Aldo pulang merantau dari kota karena mendengar kabar bahwa sebentar lagi Airin akan segera menikah, Kakak kesayangannya itu akan menikah sehingga dia harus segera pulang.
tanpa dia tahu bahwa sesuatu telah terjadi dan Aldo sama sekali tidak mendengar kabar tentang hal itu, bahkan hal yang begitu buruk akan segera menghampiri dia karena kedatangan dia ke desa ini hanya akan mengungkap apa yang telah terjadi kepada Airin yang telah lama menghilang.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon novita jungkook, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 9. Gaun darah lagi
Keheningan malam begitu terasa menusuk tubuh ini karena sangking tidak kuat nya rasa dingin yang muncul, namun Aldo tetap berusaha untuk tenang saja walau di dalam hati sudah ada rasa takut karena malam ini terasa sangat aneh untuk dia, hembusan angin perlahan yang menerpa tubuh lengkap juga dengan beberapa semilir sehingga menambah seram suasana.
Rintih kecil terdengar halus entah datang dari mana namun yang jelas tadi Aldo mendengar suara rintihan itu, untuk lebih jelas lagi maka Dia segera mencari dan menyambar tongkat bila nanti ternyata ada orang yang berniat jahat ingin masuk ke dalam rumah sehingga sengaja membuat gerakan seperti itu.
Padahal tadi sudah sangat jelas bahwa Ini semua adalah ulah dari makhluk yang tak kasat mata yang muncul dari dalam toilet itu, tersimpan kengerian besar namun apa daya karena Aldo juga harus tetap berani untuk mencari tahu apa yang telah terjadi dengan sangat serius di tempat yang terasa mencekam itu.
Entah benar atau tidak Ini semua adalah ulah dari makhluk halus namun setidaknya Aldo terus berusaha untuk mencari tahu tentang apa yang telah terjadi, di dalam hati ada seseorang yang melarang untuk dia keluar karena dia juga tidak pernah mengalami hal seperti ini di dalam hidup selama dua puluh tahun.
"Apa ini?" Aldo mengambil butiran bunga melati yang jatuh di atas lantai.
"Astaga bau nya!" Aldo reflek membuang karena mencium aroma bangkai yang tidak terkira pada bunga melati itu.
Padahal bunga melati pasti akan berbau harum semerbak karena itu memang sudah menjadi ciri khas dari bunga itu sendiri, kamu kali ini berbeda karena bunga melati yang Aldo temukan justru berbau bangkai tidak terkira sehingga membuat siapa saja yang mencium aroma itu pasti akan tidak sanggup, sungguh mengerikan bahu tersebut sehingga Aldo sendiri penasaran dari mana datang nya bunga melati itu dan kenapa berserakan di sebelah rumah dia saat ini.
"Bau bangkai begini pasti terkena sesuatu kan." lirih Aldo.
"Gila aku sudah seperti dukun saja yang sudah masuk ke dalam dunia gaib seperti ini." gumam Aldo sendirian.
"Kan tidak lucu kalau mendadak saja Airin sudah menjadi arwah gentayangan, padahal aku pulang ingin melihat dia menikah bukan menjadi hantu seperti ini." imbuh Aldo.
Ya sejujurnya saat ini Aldo begitu takut bila ternyata Airin memang telah menjadi arwah gentayangan, dengan banyak bukti yang Hartini tunjukkan kepada dia maka itu bisa saja bahwa Airin yang telah meninggal dunia, mungkin sebagian orang menganggap dia masih hidup tapi Aldo sendiri sekarang malah mengarah bahwa Kakak dia telah tiada.
"Itu cahaya apa?" Aldo bergegas mendekat untuk melihat cahaya yang sedang ada di sebelah rumah.
Cahaya agak kemerahan namun bila dilihat lebih jelas itu seperti sesuatu yang sedang berjalan naik dan turun, Aldo mematikan senter yang ada di tangan dia karena tidak mau bila nanti sampai ketahuan oleh pemilik cahaya yang baru saja dia lihat ini.
"Aldoooooo....
"Hah!" Aldo menoleh karena mendengar suara yang menyebut nama dia secara halus.
Wuuussssh.
Wuuussssh.
"Tidak ada orang, tapi aku sungguh mendengar suara orang barusan." lirih Aldo sangat nyata.
Wuussssh.
Wuuusssh.
"Kenapa semakin seram begini lah." gumam Aldo kembali dengan tubuh mulai lesu.
Wuuuuttt.
"Hihihiiiiiiii....
"Ya allah!" Aldo terpekik ketika dia menatap ke atas pohon rambutan dan melihat seseorang duduk di atas cabang itu.
"Setan, ini sama seperti ketika yang ada di pohon sawit saat itu! Kenapa dia bisa datang kemari dan malah seperti mengejar aku?" Aldo yang ketakutan juga bingung saat ini.
Jelas iblis wanita ini memiliki kesamaan ketika pertama kali Aldo melihat saat di pohon sawit kala itu, Kenapa sekarang dia ada di pohon rambutan yang ada di sebelah rumah Aldo ini sehingga menambah suasana semakin tidak karuan, gaun yang dia pakai juga mengucurkan darah terus-menerus membasahi tanah yang ada di bawah.
"Akuuuu datang mengambil yang aku punya......
"Siapa kau sebenarnya Dan kenapa menghantui aku seperti ini?!" Aldo memberanikan diri untuk bertanya pada wanita bergaul darah itu.
"Sungguh Malang nasib ini, semua hanya tinggal kenangan saja.......
"Apa sebenarnya sudah terjadi dan aku yakin dia bukan Airin!" Aldo berusaha memantapkan hati ini.
Wuuuussssh.
Belum lagi Aldo banyak berbicara pada arwah itu, sambaran angin yang begitu kencang membuat wanita yang ada di atas pohon rambutan hilang begitu saja dari depan mata pemuda ini, Aldo masih melongo karena dia juga kebingungan dengan perasaan yang timbul di dalam hati dia saat ini.
Dia memang takut dan tidak ingin bertemu dengan arwah wanita bergaun darah, namun entah kenapa ketika wanita itu hilang dari pandangan mata ini maka Aldo langsung tertegun dan merasa batin ini seolah sangat kehilangan sekali, rasa tidak ingin berpisah dari wanita itu begitu kuat mencuat di dalam hati sehingga membuat Aldo sangat bingung dengan apa yang dia rasakan sekarang.
"Aku Kenapa dan seolah tidak ingin berpisah dari dia?" gumam Aldo sambil melangkah pelan masuk ke dalam rumah.
Tanpa dia ketahui bahwa saat ini ada beberapa pasang mata yang menatap dia dari dalam semak belukar, tampak jelas para pria itu tidak menyukai Aldo yang datang ke desa ini sehingga mereka semua merasa terancam dengan kehadiran Aldo.
"Aku sudah sempat mengatakan kepada kalian agar jangan melakukan hal itu." pria berbaju hitam membuka suara untuk pertama kali.
"Lalu memangnya mau bagaimana bila kita tidak membunuh dia?" yang berjalan pincang bertanya balik.
"Gila, Kau yang sudah gila karena memberikan ide itu kepada kami." pria baju hitam memarahi teman yang ada di sebelah dia.
"Apa? saat itu aku tidak sadar karena sedang pengaruh dalam barang haram dan kalian juga dengan senang hati menikmati dia, justru seharusnya aku yang marah kepada kalian semua!" pria bertubuh tinggi itu balik marah kepada berbaju hitam.
"Kita sudah melakukan kesalahan besar dan entah sampai kapan ini akan tertutup rapat, tapi yang jelas aku merasa aduh itu adalah sebuah ancaman!" pria yang memiliki kaki pincang merasa yakin dengan hal itu.
"Ah dia hanya anak kemarin sore yang tidak akan pernah bisa tahu apa yang telah terjadi." pria bertubuh tinggi sangat yakin.
Mereka semua tenggelam dalam pikiran masing-masing karena tidak tahu harus bagaimana nanti ketika semua sudah terungkap dengan benar, sebab mereka juga telah melakukan kesalahan yang begitu besar dan tidak berani bilang sampai menceritakan kepada orang lain apa yang telah terjadi.
Selamat pagi, tolong beri semangat pada othor kalian ini ya🥹
GK JD member kah