NovelToon NovelToon
Bangkitnya Sekte Kuno: Meraih Puncak Tertinggi

Bangkitnya Sekte Kuno: Meraih Puncak Tertinggi

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi Timur / Balas Dendam / Kultivasi
Popularitas:7.4k
Nilai: 5
Nama Author: Miss_Dew

Sekte kuno Pedang Langit yang berjaya selama seribu tahun, dalam lima ratus tahun terakhir mengalami kemunduran akibat seluruh guru besar dan murid sekte bahkan sesepuh serta ketua sekte tewas dalam perang melawan Klan Iblis. Hanya tersisa, seorang murid luar Li Tianchen dan mendapatkan warisan dari guru besar. li Tianchen menjadi ketua sekte Pedang Langit.
Hidup damai dan nyamannya mulai terusik, saat Sekte -sekte baru menyerang dan ingin menguasai wilayah sekte Pedang Langit.
Mampukah Li Tianchen mempertahankan sekte pedang Langit? Dapatkah Tianchen mendapatkan murid untuk membantu sekte meraih puncak tertinggi?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Miss_Dew, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

SEKTE KUNO 9

Di Puncak Biru, Su Ziyan baru saja mengembuskan napas panjang, menyelesaikan satu putaran sirkulasi energi Qi-nya. Tubuhnya terasa jauh lebih ringan dan kokoh. Berkat bimbingan serta fasilitas dari sang Guru, ia baru saja selesai memahami dasar-dasar Jurus Gajah Tempur. Kekuatan fisiknya meningkat drastis, menyatu dengan elemen es murninya, dan hanya butuh satu langkah kecil lagi baginya untuk menerobos ke tingkat Pencerahan (Tingkat 7).

​Namun, saat ia membuka sepasang matanya yang biru jernih, pandangannya langsung tertuju ke arah langit di atas puncak utama.

​CLASH!!! CLASH!!! CLASH!!!

​Sebuah pancaran cahaya kemasan yang teramat suci dan pekat mendadak melesat menembus awan, membelah langit fajar dan menciptakan riak energi alam yang begitu masif hingga terasa sampai ke Puncak Biru.

​"Cahaya apa itu? Apa yang terjadi di puncak utama?" Ziyan terkesiap, langsung berdiri dari posisi bersilanya. Wajahnya dipenuhi rasa penasaran sekaligus cemas. "Apakah Guru berhasil mengobati gadis bernama Liu Yuanling itu? Tapi getaran energi ini... terasa sangat aneh dan intim."

​"Aku harus memastikannya!" tekad Ziyan.

​Ia ingin segera melesat, namun ia langsung tersadar bahwa basis kultivasinya saat ini masih berada di tingkat inti emas akhir, ia belum menguasai ilmu terbang ataupun teknik teleportasi ruang seperti gurunya. Tanpa membuang waktu, Ziyan mengangkat rok jubah putihnya dan terpaksa berlari kencang menuruni jalan setapak Puncak Biru, melintasi jembatan pelangi dengan mengandalkan kecepatan fisiknya yang baru saja diperkuat oleh Jurus Gajah Tempur.

​Sementara itu, di dalam kamar pribadi utama yang kedap suara di puncak tertinggi, keheningan perlahan kembali setelah badai pelangi mereda.

​Li Tianchen duduk bersila di tepi ranjang sutra, perlahan menarik napas dalam-dalam untuk menabilkan getaran Qi di dalam Dantian-nya. Proses kultivasi ganda semalaman penuh dengan pemilik Tulang Harmoni Selaras ternyata membawa dampak yang tidak terduga bagi dirinya sendiri. Aliran energinya yang semula masif namun kaku bagai bendungan purba, kini mengalir dengan jauh lebih stabil, murni, dan elastis.

​Secara fisik, tubuh Tianchen terasa jauh lebih kokoh dan bertenaga. Ketika ia melirik ke bawah, jubah putihnya yang sedikit terbuka memperlihatkan bagian dada dan perutnya yang kini terlihat sedikit lebih berotot dan padat, memancarkan aura maskulin yang sangat kuat.

​Meskipun tidak ada perubahan signifikan untuk tingkat kultivasinya karena basis kekuatan Tianchen sebagai Maharaja Agung Tingkat Akhir sudah terlalu tinggi untuk ditembus hanya dalam satu malam, namun kualitas Qi-nya telah mengalami pemurnian tingkat tinggi. Sebaliknya, bagi siapa saja yang berkultivasi ganda dengan pemilik Tulang Harmoni Selaras, efisiensinya akan meningkat ratusan kali lipat.

​Tianchen mengalihkan pandangannya ke arah ranjang. "Yuanling... sementara waktu jiwanya sudah terselamatkan," gumamnya dengan nada lega. "Luka dalamnya sudah sembuh total dan segel kutukannya hilang. Tapi, energi dalamnya saat ini masih sangat kacau akibat lonjakan kekuatan yang mendadak. Setelah dia sadar, dia benar-benar perlu berendam dalam kolam energi spiritual untuk menyelaraskan semuanya."

​Tianchen mengulurkan tangannya, berniat menaikkan selimut sutra putih tebal untuk menutupi bahu gadis itu agar tidak kedinginan. Namun, begitu tangannya bergerak, gerakan Tianchen mendadak terkunci. Matanya membelalak kecil.

​"Wa-wajahnya... berubah?" cicit Tianchen secara tidak sadar, suaranya sedikit bergetar.

​Di atas bantal sutra, penampilan fisik Liu Yuanling telah mengalami transformasi yang drastis akibat kebangkitan tulang bawaannya. Garis-garis wajahnya yang semula tampak kekanak-kanakan kini berangsur-angsur menajam, menjadi jauh lebih mulus, dewasa, dan memancarkan kecantikan yang teramat luar biasa. Jika sebelumnya saat pingsan di tangga ia terlihat seperti gadis remaja berusia 18 tahun yang rapuh, kini setelah Tulang Harmoni Selarasnya aktif sepenuhnya, ia terlihat seperti seorang wanita matang berusia 25 tahun ke atas yang anggun, berwibawa, sekaligus memikat jiwa. Aura kedewasaan dan pesona kedewasaannya bahkan membuat seorang Maharaja Agung seperti Tianchen harus buru-buru memalingkan wajah dengan canggung.

​"Kultivasi ganda benar-benar memicu transformasi genetiknya secara instan," Tianchen berdeham pelan, mencoba menepis pikiran-pikiran yang tidak seharusnya. Setelah merapikan selimut Yuanling hingga batas dagu, ia berdiri dari ranjang.

​Sambil menunggu gadis itu tersadar dari fase asimilasinya, Tianchen memutuskan untuk keluar dari kediamannya. Pikirannya masih sedikit kacau dan penuh gejolak batin, jadi ia berniat pergi ke Perpustakaan Agung untuk membaca hal-hal yang belum dia ketahui mengenai dampak jangka panjang dari penyatuan jiwa ini.

​Namun, tepat saat ia membuka pintu kayu cendana hitam kamarnya, langkah kakinya langsung terhenti. Tianchen dikejutkan oleh sesosok gadis berjubah putih yang tengah berlutut dengan napas terengah-engah di atas tanah halaman depannya.

​"Su Ziyan? Apa yang kamu lakukan di sini?" tanya Tianchen, menatap murid pertamanya dengan dahi mengernyit bingung. Gadis ini tampak kelelahan, dengan keringat tipis membasahi keningnya akibat berlari melintasi puncak gunung.

​Mendengar suara gurunya, Ziyan langsung mendongak. Begitu matanya menangkap sosok Tianchen yang tampak lebih segar, dengan aura yang sedikit lebih tegap dan berotot di balik jubahnya, sepasang mata Ziyan langsung berbinar jenaka. Rasa cemasnya seketika menguap, tergantikan oleh naluri usilnya.

​"Guru Li!" Ziyan berseru sambil tersenyum menggoda. "Aku tadi melihat cahaya emas besar berasal dari sini, jadi aku khawatir dengan keadaan gadis itu. Apakah dia sudah berhasil diselamatkan oleh kehebatan Guru?"

​Ziyan tiba-tiba menghentikan kalimatnya, lalu menutup mulutnya dengan ekspresi yang dibuat-buat seolah baru saja menyadari sesuatu yang besar. "Ah... tidak... tidak... Rasanya aku kurang pantas dan tidak sopan jika menyebut namanya secara langsung seperti itu sekarang."

​Tianchen mengerutkan dahi. "Apa maksudmu?"

​Ziyan terkekeh geli, menatap gurunya dengan tatapan penuh arti. "Maksudku... saat ini status Liu Yuanling pasti sudah berubah, bukan? Dia bukan lagi sekadar orang asing yang menumpang, melainkan sudah menjadi... Istri Guru Li! Iya, benar! Mulai hari ini dia adalah Nyonya Ketua Sekte, alias Istri Guru Li!"

​Tak!

​Sebuah bunyi sentilan yang cukup keras bergema di halaman sunyi itu. Tianchen dengan kecepatan kilat mendaratkan jari tengahnya tepat di dahi mulus Ziyan.

​"Aww! Guru... sakit!" cicit Ziyan sambil meringis kesakitan. Ia langsung mundur selangkah, mengusap-usap dahinya yang kini memerah akibat sentilan sang guru. Matanya menatap Tianchen dengan pandangan memprotes yang manja.

​"Masih untung hanya kepalamu yang kusentil," ucap Tianchen dengan wajah yang sengaja dibuat sedingin es, meskipun di dalam hatinya ia merasa sangat canggung karena tebakan muridnya sangat tepat sasaran. "Sekali lagi kau berani meledek gurumu ini dengan omong kosong seperti itu, akan guru segel suaramu hingga kamu tidak bisa berbicara selama tiga bulan penuh!"

​Mendengar ancaman horor tersebut, Ziyan langsung membelalakkan mata. Ia dengan cepat menutup rapat mulutnya menggunakan kedua telapak tangannya, mengangguk-angguk pasrah dengan tatapan ketakutan yang jenaka.

​Melihat muridnya sudah diam, Tianchen menghela napas panjang, mengendurkan kembali auranya. "Dengarkan baik-baik. Sementara waktu dia sudah aman dari ancaman kematian. Luka dalamnya sudah sembuh berkat... pengobatan semalam. Tapi dia masih sangat lemah dan perlu banyak istirahat untuk menstabilkan aliran Qi-nya."

​Tianchen melangkah melewati Ziyan, bersiap menuju Perpustakaan Agung. "Masuklah ke dalam dan jaga dia sampai dia terbangun. Aku akan pergi ke perpustakaan untuk mencari beberapa referensi lanjutan. Ingat, jaga sikapmu di dalam. Jangan lakukan hal-hal yang tidak perlu, terutama jika itu bisa merusak nama baik dan kehormatan gurumu ini."

​"Ba-baik, Guru Li! Murid mengerti!" Su Ziyan memberikan hormat dengan patuh, namun begitu Tianchen berbalik dan berjalan menjauh, Ziyan langsung terkekeh geli di balik tangannya. Tanpa membuang waktu, ia langsung berbalik dan berlari kecil masuk ke dalam kamar pribadi gurunya dengan rasa penasaran yang membubung tinggi.

​Hampir setengah hari berlalu dengan keheningan yang membosankan di dalam kamar utama. Su Ziyan duduk di sebuah kursi kayu cendana di samping meja teh, menopang dagunya dengan satu tangan. Matanya mulai terasa berat, dan ia berkali-kali terkantuk-kantuk, kepalanya hampir membentur permukaan meja karena rasa kantuk yang menyerang setelah berlari keliling gunung sejak fajar.

​"A-air... a-air..."

​Sebuah suara bisikan yang teramat lirih dan serak mendadak memecah keheningan kamar.

​"Ha-haus..."

​Ziyan seketika tersentak bangun, rasa kantuknya hilang tak berbekas. Ia menoleh dengan cepat ke arah ranjang besar. Di sana, tubuh di balik selimut sutra putih mulai bergerak kecil.

​"Ah, kamu sudah sadar?" Ziyan langsung berdiri dengan gembira. Ia dengan cekatan menuangkan secangkir air hangat dari teko keramik di atas meja, lalu berjalan cepat mendekati ranjang. Dengan sangat lembut, Ziyan menopang punggung bagian atas gadis itu, membantunya bersandar di bantal, dan mendekatkan cangkir ke bibir Yuanling yang kering. "Pelan-pelan saja minumnya."

​Yuanling meneguk air hangat itu dengan rakus, merasakan tenggorokannya yang semula bagai padang pasir kini kembali basah. Setelah selesai, ia mengembuskan napas panjang. Meskipun seluruh persendian di tubuhnya masih terasa sedikit kaku dan pegal, namun ia bisa merasakan sebuah keajaiban yang luar biasa, rasa sakit yang membakar organ dalamnya semalam telah hilang sepenuhnya! Kekuatan fisiknya telah kembali, bahkan terasa jauh lebih melimpah daripada sebelumnya.

​"Terima kasih..." ucap Yuanling dengan suara yang masih agak lemah. Ia melihat ke sekeliling kamar yang sangat luas dan agung ini, lalu beralih menatap jubah putih bersih yang kini melekat di tubuhnya. "Aku... aku belum mati? Di mana ini?"

1
❤️⃟Wᵃfкαgσмє¹⁵𝕬𝖗𝖘𝕯💞
Ngk kuno ngk moderen tetep waee ada iblis dan saiton dalam berbagai bentukk
❤️⃟Wᵃfкαgσмє¹⁵𝕬𝖗𝖘𝕯💞
Cieeee udah pangil istri... kalian baru mempersatukan tp blom sahh .. jdi tahan dulu yahh suamii🤭🤭
❤️⃟Wᵃfкαgσмє¹⁵𝕬𝖗𝖘𝕯💞
Hedehhhh embah uyut mau nikahh.. yukk para cicit kita restui uyut kita menjadi wahhhh dan awet muda selamanya 🤣🤣
❤️⃟Wᵃfкαgσмє¹⁵𝕬𝖗𝖘𝕯💞
Nahh murid cerdass .. baru juga diangkat jd murid udah paham semua hal itu.. danpaham btull gurunyaa🤣
tenann yunnn... tuan Tian sangat tampan kokk JD nikmatin aja🤭
❤️⃟WᵃfTɑ˪ˡʈʜΑ𝐇⃟⃝ᵧꕥ●⑅⃝ᷟ
apalagi sih itu baru juga ziyan mau seneng lagi tau² ada suara ledakan gitu
❤️⃟Wᵃfкαgσмє¹⁵𝕬𝖗𝖘𝕯💞
Luar biasa donk kalau bisa tambah awet muda karena pegobatan yg intimm🤭
murid yg pintar langsung bisa tepat sasaran 🤣🤣🤣
❤️⃟WᵃfTɑ˪ˡʈʜΑ𝐇⃟⃝ᵧꕥ●⑅⃝ᷟ
siapa ya itu perasaan si tiancheng itu gapunya leluhur deh apa kira² itu ada penjaga perpustakaan nya ya
❤️⃟Wᵃfαиιєℓα
Wahh akhirnya ziyan kamu berhasil juga , ehh suara apa itu
❤️⃟WᵃfTɑ˪ˡʈʜΑ𝐇⃟⃝ᵧꕥ●⑅⃝ᷟ
baru juga mau happy taunya tantangan yg sebenarnya baru Dateng yg sabar aja ya ziyan 🤣
❤️⃟Wᵃfαиιєℓα
nah baru masuk udh ditanya , tapi suara siapa itu yang nanya ke yuanling
❤️⃟Wᵃfαиιєℓα
nah denger kata ayahmu mending fokus menambah ilmu daripada ngelakuin hal sia2
ziyan ayo pasti bisa kamu ngelewatin ini 🤣
❤️⃟Wᵃfкαgσмє¹⁵𝕬𝖗𝖘𝕯💞
wahh semoga pemersatu nya berhasil dan bisa saling melengkapi🤭
❤️⃟Wᵃfкαgσмє¹⁵𝕬𝖗𝖘𝕯💞
Masalah ya tuhh metode kudu saling mengisi dalam pemersatu bangsa jd.. ku di sahhhhhhhh🤣🤣🤣
❤️⃟Wᵃfкαgσмє¹⁵𝕬𝖗𝖘𝕯💞
wahh teryata .. ngk perlu cari murid
udah pada datang sendiri..
hanya tinggal bersatuu dan bangkit
❤️⃟Wᵃfкαgσмє¹⁵𝕬𝖗𝖘𝕯💞
Wkwkwk bukan hanya jantung yg berdetak kencang pasti nihh 🤣🤣
SENJA
laaaah itu tiancheng terkuat diantara manusia lainnya 😂
SENJA
iya tinggal cari 3 lagi 🤣 itu siluman rubah suruh jadi manusia terus kultivasinya di turunin
SENJA
buseeeh siluman 😂
🤎✮⃝🍌 ᷢ ͩ🍒⃞⃟🦅𝘽𝙖𝙮𝙪ˢ⍣⃟ₛ
Ngeri, Ziyan naik tingkatnya secepat kilat
🤎✮⃝🍌 ᷢ ͩ🍒⃞⃟🦅𝘽𝙖𝙮𝙪ˢ⍣⃟ₛ
Lah, ada orang lain juga? Kirain Sekte Pedang cuma empat orang.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!