NovelToon NovelToon
Akhir Tragis Pelakor Yang Menghancurkan Hidupku

Akhir Tragis Pelakor Yang Menghancurkan Hidupku

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Penyesalan Suami
Popularitas:1.8k
Nilai: 5
Nama Author: BI STORY

Aku menyelamatkannya dari kubangan lumpur, tapi dia justru menenggelamkanku ke dalam derita."

​Anita hidup dalam kesempurnaan. Dia memiliki kehormatan, kekayaan, dan Randy suami tercinta yang telah ia temani berjuang dari nol hingga sukses menjadi pengusaha properti kaya raya.

Namun, menara kebahagiaan itu runtuh seketika saat takdir mempertemukannya kembali dengan Valeria, sahabat masa kecilnya yang telah terpisah selama 15 tahun.

​Iba melihat nasib Valeria yang miskin dan terjerumus menjadi wanita malam, Anita dengan tulus mengulurkan tangan. Dia membawa Valeria masuk ke dalam kehidupannya dan memberikannya pekerjaan terhormat sebagai karyawan di kantor Randy.

Anita tidak pernah tahu bahwa malam pertama Valeria terjun ke dunia malam, pelanggan pertamanya adalah Randy. Dan sejak malam terkutuk itu, keduanya telah bermain api di belakangnya.

​Valeria yang digerogoti rasa iri mendalam atas kemewahan Anita, mulai melancarkan aksi liciknya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon BI STORY, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Topeng Yang Retak

​"Kaca! Ambilin gue kaca! Gue mau lihat muka gue sekarang!"

​Jeritan histeris Valeria menggema di dalam kamar rawat kelas satu tempat dia dipindahkan setelah keluar dari ruang ICU. Suster yang berjaga di samping bangsal tampak kewalahan menenangkan wanita itu, yang sejak siuman satu jam lalu terus meronta.

​Anita sedang pergi ke kantin rumah sakit.

"Val, tenang dulu! Kamu baru aja siuman, kondisi kamu belum stabil!"

​"Lepasin, Mas! Aku mau lihat muka cantik aku!" bentak Valeria, menyambar ponselnya di atas meja nakas dan menyalakan kamera depan.

​Begitu layar ponsel menampilkan pantulan wajahnya, Valeria membeku. Detik berikutnya, jeritan yang jauh lebih histeris lolos dari tenggorokannya. Wajah yang biasanya dia rawat dengan skincare mahal jutaan rupiah kini membengkak dua kali lipat, merah keunguan, dengan sepasang mata yang menyipit akibat efek alergi racun tawon. Bibirnya yang biasa dia poles lipstik merah seksi kini tebal dan pecah-pecah.

​"Nggak mungkin... Ini bukan muka aku! Mas, muka aku hancur! Muka aku jadi jelek banget!" Valeria menangis meraung-raung, melempar ponselnya ke lantai hingga retak. Bagi wanita yang mengandalkan fisik untuk memikat suami orang seperti dirinya, kehilangan kecantikan adalah kiamat kecil.

​"Tenang, Val. Dokter bilang ini cuma sementara karena efek reaksi alergi. Nanti kalau racunnya udah hilang, muka kamu bakal balik kayak dulu," hibur Randy, meski di dalam hati dia juga merasa sedikit ngeri melihat penampilan Valeria yang menyerupai monster saat ini.

​Valeria mencengkeram kemeja Randy dengan kasar, matanya menatap Randy penuh tuntutan.

"Mas, aku nggak mau tahu! Kamu harus panggil dokter spesialis kulit terbaik di Jakarta buat sembuhin muka aku! Aku nggak mau dirawat di rumah sakit biasa kayak gini, aku mau pindah ke kamar VIP eksklusif! Biayanya memang mahal, Mas, tapi kamu

harus tanggung semuanya!"

​Randy menghela napas berat, kepalanya mendadak berdenyut pening. Tabungan pribadinya sudah menipis setelah penarikan tunai besar-besaran beberapa hari lalu untuk menenangkan Valeria, dan sekarang dia harus menanggung biaya rumah sakit VIP beserta dokter spesialis?

​Cklek.

​Suara pintu kamar yang terbuka membuat Randy refleks menjauhkan tubuhnya dari Valeria. Jantungnya berdegup kencang saat melihat Anita melangkah masuk ke dalam ruangan.

​"Ya ampun, Valeria... Kamu udah siuman?" tanya Anita dengan raut wajah yang mendadak berubah sangat prihatin. Dia meletakkan buah di meja, lalu mendekati bangsal Valeria.

​Valeria buru-buru menarik selimut hingga sebatas hidung, mencoba menyembunyikan wajah bengkaknya yang memalukan di depan istri sah Randy. Matanya menatap Anita dengan kilat penuh kebencian sekaligus ketakutan.

​"Anita," gumam Valeria lirih di balik selimut.

​Anita menoleh ke arah Randy yang berdiri kaku di sudut ruangan dengan wajah pucat.

"Mas, tadi pas aku mau ke sini, aku sempat nggak sengaja dengar obrolan kamu sama Valeria dari luar pintu. Valeria mau pindah ke kamar VIP dan panggil dokter spesialis, ya?"

​Randy menelan ludah dengan susah payah, merasa tertangkap basah.

"E-eh, iya, Nit. Kebetulan Valeria tadi mengeluh kamarnya kurang nyaman, dan dia... dia agak syok lihat kondisi wajahnya."

​Anita tersenyum sangat manis, lalu menggenggam tangan Randy dengan lembut.

"Mas, kamu nggak usah pusing atau bingung. Aku setuju kok. Malah, aku ngerasa kita wajib bantu Valeria sampai sembuh total."

​Randy tertegun, tidak percaya dengan apa yang baru saja didengarnya.

"Kamu... kamu serius, Nit?"

​"Tentu saja aku serius, Mas," sahut Anita, nadanya begitu tulus hingga membuat Valeria yang mendengarnya di balik selimut justru merasa merinding.

"Gini-gini Valeria kan sekretaris andalan kamu di kantor. Hitung-hitung kita berbuat baik. Mas, kamu urus perpindahan kamar Valeria ke kelas VIP sekarang, ya. Pakai kartu kredit atau rekening kamu aja, jangan pelit-pelit sama teman yang lagi kena musibah."

​Di balik selimut, Valeria mengepalkan tangannya kuat-kuat. Alih-alih merasa senang karena biayanya ditanggung, dia justru merasa terhina. Kebaikan Anita terasa seperti tamparan tidak kasat mata yang mempertegas posisinya yang hanya sebatas "objek santunan" di mata sang istri sah.

​Sementara bagi Randy, kalimat Anita adalah jebakan Batman yang mematikan. Di satu sisi dia lega karena bisa memenuhi tuntutan Valeria tanpa dicurigai Anita, namun di sisi lain, dompet pribadinya benar-benar sedang sekarat.

​"I-iya, Nit. Makasih ya kamu udah pengertian banget. Aku... aku ke administrasi dulu kalau gitu," pamit Randy dengan senyum kaku, buru-buru keluar dari kamar sebelum kartu debitnya menangis.

​Setelah Randy keluar, atmosfer di dalam kamar rawat itu mendadak berubah menjadi sangat dingin. Anita melepaskan genggaman tangannya, lalu berjalan pelan mengitari ranjang Valeria.

Senyum prihatin di wajahnya perlahan luntur, digantikan oleh tatapan mata yang teramat tajam dan mengintimidasi.

​"Gimana rasanya disengat tawon, Val? Sakit banget, ya?" tanya Anita, suaranya kini terdengar rendah dan berdesis dingin, sangat kontras dengan suaranya yang manis saat ada Randy tadi.

​Valeria menurunkan sedikit selimutnya, menatap Anita dengan berani meski jantungnya berdegup kencang karena paranoid.

"Maksud kamu apa? Kamu lagi ngetawain musibah yang aku alami?"

​"Ngetawain? Oh, tentu nggak. Aku justru kasihan sama kamu. Makanya, biar kamu nggak stres terkurung di rumah sakit terus, aku punya kejutan buat kamu," ujar Anita sembari merogoh tasnya yang bermerek.

​Anita mengeluarkan sebuah kartu undangan fisik. Dia meletakkan kartu undangan itu dengan ketukan pelan tepat di atas meja nakas di samping tempat tidur Valeria.

​"Minggu depan, anak aku Vano ulang tahun yang keenam. Perayaannya diadakan di ballroom Hotel Grand Luxury. Aku sengaja siapin undangan VIP ini khusus buat kamu," ucap Anita dengan senyuman miring yang sarat akan ancaman terselubung.

"Kamu harus datang ya, Val. Wajah bengkak kamu pasti udah kempes minggu depan abis dirawat dokter spesialis pilihan suami aku."

​Valeria menatap kartu undangan mewah itu dengan pandangan ngeri. Instingnya mengatakan bahwa pesta ulang tahun itu adalah sebuah perangkap besar yang sengaja dirancang Anita untuk menjatuhkannya.

"Anita, kayaknya aku—"

​"Aku nggak menerima penolakan, Valeria," potong Anita cepat, tatapannya mengunci pergerakan Valeria hingga selingkuhan suaminya itu mati kutu.

"Kalau kamu nggak datang, aku bakal ngerasa sedih banget. Dan kamu tahu sendiri kan, kalau aku sedih, Mas Randy pasti bakal ikut pusing. Jadi, pastikan kamu datang dengan gaun terbaik kamu minggu depan, ya?"

​Tepat setelah Anita menyelesaikan kalimatnya, Randy kembali masuk ke dalam kamar dengan napas agak terengah-engah.

"Nit, administrasi VIP-nya udah beres. Kamarnya bisa ditempati sore ini."

​"Wah, bagus kalau gitu, Mas," sahut Anita, seketika mengubah ekspresi wajahnya kembali menjadi istri yang ceria dan penuh perhatian. Dia berjalan mendekati Randy dan merangkul lengan suaminya itu.

"Oh iya Mas, mumpung urusan Valeria udah beres, kita sekalian mampir ke vendor dekorasi hotel ya? Hari ini hari terakhir pelunasan sisa DP buat pesta Vano minggu depan. Totalnya sekitar seratus juta lagi, pakai kartu kredit kamu yang limitnya besar itu ya, Mas?"

​Mendengar nominal seratus juta yang dimention Anita dengan begitu santai, lutut Randy rasanya mendadak lemas. Kepalanya berputar hebat. Pengeluaran rumah sakit Valeria ditambah pelunasan pesta ulang tahun Vano benar-benar menguras habis likuiditas keuangannya dalam satu hari.

Namun di bawah tatapan mata polos Anita dan pandangan menuntut dari Valeria, Randy hanya bisa mengangguk pasrah bagai kerbau yang dicocok hidungnya.

​"I-iya, Nit. Nanti kita gesek kartu aku aja," jawab Randy dengan suara yang terdengar lemah dan tak bertenaga.

​Anita tersenyum penuh kemenangan dalam hati. Dia melirik Valeria untuk terakhir kalinya, memberikan tatapan mata yang seolah mengatakan: Permainan baru saja dimulai.

Anita melangkah keluar dari kamar rawat bersama Randy, meninggalkan Valeria yang menatap kartu undangan di atas meja dengan tubuh yang mendadak gemetar hebat karena ketakutan yang kian merayap pasti.

Bersambung

1
Eridha Dewi
aneh
Ariany Sudjana
semoga Anita bisa diselamatkan, dan pelacur murahan itu, juga Randy, harus dihukum mati
Eneng Farida
autor ini mh salah judul kali ya bkn hrusnya judulnya akhir hidup isri sah bkn sebaliknya
Ariany Sudjana
dasar pelacur murahan yang bodoh kamu itu Valeria, kamu akan menyeret Anita dan Randy, yang ada juga kamu dan Randy yang akan jatuh, Anita sih cerdas, sudah mengamankan aset, dasar pelacur murahan yang bodoh 😂😂🤣🤣 hanya bisa ngangkang demi jadi istri konglomerat, tapi otaknya tolol 😂😂🤣🤣
Ariany Sudjana
hahaha dasar pelacur murahan kamu itu Valeria, gimana rasanya aset yang kamu andalkan itu rusak parah disengat tawon?
Ariany Sudjana
hahahaha pelacur murahan ga mempan sama sengatan tawon ternyata 🤣🤣😂😂
Ariany Sudjana
padahal Anita langsung saja masuk ke kantor Randy, jangan bicara dulu, kan lebih seru jadinya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!