Kehidupan Kinta seorang single parent yang memiliki dua orang anak. Setelah sekian lama ditinggal oleh suaminya dan menghidupi anak-anaknya seorang diri. Bertemu dengan Atta laki-laki petualang yang dicintainya dengan tulus namun ternyata dirinya hanya dipermainkan.
Bahkan tanpa berdosa lelaki itu mendekati sahabat dekat Kinta sendiri. Namun sakit hati terbalaskan karena ternyata Rani sudah memiliki seorang kekasih.
Dan Kinta pun dipertemukan dengan kawan lamanya yang menjodohkannya dengan Kakak laki-lakinya. Yang mencintainya dengan tulus.
Namun apalah daya Kinta begitu lama masih belum dapat melupakan Atta sepenuhnya.
Bahkan meskipun Kinta sudah menikah dengan Yusdi pun. Masih ada sisa-sisa perasaannya terhadap laki-laki petualang itu.
Dan akhirnya Atta muncul kembali di kehidupan Kinta dan ingin mendapatkan cintanya lagi.Bagaimana Kinta mempertahankan rumah tangganya bersama laki-laki yang selama ini telah mengobati lukanya...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Delisa Sitari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Eps 09 : Sebatas Suka Sama Suka
Hari ini Kinta dan Rani masuk kerja. Mereka mendapatkan shift siang. Sementara Ika tinggal di kost Rani. Ia berencana mencari pekerjaan di Surabaya. Sementara disibukkan dengan pekerjaan masing-masing, Atta masih saja mencoba mendapatkan nomor handphone Rani melalui Kinta. Namun hasilnya tetap saja nihil.
Bersama Toni dan teman-temannya yang lain Atta berusaha bertemu Rani dengan sering berkunjung ke cafe tempat Rani dan Kinta bekerja. Sekedar nongkrong sambil menikmati kopi yang beraneka ragam. Sambil curi-curi pandang terhadap Rani tentunya.
Seperti orang yang terobsesi Atta masih saja gigih dengan perjuangannya. Namun Rani tetap tidak bisa menerima Atta. Dan tetap menyembunyikan statusnya yang sudah memiliki kekasih. Entah apa tujuan Rani sebenarnya.
Suatu hari saat hendak pulang dari kerja Atta menghubungi Kinta lagi.
" Lagi di mana Kin ? " tanya Atta melalui teleponnya.
" Mau pulang kerja nih....Ada apa ? " jawab Kinta.
" Sudah lama ya kamu tidak ke kost aku ... Apa kamu tidak ingin mampir ke sini ? " tanya Atta lagi.
Kinta heran dengan ucapan Atta. " Mau apa aku ke kost kamu ? Kalau ingin ketemu kan bisa di tempat lain. Seperti biasanya kita bisa nongkrong di mana gitu. Aku bisa ajak Rani juga. " jawab Kinta kesal karena bisa membaca apa maksud Atta sebenarnya.
" Ya...apa salahnya kalau kamu mampir ke kost teman kamu. Kita masih berteman kan ? " tanya Atta meyakinkan. " Aku kangen sama kamu..." ucapnya.
Kinta pun tahu apa yang dimaksud Atta. Sebenarnya dia sebal sekali dengan sikap Atta yang mempermainkannya seperti ini. Namun hatinya tidak bisa berbohong. Dia masih mencintai pria itu tanpa peduli apapun. Dan tak bisa menolaknya.
" Iya aku ke sana..." jawab Kinta singkat. Dia pun menutup teleponnya.
Sepulang kerja pun Kinta segera menuju kost Atta. Dengan wajah datar dia menemui Atta. Sedangkan Atta terlihat senang.
" Kamu sudah makan ? " tanya Atta mencoba mengambil hati Kinta. Kinta pun tahu itu cuma basa basi. Tapi seberapa sakit hatinya dia tetap nyaman berada di dekat pria itu. Rasa itu masih sama.
" Sudah... " jawab Kinta singkat.Padahal sedari pagi dia masih tidak berselera untuk makan. Mereka pun mencoba ngobrol sejenak. Dan pada akhirnya.... peristiwa itupun terjadi lagi tanpa bisa Kinta menolaknya. Hubungan ini memang tidak wajar. Tapi mereka menikmatinya.
" Mending seperti ini saja Kin. Kita jalin hubungan ini atas dasar suka sama suka. Daripada aku mengejar Rani...yang sama sekali tidak meresponku. " ujar Atta tampak menyerah.
Suka sama suka ??? Aku tidak hanya sekedar suka... Aku mencintaimu.... Dan yang kamu inginkan cuma tubuhku...Hanya bersenang-senang denganku....Batin Kinta.
Namun dia tak mau Atta mengetahuinya. Biarlah Atta tahu kalau dia bisa menerima hubungan ini. Dia tak mau Atta menganggapnya mengemis cinta.
" Kenapa kamu malah diam saja. Setuju kan dengan usulku ? " tanya Atta melihat Kinta termenung beberapa saat.
" Yaa... mau bagaimana lagi.... meskipun ini salah..." jawab Kinta sambil menaikkan pundaknya.
" Salah ? Aku salah Kin ??? " tanya Atta lagi menatap Kinta.
" Ya kan seperti ini salah.... Ini dilarang agama...Tapi... Ya sudahlah..."jawab Kinta pasrah.
" Cuma ini yang bisa aku lakukan...Maafkan aku ya Kin...." ucap Atta dengan menggenggam tangan Kinta. Kinta hanya bisa mengangguk kaku.
Waktu sudah menunjukkan pukul 11 malam. Kinta pun segera bergegas pulang. Dia tak berani pulang lebih larut, karena Ibunya pasti mencarinya.
Sesampainya di rumah.... Ibunya belum tidur ternyata. " Tumben jam segini baru pulang Nak..." tanya beliau. Wajahnya tampak kekhawatiran.
" Tadi mampir di rumah teman Bu..." jawab Kinta setelah mencium tangan Ibunya.
" Oohhh....Tapi kamu tidak ada masalah kan .... " tanya Bu Kasih lagi.
" Tidak Bu ... Hanya mampir karena lama tidak ketemu ... " jawab Kinta meyakinkan Ibunya.
" Hmmmm.... ya sudah sana mandi dulu kalau belum mandi. Sudah makan apa belum ? " Meskipun sudah dewasa dan memiliki putra, Bu Kasih masih saja selalu menganggap anaknya itu putri kecilnya dulu. Putri yang manis dan selalu manja terhadapnya.
" Sudah makan Bu tadi di rumah teman Kinta." jawab Kinta berbohong. Sampai detik ini pun dia masih belum berselera makan.
" Ya sudah Ibu mau istirahat dulu. Kamu juga habis mandi terus istirahat. Itu wajahmu kelihatan kusut sekali. Pasti capek.... " ujar Bu Kasih yang tidak tahu putrinya itu kusut dan lelah karena hal apa.
" Iya Bu... " sahut Kinta. Ia pun membersihkan dirinya. Digosoknya perlahan seluruh tubuhnya dengan sabun. Dengan membayangkan tangan siapa yang baru saja menyentuhnya. Keringat siapa yang menempel. Bisa dia menghilangkan keringat dan bau parfum itu...tapi tak bisa menghilangkan rasa sentuhannya. Sentuhan yang akan selalu melekat dalam bayangannya.
Sehabis mandi Kinta berganti pakaian dengan baju tidurnya yang santai. Dia menghampiri kamar anak-anaknya dan melihat mereka sudah lelap. Diciuminya satu persatu kesayangannya itu. Setelahnya ia masuk ke kamarnya sendiri. Dan segera merebahkan tubuhnya di ranjang. Sejenak ingin memejamkan mata....ponselnya berbunyi. Pesan masuk dari Atta. " Terima kasih ya Kin....Kamu temanku yang sangat baik.... "
Hufftt..... Kinta menghela nafas panjang....Tanpa membalas pesan itu. Dia sudah merasa lelah. Ditaruhnya ponsel itu di bawah bantalnya. Dan ia pun mulai terlelap.
Beberapa hari kemudian Kinta mulai terbiasa dengan keadaan itu. Hatinya yang hancur karena perbuatan Atta.... mulai bisa ia tata. Meskipun terkadang Atta masih saja menanyakan tentang Rani atau sesekali meminta nomor handphonenya lagi. Memang tidak seratus persen hilang rasa sakitnya. Tapi ia mulai membiasakan diri. Mana mungkin dia hidup dalam kegelisahan dan kemurungan tiap harinya. Dia harus kuat demi anak-anaknya. Ya.... masih ada Ibu dan anaknya yang membutuhkan dan menginginkan dirinya dalam kebahagiaan. Dia juga harus fokus akan pekerjaannya karena hanya dia tulang punggung keluarga.
SEMANGAT KINTA !!! seru Kinta dalam hati saat hendak berangkat menuju tempat kerjanya.
Dengan semangat baru Kinta mengendarai motornya menuju tempat di mana ia mengais rezeki.
" Pagi Ran...... " sapa Kinta pada Rani yang sampai lebih dulu.
" Ini siang Mbak....." sahut Rani karena waktu menunjukkan jam 11 siang.
" Iya ... Tapi kalau di tempat kerja kan kita baru dibuka... Jadi ya masih pagi..." balas Kinta dengan senyumnya yang manis.
" Kayaknya ada sesuatu dehh.... Mbak Kinta hari ini lebih ceria. Ya...Kayak yang dulu..." ujar Rani menyelidik. Tentu saja... Jelas sekali terlihat wajah Kinta yang nampak lebih bersemangat dari hari2 terakhir. Bahkan berminggu-minggu.
" Apa sihh.... Biasa aja kok... " jawab Kinta mengelak. Memang tidak ada sesuatu. Hanya saja Kinta sudah mulai terbiasa dengan keadaannya itu. Ia tak mau larut dalam kesedihannya. Dan para sahabatnya tak perlu tahu apa yang sudah terjadi padanya. Karena jika ia menceritakannya....maka dia akan dianggap bodoh sebagai wanita.
BODOH !!! Ya... memang ia wanita bodoh yang mencintai seorang pria yang tak pantas dicintai. Pria yang hanya membuat sakit. Dan lebih bodohnya... rasa cintanya itu sampai sekarang masih ada. Termasuk di dalam sholatnya...saat dia mendoakan orang-orang yang dicintainya....selalu terlintas bayangan Atta menjadi salah satunya.
" Ah yang benar .... Aku yakin pasti ada sesuatu... Tapi ya sudah tidak apa-apa kalau Mbak masih belum mau cerita. Aku ngerti kok. Yang penting Mbakku yang cantik ini bisa ceria seperti dulu lagi. " ujar Rani sambil mengelus pundak Kinta. Mereka pun saling melempar senyuman.
Mereka pun mulai bekerja seperti biasanya.
mampir juga ya ke CSku
Like ku udah melayang tuh
Ditunggu feedback nya ya 😁
salam "ANGKASA: Salam penghuni bumi"
baca juga cerita ku Choice Of Love ❤
sebenarnya sy berharap kinta menemukan jodoh lain selain yusdi yg menurutku tdk tegas dan sering salah langkah..tp bukan berarti kembali dg atta
-AKU BUKAN LESBIAN.