NovelToon NovelToon
TURUN RANJANG

TURUN RANJANG

Status: sedang berlangsung
Genre:Janda / Aliansi Pernikahan / Naik ranjang/turun ranjang / Ibu susu
Popularitas:1.1k
Nilai: 5
Nama Author: Putri_uncu

Dua kali menikah dengan pria dari keluarga yang sama, freya sasmita tak menyangka cinta dan takdirnya akan menikah dua kali. yang lebih membuatnya tak percaya adalah pernikahanya yang biasa disebut turun ranjang.

ya, istilah untuk pernikahan yang dilakukan dengan menikahi kakak/adik dari pasangan kita.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Putri_uncu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kenyataan Pahit

"pa, aksa gagal dapat bantuan pak nugroho"

aksa datang ke tempat dimana wardana ditahan karena menjadi terduga kasus korupsi. sejak dua hari wardana masih ditahan karena dikhawatirkan akan menyembunyikan atau menghilangkan barang bukti yang membuatnya mendekam saat in. sampai waktu yang ditentukan nanti jika terbukti bersalah maka akan diserahkan ke pihak yang berwenang dan sampai saat itu tiba wardana terus mencari cara agar bisa keluar dari tempat yang terku*tuk itu

wardana memijat lehernya yang terasa sangat berat " papi sudah bilang jangan ceraikan wanita itu dulu!" wardana mengepalkan kepalanya seakan ingin menghajar seseorang , matanya merah penuh dengan kebencian

"pi, sudahlah mereka selama ini sudah banyak membantu kita. kenapa harus merepotkannya lagi" aksa memikirkan wardana tapi juga anak dalam kandungan freya yang tak tau dimana keberadaannya kini

"kamu terlalu lemah, bagaimana nasib keluarga kita kedepannya!" wardana sungguh tak menyangka anak yang dididiknya dengan keras agar menirunya nyatanya luluh pada wanita juga. "kemana mamimu, katakan padanya untuk merayu freya agar membantu kita, jangan seperti kakakmu yang tak berguna itu. cepat lakukan apapun agar papi keluar dari sini!"

wardana terus saja memaksa aksa untuk mengeluarkannya, bahkan dengan cara yang tidak pantas "cepat bilang ke rega, kalau tak bisa keluarkan mertuanya dari sini secepatnya, lihat saja papi akan paksa buat alin meninggalkan suami yang tak bergunanya itu!"

"waktunya sudah habis"

"pergilah, datang kesini dengan kabar baik, papi hanya mengandalkanmu"

"iya pi" aksa tak tahu harus melakukan apa saat ini, pikirannya benar-benar kalut. belum selesai masalah perceraiannya, kantornya juga terkena dampak dari tertangkapnya wardana, tak hanya itu tiga puluh persen saham adalah milik keluarga freya yang saat ini sudah dijual pada pihak lain dan membuat harga sahamnya turun derastis

"kiara, buat berita yang menutupi kasus papi. satu lagi hubungi rega minta ke rumah sekarang" aksa terpaksa pulang karena pikirannya tak bisa diajak bekerja saat ini. setidaknya aksa berusaha untuk membantu papinya dan akan berkonsultasi pada adik iparnya bagaimana menangangi masalah ini

dalam perjalanan pulang aksa menghubungi kakak dan juga maminya yang seolah tak peduli dengan masalah yang terjadi. aksa benar-benar sendiri sekarang. semua ini tidak lain adalah salah wardana yang mengusir istrinya. karena tak mau menjual asetnya yang merupakan warisan orang tuanya. untuk menambakan modal kampanye saat wardana mencalonkan diri kedua kalinya

setelah kepergian ria, tak lama berselang wardana diamankan dan sampai saat ini sitrinya tak menjenguknya sama sekali, jika melihat berita harusnya sudah menyebar keseluruh kota,kecuali ria berada dikota lain

"den, sudah pulang?"

"bik buatkan kopi" aksa membuka jas dan dasinya melemparkan ke sembarang arah. tangannya satu memijit pelipisnya dan satu lagi mencoba menghubungi kakaknya.  berharap ada bantuan, namun sayangnya nomer kakak dan maminya saat ini tak bisa dihubungi

" ini kopinya den, sama minum air putih dulu"

"si*al!!" aksa membanting gelas berisi air yang baru saja diletakkan dimeja oleh art nya sambil berteriak sangat keras sampai membuat para pegawainya kaget

aksa bukanlah orang yang kasar selama ini,  dia selalu lembut ramah dan juga penyayang. pegawainya menduiga ini masalah perceraiannya dengan freya juga masalah papinya sampai membuat aksa begitu marah

"den, awas biar  bibik bereskan" aksa hampir menginjak pecahan kaca yang berserakan

"maaf bik" aksa tersadar perbuatannya membuat orang rumahnya ketakutan

"ngga apa-apa den, sebentar saya ambil sapu dulu awas aden terluka"

"kenapa sepi?"

"mami!, mi syukurlah mami kembali" aksa langsung memeluk maminya yang datang disaat yang paling tepat

"ada apa? kemana papimu?" ria benar-benar menghilang selama dua hari dan kini kembali lagi ke rumah

"papi terjerat kasus mi, papi butuh bantuan kita" aksa mengajak ria duduk dan menjelaskan kejadiannya secara detail

kebetulan tak lama alin dan suaminya juga datang " papi gimana kak?" alin langsung bertanya pada aksa yang sudah bertemu dengan papinya

"duduklah, papi butuh kita saat ini. rega bagaimana caranya supaya papi bebas secepatnya" aksa meminta adik iparnya memberikan arahan

"pak aksa, maaf ada telfon dari pak nugroho" kiara memberikan ponsellnya pada aksa karena sejak tadi tak bisa dihubungi, kiara menyusul bosnya dan memastikan bosnya baik-baik saja

"sebentar!"

aksa menyingkir dan berbicara dengan mantan mertuanya ditelfon " baik pak"

"kalian jangan khawatir, pak nugroho akan membantu papi bebas, tapi tak janji dengan jabatannya" aksa senang tapi juga lemas

"kenapa kak?" alin melihat wajah kakaknya yang semakin kusut

"rega kamu siapkan berkas yang diperlukan, nanti asisten pak nugroho akan membantumu menangani kasus ini" aksa menepuk pundah adik iparnya " kami bergantung padamu"

"aksa, ada apa?" ria masih terdiam dengan keadaan yang sangat berubah hanya ditinggal dalam waktu tak lebih dari tiga hari

"mami tak perlu berharap bertemu cucu kedua mami, sampai freya sendiri yang mengantarkannya pada aksa. kita dilarang menghubungi atau menggangu freya yang sedang mengadapi depresi dan juga kesehatan bayi kami yang dipertaruhkan" aksa sampai meneteskan air matanya

masih tak tahu apa yang membuat freya bersikeras ingin berpisah meski tau dirinya sedang mengandung anak aksa. freya tak menjelaskan apapun hanya ancaman akan mengugurkan anaknya jika aksa tak mau menceraikannya

freya juga berjanji akan mempertemukannya dengan anakanya nanti setelah lahir. dan mengatakan tak pernah membenci aksa

"mami rasa pak nugroho benar, kita lebih baik menjauh dulu untuk saat ini. mami juga ada yang ingin disampaikan pada kalian"

Ria mengeluarkan beberapa lembar kertas memperlihatkan pada aksa dan juga alin yang ada saat itu

"ini satu untuk mu dan satu untukmu sebagai bukti kasih sayang mami pada kalian, mami tidak bisa berlama-lama lagi disini. Kalian sudah dewasa dan punya keluarga jadi mami rasa. Tanggung jawab mami pada kalian sudah selesai" ria mengakahiri ucapannya dengan senyuman hangat

"mami ini apa maksudnya?"

Aksa dan alin mendapatkan masing-masing satu bidang tanah beserta rumah siap huni dari ria. Sejak pergi meninggalkan rumah ria sudah mengajukan gugatan cerai pada suaminya dan tinggal menunggu proses sidang

"mi ini untuk apa? Terus mami mau kemana?" alin memeluk ria, perasaannya tidak enak

"itu milik kalian dari almarhum mama kalian yang dititipkan pada mami!" ria mengusap punggung alin. Mungkin ini terakhir kalinya bisa memeluknya

"mama kami?" alin tak mengerti ucapan maminya

Ria meminta aksa dan alin untuk mendengarkan penjelasannya begitu juga dengan suami alin yang ada disana.

"mama kalian adalah adik mami, saat kalian masih kecil mama kalian dan papinya arka mengalami kecelakaan mobil. Dan setelah itu mami yang menikah dengan papi kalian dan menjadi mami kalian" ria tak sanggup menjelasakan lebih detail.lagi

"sekarang kalian sudah tau dan sudah dewasa, maafkan saya yang baru bisa cerita semua ini. saya sudah mengajukan cerai pada papi kalian. Maafkan mami" ria segera beranjak air matanya tak lagi dapat dibendung

Bibirnya sampai bergetar menyampaikan kebenaran yang puluhan tahun disimpan rapat dan juga tak pernah terbayangkan pada akhirnya diungkapkannya juga

Aksa, alin dan rega sampai tak sadar jika ria sudah pergi

Mengapa semua masalah seolah menghujani bertubi-tubi.

"alin, sayang" rega tersadar saat alin tiba-tiba pingsan

Dan aksa pun terbagun dari lamunannya. Dadanya masih sesak otaknya masih belum bisa mencerna

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!