NovelToon NovelToon
PERNIKAHAN SANG MAFIA

PERNIKAHAN SANG MAFIA

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / Balas Dendam / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:190.5k
Nilai: 5
Nama Author: Ani.hendra

Dante Valtieri, pemimpin organisasi mafia terkuat di Eropa, dikenal dengan julukan "Tangan Besi". Ia tidak pernah ragu menghancurkan siapa saja yang menghalangi jalannya, dan namanya saja sudah cukup membuat orang bergidik ngeri. Namun, di balik sifatnya yang kejam, Dante memiliki tujuan tersembunyi, menyatukan seluruh kelompok kekuasaan di bawah satu payung demi membalas dendam atas kematian keluarganya.

Rencana itu terancam ketika ia terpaksa menyetujui pernikahan perjanjian dengan Elara Sterling, putri tunggal pemimpin kelompok lawan yang dihormati namun terjepit kesulitan keuangan. Elara, seorang wanita cerdas, berpendidikan tinggi, dan memiliki prinsip yang teguh, sama sekali tidak menginginkan pernikahan ini. Ia menganggap Dante hanyalah seorang penjahat yang tidak memiliki hati.

Ketika bahaya mengancam nyawa Elara akibat persaingan kekuasaan, Dante harus memilih antara ambisi balas dendamnya atau melindungi wanita yang mulai ia cinta?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ani.hendra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

KEPUTUSAN BERESIKO

💌 PERNIKAHAN SANG MAFIA 💌

🍀 HAPPY READING 🍀

.

.

Suasana di dalam ruang bawah tanah itu masih terasa berat dan mencekam meski suara bising senjata api di luar sana sudah lama menghilang. Kabar tentang adanya pengkhianat di antara barisan mereka seolah menjadi bom waktu yang meledak di sana, menebar rasa curiga dan ketakutan di hati setiap orang yang hadir. Tidak ada satu pun yang berani bersuara lebih dulu. Semua orang saling berpandangan dengan tatapan waspada, seolah orang yang berdiri di sampingnya saat ini bisa saja menjadi musuh yang siap menusuk dari belakang kapan saja.

Dante masih berdiri tegak di tempatnya, wajahnya yang tampan itu kini terlihat dingin dan keras seolah terukir dari batu. Tatapan matanya yang tajam menyapu satu per satu wajah orang-orang di hadapannya, membuat siapa saja yang bertatapan mata dengannya seketika merinding ketakutan. Ia sadar betul bahwa keberadaan pengkhianat di dalam lingkaran terdekatnya adalah ancaman yang jauh lebih berbahaya daripada serangan musuh dari luar. Jika kebocoran informasi ini tidak segera ditutup dan pelakunya tidak segera ditemukan, maka nyawa semua orang yang ada di sini, termasuk nyawanya sendiri dan Elara, akan terus berada dalam bahaya.

"Kalau begitu, mulai detik ini juga, perketat pengamanan di seluruh penjuru kediaman ini," perintah Dante dengan suara berat dan dingin yang terdengar bergema di seluruh ruangan. "Tutup semua akses keluar masuk gedung. Jangan biarkan siapa pun keluar atau masuk tanpa izinku secara tertulis. Periksa ulang semua titik pengawasan dan rekaman kamera keamanan dari tiga hari terakhir. Aku ingin tahu siapa orang yang berani bermain api di belakangku."

"Baik, Tuan. Segera kami laksanakan," jawab anak buahnya yang bertubuh tegap tadi dengan nada hormat namun sedikit bergetar, lalu segera memberi isyarat kepada rekan-rekannya untuk melaksanakan perintah itu.

Dante perlahan mengalihkan pandangannya kembali ke arah Elara yang masih berdiri diam di sampingnya. Wajah wanita itu masih tampak pucat pasi, matanya menatap Dante dengan tatapan yang sulit diartikan, campuran antara rasa takut, khawatir, dan bingung. Melihat wajah Elara yang begitu, hati Dante yang tadinya penuh amarah itu seketika terasa sedikit lunak. Ia sadar bahwa wanita ini terseret ke dalam masalah rumit dan berbahaya ini bukan karena keinginannya sendiri, melainkan karena perjanjian yang ia buat dan situasi yang memaksanya.

Dante menghela napas panjang, lalu melangkah mendekat ke arah Elara. "Maaf membuatmu ketakutan," ucap Dante pelan, nadanya terdengar jauh lebih lembut daripada saat ia bicara dengan anak buahnya tadi. "Sekarang semuanya sudah aman. Kau bisa kembali ke kamarmu untuk beristirahat."

Elara menggelengkan kepalanya perlahan. "Aku tidak apa-apa, Dante. Hanya saja... apa yang kau katakan tadi itu benar? Ada pengkhianat di antara kita?" tanyanya dengan suara yang sedikit bergetar, matanya menatap lekat-lekat wajah suaminya itu.

Dante terdiam sejenak, lalu mengangguk perlahan. "Kemungkinan besar begitu. Penyerangan tadi terlihat sangat terencana dan tepat sasaran. Mereka tahu persis jadwalku, rute yang akan aku lewati, bahkan formasi pengawalku. Tanpa adanya informasi dari dalam, mustahil mereka bisa mengetahui semua itu dengan rinci."

"Terus... apa yang akan kau lakukan sekarang? Bagaimana jika pengkhianat itu mencoba menyerang lagi atau membocorkan informasi lagi ke musuh?" tanya Elara lagi, rasa cemasnya semakin bertambah mendengar penjelasan Dante itu.

"Aku akan menemukannya, apa pun caranya. Dan aku pastikan dia akan menerima hukuman yang setimpal atas apa yang telah ia perbuat," jawab Dante dengan nada dingin dan penuh penekanan, sorot matanya kembali memancarkan aura membunuh yang mengerikan. Namun seketika itu juga, ia berusaha menenangkan dirinya kembali saat melihat wajah Elara yang semakin ketakutan. "Tapi kau tidak perlu khawatir. Selama aku ada di sini, aku tidak akan membiarkan siapa pun menyentuhmu atau menyakiti orang-orang yang setia padaku. Aku akan pastikan keamananmu terjaga sepenuhnya."

Belum sempat Elara menjawab, tiba-tiba terdengar suara langkah kaki terburu-buru dari arah pintu masuk ruang bawah tanah itu. Seorang anak buah Dante lainnya berlari masuk dengan napas terengah-engah dan wajah yang tampak serius.

"Tuan! Kami menemukan sesuatu di dalam mobil penyerang yang berhasil diamankan," lapor anak buah itu dengan nada tergesa-gesa.

Dante segera menoleh dan menatap anak buahnya itu dengan tatapan tajam. "Apa itu?"

"Ini, Tuan," jawab anak buah itu sambil menyodorkan sebuah botol kaca kecil yang tertutup rapat ke arah Dante. Di dalam botol itu terdapat serbuk berwarna putih kekuningan yang tampak agak mengkilap. "Kami menemukan botol ini tersembunyi di bawah jok mobil penyerang itu. Setelah diperiksa oleh tim ahli, ternyata ini adalah jenis obat penenang khusus yang aromanya sangat khas dan sulit ditemukan di pasaran umum. Obat ini biasanya hanya digunakan oleh kelompok mafia lawan kita, Kelompok Romano, untuk melumpuhkan target mereka sebelum melakukan serangan."

Mendengar nama "Kelompok Romano" disebutkan, alis Dante seketika bertaut rapat. Wajahnya yang tadinya serius itu kini berubah menjadi semakin dingin dan penuh amarah. Kelompok Romano adalah salah satu organisasi mafia terbesar sekaligus menjadi musuh bebuyutan keluarga Valtieri sejak puluhan tahun yang lalu. Persaingan di antara kedua kelompok itu untuk memperebutkan kekuasaan dan wilayah kekuasaan sering kali memakan korban jiwa di kedua belah pihak.

"Jadi kau yakin ini barang milik Kelompok Romano?" tanya Dante dengan nada rendah namun terdengar menekan.

"Benar, Tuan. Tim ahli kami yakin seratus persen. Jenis serbuk ini memiliki aroma yang sangat khas dan hanya diproduksi khusus untuk kalangan terbatas di organisasi mereka. Tidak ada pihak lain yang memilikinya selain mereka," jawab anak buah itu dengan yakin.

Dante terdiam sejenak, pikirannya mulai berkecamuk memikirkan kemungkinan-kemungkinan yang ada. Jika benar Kelompok Romano yang berada di balik serangan tadi, maka artinya konflik di antara kedua kelompok itu sudah memanas dan mencapai titik kritis. Namun di sisi lain, Dante juga tidak bisa mengesampingkan kemungkinan bahwa ini hanyalah jebakan dari musuh yang ingin menjebak Kelompok Romano agar terlihat sebagai pihak yang bersalah. Atau bahkan bisa jadi ada pihak ketiga yang sedang memanfaatkan situasi persaingan di antara kedua kelompok itu untuk kepentingan mereka sendiri.

"Apa pun itu, keberadaan serbuk ini setidaknya memberi kita petunjuk baru," gumam Dante pelan, seolah sedang bicara pada dirinya sendiri. Namun seketika itu juga, wajahnya kembali berubah menjadi serius dan tegas. Ia menoleh kembali ke arah Elara.

"Elara, ada hal penting yang ingin aku bicarakan denganmu," ucap Dante dengan nada yang terdengar agak berat.

Elara mengangkat wajahnya menatap Dante dengan tatapan bingung. "Apa itu?"

"Mengingat situasi saat ini yang semakin berbahaya dan tidak menentu, aku berpikir untuk memindahkanmu ke tempat lain untuk sementara waktu sampai masalah ini selesai," jawab Dante perlahan. "Aku takut jika kau terus berada di sini, keamananmu akan semakin terancam. Tempat yang akan aku tuju itu jauh lebih aman dan terlindungi dari jangkauan musuh."

Mendengar ucapan Dante itu, mata Elara seketika membelalak kaget. "Memindahkanku ke tempat lain? Ke mana? Dan kenapa tiba-tiba kau mengambil keputusan seperti ini?"

"Ke rumah liburan keluarga kami di pegunungan. Tempat itu jauh dari keramaian dan dijaga ketat oleh pasukan khususku. Di sana kau akan jauh lebih aman daripada di sini," jelas Dante dengan tenang. "Dan keputusan ini harus segera diambil. Musuh bisa saja menyerang lagi kapan saja, dan aku tidak bisa memastikan keselamatanmu jika kau tetap berada di sini saat aku harus sibuk mengurus masalah ini."

"Tapi... bagaimana denganmu? Apakah kau tidak ikut pergi bersamaku?" tanya Elara lagi, nadanya terdengar penuh keraguan sekaligus kekhawatiran.

Dante menggelengkan kepalanya perlahan. "Aku tidak bisa pergi sekarang. Aku harus tetap berada di sini untuk menyelesaikan masalah ini dan menangkap siapa pelaku pengkhianat itu. Jika aku ikut pergi bersamamu, maka urusan ini akan semakin tertunda dan musuh akan semakin leluasa bergerak."

"Tapi jika aku pergi meninggalkanmu sendirian di sini... aku takut terjadi sesuatu padamu," ucap Elara pelan tanpa sadar, air mata mulai menggenang di sudut matanya.

Mendengar ucapan Elara itu, hati Dante seketika terasa bergetar. Ia menatap wanita itu lekat-lekat, melihat ketulusan kekhawatiran yang terpancar dari wajah cantiknya itu. Untuk sesaat, rasa dingin dan keras di hatinya seolah mencair perlahan.

"Jangan khawatirkan aku. Aku sudah terbiasa menghadapi situasi seperti ini. Aku bisa menjaga diriku sendiri," ucap Dante pelan, nadanya terdengar jauh lebih lembut daripada biasanya. Ia mengulurkan tangannya perlahan dan menyeka air mata di pipi Elara dengan jari-jarinya yang kasar namun hangat. "Tapi aku butuh kau untuk tetap aman demi ketenangan pikiranku juga. Jadi kumohon, ikutilah keputusanku ini demi kebaikan kita berdua."

Elara terdiam sejenak, menatap wajah Dante di depannya. Ia tahu bahwa keputusan yang diambil Dante ini didasari oleh rasa khawatirnya terhadap keselamatan dirinya. Meskipun berat rasanya harus berpisah dengan Dante dalam situasi yang sedang berbahaya seperti ini, namun Elara sadar bahwa keputusan Dante ini adalah yang terbaik untuk saat ini. Akhirnya, dengan berat hati, Elara pun mengangguk perlahan menyetujuinya.

"Baiklah, aku akan pergi. Tapi berjanjilah padamu, kau harus berhati-hati dan menjaga dirimu baik-baik. Jangan sampai terjadi apa-apa padamu," ucap Elara pelan, suaranya terdengar penuh permohonan.

Dante tersenyum tipis, senyum yang jarang ia tunjukkan kepada orang lain selain orang-orang terdekatnya. "Aku berjanji. Dan aku berjanji pula, sesegera mungkin setelah masalah ini selesai, aku akan segera menyusulmu ke sana."

Namun di dalam lubuk hatinya yang terdalam, Dante menyadari bahwa keputusannya untuk mengirim Elara pergi ke tempat yang aman itu sekaligus membawa risiko tersendiri. Jika sampai lokasi tempat persembunyian itu bocor ke tangan musuh, maka nyawa Elara akan berada dalam bahaya yang jauh lebih besar daripada sebelumnya. Namun mengingat situasi di kediaman ini yang semakin panas dan berbahaya, Dante tidak punya pilihan lain selain mengambil keputusan berisiko ini demi keselamatan wanita yang kini sudah menjadi bagian penting dalam hidupnya.

BERSAMBUNG

^_^

Tolong dukung ya my readers tersayang. Ini novel ke 14 aku 😍

Salam sehat selalu, dari author yang cantik buat my readers yang paling cantik.

^_^

1
Gretchen Paula
semangat ya 🤭
Gretchen Paula
setiap episodenya aku suka banget thor 😊
Victoria Genevieve
up lagi Thor ini kan libur 😄
Victoria Genevieve
Bayak baget cobaan Dante Thor 😒
si paling cute
lanjut🥺
si paling cute
ledakan apa itu thor
Flowers🪴
semangat ya Dante kamu pasti bisa melaluinya. Kebahagiaan akan berpihak kepadamu😍
Flowers🪴
Ada masalah lagi bang 🥺
Victoria Genevieve
semangat ye🙏
Ani.hendra: 👍👍👍👍👍👍
total 1 replies
Victoria Genevieve
👍👍👍👍👍👍👍👍
Ani.hendra: 🙏🙏🙏🙏🙏🙏
total 1 replies
si paling cute
💪💪💪💪💪💪💪💪
si paling cute
Dante ujian hidup mu berat banget sih. tapi gak apa apa ada aku kok yang semangati🥺
Ani.hendra: 🙏🙏🙏🙏🙏🙏
total 1 replies
Flowers🪴
trus bilang lanjut 🤭
Ani.hendra: 👍👍👍👍👍👍
total 1 replies
Flowers🪴
Kasih 👍 dan 💪
Ani.hendra: 🙏🙏🙏🙏🙏🙏
total 1 replies
Bunga Yona
semangat 👍
Ani.hendra: 🙏🙏🙏🙏🙏🙏
total 1 replies
Bunga Yona
Harus happy ending ya thor😔
Ani.hendra: 🙏🙏🙏🙏🙏🙏
total 1 replies
Cheryl Emery
keren 🙏 update lagi ya 🤭
Ani.hendra: 🙏🙏🙏🙏🙏🙏
total 1 replies
Cheryl Emery
senang banget gue kalau sudah update, tapi bacanya terlalu singkat thor🤭 bisa nambah lagi gak 😍
Ani.hendra: 🙏🙏🙏🙏🙏🙏
total 1 replies
Gretchen Paula
👍👍👍👍👍👍👍
Ani.hendra: 🙏🙏🙏🙏🙏🙏
total 1 replies
Gretchen Paula
Ya Elara, benar....kalau bukan kamu yang kasih dukungan siapa lagi. kasih semangat trs ya 😊
Ani.hendra: 🙏🙏🙏🙏🙏
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!