NovelToon NovelToon
The Sarcastic Survival Log

The Sarcastic Survival Log

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Fantasi Isekai / Survival
Popularitas:181
Nilai: 5
Nama Author: D'Silent Novel

Sinopsis: Mati konyol akibat tersedak tutup pulpen saat mencoba pamer trik sulap di depan kucingnya, Raditya dilempar oleh Dewa Administrasi yang burnout ke Aethelgard—dunia fantasi purba yang super kejam dan mematikan.

Bukannya dibekali pedang suci atau sihir penghancur masal, Raditya hanya diberi sebuah Sistem Survival yang hobi menghujat, bermulut sarkas, dan gemar memberikan hadiah absurd seperti panci aluminium. Tanpa kemampuan bertarung, Raditya terpaksa mengandalkan logika Bumi yang pas-pasan, keberuntungan yang aneh, dan adu bacot dengan sistemnya sendiri demi tidak mati untuk kedua kalinya di dasar rantai makanan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon D'Silent Novel, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 35: Rahasia Terlarang Menteri Keuangan

Malam di Distrik Kumuh biasanya sunyi, namun malam ini atmosfernya terasa seberat timah. Raditya berdiri di atap gudang, menatap ke arah pusat kota. Sistemnya berkedip merah terang sebuah indikator yang menandakan bahwa pasukan elit Guild Dagang Pusat, yang didukung oleh batalion pengawal pribadi Menteri Keuangan, sedang bergerak mendekat.

​"Mereka datang lebih cepat dari perkiraan," gumam Raditya.

​"Tuan, kita kalah jumlah seribu banding satu," bisik Lira, tangannya sudah memegang jimat api. "Jika kita melawan, kita akan dianggap sebagai pemberontak kerajaan."

​Raditya tersenyum miring. "Siapa bilang kita akan melawan dengan pedang? Kita akan menggunakan 'infrastruktur'."

​Ting!

​[Peringatan Sistem]:

​Deteksi Musuh: 500 Ksatria Bersenjata dengan surat perintah penggeledahan ilegal.

​Rekomendasi Manajer: Gunakan 20.000 Poin Survival untuk mengaktifkan [Sistem Pertahanan Pabrik Otomatis: Varian 'Sticky-Sachets'].

​"Lakukan!" perintah Raditya.

​Saat pasukan itu merangsek masuk ke jalanan Distrik Kumuh, mereka tidak menemukan perlawanan. Jalanan sepi, lampu-lampu padam. Namun, tepat saat mereka mengepung gudang Raditya, Raditya menekan tombol merah besar di panel kontrolnya.

​Fyuuuuh—KABOOM!

​Bukan ledakan mesiu, melainkan ribuan liter cairan konsentrat [Sachet Kopi Super Lengket] yang disemprotkan dari pipa-pipa rahasia yang telah Raditya tanam di bawah jalanan dalam waktu semalam. Dalam sekejap, seluruh pasukan ksatria itu terperosok ke dalam genangan kopi karamel yang sangat kental dan lengket.

​"Apa ini?! Aku tidak bisa bergerak!" teriak sang komandan ksatria, zirahnya terbungkus cairan cokelat yang semakin mengeras seperti semen.

​Raditya melompat turun ke depan mereka, didampingi Vivienne yang menahan tawa.

​"Selamat malam, Tuan-Tuan," sapa Raditya dengan nada sarkastik. "Kopi ini adalah formula baru. Semakin kalian berusaha bergerak, semakin lengket dia akan menempel pada zirah kalian. Butuh waktu dua hari untuk melarutkannya, atau kalian bisa membayarku 50 koin emas per orang untuk mendapatkan 'cairan pelarut' instan."

​Di tengah kekacauan itu, seorang pria dengan jubah mahal mencoba melarikan diri. Itu adalah tangan kanan Menteri Keuangan. Raditya tidak membiarkannya pergi. Dia mengaktifkan 10.000 poin untuk membeli [Drone Pengintai Sachet]. Drone kecil itu mengejar sang pria dan menjatuhkan [Bubuk Penanda Lokasi Permanen] yang baunya akan tercium hingga bermil-mil jauhnya.

​"Lari saja, kawan!" teriak Raditya. "Setiap anjing di kota ini akan mengikutimu sampai ke ranjang Menteri!"

​Setelah pasukan itu berhasil dijinakkan dan beberapa ksatria terpaksa memohon untuk membeli 'cairan pelarut' dengan harga selangit, Raditya menemukan sesuatu di saku sang komandan: sebuah dokumen rahasia.

​Dokumen itu berisi catatan keuangan Menteri Keuangan. Ternyata, sang Menteri tidak hanya memonopoli, tapi dia juga secara diam-diam menjual gandum cadangan negara ke kerajaan musuh demi keuntungan pribadi, membiarkan rakyatnya kelaparan agar dia bisa mengontrol harga pasar.

​"Jadi ini alasannya," desis Vivienne saat membaca dokumen tersebut. "Dia menciptakan krisis kelaparan untuk membuat sachet kita terlihat berbahaya."

​Raditya menatap dokumen itu, lalu menatap sisa poin survival-nya.

​Ting!

​[Status Saldo Poin]: 10.850 Poin.

​Gelar Absurd Baru: [Manajer yang Mengubah Pasukan Elit Menjadi Patung Kopi].

​"Lira, cetak salinan dokumen ini sebanyak sepuluh ribu lembar," perintah Raditya. "Kita akan menggunakan [Drone Penyebar Brosur Sistem] untuk menjatuhkan dokumen ini tepat di atas alun-alun Ibu Kota saat upacara pagi besok."

​"Tapi Tuan, ini akan membuat Menteri marah besar dan memicu perang politik!"

​Raditya menyesap sisa kopinya dengan tenang. "Biarkan saja. Menteri yang marah adalah Menteri yang gegabah. Dan saat dia gegabah, dia akan melakukan kesalahan yang lebih fatal. Kita tidak butuh pedang untuk menjatuhkan kerajaan, kita hanya butuh transparansi... dan sedikit kopi yang sangat enak."

​Malam itu, Distrik Kumuh tidak lagi terasa seperti sarang tikus. Bagi Raditya, itu adalah Ground Zero dari revolusi yang akan mengguncang pondasi Aethelgard.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!