Qirana Velaryne Azzahra atau bisa kalian panggil gua rana/Luna Mahasiswa dari kampus swasta biasa, Gadis cantik harapan orang tua, itu sulit buat merealisasikannya, ketika gua beranjak dewasa, banyak hal yang gua sesali, terutama masa kecil gua, mungkin andai kata gua bisa balik ke masa itu, mungkin gua bisa merubah sedikit takdir gua, andai gua ngungkapin perasaan gua sejak dulu, pasti cowok yang gua suka bakal jadi pacar gua saat ini, andai gua fokus bangun diri gua, terutama bakat utama gua di bidang seni lukis, mungkin gua akan ada penghasilan tambahan, kenapa gua nggak bisa mewujudkan semua itu?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Elegi223, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 9 Sedikit Kehebohan
Kenapa kita harus belajar semua mata pelajaran?? padahal ada beberapa orang yang menguasai bidang tertentu, terutama teman Gua Erin, ia menguasai Pelajaran terkait bahasa, baik bahasa asing maupun bahasa negeri(indonesia), kelemahan dia cuma di pelajaran Matematika, Gua sering ngajarinnya, dan ia juga bales yang sama seperti Gua lakuin, itu adil dong transaksi kami menguntungkan, begitu juga dengan temanku yang lain, terutama Gua yang nggak pandai dalam pelajaran berbau sejarah, mungkin karna ingatan Gua nggak terlalu jago, Gua perlu effort buat inget sesuatu, tapi kalo udah inget auto bakal melekat di kepala, walaupun nggak Gue ulang.
Gua bersama ketiga kakak-kakak Gua buat belajar bareng, mereka masuk ke sekolah yang berbeda-beda, terutama kakak pertama Gua Kak Viera, ia selalu memperhatikan Gua, baik dari segi pola makan, ataupun dari segi penampilan, ia sangat sensintif kalau menyangkut kedua hal tersebut, perubahan ketiga kakak Gua terlalu kontras, mungkin karna kontribusi yang Gua berikan pada keluarga, membuat perubahan pada mereka baik itu penampilan maupun finansial, mereka juga menyayangi Gua sampai tahap yang telalu berlebihan, terutama Ibunda tercinta, ia selalu memperhatikan dari segi apapun melebihi kakak pertama Gua, jujur perhatian mereka membuat gua terharu, sebab perhatian tersebut datang waktu gua umur 17 tahun tepatnya saat kakak menikah, namun ini belum jadi kebebasan kami sebab bajingan satu ini pasti akan melancarkan serangan, tentu Gua harus cepat bertindak.
Dulu saat hari pertama sekolah Gua selalu jadi pusat perhatian dimana-mana sama seperti saat TK namun yang beda cuma ada di penampilan gua doang, sebenarnya Gua cuma pengen masuk sekolah ini buat ketemuan ama dia, jujur Gua kangen banget, bukan dia doang tapi kedua sahabat Gua juga, tas Gua bukan cuma isinya buku doang, Gua selalu bawa peralatan untuk Gua ngesketsa gambar saat waktu senggang, dengan pensil 2B-8B lengkap gua bawa semua siap bertempur menghadapi realita.
Selama ini Gua terus mengumpulkan beberapa bukti untuk pesidangan nanti, sebentar lagi akan datang tepat pada saat SMP kelas 2, kalau memang terjadi butterfly efek pun Gua sudah mempersiapkan sebaik mungkin, kak Kaylo akhir-akhir ini semakin giat berlatih, pernah saat itu Gua melihat secara langsung ia memukul pohon kelapa sampai buku-buku jarinya tergores dan berdarah, Gua selalu memperhatikannya terkadang memberi semangat kepadanya sekaligus menanyakan keadaanya, ia hanya tersenyum saja tanpa mendengarkan perkataan Gua sama sekali. Kak Liam sendiri selama ini terus Gua lihat di perpustakaan dekat rumah, namanya rahasia pasti kebongkar juga, kak Liam sekarang tau kenapa Gua sering menghilang dari rumah.
Di umur Gua yang sekarang udah 15 tahun, akun sosmed Gua yang kurang lebih sudah hampir setahun pada enam bulan lalu mendapat sorotan publik, sebab karya Gua yang begitu kontroversial, sebenarnya karya yang Gua nggak ada sangkut pautnya ama yang mereka bicarakan, namun Gua enjoy sama komentar mereka, gimana kalo pakai tangan kiri ini pasti tambah heboh, oh ya Gua udah beli hp, di tahun sekarang mungkin barang ini sangat mahal, tapi ibu dengan antusiasnya yang besar ia membelikan kami masing masing satu dengan syarat nilai kami nggak boleh turun dari bawah rata-rata, tentu Gua seneng banget, sebab Gua nggak perlu ke warnet lagi buat ngechek komentar dari para followers gua.
Nama 'QieronYc' mulai naik, semua orang penasaran siapa orang di balik akun tersebut, Gua cuma terkekeh aja liat orang ngulik informasi gua sampai berasumsi kalau Gua cewek lah lakik lah, ya itu juga seterah mereka mau bilang apa, terutama stasiun TV lokal memasang bounty buat siapapun yang bisa tau pemilik akun 'QieronYc' maka akan mendapatkan hadiah yang cukup banyak, di tahun 2018 stasiun TV masih normal, namun seiring berjalannya waktu TV udah nggak sebagus jamannya, yang menariknya ini tetangga Gua ada yang beli product Gua, terutama Yura, ia sering membeli product yang Gua buat, jujur product yang Gua buat ini terbatas, karna ini murni Gua sendiri yang buat, produk yang Gua bikin sangat laris di kalangan anak muda terutama anak SMP sampai SMA, sehingga Gua sering banjir orderan, namun itu tidak membuat Gua sibuk, gua tetap jalanin rutinitas buat postingan terkait lukisan Gua tak lupa dengan caption sesuai dengan apa yang Gua lukis.
"huh bajir orderan, sepertinya gua butuh orang buat nyetak masal ganci gua ini, kalo bikin manual mungkin akan makan waktu yang lama"ucap Gua yang tengah memilah- milah gantungan kunci yang harus di kirim ke pembeli, tahun 2018 ini tentu sudah ada jasa antar barang online jadi Gua nggak perlu repot nganter ini.
Saat Gua keluar rumah, beberapa pasang mata mentap gua dengan mimik yang beragam, ada yang menatap Gua dengan mata yang penuh pujaan, ada juga dengan mata yang memancarkan rasa iri yang mendalam, dan ada juga menatap Gua dengan gairah yang samar, Gua bisa maklumi tatapan mereka, sebab perubahan gua yang dulunya bocil jadi kembang komplek, asek komplek hahahaha.
***
angin sejuk menerpa wajah putih mulus Gua, sinar mentari menyinari dengan sinar yang indah, warna keemasannya tersebut menciptakan suasana golder hour, jujur suasana ini sangat mendukung dengan pakaian yang saat ini Gua pakai, saat Gua asik menikmati pemandangan mata gua tertuju pada satu ruko yang sangat begitu usang, saat langkah Gua menapaki tempat itu, mata Gua melihat seorang pria tua dengan kaca mata yang bertengger di hidungnya yang mancung, mata sipitnya menjadi ciri khas orang china, ia melihat Gua dengan senyum yang tulus,
"silakan di tengok-tengok dulu, aceng bentar lagi mau tutup"ucapnya dengan nada yang ramah dan logat capuran, Gua mengangguk paham kemudian melihat kesekeliling, lalu melihat berbagai macam gantungan kunci yang khas, namun mata Gua tetuju pada deretan gantungan kunci yang sangat familiar, ternyata itu adalah gantungan kunci yang ia buat berjejer mulai dari seri pertama sampai yang saat ini, pria tua itu berseru panik
"eh eh itu aceng tak jual ma.. soli ya itu koleksi olang yang aceng kagumi"ucapnya, Gua terkejut mendengar perkataan koko tersebut, tak lama terdengar suara manis perempuan yang mungkin seumuran dengan gua,
"baba... Jeni pulang"ucap gadis tersebut yang bernama Jeni kalo yang Gua dengar,
langkah Jeni terhenti ketika melihat Gua, ia menatap Gua dengan tatapan berbinar, ia mendekat lalu mengulurkan tangannya sambil berkata
"hai kenalin namaku Jeni Meilani, apa ada sesuatu yang membuat mu tertarik...?"tanya Jeni terus berceloteh riah dengan jurus S3 marketingnya, Gua tentu tak sanggup menahan tawa, Jeni dan ayahnya menatap heran padaku,
"ko aceng, perkenalkan nama saya Qirana Valeryne Azzahra, saya dateng kesin i karna melihat toko aceng penuh dengan barang-barang yang kebetulan saya cari"ucap Gua, lalu menghirup nafas kemudian melanjutkan kata-katanya
"saya mau bekerja sama dengan ko aceng soal ini"ucap Gua lalu mengeluarkan gantungan kunci dengan ukiran yang rumit, namun indah, ko aceng dan Jeni menatap terkejut pada barang yang ada di tangan Gua,
"lo olang selius? nggak belcanda kan?"ucap ko anceng dengan pertanyaan yang bertubi-tubi, Gua mengangguk mantap kemudian menunjukan kembali beberapa gantungan kunci yang masih dalam pengerjaan, mata ko aceng berbinar ia menatap takjub pada Gua, ia salut dengan gadis kecil tersebut,
Jeni menatap serius ke arah Gua lalu berkata "kau serius membuat semua ini?"ucapnya menatap Gua, disitu Gua cukup kaget dengan kemampuan anak ini dalam analisa, Gua menjawab dengan nada tenang
"tentu kalo kalian tidak percaya, gua bisa langsung buktikan disini"ucap Gua dengan suara yang mantap, mata ko aceng berbinar lalu menuntunku ke tempat pembuatan, disana berbagai macam mesin cetak ada berjejer rapi di satu tempat, Gua di arahkan ke bengkel pembuatan ganci,
"ko aceng, saya boleh tidak minta kuas ama cat air"ucap Gua, ko aceng mengangguk lalu ia mengambil beberapa kuas dan cat air, kemudian menaruhnya di dekat Gua, tangan Gua fokus bekerja dengan ko aceng dan Jeni yang melihat lukisan Gua secara langsung, Gua melukis langsung di gantungan kunci tersebut, tentu teknik ini menguras tenaga sekaligus biaya produksi yang buruk, setelah selesai membuat gantungan kunci yang memiliki ciri khas bulan sabit yang berada di belakang dan bertulis 'QieronYc'. Ko Aceng menatap takjub dengan gantungan kunci yang sangat memiliki nilai estetika yang tinggi, tidak hanya Ko Aceng, Jeni juga menatap iri pada Gua,
"kamu hebat banget ya, di umur segitu udah bisa ngasilin duit, aku sedari kecil disini nggak bisa apa apa selain promosi"ucapnya dengan wajah tertunduk, gua melihat itu merasa iba, jujur keterampilan gua ini berkat ingatan masa lalu gua. di tengah ketegangan suara anak laki-laki memuncah suasana, namun suara itu tentu sangat familiar bagiku,
Jeni melangkah ke luar kemudian ia melihat seorang laki-laki dengan pakaian kasualnya, memancarkan kesan dingin tak tersentuh, mata Gua membelalak lalu membatin,
kenapa cowok ini ada dimana-mana sih!
Nyahoo guys sampai sini dulu heheh semoga kalian suka dengan cerita aku see you MUACH