NovelToon NovelToon
Dia Yang Ku Pilih

Dia Yang Ku Pilih

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Diam-Diam Cinta / Mengubah Takdir
Popularitas:887
Nilai: 5
Nama Author: Yolanda Fitri

Bianca, gadis yatim piatu yang berjuang sendiri. Hatinya terbagi antara Barra, cinta lama yang kandas karena kesalahpahaman yang sengaja diracik oleh Aza demi menghancurkan mereka. Atau Leo, sosok baru yang hadir membuatnya kembali tersenyum dan bangkit dari duka.

Bianca mengira pilihannya hanya soal cinta. Namun ia lupa, tak semua senyum itu tulus. Di balik kedekatan dan kebaikan, tersembunyi dendam, kebohongan, dan bahaya yang siap mengancam nyawanya.

Siapa yang akan ia pilih? Akankah membawa bahagia, atau justru awal mula kehancurannya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yolanda Fitri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

#Semoga ini bukan keputusan yang salah

Dinda sudah sampai di depan rumah Bianca, tapi dia merasa ragu-ragu untuk mengetuk pintu. Masih teringat jelas kejadian yang terjadi siang tadi, membuatnya jadi takut dan waswas. Dinda merasa cemas, takut kalau Bianca tidak akan percaya dengan apa yang ingin dia sampaikan nanti.

Setelah mengumpulkan segenap semangat dan keberanian yang ada, akhirnya Dinda mulai mengetuk pintu rumah Bianca. Tak lama berselang, pintu pun terbuka dan Bianca mempersilakan Dinda untuk masuk serta duduk di ruang tamu.

Suasana malam ini terasa berbeda dari biasanya. Antara Bianca dan Dinda kini terasa ada jarak yang membuat mereka saling canggung. Untuk beberapa saat, mereka berdua hanya diam dan membisu tanpa sepatah kata pun. Dinda pun memberanikan diri untuk memulai percakapan itu.

Dinda menanyakan keadaan Bianca dan bertanya apakah luka-luka di tubuhnya sudah semakin membaik. Bianca hanya menjawab dengan menganggukkan kepalanya saja. Di dalam hati Bianca, dia merasa heran melihat tingkah Dinda. Memang bukan kali ini saja mereka bertengkar atau berbeda pendapat, tapi dari raut wajah Dinda terlihat ada ketegangan yang sangat dalam, sesuatu yang membuat hati Bianca jadi tidak tenang.

Bianca pun mulai bertanya lebih dulu. Hal pertama yang dia tanyakan adalah, sejak kapan Dinda dan Barra mulai berkomunikasi dan mengapa hal ini tidak pernah diberitahukan kepadanya sedikitpun.

Dinda menceritakan semuanya dengan jujur. Katanya, Barra-lah yang lebih dulu menghubunginya. Dinda sendiri pun tidak tahu dari mana Barra mendapatkan nomor ponselnya. Awalnya dia sudah menolak mentah-mentah, bahkan sampai mematikan ponselnya berulang kali supaya Barra tidak bisa menghubunginya lagi. Namun tiba-tiba saja, Barra muncul begitu saja di depan rumahnya dan memohon-mohon agar diberi kesempatan bicara sebentar. Karena orang tua Dinda dikenal sangat tegas dan Dinda tidak ingin membuat keributan atau ribut di depan rumah, akhirnya dia mengizinkan Barra masuk dan mendengarkan apa maksud kedatangan pria itu.

Belum selesai Dinda bercerita, Bianca langsung memotong pembicaraannya dengan nada agak tinggi, "Terus kenapa Lo tidak memanggil satpam atau orang rumah buat mengusir dia, Din?!"

Dinda menarik napas panjang dan dalam, lalu memohon kepada Bianca, "Sekarang tolong Lo dengarin gue sampai selesai dulu, ya. Gue melakukan ini semua demi kebaikan Lo juga, Bi. Mungkin setelah pembicaraan kita malam ini, hidup Lo nggak bakal terus dihantui oleh bayang-bayang masa lalu yang buruk lagi."

"Gue rasa ada kesalahpahaman besar antara Lo dan Barra," lanjut Dinda. "Karena dari cerita yang Barra sampaikan ke gue, nggak ada satu pun kalimat atau kejadian yang cocok sama kisah yang selama ini Lo ceritain ke gue. Bahkan, Bi... gue juga sudah sempat ngobrol sama ibunya Barra secara langsung."

Seketika Bianca terbelalak kaget mendengar ucapan Dinda. Dia bertanya dengan nada tidak percaya, apa yang membuat Dinda begitu yakin dan percaya pada perkataan Barra?

Dinda menjelaskan lagi dengan sabar bahwa Barra memiliki saksi mata yang bisa membuktikan kebenaran mengenai kisah masa lalu antara Bianca dan dirinya.

Dinda lalu berdiri dan duduk di lantai tepat di depan kaki Bianca, menatap wajah sahabatnya dengan tatapan memohon, lalu berkata:

"Sebaiknya Lo kasih dia kesempatan untuk bicara, Bi. Karena menurut penilaian gue, ini semua nggak adil buat dia, dan yang paling penting nggak adil buat diri Lo sendiri. Lo sudah menderita dan sakit hati selama bertahun-tahun cuma karena kesalahpahaman ini. Setelah malam ini, gue janji nggak bakal paksa Lo atau ngajak Lo bicara soal dia lagi. Tapi untuk kali ini saja, gue mohon banget sama Lo..."

Bianca kembali bertanya, apakah ada hal lain yang sebenarnya sudah diketahui oleh Dinda tapi sengaja tidak diceritakan kepadanya? Dinda mengaku bahwa dia sebenarnya sangat ingin sekali menceritakan semuanya dari awal sampai akhir kepada Bianca. Tapi di sisi lain, Dinda sadar betul kalau hal itu bukanlah haknya untuk dibeberkan, karena semua itu adalah rahasia dan masa lalu orang lain.

Awalnya Bianca sangat menolak keras untuk mau bertemu dan berbicara dengan Barra. Namun hati kecilnya juga merasa penasaran. Apa sebenarnya yang terjadi di masa lalu? Kenapa Dinda bersikeras begitu keras dan rela mengambil risiko persahabatan mereka hanya demi memintanya memberi kesempatan pada Barra?

Akhirnya Bianca pun luluh. Dia bersedia dan meluangkan waktunya untuk mau bertemu dengan Barra. Baginya, ini mungkin cara terbaik untuk menyelesaikan urusan dan masalah yang belum selesai di antara mereka. Supaya nantinya Barra tidak lagi mengganggu hidupnya dan mereka berdua bisa saling melupakan dengan tenang.

Dinda merasa sangat senang dan lega, lalu langsung memeluk Bianca dengan erat karena sahabatnya itu mau mendengarkannya. Dalam hati Dinda berdoa semoga keputusan ini adalah hal yang tepat dan benar. Karena jika ternyata kelak semua ini salah, Dinda mungkin harus siap menerima kebencian dan kehilangan sosok sahabat terbaiknya itu untuk selamanya.

Melihat jam yang sudah menunjukkan pukul sangat larut malam, Bianca menyuruh Dinda untuk menginap saja di rumahnya. Dia khawatir kalau Dinda pulang sendirian di jam segini, takut terjadi hal buruk yang tidak diinginkan seperti kejadian yang menimpa dirinya dulu.

1
Yolanda Fitri
oke kak
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!