NovelToon NovelToon
Menikahi Pria Tak Di Kenal

Menikahi Pria Tak Di Kenal

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta setelah menikah / Crazy Rich/Konglomerat / Pengantin Pengganti / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:2k
Nilai: 5
Nama Author: Astri Reisya Utami

Alika seorang gadis cantik yang di khianati oleh kekasih di hari pernikahannya harus rela di menikahi pria yang sama sekali tidak ia kenal agar keluarganya tidak malu. Pria itu merupakan kakak sepupu dari sang kekasih, Alika mau menikah dengan pria itu karena bujukan orang tua sang kekasih agar mereka semua tidak malu.

Alika dengan ikhlas menerima pernikahan ini dan dia akan berusaha menjadi seorang istri. Namun Alika harus menerima kenyataan saat tahu jika sang suami memiliki wanita lain di hatinya.

Bagaimana nasib Alika apa dia bahagia dengan pernikahannya?,

yu simak ceritanya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Astri Reisya Utami, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 9

Aku pun memilih masuk kamar dan mengganti baju ku lalu kembali keluar untuk memasak karena hari sudah sore juga. Selesai masak aku pun memanggil Galang namun belum sempat aku mengetuk pintu aku mendengar Galang sedang menghubungi mamanya bahkan Galang marah pada mama nya.

"Ma, bisa gak ngajarin Alika tuh yang benar bukan malah nyuruh dia pakai baju kaya gitu, " ucapnya dan aku gak tau mamanya jawab apa.

"Ma, aku tau niat mama baik agar aku bisa tertarik sama dia tapi gak kaya gini juga, apa lagi mama berencana buat siapin pesta buat aku dan Alika lalu mengundang banyak tamu. Aku gak setuju ma, lagian aku udah setuju nikah dengan Alika, " ucapnya lagi.

"Pokoknya aku gak mau ma, " teleponnya pun di tutup.

Aku pun langsung mengetuk pintu dan tak lama Galang membuka pintu.

"Aku udah masak, abang mau makan? " tanya ku.

"Boleh, " jawab nya lalu keluar dan melangkah ke meja makan dan aku pun mengikutinya.

Kami makan dalam diam dan aku gak berani melihat ke arah nya.

"Kalau lo besok masih pakai baju kaya gitu mending gak usah keluar rumah saja, " ucap Galang dan aku hanya mengangguk.

Selesai makan Galang pun masuk kembali ke kamarnya dan aku masih sibuk di dapur membereskan bekas makan dan mencuci piring. Namun tiba-tiba bel berbunyi dan aku pun segera membuka pintu namun aku di buat kaget saat melihat orang yang datang.

"Aaaaa, " teriak ku dan Galang segera keluar kamar.

"Ada apa tanya? " menghampiri ku.

"Indra, " ucap nya lalu membantu orang itu masuk dan yang membuat aku kaget orang itu penuh luka.

Aku pun menutup pintu dan mengikuti Galang membawa orang itu dan membaringkan nya di kursi.

"Tolong ambil kan air anget dan lap kecil, " Galang menyuruh ku dan aku pun segera ke dapur.

Aku pun segera membawa air hangat dan lap kecil pada Galang. Galang membersihkan luka orang itu dan aku hanya berdiri melihat saja.

"Kotak obat, " pintanya dan aku segera mengambilnya.

"Kenapa gak si bawa ke rumah sakit? " tanya ku.

"Gak akan ke buru, nanti saja setelah dia sadar baru kita bawa ke rumah sakit, " jawabnya dan Galang pun selesai mengobati luka orang itu.

"Dia? " tanya ku.

"Namanya Indra teman gue, " jawab Galang lalu membawa air bekas membersihkan luka.

Aku mengikuti Galang namun pandangan ku terus melihat ke teman Galang membuat aku dan Galang bertabrakan dan aku hampir jatuh kalau Galang tidak menahan ku. Pandangan kami sempat beradu namun Galang langsung memalingkan wajah nya.

"Lo ngapain ngikuti gue? " tanya nya dengan nada datar.

"Aku takut, " jawab ku lirih.

"Takut apa coba?, dia teman gue, " ucap Galang.

"Ya takut aja, karena dia terluka kaya gitu kaya orang habis berantem, " ucap ku.

"Emang udah berantem, " balas Galang dan kali ke ruang tama dimana Indra berada.

"Lo tidur aja! " titah Galang pada ku dan aku pun masuk kamar.

Paginya saat aku bangun aku pun mendekati kursi untuk melihat temannya Galang, ternyata dia masih ada.

"Ngapain? " tanya Galang tiba-tiba membuat aku kaget.

"Aku cuman mastikan dia masih disini, "jawab ku.

" Udah sana buat sarapan, bentar lagi juga dia bangun, "ujar Galang dan aku pun langsung menuju dapur.

Aku pun langsung menyiapkan sarapan dan setelah selesai saat aku hendak panggil Galang ternyata mereka mendekat dan aku kaget temannya Galang udah sadar bahkan kaya tidak apa-apa.

" Duh kayanya enak ni, "ucap Indra temannya Galang dana langsung duduk dan mengambil nasi goreng yang aku buat.

Galang dia cuman makan roti dan teh tawar sedangkan aku memilih nasi goreng.

"Istri lo pinter masak juga, cantik lagi, " puji Indra membuat aku kaget.

"Pantesan aja lo suka nolak kalau gue ajak makan di luar, " lanjut Indra membuat aku kaget.

"Diam lo, " bentak Galang dan aku hanya diam saja karena aku senang kalau selama ini aku gak sia-sia masakin Galang.

"Aku berangkat bang, hari ini ada kelas pagi, " ucap ku pamit.

"Mau kemana? " tanya Indra.

"Aku mau ngajar, " jawan Ku.

"Ngajar, lo jadi guru? " tanya Indra lagi.

Aku pun mengangguk.

"Ngapain lo kerja, emang Galang gak kasih lo duit? " ucap nya.

"itu cita-cita nya jadi gue gak larang dia, " ucap Galang.

"Eh, dia tuh cantik lo gak tau tar ada yang rebut dia dari lo, " ucap Indra.

"Kalau udah beres kita pergi, " ucap Galang lalu berdiri dan pergi.

Aku pun langsung berangkat mengajar namun hari ini perlakuan semua rekan guru ku sedikit berbeda entah kenapa membuat aku bingung.

"Bu, kok tatapan mereka pada ku berbeda ya? " tanya ku pada salah satu rekan kerja ku.

"Ya wajar lah, kamu kan istrinya pak Galang ya wajar mereka jadi berubah ah sikap nya, " jawab teman ku.

"Emang apa hubungannya? " tanya ku masih bingung.

"Dia kan orang yang banyak menyumbang ke sekolah ini, " beritahu rekan kerja ku.

Aku pun hanya bisa membuang nafas kasar ternyata Galang lumayan terkenal juga dan bahkan dia baik juga. Namun perlakuan mereka kaya gitu membuat aku merasa tak nyaman karena seolah-olah mereka hanya mencari muka atau cari aman.

Aku pun pulang dengan tidak semangat karena merasa lelah saja. Aku belum mengenal Galang dan ternyata banyak kejutan tentang dia. Aku pun masuk ke dalam rumah namun aku di buat kaget saat melihat keadaan rumah yang berantakan. Aku pun berjalan ke arah kamar namun saat akan membuka pintu aku mendengar suara aneh di dalam kamar ku perasaan ku mulai tidak enak. Aku pun hendak membuka pintu kamar ku tapi tiba-tiba seseorang mencegah ku dan saat aku lihat ternyata itu Indra temannya Galang.

"Jangan di buka, " ucap nya melarang ku.

"Kenapa?, mereka lagi ngapain? " tanya ku sedikit takut dan hati ku terasa sakit bahkan jantung ku berdegup kencang.

"Em.. pokonya jangan di buka, " balas Indra.

"Kalian ngapain? " Aku langsung berbalik ke arah suara dan saat aku lihat ternyata itu Galang lalu yang di kamar siapa.

Galang mendekat dan dia pun mendengar suara itu lalu tanpa aba-aba dia langsung menendang pintu kamar. Orang yang di dalam pada kaget.

"Siapa yang perbolehkan kalian masuk ke kamar? " bentak Galang.

"Gue izinin kalian datang bukan berati kalian bisa seenaknya, " teriak Galang.

"Keluar, " Galang mengusir mereka.

Sebenarnya aku sedikit malu saat melihat keadaan mereka tidak memakai baju.

1
Juliaty Paridy
lanjut
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!