NovelToon NovelToon
Pernikahan Bisnis

Pernikahan Bisnis

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / Crazy Rich/Konglomerat / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:8.5k
Nilai: 5
Nama Author: Heresnanaa_

Pernikahan megapahit antara Raden Mas Arya Sena Soerjoatmodjo dan Lilianne Prameswari Djojodiningrat murni dirancang demi menyatukan kerajaan bisnis dua keluarga old money. Tanpa cinta, Arya yang dingin dan angkuh memandang ikatan ini sebatas transaksi bisnis, sementara Lilianne tumbuh sebagai putri manja yang impulsif dan gemar berfoya-foya. Tinggal di bawah satu atap justru menyulut perang dingin dan benturan ego antara tradisi serta kebebasan. Namun, saat intrik korporasi mulai mengancam dinasti mereka, Arya dan Lilianne terpaksa bersatu, perlahan meruntuhkan tembok gengsi dan membuka hati satu sama lain.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Heresnanaa_, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab. 34

***

Jamuan makan malam akbar itu akhirnya usai saat jarum jam menunjuk angka satu dini hari. Keheningan malam kembali menyelimuti mansion utama Soerjoatmodjo tatkala langkah-langkah kaki para tamu berangsur menghilang. Di dalam kamar pribadi mereka yang temaram, pendar lampu tidur bercahaya keemasan memayungi ranjang king size berbalut seprai sutra.

Arya baru saja keluar dari kamar mandi bilas, hanya mengenakan celana piyama hitam kustom dan kaus katun putih yang bersih tanpa aroma parfum apa pun. Pria jangkung itu melangkah pelan, menghampiri Lilianne yang sudah berbaring miring seraya menyangga perutnya yang membuncit halus.

Dengan gerakan teramat lembut dan cermat, Arya naik ke atas ranjang, menyusupkan tubuh tegapnya di belakang Lilianne. Tangannya yang hangat merayap posesif, menangkup pelan perut istrinya dari belakang, membiarkan dada bidangnya menjadi sandaran kokoh bagi permaisurinya.

"Capek, Sayang?" bisik Arya rendah di dekat telinga Lilianne, mengecupi bahu halus istrinya yang tertutup gaun tidur tipis. "Anak-anak kita nakal malam ini?"

Lilianne tidak langsung menjawab. Jemari lentiknya bergerak mengusap telapak tangan tegap Arya yang bertengger di perutnya. Nasihat Nyonya Eleonor tentang "lebah-lebah liar" dan daya pikat Arya yang berbahaya di luar sana mendadak terngiang amat nyaring di kepala Lilianne. Rasa cemburu khas ibu hamil yang mendadak menyeruak membuat dadanya sedikit sesak.

Lilianne memutar tubuhnya perlahan, bergerak ekstra hati-hati demi menjaga kenyamanan perutnya yang makin berisi. Kini, netra hijau jernihnya menatap lurus ke dalam netra kelam Arya yang memancarkan pendar pemujaan murni.

"Mas Arya..." panggil Lilianne lirih, suaranya mengalun halus namun sarat akan ketegangan yang tersembunyi.

Arya menaikkan satu alis tegasnya, menyunggingkan senyuman tipis yang teramat hangat. "Ya, Bunga Liliku? Ada yang terasa sakit? Mau saya pijat kaki atau punggungmu?"

Lilianne menggeleng pelan. Ia menghembuskan napas halus sebelum akhirnya memberanikan diri menyuarakan isi kepalanya. "Di luar sana... dengan posisimu sebagai Presdir Soerjoatmodjo Group yang memegang kekuasaan finansial tanpa batas... berapa banyak wanita yang mencoba mendekatimu setiap hari?"

Pertanyaan tiba-tiba itu membuat Arya terpaku sejenak. Namun, bukannya merasa terintimidasi, binar mata sang Presdir justru berkilat penuh kejutan bahagia. Arya mengerti betul bahwa keheningan istrinya selama ini diisi oleh rasa cemburu dan kekhawatiran yang teramat manis.

"Kenapa bertanya seperti itu, Lilianne?" bisik Arya lembut, jemari tegapnya merayap menyelipkan helai rambut blonde istrinya ke belakang telinga. "Apa ini ada hubungannya dengan rahasia wanita yang dibicarakan Mommy Eleonor tadi malam?"

Pipi Lilianne seketika memerah tipis, namun ia menolak menghindar. "Jawab saja, Mas Arya! Jangan mengalihkan pembicaraan."

Arya terkekeh pelan—sebuah tawa bariton yang teramat renyah dan jarang terdengar di luar kamar pribadi mereka. Pria itu menunduk, menempelkan dahinya ke dahi mulus Lilianne, menatap dalam-dalam ke manik mata permaisurinya.

"Dengarkan saya baik-baik, Lilianne Prameswari," tegas Arya dengan nada suara yang dalam, tenang, dan dipenuhi komitmen mutlak. "Di mata dunia, saya mungkin seorang Presdir yang dikejar banyak pihak. Tapi di dalam jiwa saya, sejak hari pertama pernikahan kita bahkan jauh sebelum kamu mengandung dua malaikat kecil ini seluruh hidup, hati, dan pengabdian saya sudah terkunci mati hanya untukmu."

Jantung Lilianne berdegup kencang mendengar pengakuan polos itu.

"Tidak akan pernah ada lebah liar, wanita bisnis, atau siapa pun yang sanggup menggeser posisimu," sambung Arya seraya meraih telapak tangan Lilianne dan menempelkannya tepat di dada kirinya yang berdetak konstan. "Di sini hanya ada namamu. Jika ada wanita yang berani melangkah satu jengkal saja melebihi batas profesional, saya sendiri yang akan menghancurkan karier dan akses mereka sebelum kamu sempat mengetahuinya."

Lilianne menggigit bibir bawahnya, rasa hangat dan lega yang dahsyat mendadak membuncah di dadanya, meluluhkan sisa-sisa kecemasan yang ditanamkan ibunya. "Awas saja kalau Mas Arya bohong..."

"Saya tidak pernah berani berbohong pada permaisuri saya," bisik Arya manis, membenamkan bibirnya di kening Lilianne cukup lama, lalu turun memanjakan perut membuncit istrinya dengan kecupan-kecupan penuh keharuan hingga mereka berdua tertidur lelap dalam dekapan yang tak terpisahkan.

**

Keesokan paginya...

Sinar mentari hangat membelai jendela kaca kamar utama. Lilianne terbangun lebih awal saat jam baru menunjukkan pukul enam pagi. Tubuhnya terasa jauh lebih bugar dibanding minggu-minggu sebelumnya, dan gejolak mual yang menyiksa kini berganti menjadi rasa hangat yang membuncah.

Mengingat wejangan ibunya agar tidak menelantarkan Arya serta teringat betapa tulusnya pengakuan suaminya semalam, sebuah tekad manis muncul di benak putri bangsawan tersebut.

Dengan gerakan sedikit pelan dan hati-hati karena bayi kembar di kandungannya mulai aktif bergerak, Lilianne menurunkan kakinya dari kasur. Ia menyanggah perutnya yang membuncit halus, mengenakan gaun rumah berbahan sutra yang longgar, lalu melangkah keluar kamar tanpa membangunkan Arya yang masih terlelap lelah.

Lilianne berjalan menuju dapur pribadi di sayap kamar utama. Staf dapur senior yang melihat kedatangan sang nyonya besar seketika panik dan bergegas mendekat.

" Astaga ! Ibu , kenapa kenapa turun ke dapur?" sapa pelayan senior cemas. "Butuh sesuatu? Mari kami siapkan!"

Lilianne tersenyum anggun seraya mengibaskan tangannya pelan. "Tidak perlu, Bi. Biarkan saya sendiri. Saya hanya ingin menyiapkan sarapan sederhana dan teh hangat untuk Mas Arya."

Para pelayan terpaku tak percaya, namun tak berani memprotes tatkala melihat Lilianne mulai bergerak telaten. Meskipun berdarah murni bangsawan, Lilianne memiliki keterampilan dasar yang sangat rapi. Dengan gerakan lembut dan ketelitian tinggi, ia memotong buah-buahan segar, memanggang roti gandum berbalut mentega organik, serta menyeduh teh hitam kualitas tertinggi favorit Arya dengan suhu air yang presisi.

Satu jam kemudian, Lilianne menata sarapan sederhana namun elegan itu di atas nampan kayu ukir, lalu membawanya kembali ke kamar utama secara perlahan.

Klek.

Pintu kamar terdorong pelan. Di dalam kamar, Arya yang baru saja terbangun tampak berdiri di tepi ranjang dengan kemeja kerja yang belum dikancingkan sepenuhnya. Pria jangkung itu tampak panik luar biasa tatkala mendapati sisi ranjang istrinya sudah kosong dingin.

Namun, kepanikan sang Presdir seketika membeku saat netra kelamnya menangkap sosok Lilianne yang melangkah masuk, membawa sebuah nampan sarapan dengan senyuman tipis yang teramat cantik di bibir meronanya.

"Lilianne?!" seru Arya panik, bergegas melangkah lebar mendekati istrinya dan langsung mengambil alih nampan berat itu dari jemari Lilianne. "Kenapa kamu membawa barang berat?! Di mana para pelayan?! Kenapa kamu jalan sendiri sambil menyangga perutmu begitu?!"

Lilianne menaruh tangannya di pinggang, menatap suaminya dengan tatapan gemas seraya mendudukkan diri di sofa santai. "Mas Arya, ini hanya nampan sarapan, bukan angkat besi. Dan sarapan ini... aku sendiri yang buatkan untukmu."

Arya seketika terpaku mematung di tempatnya berdiri. Pengakuan singkat itu menghantam kesadaran Presdir Soerjoatmodjo dengan kekuatan dahsyat. Matanya membelalak tak percaya, bergantian menatap sajian roti gandum hangat, cangkir teh yang berasap tipis, dan wajah anggun istrinya yang sedikit merona.

"K-kamu... membuatkan ini untuk saya?" suara bariton Arya bergetar hebat, diliputi gelombang kebahagiaan dan keheranan yang tak terhitung jumlahnya.

Lilianne melipat kakinya anggun, menyanggah perut membuncitnya dengan satu tangan. "Iya. Kenapa? Mas Arya tidak mau makan? Kalau tidak mau, ya sudah, biar aku buang saja ke tempat sampah—"

"Jangan!" pangkas Arya cepat, hampir refleks menahan lengan Lilianne sebelum permaisurinya sempat berbuat nekat.

Arya menaruh nampan itu di meja kopi dengan kehati-hatian tinggi, lalu berlutut di hadapan Lilianne. Pria tegap berjas mahal itu menatap istrinya dengan pendar mata yang begitu emosional dan puji-pujian yang membludak dari dadanya.

"Ini... ini hadiah terbaik yang pernah saya terima sepanjang hidup saya, Lilianne," bisik Arya serak, meraih kedua telapak tangan halus istrinya lalu menciuminya bertubi-tubi tanpa henti. "Permaisuriku yang anggun... masak untuk saya? Demi Tuhan, saya merasa menjadi pria paling beruntung di muka bumi ini."

Wajah Lilianne makin memerah panas oleh pujian yang berlebihan itu. "Mas Arya, stop! Jangan berlebihan! Itu cuma roti panggang dan teh biasa!"

"Bagi saya, ini lebih berharga dari saham ratusan triliun," goda Arya dengan senyuman miring yang teramat tampan, matanya berkilat jahil saat melihat reaksi salah tingkah permaisurinya. "Sepertinya saya harus membatalkan seluruh RUPS dan rapat holding hari ini."

Lilianne membelalak kaget. "Kenapa membatalkan rapat?! Mas Arya jangan aneh-aneh, ya!"

"Bagaimana bisa saya pergi bekerja ke kantor jika istri cantik saya yang sedang mengandung bayi kembar ini mendadak berubah jadi teramat manis dan perhatian?" bisik Arya rendah, memajukan tubuhnya hingga menyisakan jarak tipis, menatap bibir merona Lilianne yang mengerucut sebal. "Saya mau mengambil libur penuh hari ini. Hanya ingin di rumah, memakan sarapan buatanmu, dan memelukmu sepanjang hari."

"Mas Arya! Jangan makin melonjak, ya!" seru Lilianne sebal seraya memukul dada tegap suaminya dengan napas terengah gemas. "Kalau tahu Mas Arya bakal selicik ini dan bolos kerja, aku tidak akan mau buatkan sarapan lagi!"

Arya tidak menghindar sedikit pun. Pria itu justru tertawa lepas, merengkuh tubuh hangat Lilianne ke dalam pelukan posesifnya, membentengi wanita yang amat dicintainya itu dalam kehangatan rumah tangga mereka yang kini utuh tanpa celah.

BERSAMBUNG...

1
Mita Paramita
😍😍😍
Anonim
oke
Ariany Sudjana
betul sekali nasehat ibumu itu Lilianne, Arya itu konglomerat, banyak pelacur murahan yang mengincar, jangan sampai rumah tangga kamu hancur karena kehadiran pelacur murahan
Heresnanaa_: siapp, lili akan jadi lebih baik lagi😂😚
total 1 replies
Anonim
crazy up thor
Heresnanaa_: ❤️ hehe
total 1 replies
Mita Paramita
😍😍😍
Mita Paramita
Arya jadi suami siaga 😍😍😍
Helen@Ellen@Len'z
up byk ya 💪💪💪💪💪💪💪💪💪💪💪💪💪thor 🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏
Mita Paramita
lanjut Thor 🔥🔥🔥
Anonim
crazy up thor
falea sezi
sesuai janji q kirim bunga tuh🤭 lanjut banyakkk Thor
Heresnanaa_: wahhh, terimakasih Kaka, stay tune ya 🥹😚
total 1 replies
falea sezi
lanjut q kirim hadiah
Heresnanaa_: wahhh, maaciw kakak, stay tune ya beb🙏😚
total 1 replies
falea sezi
cantik tp otak kosong🤣 lu nyingkirin widya g mau kesaing🤣 tp lu g mau gantiin tugas dia layani laki lo🤣🤣 aneh gt ini cwek manja bisa nya apa shoping doank😒
falea sezi
nah gini🤣 aduin ke bumertua🤣 emank babu g tau diri si widya
falea sezi
harusnya di belikan buat anak yatim🤣 biar suami mu kagum 🤭
falea sezi
g suka cwek sombongnya kayak lily ini 🤣🤣 berharap dia itu lemah lembut cegil tp bukan sok jd cowok penasaran🤣
falea sezi
nyimak dlu klo bagus q krim bunga🤭
Mita Paramita
so sweet 😍😍😍
Mita Paramita
Liliane masih syok udah di unboxing paksa 😭 tinggal Arya nih yang mesti ngejar cinta Liliane
Arix Zhufa
up
Mita Paramita
akhirnya Arya unboxing Liliane 😍😍😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!