku membiarkanmu bekerja, bukan berarti aku akan memberikan kebebasan itu. Kau tetap berada dalam pantauanku!"

Grep.. Seruni terkejut saat Raifan memegang tangannya dan memasangkan gelang disana. Bunyi klik dari kunci gelang yang terpasang. Seruni menatap gelang yang memiliki lampu bekerlip itu dengan bingung. Kenapa suaminya memasangkan gelang ini?

"Mas ini..."

"Karena kau bisa mematikan ponselmu, maka kau tidak akan bisa melepaskan gelangmu ini. Karena kuncinya ada padaku, jadi kemana pun kau pergi, aku akan tahu"

Tidak! Ini sudah benar-benar gila, bahkan bukan hanya GPS yang terpasang di ponselnya, tapi juga sebuah gelang yang Seruni tidak akan bisa melepaskannya. Raifan benar-benar mengikatnya dalam rantai pernikahan yang tidak memungkinkan Seruni bisa lepas darinya.

"Mas, tapi ini..."

"Jika kau ingin kembali bekerja, maka ikuti aturan yang aku berikan. Jika kau tidak mau mengikuti aturanku, maka diam saja di rumah tidak perlu bekerja! Memangnya apa yang kurang dari kebutuhanmu? Aku sudah menyiapkan semuanya"

"Ini bukan tentang kebutuhan aku, Mas. Tapi, tentang apa yang sebenarnya aku butuhkan. Sekarang terserah kamu mau memantau aku seperti apapun. Biar kamu tahu saja kalau aku hanya benar-benar ingin bekerja dengan duniaku yang dulu, bukan untuk lari darimu"

Meski sebenarnya tujuan awalku memang itu, tapi sekarang aku hanya akan membuat kamu sendiri yang membiarkan aku pergi.

*

Hari pertama pergi ke studio foto milik Riko, Seruni menatap gelang yang terpasang di tangan kirinya dengan menghela napas. Sesuatu yang akan sulit dia lepas selama Raifan tidak membuka kuncinya.

"Seruni, akhirnya kau datang juga. Bagaimana? Pasti berhasil 'kan?"

Seruni tersenyum saat melihat Riko datang menghampirinya. "Iya Mas, suamiku mengizinkan tapi dengan beberapa syarat. Aku tidak bisa berfoto dengan pakaian yang terlalu terbuka dan foto bersama model pria. Apa boleh?"

"Ah tentu saja, kamu bisa bebas menerima pekerjaan sesuai dengan aturanmu sendiri. Aku hanya akan membantu kamu untuk mendapatkan beberapa produk yang bisa menjadikan kamu sebagai modelnya"

"Iya Mas, terima kasih"

Hari pertama hanya tanda tangan kontrak dengan agency ini. Seruni berharap ini adalah awal dari karirnya kembali, meski entah kenapa dalam hati seperti ragu. Seolah memang bukan ini yang sebenarnya dia inginkan.

Seruni kembali menatap gelang di tangan kirinya, bahkan jika ponselnya sengaja dimatikan, Raifan akan tetap bisa memantaunya. Semua ini karena suaminya tidak ingin Seruni lepas dari jangkauannya.

"Gelang baru ya? Dari tadi kamu terus menatap gelang itu, Run" ucap Riko sambil tersenyum.

Seruni mengerjap pelan, dia tersenyum dan menurunkan tangannya dari atas meja. "I-iya, pemberian suamiku"

"Wah, ternyata Raifan romantis juga ya sama kamu"

Seruni terdiam, awalnya dia merasa heran karena dari nada bicara Riko sudah seperti mengenal Raifan sejak lagi, tidak ada canggung saat memanggilnya seperti itu. Padahal banyak orang yang Seruni temui, dan mereka cukup segan pada Raifan.

"I-iya Mas, sebenarnya Mas Rai baik sekali. Hanya sedikit pencemburu saja"

Sial, mudah sekali bibir ini berbohong. Seolah kamu adalah perempuan yang paling dicintai Mas Rai sampai dia begitu cemburu padamu, Seruni. Haha... Ini lucu, aku terlalu pandai berbohong.

Bersambung

Makin gila kan si Rai, tapi... oh tapi... Rahasia...wkwk

1
nayla tsaqif
Kabur aja lahhh,, kaburrrrr,, 😌
Mia Camelia
ywdh sih raifan jujur aja klo cinta sama seruni🤭
dyah EkaPratiwi
pergi runi
dyah EkaPratiwi
raifan bener2 ya
dyah EkaPratiwi
🤣🤣🤣 menyesal kan sekarang
Oma Gavin
tolong segera dibongkar rahasia seruni menurut raifan itu hrs di jaga bener" penasaran
edelweis🌻
bikin seruni pergi biar gk berbelit2
Rarik Srihastuty
lanjut thor, makin penasaran nih.
dyah EkaPratiwi
tapi sekali kali gpp run bikin suamimu tantrum
dyah EkaPratiwi
jahat banget kamu raifan😭
dyah EkaPratiwi
bener2 gak waras ini raifan
dyah EkaPratiwi
gila raifa
dyah EkaPratiwi
semangat runi💪
Mia Camelia
seruni bertahan lah💪💪🤭
Hani
bagus
Rarik Srihastuty
ceritanya seru
Yani Suryani
aku yakin Raifan itu sebenarnya sudah suka sama seruni tapi masih belum sadar
Yani Suryani
jangan lupa like nya 👍
MamDeyh
Aku malah selalu menunggu update an mu lohhh kak Nitaa
Angga Gati
karepmu pie to raifan msh penasaran
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!