perjuangan cinta aji sang pengusaha sukses begitu rumit dan panjang, mencintai dalam diam yang dia pendam selama bertahun-tahun tak membuat dia patah semangat mendapatkan sak kekasih. suci adalah wanita yang dia cintai dalam diam selama ini. akankah aji mendapatkan cintanya suci? di baca sampai akhir ya. terimakasih
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Anindia Andin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
mencari suci
yanto memegang tangan wulan
"lepas to.. lepas sudah sepantasnya dia aku tampar"
"apa maksud nyonya? apa salah saya?" dwi menangis
"pergi kami dari sini.... pergi!!!"
dwi berlari masuk kedalam kamarnya, merapikan semua baju-bajunya
"wik.. jangan pergi wik" rayu bik atik
dwi tak menjawab, dia terus memasukkan baju-bajunya
"kamu mau pergi kemana wik?"
Dwi tak menjawab bik atik
Setelah merapikan semua bajunya, dwi keluar dari rumah.
"pergi kamu. pergi! dasar jalang" teriak wulan melihat dwi pergi dari rumah aji
Bik atik berlari mengejar dwi "wik... kamu mau kemana?"
Dwi keluar pagar tanpa membawa motor dari aji
"entah bik, aku juga ndak tau apa salahku, aku di caci, di tampar" dwi pergi meninggalkan bik atik di depan pagar
"wikk.... " bik atik terus memanggil dwi alias suci
"bik atikkk....!!!!!!" teriak wulan dari dalam rumah
"kejar saja perempuan itu, sekalian kamu di pecat. mau?"
"ndak nyonya"
"sejak kapan perempuan itu tinggal disini?"
"sudah satu bulan lebih nyonya"
"kamu apa tidak tau kalau dia perempuan perebut suami orang?"
"tidak nyonya" bik atik bingung apa yang sebenarnya terjadi
"bohong"
"ndak nyonya. saya berani sumpah, saya ndak bohong"
Wulan masuk kedalam kamar aji dan membanting pintu dengan keras
"tok, gimana ini" bisik bik atik "apa kita kasih tau tuan?"
"jangan bik, bapak pasti sibuk, kasian kalau dengar kabar kurang baik"
"trus dwi kemana tok"
"ndak tau bik"
*******
Keesokan harinya
"pak yanto, antar saya ke stasiun"
"baik nyonya" yanto mengeluarkan mobil dari dalam garasi
"tok, masak kamu ndak curiga sama hubungan bapak dengan suci?"
"suci siapa nyonya?"
"itu dwi. namanya suci"
"ow.... ndak nyonya"
"gimana sih kamu ini tok, majikannya masukan selingkuhnya kok sampek ndak tau"
"maaf nyonya"
"jangan- jangan kamu di suruh merahasiakan semua ini?"
"ndak nyonya. saya benar-benar tidak tau"
wulan menginterogasi yanto selama perjalanan ke stasiun
****
Keesokan harinya
sore hari aji pulang dari kalimantan
"bik... bik atik"
"iya tuan"
"kok sepi. dwi kemana bik? kuliah?"
"tuan ndak mandi dulu? mau saya buatkan kopi tuan?"
"boleh" ucap aji masuk kedalam kamarnya
"bik... bik atik"
"iya tuan"
"kamar saya berantakan, siapa yang masuk?" aji lupa kalau wulan baru ke rumahnya
"nyonya tuan"
"dimana dia?"
"sudah kembali ke Jogja tuan, tadi pagi di antar yanto ke stasiun"
aji masuk lagi ke kamarnya
Setelah mandi aji duduk di ruang keluarga, bik atik datang membawa nampan berisi secangkir kopi
"dwi kemana? kuliah?"
"anu tuan... itu"
"itu apa? kemana? belum pulang?"
"" dwi pergi tuan"
"pergi? pergi bagaimana maksudnya bik?"
"kemarin nyonya ngusir dwi tuan, dwi di tampar trus di usir"
"kenapa bik?"ucap aji serius
"anu tuan... itu. nyonya bilang kalau dwi selingkuhannya tuan"
"drama apa lagi ini bik"
"saya juga kaget tuan, pulang dari mushola, dwi di maki-maki sama nyonya. trus di lerai sama yanto tuan" bik atik menjelaskan
"ambilkan handphone saya bik"
Bik atik bergegas ke kamar aji mengambil ponselnya
"wulan apa maksudmu" tanpa basa basi aji menelpon wulan
"kenapa mas?"
"apa maksudmu mengusir dwi dari sini?"
"kenapa? ketahuan ya kalau kamu selama ini menyembunyikan perempuan lain di rumahmu?"
"apa maksud mu? perempuan apa? dia pembantu baru disini" bentak aji
"pembantu katamu mas? aku ndak buta mas, kamu meyimpan suci di rumahmu. kamu jadikan dia simpananmu"
"apa maksud mu? suci siapa?"
"kamu jangan pura-pura bodoh mas. jangan bodohi aku lagi"
"apa maksudmu? suci siapa? dia dwi bukan suci. buta kamu ya"
"kamu yang bohong mas, kamu bohong. selama ini kamu memelihara suci dirumahmu, makannya kamu sampai ndak mau pulang"
"ndak waras kamu lan"
"kamu yang pembohong mas, suci kamu panggil dwi. dia suci bukan dwi"
"suci siapa?"
"suci... perempuan yang selama ini kamu cari. jangan pura-pura bohong kamu. aku tidak bodoh"
aji bingung dengan penjelasan wulan. dan menutup percakapan itu
"bik atik"
"ya tuan"
"apa maksud wulan? suci siapa bik?"
Bik atik menceritakan semua kejadian kemarin malam sampai dwi pergi dari rumah
"lalu dwi sekarang kemana bik?"
"tidak tau tuan"
aji mencari nomer dwi yang pernah menghubungi dia dulu
"telpon dwi bik"
Bik atik berusaha menghubungi dwi tapi gagal
"tidak tersambung tuan"
"yanto.... " aji keluar menghampiri yanto
"ya pak"
"buka pagarnya"
dengan cepat yanto membukakan pagar untuk majikannya
"suci... jika itu memang kamu. dimana kamu sekarang?" aji menyusuri kota malang, mencari keberadaan dwi Alis suci
hampir tengah malam aji keliling kota malang, tapi tak menemukan yang dia cari.
Dengan putus asa aji kembali pulang ke rumahnya
"bik.. bik atik" aji memanggil asisten rumah tangganya itu
"ya tuan" bik atik menghampiri aji di ruang tamu rumahnya
"selama tinggal disini, apa dwi pernah cerita punya saudara di kota ini bik?"
"tidak pernah cerita tuan"
"aku harus cari dia dimana bik?" ujar aji gusar sambil mengacak kesal rambutnya
"kenapa bisa seperti ini bik?"
"kurang ajar sekali wulan"
******
Keesokan harinya
"tuan. kenapa ndak di cari di kampusnya?"
"cerdassss.... " ucap aji sambil menyomot sebuah roti di atas meja.
pagi itu aji melajukan mobilnya ke kampus dimana suci kuliah
"mas, kenal dengan dwi?"
"maaf, ndak kenal" ucap salah satu mahasiswa yang aji tanyai
"mbak, kenal dengan yang namanya dwi?"
"jurusan apa mas?"
"sipil pertambangan"
"ow... tambang? coba cari di gedung belakang mas, kelas pojok" jelas mahasiswi itu
Aji menuju tempat yang di arahkan mahasiswi tadi.
"mbak kenal dengan yang namanya dwi?"
"dwi siapa mas? dwi suci?"
"iya betul"
"kenal. sepertinya dia belum datang. di tunggu aja mas"
Aji menunggu di depan kelas
aji merogoh ponselnya, mencoba menghubungi lagi nomer milik dwi. tak tersambung. lalu menghubungi seseorang lagi
"wulan. sampai aku ndak ketemu dengan suci, akan aku pastikan kamu akan aku ceraikan. camkan itu baik-baik" aji mengakhiri percakapannya tanpa mendengar jawaban wulan
Setalah lama menunggu di depan kelas, aji tak menemukan suci
"mbak" aji memanggil lagi mahasiswi tadi
"ya mas? sepertinya dwi ndak masuk. di kelas tadi juga ndak ada"
"aku bisa minta tolong"
"minta tolong apa ya?"
"kalau mbak lihat dwi, tolong kabari saya" ucap aji sambil menyodorkan kartu namanya
"sebentar sebentar... mas ini siapa? kenapa nyari dwi?"
"aku calon suaminya mbak"
"saya ndak berani asal memberi informasi kepada orang yang tidak jelas mas"
"saya pemilik perusahaan ini mbk" ucap aji sambil menunjuk kartu namanya "nama saya aji"
"owww..."
"tenang mbak, ada imbalannya kok"
mendengarkan Kata-kata imbalan, membuat gadis itu semangat