NovelToon NovelToon
My Teacher Is My Husband

My Teacher Is My Husband

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / CEO / Balas Dendam
Popularitas:932
Nilai: 5
Nama Author: Rosemary Mary

Bagaimana perasaan mu jika kau terpaksa harus menikah muda? Terutama dengan orang yang usianya jauh lebih tua dari mu? Inilah yang terjadi dengan Clara Adeline Ferguson. Ia adalah putri tunggal keluarga Ferguson yang terkenal kaya. Papa nya juga adalah salah satu donatur terbesar sekolah SMA Citra Kirana di kota X.

Kenapa? Scandal apa yang telah dia lakukan sehingga ia harus menikah begitu dini? Ya. Jawaban nya adalah. Clara itu sangat nakal dan juga tidak pernah mendengarkan kedua orang tuanya,ia bahkan bisa di bilang anak manja dengan perilaku buruk, tidak jarang ia membuat onar di sekolah, ia bahkan selalu mendapat nilai merah di raport nya dan terancam tidak naik ke kelas tiga karena sering bolos sekolah.

Sementara itu Zidan, adalah seorang guru laki-laki termuda di sekolah SMA Citra Kirana yang katanya adalah keponakan kepala sekolah, namun identitas Zidan ini tidak lah akurat seperti sedikit tertutup dan tidak ada yang tau tentang keluarga nya kecuali sang paman.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rosemary Mary, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode #06

"Sayang sudah lah, biarkan dia sendiri aku tau itu tidak mudah untuk nya, ayo ke kamar dan istirahat," ujar Ferguson.

"Tapi mas," mama Reina enggan pergi dari sana.

"Sudahlah ayo," Ferguson pun membawa sang istri ke kamar mereka.

Keesokan harinya.

Pagi-pagi sekali mama Reina bangun dari tidur nya, dia berjalan menuju kamar Clara berniat untuk membicarakan soal pernikahan yang di lakukan secara mendadak ini, mama Reina ingin menjelaskan kepada Clara kalau pernikahan ini hanya akan berlangsung sampai Clara berhasil lulus SMA dengan rangking tertinggi, setelah itu bagaimana pun keputusan Clara sang mama akan menyetujui termasuk perceraian.

"Clara! Kau sudah bangun sayang? Mama buka pintu nya ya, ada yang ingin mama bicarakan," kata Reina sambil memegang gagang pintu yang sudah rengang.

Mama Reina lega karena pintu kamar Clara tak lagi di kunci seperti tadi malam.

"Clara, mama masuk nih," kata Reina membuka pintu kamar dan kemudian berjalan masuk ke dalam kamar tersebut

Nampak jelas kalau kamar itu cukup sepi, tidak ada orang di dalam nya kamar bernatakan dan lemari pakaian terbuka.

"Astaga, Clara! Clara kamu di mana nak?" Teriak mama Reina yang kemudian menegecek toilet dan kamar mandi yang ternyata juga kosong.

Menyadari kalau Clara tidak lagi ada di dalam kamar nya, mama Reina pun bergegas keluar dan berteriak-teriak memagil Clara di luar.

"Clara! Clara kamu di mana!" teriak Reina sambil menuruni tangga.

Di bawah terlihat papa Ferguson yang sedang bersiap-siap hendak pergi ke kantor.

"Astaga Reina ada apa ini?" tanya Ferguson kebingungan.

"Mas! Clara tidak ada, Clara tidak ada di kamar nya lemari pakaian terbuka dan Clara, dia pasti sudah kabur," kata mama Reina sambil menangis histeris.

"Astaga anak itu," geram papa Ferguson mendengar ucapan sang istri.

"Tenang Reina, jangan menangis aku akan meminta orang untuk mencari nya, dia tidak akan bisa kabur kemanapun," kata Ferguson yang punya banyak anak buah.

Ia pun segera mengambil ponselnya dan menghubungi salah satu anak buah kepercayaan nya untuk segera melacak keberadaan Clara, sebelumnya papa Ferguson sudah menduga hal ini akan terjadi, papa Ferguson menaruh banyak alat pelacak di barang-barang milik Clara sehingga hal ini memudahkan dirinya mengetahui di mana keberadaan anak nya itu.

"Sudah jangan khawatir, anak buah ku akan menemukan nya," kata Ferguson sambil memeluk Reina untuk menenangkan nya.

Sementara itu di sisi lain.

"Gue harus kabur iya gue harus kabur sejauh-jauhnya dari mama dan papa yang jahat, masa iya mereka mau nikahin gue di usia semuda ini, ada-ada aja, lagian mana ada orang nikah sama guru siapa sih alah gak peduli gue, gue cinta nya cuma sama kak Brayen gak mau sama orang lain," ungkap Clara sambil mengemudi mobil nya tampa tau arah tujuan.

Awalnya Clara ingin kabur ke mansion kakek nya, namun ia yakin Kakek nya pasti tidak akan membiarkan papa dan mama nya khawatir dan pasti akan menghubungi papa Ferguson ketika tau dirinya kabur ke mansion.

"Sial, gue harus ke mana cobak, ke mansion Kakek gak mungkin," umpat Clara terus mengemudi mobil.

Seharian penuh Clara berusaha kabur dari kejaran anak buah papa nya, dia bahkan meningalkan mobil nya di pinggir jurang untuk mengelabui para anak buah sang papa setelah tau kalau dia sedang di ikuti.

Namun hari semakin gelap, hal ini membuat Clara keluar dari persembunyiannya dan kembali masuk ke mobil.

Saat ini lah pelarian nya sia-sia, ia berhasil di tangkap dan mobil nya di kelilingi oleh banyak anak buah sang papa.

"Om Genta," kata Clara seketika takut melihat Genta yang ada di hadapannya.

Genta, ia adalah anak buah kepercayaan Ferguson yang selalu menangani masalah-masalah papa Ferguson dia bahkan pernah membunuh seseorang yang menjadi penghalang bisnis boss nya. Dia adalah orang yang paling di segani Clara.

"Nona ayo kembali ke rumah sekarang," kata Genta masuk ke dalam mobil Clara dan merebut kunci mobil dari tangan Clara.

"Om Clara mohon lepasin Clara, biarin Clara pergi om Clara gak mau nikah, papa sama Mama jahat om Clara gak mau pulang Clara gak mau," kata Clara memberontak.

Dengan terpaksa Genta harus membuat Clara pingsan karena bagaimanapun ia harus membawa Clara kembali ke rumah.

Keesokan harinya.

Clara membuka mata nya dan melihat sekeliling ruangan, ternyata dia sudah berada di dalam kamar nya, pelarian Clara benar-benar tidak ada artinya, sejauh apapun itu sang papa punya banyak cara untuk menemukan dirinya.

Clara bangkit dan kemudian turun dari ranjang, ia berlari menuju pintu kamar dan berusaha membuka nya.

Namun ternyata pintu kamar tersebut sudah di kunci dari luar oleh sang papa.

"Buka pintu ya! Ma! Pa! Buka! Buka pintu nya!" kata Clara sambil menggedor-gedor pintu kamar.

Reina yang mendengar itu seketika terbangun dari tidurnya, begitu juga dengan papa Ferguson, mereka menyadari kalau Clara telah bangun.

"Mas, Clara sudah bangun," kata mama Reina hendak turun dari ranjang untuk melihat keadaan anak nya.

"Jangan dulu, biarkan dia lelah jangan pedulikan dia," kata papa Ferguson mencegah mama Reina.

Seharian Clara di kurung di kamar nya, dia bahkan tidak di beri makan dan di biarkan berteriak-teriak meminta agar di buka kan pintu.

Meskipun khawatir dan tidak tega, mama Reina tidak bisa berbuat apa-apa karena ini adalah perintah papa Ferguson karena Clara yang sudah berani kabur dari rumah.

Sementara itu di sisi lain.

"Tuan muda, apakah ada yang bisa saya siapkan untuk pernikahan anda minggu depan?" tanya Adnan kembali menemui Zidan.

"Aku ingin mereka menyiapkan villa yang letaknya jauh dari keramaian, hanya itu saja itu akan menjadi tempat yang cocok untuk ku," kata Zidan.

"Sudah saya katakan kepada tuan Ferguson dan dia menyetujui nya, lalu apa ada yang lain?" Tanya Adnan lagi.

"Untuk saat ini tidak ada, pergilah," ujar Zidan singkat padat dan jelas.

"Tunggu tuan muda, tadi pagi saya dapat kabar dari pak Ferguson, kalau Clara kabur dari rumah karena mengetahui pernikahan ini," kata Adnan menceritakan.

"Ck, biarkan itu bukan urusan ku," jawab Zidan sambil tersenyum miring.

"Baik tuan muda," kata Adnan yang kemudian mengundurkan diri dari hadapan Zidan.

Sementara itu Zidan terus tersenyum miring, ia mengambil ponsel nya dan kemudian melihat foto seorang perempuan yang ada di galeri ponsel tersebut.

Bersambung ....

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!