NovelToon NovelToon
Cinta Pertama Tuan Mafia

Cinta Pertama Tuan Mafia

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / Nikah Kontrak / Cintapertama
Popularitas:2.2k
Nilai: 5
Nama Author: Sunshine_2

"Lepaskan tanganmu, jangan sampai tangan lunakmu ini sedikit saja menyentuh tubuhnya atau sampai menyakitinya!" ucap seorang pria menepis tangan penjaga dengan tatapan tajam dan dingin.

Pria itu langsung menarik Sera dan memeluk tubuhnya menatap lembut.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sunshine_2, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 9

Pagi hari, bangun Sera dengan mata sayu melihat Altas yang sudah tidak ada di sampingnya. Bangkit ia membuka gorden jendela mencari udara segar dan sinar matahari hari, tak berselang lama terdengar suara ketukan pintu.

"Masuk" lirih Sera.

Salah seorang pelayan perempuan datang membawa sarapan pagi, tanya Sera pada pelayan itu kemana tuan Altas pergi. Singkat pelayan itu mengatakan jika tuan Altas pergi karena ada urusan mendadak dan akan pulang sedikit terlambat.

"Tuan hanya mengatakan untuk melayani nyonya sebaik mungkin, dan tuan tidak ingin nyonya pergi terlalu jauh dari rumah ini."

"Baiklah terimakasih, kamu boleh keluar."

"Baik nyonya" tunduk pelayan itu.

Hela nafas Sera menatap luar dari balik jendela, sejenak ia terbayang wajah Altas.

"Lindungilah dia, Tuhan. Keadaanya belum cukup pulih, jangan sampai hal buruk terjadi padanya" sadar Sera mengucap.

Setelah selesai mandi dan menyantap sarapan, Sera merasakan bosan jika harus diam di kamar. Ia yang masih penasaran dan ingin tau lebih dalam tentang Altas pun berniat melihat-lihat tiap sudut tersembunyi di rumah itu.

"Selama aku di sini, aku hanya terkurung di kamar. Bosan rasanya hanya duduk di sini dan menunggu Altas pulang. Tidak ada salahnya jika aku melihat-lihat isi rumah ini sekaligus mencari udara seger. Sesak rasanya."

Sebelum keluar kamar, Sera menatap kamar Altas yang menurutnya masih sangat asing. Berjalan ia menuju cermin melihat bagian lemari dan sudut ruang. Saat membuka lemari, Sera sedikit di kejutkan dengan beberapa p*stol yang disimpan Altas, ia hanya menatap tanpa berani menyentuh.

"Benar-benar Tuan Mafia!" lirihnya.

Keluar Sera dari kamar sedikit di kejutkan dengan penjagaan yang ketat terutama di depan pintu kamarnya.

"Kalian disini?"

"Iya nyonya, tuan Altas meminta kita untuk menjaga nyonya."

Kerut bibir Sera memainkan alis berjalan untuk melihat sekeliling rumah, ia mengatakan pada penjaga untuk tidak mengikutinya dan memberinya ruang untuk sendiri karena ia tidak akan pergi jauh dan hanya mencari udara segar.

"Lagipula di setiap sudut rumah ini selalu di awasi penjaga kan. Jadi, jadi tenanglah aku akan baik-baik saja."

Angguk penjaga sembari menunduk.

Berjalan lirih Sera melihat tiap bagian rumah yang penuh dengan kemewahan yang cukup ekstrem dengan kesan seni klasik dan koleksi yang mahal.

"Benar-benar punya selera yang tinggi" lirih Sera memegang beberapa benda mewah dan lukisan yang unik.

Di sudut tempat gelap, Sera melihat sebuah ruang yang mana di dalamnya dipenuhi dengan lukisan, ruang yang estetik dan menonjolkan aura kekuasaan dan kekayaan. Tak berselang lama, datang seseorang yang tidak lain adalah Altas, terkejut Sera langsung berbalik badan.

"Kau?"

Altas hanya tersenyum tipis berjalan dengan tatapan misterius mendekat Sera, ia memperkenalkan pada Sera jika ruangan yang di kunjunginya itu adalah ruang galeri seni untuknya mencari hiburan.

"Maaf, aku hanya mencari kesibukan karena terlalu bosan di kamar, sekedar melihat keliling rumah ini."

"Tidak apa-apa, silahkan lakukan apapun itu. Semua ini milikmu, dan kau sangat amat berhak untuk ini" balas Altas.

Berjalan lirih Sera menghampiri salah satu lukisan indah yang memanjakan matanya, "Ini semua, hasil polesan tanganmu?"

Di sudut lain Sera melihat lukisan yang cukup besar dengan kain putih menutupinya, penasaran ia pun langsung membuka perlahan tanpa banyak bertanya. Saat kain terbuka, Sera di buat sedikit terkejut dengan mulut menganga menatap lukisan gadis kecil yang menurutnya sama persis dengan dirinya.

"Ini, seperti?" terhenti.

Altas langsung mendekat dan spontan memeluk perut Sera dari belakang lalu menariknya mendekat ke tubuhnya.

"Ya, bukan hanya seperti. Tapi, memang kamu sayang. Aku selalu mengingat wajah kecil itu, wajah kecil yang selalu abadi di ingatanku" bisiknya mendekat telinga Sera.

Jantung Sera berdegup merasakan sentuhan Altas yang lembut. Sera langsung mengalihkan pembicaraan dan bertanya pada Altas mengapa ia pulang lebih cepat.

"Bukankah, kau akan pulang sedikit terlambat."

"Ya, seharusnya begitu. Namun, tak disangka perkerjaannya akan selesai lebih cepat. Lagi pula, jika aku pulang terlalu lama, aku akan sangat merindukan istriku ini" godanya.

Sera memainkan mata mengerutkan bibir seolah lelah dengan rayuan Altas.

"Tentu, kau akan sangat merindukanku setiap saat!"

Altas pun mengajak Sera ke sebuah tempat rahasia yang mana tak seorang pun tahu (markas rahasia).

"Kau mau membawaku kemana?"

"Ikut saja denganku, ini adalah tempat yang sangat rahasia, bahkan tak seorang pun pernah masuk ke tempat ini. Kau istriku, dan aku sangat mempercayaimu" ucap Altas menggandeng tangan Sera.

Tak berselang lama, Altas pun membawa Sera kembali ke kamar.

"Katamu kau akan membawaku ke tempat rahasia, tapi kenapa kau membawaku ke kamar?. Kau hanya membual."

Berjalan Altas menutup dan mengunci pintu rapat dengan kunci ganda, ia pun langsung membuka lemari mengambil tombol kecil tersembunyi. Saat tombol di tekan, terbukalah sebuah pintu rahasia di bawah tempat tidurnya (sebuah ruang tersembunyi) masuk neraka dan kembali pintu ruang itu tertutup.

Saat masuk ke dalam lubang persegi, Sera pun di kejutkan dengan keadaan ruang yang tak kalah mewah, cukup besar dengan beberapa interior yang bahkan terbuat dari emas. Sebuah kotak transparan dengan beberapa senjata yang iconic dengan mafia serta tak lupa lukisan wajahnya di masa kecil yang ikut terpajang di ruang itu.

"Tempat apa ini?"

Jelas Altas mengatakan kalau itu adalah markasnya, ruang tersembunyi dan hanya dia seorang diri yang tahu.

"Dan sekarang, ruang ini aku perkenalkan pada istriku ini. Ini adalah ruang yang menyimpan seluruh aset berharga rumah, kekayaan dan kekuasaan. Beberapa hal penting yang tidak bisa di lakukan di luar, aku lakukan disini sendiri. Aku membuat ruang ini dengan tanganku sendiri untuk menghindari sesuatu yang tidak diinginkan dan aku menyimpan kode etik rahasia semalam belasan tahun di tempat ini."

"Aku tahu kau itu sebenarnya orang baik dan tulus, dan jika bisa berhentilah melakukan bisnis ilegal ini. Kau bisa membuat bisnis yang tidak berhubungan dengan sesuatu yang berbau kriminal bukan?"

"Mungkin bisa, tapi aku tidak tahu caranya. Harus mulai dari mana aku tidak paham. Aku di didik dengan keras dan biasa melakukan seperti ini, dan jika membicarakan bisnis yang lain akan sulit untuk di cerna" terduduk Alatas di sofa menyandarkan kepala.

Berjalan Sera duduk di sandaran lengan sofa di samping Altas, lembutnya mengusap kening seolah memberi sentuhan positif agar membuat pikiran Altas lebih tenang.

"Jika kau mencoba, aku yakin kau pasti bisa. Aku tidak akan memaksamu untuk berubah secepat itu, pikirkan saja perlahan asal hatimu tetap tenang."

Hela nafas Altas menatap Sera menyandarkan kepala di tangan Sera yang seolah memberinya kenyamanan.

"Terimakasih" ucap Altas.

1
Sunshine_2
Hai guys bantu dukung karya pertama aku ya, dengan like, komen, subscribe dan boleh kasih tip juga ya, terimakasih 🥰.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!