NovelToon NovelToon
TEBUSAN RANJANG ( Kontrak Pernikahan 1 Tahun )

TEBUSAN RANJANG ( Kontrak Pernikahan 1 Tahun )

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / CEO / Nikah Kontrak
Popularitas:4.6k
Nilai: 5
Nama Author: Five Vee

*Novel dengan Alur Sat Set dan Bab Pendek.*


Junee tidak pernah menyangka akan bertemu lagi dengan Ben Pratama.

Anak culun yang dulu ia tolak di SMA, sekarang jadi CEO muda yang dingin dan sukses. Ketika panti asuhan tempat Junee mengabdi terancam digusur, satu-satunya jalan keluar adalah menerima tawaran Ben: Menjadi istri kontraknya selama satu tahun. Tidak ada cinta. Hanya kesepakatan.


Begitu pikir Junee. Tapi tinggal serumah dengan Ben ternyata tidak sesederhana itu. Setiap tatapannya penuh teka-teki. Setiap sikapnya seperti menyimpan amarah yang belum selesai.


Junee mulai bertanya: Apakah Ben benar-benar membencinya? Atau selama ini, ia salah paham tentang alasan penolakan itu? Satu tahun. Satu kontrak. Satu kesempatan untuk memperbaiki masa lalu. Pertanyaannya… apakah hati mereka masih bisa diperbaiki?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Five Vee, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

9. Rumah Untuk Pulang.

“Kita makan siang dulu.” Ucap Ben pada Junee yang tengah membaca sebuah dokumen di dalam ruang kerja pria itu.

Sang istri mengangguk patuh. Mereka pun keluar dari ruangan CEO, di lantai 45.

Ben mengajak Junee makan siang di kantin karyawan.

Semua orang yang ada di tempat itu terkejut. Tak biasanya CEO mereka makan di kantin. Bersama istrinya juga?

Vania melihat dari meja yang ada di sudut ruangan. Wajahnya tampak kaku.

Wanita itu mengepalkan tangannya ketika melihat Ben begitu perhatian pada sang istri.

Mulai dari mengambilkan makanan, membantu membuka air mineral, hingga membersihkan sendok sebelum di pakai.

“Si Junee pasti semakin besar kepala karena dilayani pak Ben di depan banyak orang.” Geramnya.

Tanpa sengaja Junee melihat Vania. Ia pun tidak memperdulikan. Dan memilih menikmati makanannya.

“Bagaimana rasanya?” Tanya Ben. Sepetinya pria itu tidak menyadari keberadaan Vania di sudut kantin.

“Ini enak sekali. Tidak kalah dengan buatan Chef di hotel waktu gala kemarin.” Ucap Junee.

Ben menyunggingkan sudut bibirnya.

“Karena yang memasak ibu kantin. Dia membuatnya dengan hati yang tulus.”

Junee mengangguk setuju. Sama halnya seperti sang ibu. Yang selalu membuat jualannya dengan sepenuh hati meski dunia kadang tak berpihak pada mereka.

“Ben… apa aku boleh meminta satu hal?” Tanya wanita itu kemudian.

“Katakan.”

Junee menggigit bibirnya.

“Malam ini…apa boleh aku tidak datang ke kamar utama. Aku mau tidur di kamar tamu. Biar bisa tidur lebih awal.” Ucapnya sedikit berbisik agar tidak ada yang mendengar.

Junee meminta ijin. Karena, jika ia tidak datang secara sepihak. Maka termasuk dalam pelanggaran kontrak.

Ben terdiam.

“Kamu mengusir aku?”

Junee menggelengkan kepalanya dengan cepat.

“Tidak. Aku hanya ingin tidur lebih awal. Besok aku mau mengantar anak-anak pergi membeli baju sekolah.” Jelasnya agar Ben tidak marah.

Ben menghela nafas, kemudian menganggukkan kepalanya.

“Ok. Aku akan menemani sampai kamu tidur. Boleh?”

Junee mengerajapkan matanya.

“Boleh… hanya sampai aku tidur.”

Ben tersenyum tipis. “Iya. Hanya sampai kamu tidur.”

Junee pun tersenyum senang. “Apa itu artinya, aku tidak melanggar kontrak?” Tanya wanita pelan.

Ben berdecak pelan. “Ini kesekian kalinya aku mengatakan, kalau kamu bukan istri kontrak, Junee.”

Sepertinya, Ben harus menghubungi pengacara untuk memperbaharui kontrak mereka.

Meski Ben telah mengatakan kontrak telah di revisi secara lisan. Namun secara tulisan, kontrak itu masih tetap utuh.

Ia harus segera merubahnya.

---

Malam harinya di Penthouse Ben Holding.

Junee sudah memakai baju tidurnya. Wanita itu duduk bersandar pada kepala ranjang. Kemudian Ben masuk membawa sebuah buku dongeng.

“Ini untuk Dika. Tapi aku mau membacakan untuk kamu dulu.” Ucap pria itu.

Junee ternganga mendengarnya. Apa Ben mengira dirinya masih anak - anak?

“Kamu bisa membaca dongeng?” Tanya wanita itu.

“Tidak. Tapi aku mau belajar.” Ucap Ben yang kemudian duduk di sebelah Junee.

Ben membuka buku itu kemudian mulai membacanya. Suara pria itu pelan tetapi terdengar kaku.

“Kancil dan Buaya. Dahulu kala…”

Junee seketika terkekeh kecil.

“Kamu membaca dongeng seperti orang presentasi.”

“Aku memang CEO, bukan pendongeng.” Tukas Ben. Ia pun melanjutkan membaca dongengnya.

“Kancil pergi— Ben melirik ke arah sang istri. Dan ternyata wanita itu sudah tertidur.

Ben pun berhenti membaca. Kemudian membenarkan posisi tidur Junee agar lebih nyaman lalu menyelimuti wanita itu.

Ben masih duduk di pinggir ranjang, memperhatikan wajah Junee yang tenang.

Pria itu pun mengecup kening sang istri, sembari berbisik pelan.

“Aku tidak mau kamu kelelahan lagi, Junee. Aku janji.”

Setelah memastikan Junee benar - benar terlelap, Ben pun kembali ke kamar utama.

Namun, hingga satu jam lamanya merebahkan diri di atas ranjang, Ben tidak bisa terlelap.

Pria itu teringat kembali dengan wajah Dika yang memeluk kakinya.

Ada suara Junee yang tertawa di kantin kantor.

“Istri aku.” Ben juga teringat dengan ucapannya. Sudah dua kali ia mengatakan dua kata itu.

Dan entah kapan terjadi, kontrak itu sudah tidak penting lagi untuk Ben. Pria itu benar - benar telah melupakan sakit hatinya pada Junee.

Yang terpenting sekarang adalah Junee tidak boleh pergi darinya lagi.

Kejadian 10 tahun yang lalu, tidak boleh terulang lagi. Junee harus tetap menjadi milik Ben.

Tidak boleh ada kesalahpahaman lagi diantara mereka. Apalagi hingga membuat mereka berpisah.

Ben pun mengambil ponselnya untuk mengirim pesan pada pengacaranya.

“Batalkan semua klausul ranjang di kontrak. Ubah menjadi kontrak pernikahan normal. Kirim draftnya besok pagi.”

Pesan terkirim dan Ben pun merebahkan kembali tubuhnya.

Malam ini, pikiran Ben terasa lebih tenang dari malam - malam sebelumnya.

“Dengan begini, aku tidak akan takut lagi kehilangan kamu, Junee.” Ucap pria itu dan kemudian memejamkan matanya.

---

Keesokan Harinya.

Junee baru saja terbangun dari tidurnya, di saat Ben telah selesai membuat sarapan.

Pria itu tersenyum kecil ketika melihat sang istri mendekat masih menggunakan baju tidurnya.

“Pagi. Ayo kita sarapan lalu bersiap. Setelah itu kita ke toko baju. Anak-anak pasti sudah menunggu.” Ucap Ben.

Junee menganggukkan kepalanya. Kemudian duduk di salah satu kursi. Wanita itu pun teringat sesuatu.

“Ben… tentang kontrak baru…”

Ben memotong dengan cepat.

“Tidak ada lagi kontrak ranjang, Junee. Mulai hari ini, kita suami istri sungguhan. Pasangan normal. Kamu mau ‘kan?”

Junee terdiam. Ia pun menatap mata Ben.

Tidak ada perintah. Namun seakan menuntut jawaban darinya.

Wanita itu mengangguk pelan.

“Aku mau, Ben.” Ucapnya tanpa ragu.

Ben pun menyunggingkan sudut bibirnya. Ia mendorong piring berisi roti panggang ke arah Junee.

“Makanlah. Dika pasti menunggu.”

Junee pun menurut.

“Kamu mau ikut ke toko baju?” Tanya Junee kemudian.

“Hmm. Aku ingin lebih dekat dengan anak - anak.” Ucap Ben.

Junee menyunggingkan sudut bibirnya. Ia mengira, Ben tidak mau lagi berurusan dengan anak - anak panti.

Tetapi rupanya, Ben mau bertemu dengan anak - anak lagi. Itu sudah merasa cukup untuk Junee.

Dan dalam hati wanita itu pun berbisik pelan.

“Akhirnya aku menemukan rumah untuk pulang.”

---

1
ardiana dili
lanjut kak
ardiana dili
lanjut
Naufal Affiq
lanjut thor
ardiana dili
lanjut kak
ardiana dili
lanjut
Naufal Affiq
lanjut thor
ardiana dili
lanjut kak
ardiana dili
lanjut
Naufal Affiq
lanjut kak
ardiana dili
lanjut
Hennyy exo
wow awal yg bagus thor
Naufal Affiq
gak usah dengar ocehan si arga ini ya jun,ingat jun ada ben yang selalu mencintaimu
ardiana dili
lanjut
Naufal Affiq
jangan di ingat masa lalu yang penyakit kan,entar timbul masalah baru ben,ingat ben masa depan lebih indah dari pada masa lalu
ardiana dili
lanjut
Naufal Affiq
semoga kedepan nya hubungan mu dengan suami mu lebih baik lagi ya junee
merry yuliana
crazy up ya kak
Author Amatir🍒: Satu bab lagi masih nyangkut kak..
total 1 replies
ardiana dili
lanjut
Naufal Affiq
lanjut thor seru ceritanya
ardiana dili
lanjut
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!