NovelToon NovelToon
Penyesalan Suami: Istriku Ternyata Seorang Konglomerat

Penyesalan Suami: Istriku Ternyata Seorang Konglomerat

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Suami / Crazy Rich/Konglomerat / CEO
Popularitas:4.6k
Nilai: 5
Nama Author: Hernn Khrnsa

Kinara rela meninggalkan status sebagai anak konglomerat demi bisa menikah dengan kekasih hatinya. Ia rela hidup susah, menemani dari nol dan berjuang bersama dengan sang suami hingga sukses. Namun nyatanya semua pengorbanan itu tidak membuat kehidupan rumah tangga Kinara baik-baik saja. Setelah 5 tahun membina rumah tangga bersama, Rashid justru tega mengkhianatinya. Kinara ditalak dan dibuang begitu saja seperti barang yang tak lagi berguna.

Tak terima dikhianati, Kinara bertekad untuk membalas semua perbuatan mantan suami dan juga selingkuhannya. Mampukah Kinara kembali ke keluarga Santoso dan membalaskan dendam sakit hatinya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hernn Khrnsa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 09 — Bertemu Kembali

“Maaf, toko sudah mau tutup,” kata Kinara berbalik memunggungi pria itu, berpura-pura sibuk. Sungguh Kinara belum sanggup untuk menemui pria itu, setidaknya untuk sekarang, saat hatinya tengah rapuh. Kinara takut tak akan bisa menahan tangisnya jika mendengar suaranya.

“Kau benar-benar tidak mau menemui kakakmu lagi, ya? Baiklah, aku akan pergi. Jaga dirimu baik-baik,” kata pria itu dengan kecewa. Ia sudah merelakan waktunya yang berharga hanya untuk bertemu dengan adik perempuan satu-satunya.

Kinara langsung berbalik. “Kak Saga! Jangan pergi!” teriaknya menghentikan langkah pria yang ia panggil Saga itu. “Maaf, aku tidak bermaksud seperti itu.”

Sagara tersenyum, berbalik kembali dan merentangkan kedua tangannya. “Aku tahu. Kemarilah!”

Kinara langsung berlari dan memeluk Sagara dengan erat. “Dari mana kakak tahu aku ada di sini?” tanyanya melepas pelukannya dan menatap pria yang tingginya melebihi dirinya itu dengan lekat.

Sagara tersenyum, mengusap kepala adiknya penuh kasih. “Shena yang memberitahuku. Kenapa kau tidak menghubungiku saat kau mendapat kesulitan?” tanyanya lagi, pelan dan lembut.

“Aku takut,” cicit Kinara lemah, penuh rasa bersalah. “Lagipula, setelah semua yang kulakukan, aku ragu kakak akan menerimaku kembali. Kalian pasti masih marah dan kecewa padaku.”

Sagara menyentil kening adiknya pelan. “Bodoh! Kami memang marah dan kecewa, tapi aku adalah kakakmu, tentu saja aku pasti akan datang jika kau memberitahuku yang sebenarnya. Aku pasti akan menemuimu dan langsung menghajar Rashid detik itu juga.”

Di antara ketiga kakak laki-lakinya, Sagara adalah yang paling mengerti dan memahaminya.

Saga menatap adiknya beberapa saat sebelum menghela napas panjang. Melihat wajah Kinara yang masih dipenuhi rasa bersalah membuat hatinya terasa sesak. Lima tahun memang telah berlalu, tetapi di matanya, Kinara tetaplah adik perempuan yang dulu selalu mengikutinya ke mana pun.

"Sudah. Jangan menangis lagi." Mengusap pipi Kinara pelan, Saga tersenyum tipis. “Ayo ikut aku, kau harus memberitahuku semuanya.”

Kinara turut mengusap pipinya. "Mau ke mana, Kak?"

"Makan malam. Kau pasti belum makan sejak siang, kan?"

Kinara mengernyit. "Bagaimana kakak tahu?"

"Wajahmu terlihat pucat. Kebiasaanmu tidak hilang sejak dulu, saat sibuk dengan pekerjaanmu, kau pasti lupa makan." Sagara kemudian melirik jam tangannya. "Dan aku yakin kau juga tidak makan dengan benar, kau sangat kurus sekarang."

Kinara hendak menolak, tetapi perutnya justru berbunyi pelan, ia menundukkan wajah dengan malu. “Kau benar, Kak.”

Sagara tertawa kecil. "Nah, kau mendengarnya sendiri. Bahkan perutmu membenarkan ucapanku." Ia meraih tas Kinara dan menyerahkannya kepadanya. "Ayo."

Kinara akhirnya mengangguk. Ia mengikuti kakaknya keluar dari toko kue, menguncinya, lalu masuk ke dalam mobil Sagara yang terparkir di depan.

Sepanjang perjalanan, Kinara hanya diam. Ia memandangi jalanan dari balik jendela sambil sesekali menghela napas.

Sagara yang menyadari kegelisahan adiknya tidak langsung bertanya. Ia sengaja membiarkan Kinara menikmati suasana tenang sebelum akhirnya membawa mobil menuju sebuah restoran keluarga yang cukup sering mereka datangi ketika masih kecil.

Begitu mobil berhenti, Kinara langsung mengenali tempat itu. “Kenapa kita ke restoran ini, Kak?”

“Untuk mengenang kembali masa lalu,” katanya pelan sambil membenarkan letak kacamatanya.

Mereka kemudian masuk ke dalam restoran dan memilih meja di sudut yang cukup tenang. Setelah memesan beberapa makanan, Sagara menyandarkan tubuhnya ke kursi sambil menatap Kinara.

"Jadi, ceritakan semuanya. Apakah benar yang dikatakan Shena itu?” tanya Sagara selepas mereka memesan makanan.

Kinara yang sedang menatap ke sekeliling restoran langsung menoleh. "Apa Shena sudah menceritakan semuanya? Padahal aku sudah memintanya diam."

"Ya. Tapi aku ingin mendengarnya langsung darimu."

Kinara menunduk sesaat, menarik napas panjang sebelum akhirnya mulai menceritakan yang terjadi padanya. Tentang perubahan sikap Rashid selama beberapa bulan terakhir hingga malam di mana ketika Rashid datang membawa Marissa ke rumah dan menceraikannya begitu saja.

Sagara mendengarkan tanpa menyela. Semakin lama Kinara bercerita, semakin keras rahangnya mengeras.

"Dia membawa perempuan itu ke rumah lalu menceraikanmu malam itu juga? Apa yang sebenarnya dia pikirkan? Dasar bajingan!” Sagara kesal bukan main, ia bahkan memukul meja restoran dengan kasar.

Kinara mengangguk lemah.

"Dan apa tadi katamu? Dia sudah hamil? Rashid benar-benar harus diberi pelajaran!"

"Iya, dan sepertinya mereka sudah berhubungan sejak lama. Bodohnya aku yang tidak menyadarinya." Kinara berucap lemah, rasa sakit itu masih membekas kuat di hatinya.

Sagara mengembuskan napas panjang. "Brengsek! Lalu, apa yang kau lakukan setelah itu?"

Kinara menatap kakaknya. "Setelah itu aku pergi. Aku tidak mau tinggal bersamanya lagi, aku bahkan menolak harta gono-gini yang dia tawarkan.”

“Bagus kau menolaknya, kau tidak kekurangan uang hingga harus menerima hartanya yang tak seberapa itu. Sepertinya dia berpikir bahwa dia sudah hebat tanpa tahu bahwa di atasnya masih ada orang-orang yang jauh lebih berkuasa.”

Menghela napas panjang, Kinara tersenyum tipis lalu menatap kakaknya teduh. “Tapi sekarang aku bersyukur bisa lepas dari laki-laki sepertinya. Aku benar-benar buta sudah mempercayai pria bajingan seperti Rashid.”

“Itu sebabnya ayah tidak menyukai Rashid saat kau memberitahunya kepada kami.” Sagara melepas kacamatanya dan meletakkannya di meja, memijat tulang di antara kedua matanya dengan lelah.

“Maksudnya, Kak? Kalian sudah tahu?” tanya Kinara bingung.

Sagara menggeleng, “Tidak, kami tidak tahu. Tapi sepertinya ayah sudah bisa membaca gelagat Rashid. Untuk sebab itu juga, ayah memberimu syarat agar kau pergi dari rumah dan menghapus gelar Santoso dari belakang namamu.”

“Ayah … bagaimana keadaan ayah dan ibu, Kak? Mereka baik-baik saja, kan?”

1
yosh—
wah, kelas✨
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
betul 🤭
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
Tentu saja, pulanglah 😔
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
setuju 👍🏻
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
betul 😔
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
terlambat 😔
HK: 😔😔😔😔😔
total 1 replies
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
serakah 😏
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
betul 👍🏻
Iffanaya 😽
double up kk 😁
Iffanaya 😽: semangat ya kak 💪
total 2 replies
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
Janji harus ditepati 😏
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
terlambat 😏
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
Rasain 😏
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
mantan istrimu
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
nah kan 😏
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
pasti kerjaan Marisa 😤
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
tas dan juga kopernya
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
betul 😏
Iffanaya 😽
si jalang itu gk cukup kah jd pelakor skrng ngehancurin usaha mantan istri suami nya 😠
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
Rasain kegagalanmu 🤣🤣
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
hati" modus penjahat 😏
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!