Ara di jodohkan dengan Aib, bukan dengan laki-laki, Ia di tatap jijik oleh keluarga nya sendiri.
ini kisah tentang pernikahan Tampa pesta, Tampa restu dan Tampa wali, tapi ada Tuhan jadi saksi dan luka jadi maharnya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Delvi Binti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
episode 9
rasa iba menyelimuti hati Dimas saat mendengar cerita Ara, setelah mendengar cerita Ara Dimas tidak berniat untuk mundur atau meninggalkan, Ia malah bertekad untuk mengeluarkan Ara dari rumah Itu, dengan cara menikahi nya.
" kamu wanita hebat yang pernah aku temui, wanita lain tidak akan sekuat kamu dalam menghadapi keluarga kamu itu, tapi kamu tidak pernah menyerah kamu hebat."
" tapi kata mereka aku hanya beban." jawab Ara
" kamu bukan beban, kamu adalah pahlawan yang tinggal di lingkungan yang salah, karna itu aku mau membebaskan kamu dari rumah itu."
" bagaimana cara nya, aku tidak punya siapa- siapa lagi selain mereka."
" kamu masih punya aku, aku sayang sama kamu, aku janji bakalan jaga kamu. "
" tapi Dimas, aku engga punya apa-apa, kamu juga sudah tau kondisi keluarga aku."
" aku engga perduli sama kekurangan kamu, keluarga kamu yang aku tau, aku suka sama kamu, aku mau serius sama kamu."
" tpi gimana kalau keluarga aku engga setuju, tante Rianti engga mau kalau aku punya pacar, apalagi menikah."
" kita hadapi mereka besama-sama , aku sama kamu kita akan jalani pertarungan ini, aku akan selalu ada buat kamu, aku engga akan pernah ninggalin kamu."
Dan akhirnya Ara pun menerima Dimas menjadi pacar nya, karna kegigihan Dimas yang membuat hati Ara luluh, Ara yakin Dimas akan membawa kebahagiaan untuk nya.
Setelah hati Ara tenang, Dimas mengajak nya untuk pulang, Dimas berinisiatif untuk mengantar Ara pulang, namun di tolak oleh Ara karna Ara tidak mau jika Dimas di marahi tante Rianti lagi.
" sekarang kita pulang, aku anter kamu," ucap Dimas."
" aku pulang sendiri aja, nanti tante Rianti bisa marah kalau liat kamu."
" engga apa - apa, yang penting kamu aman sampai rumah, kalau tante Rianti marahin kamu lagi aku bisa bela kamu."
" aku pulang sendiri aja, makasih ya kamu sudah mau nemenin aku, sudah mau denger cerita aku."
" kalau kamu butuh teman untuk cerita, kamu bisa panggil aku, aku akan selalu siap dengar cerita kamu, kapan pun itu, karna kamu sekarang pacar aku, aku janji akan selalu ada buat kamu. "
untuk pertama kali nya Ara meresa di hargai dan di Terima oleh seseorang, sekarang Ia tidak lagi merasa sendirian, Ara pulang ke rumah dalam suasana hati yang bahagia.
" dari mana kamu." tanya nenek saat Ara tiba di depan pintu
" Ara dari anak sungai itu nek." jawab Ara
" ngapain kamu di sana, dan sama siapa."
" Ara cuma mau menenangkan pikiran aja kok, Ara engga sama siapa- siapa." Ara terpaksa berbohong karna Ia tau jika Ia berkata jujur maka nenek akan memarahinya dan akan menyuruh nya untuk putus dari Dimas.
" oo, yaudah sana masuk cuciin baju Renata, besok dia bakalan pulang ke kota." perintah nenek.
Ara bergegas masuk dan mengambil baju Renata yang kotor lalu mencuci nya, Ia tidak sedih, sekarang Ia memiliki seseorang yang bisa Ia andalkan.
sementara itu Dimas ternyata tidak pulang ke rumah, Dimas ternyata menjaga Ara dari jauh, Ia berniat membela Ara jika Ara di marahi lagi oleh tante Rianti, Dimas akan pasang badan untuk nya, Ia merasa lega saat melihat ternyata Ara tidak mendapatkan kekerasan dari Nenek nya.
Dimas pun berniat untuk menceritakan kepada Doni bahwa Ia dan Ara sudah resmi berpacaran sekarang, Dimas akhirnya mendatangi rumah Doni setelah hampir dua minggu Ia tidak kerumah Doni.
" gua kira luh udah lupa apa gua," ucap Doni saat Dimas tiba di rumah nya
" akhir- akhir ini gua sibuk makanya gua engga main kesini, lagian luh kenapa sih kaga mau main ke rumah gua."
" malas gua harus berhadapan sama gang- gang motor di kampung luh itu, tapi gua liat- liat kaya luh lagi bahagia banget ada apa."
" gua udah jadian sama si Ara, dia akhirnya Terima gua." jawab Dimas dengan antusias.
" hah, serius luh, selamat bro akhirnya luh kaga jomblo lagi."
Dimas menceritakan tentang bagaimana Ia bisa meluluhkan hati Ara, tentang janji nya pada Ara, tentang keadaan Ara, semua di ceritakan Dimas pada Doni.
Mendengar cerita Dimas tentang Ara, Doni sedikit terkejut, Ia tak menyangka kalau tante Rianti dan nenek nya Ara begitu kejam terhadap Ara.
" hah, serius luh Dim, gua syok banget denger nya kok ada manusia se tega itu sama keluarga sendiri lagi."
" gua pas dengar cerita dari Ara juga agak syok, tapi gua percaya sama Ara, soalnya gua pernah liat tante nya itu narik - narik Ara dengan kasar, sambil maki- maki Ara pake kata- kata yang engga pantas, liat itu gua langsung nyamperin mereka, dan akhirnya tante si Ara mau lepasin Ara setelah gua ngancem kalau gua bakalan laporin dia ke pak RT."
" gua pernah si dengar emak - emak sini cerita soal Ara yang selalu di tindas tante nya tapi gua fikir itu cuma sekedar gosip dong, gua engga nyangka itu ternyata bukan sekedar gosip, kaya nya luh harus bekerja keras untuk kisa cinta luh kali ini Dim."
" gua udah janji sama dia Don, gua bakalan jagain dia, gua engga bakalan ninggalin dia apapun yang terjadi nanti nya."
Melihat tekat temannya itu Doni hanya bisa memberi semangat, dan mendoakan yang terbaik buat mereka berdua.
Setelah beberapa jam di rumah Doni Dimas akhirnya pulang, sesampainya di rumah Ia menceritakan tentang dia dan Ara yang sudah berpacaran.
"Ibu aku mau ngomong sesuatu sama ibu" ucap Dimas saat melihat ibu nya yang sedang duduk Menonton TV di ruang keluarga.
" kamu mau ngomong apa, kaya nya serius banget, ibu perhatian dari kamu pulang tadi kamu sering senyum- senyum sendiri."
" hmm, ibu ingat kan sama Ara, cewek dari kampung sebelah yang aku ceritain ke ibu waktu itu, aku sama dia udah jadian bu."
" hah, serius kamu pantas aja kamu senyum- senyum sendiri dari tadi, ternyata lagi jatuh cinta, ibu penasaran sama calon mantu ibu itu, kapan - kapan kamu ajak dia ke rumah kita biar ibu bisa kenalan."
Ibu Dimas yang mendengar anak nya sudah memiliki kekasih sangat senang, sebab sudah lama Ia ingin melihat anak pertama nya itu memiliki seseorang yang akan menjadi pendamping hidup nya kelak.
" tapi ibu setuju kan, kalau aku punya pacar ibu engga akan marah kan."
" ibu engga akan marah, ibu malam seneng kamu udah punya pacar, umur kamu juga udah cukup untuk menikah, lalu untuk apa ibu marah karna kamu punya pacar."
" aku janji bakal bawa dia ke rumah, trus ngenalin dia ke ibu, ibu pasti suka sama dia , aku jamin itu."
" iya.. iya.. ibu tunggu kamu bawah dia ke rumah kita."
malam itu Dimas langsung menghubungi Ara dan menceritakan bahwa ibunya ingin bertemu dengan Ara.
" Ara, kamu tau engga tadi aku cerita soal kamu ke ibu aku, trus ibu aku bilang kapan kamu mau datang ke rumah aku teru kenalan sama dia. " isi pesan Dimas untuk Ara
Ara yang membaca pesan dari Dimas merasa senang sekaligus takut, ia takut jika Ia sudah bertemu dengan ibu nya Dimas, ibu nya Dimas tidak akan menyukai nya, sebab dia hanya gadis biasa yang tidak punya apa - apa.
" tapi, gimana kalau misalnya ibu kamu nanti engga suka sama aku, kalu dia udah liat aku." balas Ara
" aku yakin ibu , pasti akan suka sama kamu, aku jamin itu ibu aku baik kok kamu tenang aja." balas Dimas berusaha meyakinkan Ara.
tak terasa sudah satu bulan mereka menjalin hubungan, meskipun Ara hanya bisa menemui Dimas secara diam-diam, tapi Dimas tidak pernah mempermasalahkan itu karna iya juga tau bagaimana sifat tante Rianti.