NovelToon NovelToon
TEBUSAN RANJANG ( Kontrak Pernikahan 1 Tahun )

TEBUSAN RANJANG ( Kontrak Pernikahan 1 Tahun )

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / CEO / Nikah Kontrak
Popularitas:4.6k
Nilai: 5
Nama Author: Five Vee

*Novel dengan Alur Sat Set dan Bab Pendek.*


Junee tidak pernah menyangka akan bertemu lagi dengan Ben Pratama.

Anak culun yang dulu ia tolak di SMA, sekarang jadi CEO muda yang dingin dan sukses. Ketika panti asuhan tempat Junee mengabdi terancam digusur, satu-satunya jalan keluar adalah menerima tawaran Ben: Menjadi istri kontraknya selama satu tahun. Tidak ada cinta. Hanya kesepakatan.


Begitu pikir Junee. Tapi tinggal serumah dengan Ben ternyata tidak sesederhana itu. Setiap tatapannya penuh teka-teki. Setiap sikapnya seperti menyimpan amarah yang belum selesai.


Junee mulai bertanya: Apakah Ben benar-benar membencinya? Atau selama ini, ia salah paham tentang alasan penolakan itu? Satu tahun. Satu kontrak. Satu kesempatan untuk memperbaiki masa lalu. Pertanyaannya… apakah hati mereka masih bisa diperbaiki?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Five Vee, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

4. Surat Yang Tak Pernah Sampai.

Siang harinya, Junee diberikan kunci gudang arsip oleh Mbak Rina.

“Pak Ben mengatakan, kalau ingin mencari data lama untuk legalisasi panti, cek di sini, Bu. Gudangnya sudah jarang dibuka.” Ucap sekretaris bagian luar itu.

Junee mengangguk pelan.

Gudangnya besar tetapi berdebu. Rak-rak tinggi penuh kardus bertuliskan tahun di simpan.

Junee pun masuk, lalu terbatuk kecil. Bau kertas tua dan debu nyengat hidung.

Ia datang tak hanya untuk mencari data panti. Tetapi butuh tempat untuk mengalihkan pikiran.

Di penthouse terlalu sepi. Di kantor terlalu banyak tatapan.

Junee mengedarkan pandangannya. Di rak paling pojok, ada sebuah kardus bertuliskan: SMA Harapan Jaya 2015 – Kenangan.

Tatapannya terkunci pada kardus itu. Tahun 2015, adalah tahun kelulusan mereka.

Wanita itu berjongkok. Menarik kardus pelan, lalu membukanya.

Isinya buku tahunan, foto kelas, pita wisuda, dan sebuah amplop coklat yang sudah kusam.

Junee tertarik untuk melihat isi amplop itu.

Di dalam ada satu lembar kertas. Lipatan pun sangat rapi.

“Surat.” Gumam wanita itu. Kemudian membuka lipatannya.

_"Junee,

Aku tau kamu menjaga ayahmu yang sakit. Aku melihat kamu pulang malam setiap hari dari panti asuhan. Aku tidak memaksa kamu untuk pacaran. Aku cuma mau kamu tau, kalau kamu butuh bantuan, aku ada untuk kamu.

Aku tunggu sampai kamu siap.

– Ben"_

Junee membaca ulang hingga dua kali. Membuat dadanya terasa sesak.

Ben sudah mengetahui semuanya dari dulu.

Dan dia mau menunggu. Tetapi Junee justru menolaknya.

Junee menutup surat itu pelan. Matanya terasa sangat panas.

“Kenapa tidak kamu kirim, Ben? Kenapa kamu diam selama 10 tahun ini?”

Junee tidak tau sudah berapa lama ia duduk di lantai gudang. Hingga ponselnya bergetar.

Pesan dari nomor tak dikenal.

“Pak Ben mencari Ibu. Katanya ada rapat mendadak 15 menit lagi.”

Junee dengan cepat menyimpan surat itu ke dalam tas. Kemudian beranjak dari gudang.

Di ruang Meeting.

Ben sudah menempati kursinya dan seorang notaris di sampingnya. Pria itu melihat Junee masuk, wajah wanita itu terlihat pucat.

“Terlambat 3 menit.” Ucap Ben datar.

“Maaf. Saya sedang mencari arsip lama.” Ucap Junee sembari duduk. Ia menjaga menjaga jarak aman dari Ben.

Rapat hanya berlangsung selama 10 menit. Mengurus dana ibah untuk panti asuhan.

Setelah selesai, Ben pun berdiri. Junee pun ikut bangkit dari tempat duduknya.

“Kamu menangis?” Tanya pria itu menatap mata Junee.

Junee gelagapan. Ia seketika mengusap mata.

“Tidak, pak. Di gudang banyak debu.” Dusta wanita itu.

Ben memperhatikan Junee lebih lama. Seperti ingin bertanya lagi. Tetapi, ia urungkan lalu beranjak pergi, diikuti oleh sang notaris.

Junee terpaku di tempatnya. Dadanya kembali sesak. Wanita itu ingin berteriak. “Aku sudah membaca suratnya! Kenapa kamu diam saja 10 tahun ini?!

- - -

Junee masuk ke kamar utama. Seperti biasa, Ben sudah di atas ranjang. Lampu menyala temaram.

Malam ini terasa berbeda. Junee tidak langsung membuka bajunya. Ia duduk di pinggir ranjang.

“Kamu kenapa?” Tanya Ben dengan dahi berkerut halus.

Junee menghela nafas panjang.

“Pak Ben… dulu waktu SMA, kenapa tidak mengirim surat itu?”

Ben tertegun sejenak. “Surat apa?”

“Jangan berpura - pura. Saya menemukannya di gudang kantor. Surat untuk saya. Tulisan tangan Bapak.”

Ben terdiam cukup lama. “Jadi kamu sudah membacanya.”

“Iya.” Suara Junee pelan. “Kenapa tidak dikirim, Ben? Kalau saya tau dari dulu, mungkin… mungkin kita tidak seperti ini.”

Ben turun dari ranjang, melangkah ke balkon kamar. Punggungnya terlihat tegang.

“Karena kamu sudah nolak aku di lapangan, Junee. Di depan banyak orang. Aku malu. Aku mengira, kamu menolak karena aku miskin. Aku kira kamu malu punya aku yang culun.”

Junee berdiri kemudian melangkah pelan ke arah Ben.

“Tapi saya tidak pernah bilang begitu, Ben. Saya bilang, saya tidak bisa pacaran karena ayah saya sakit. Saya takut membawa kamu ke hidup saya yang berantakan.”

Ben membalik badan. Matanya terlihat memerah.

“Terus kenapa kamu tidak menjelaskannya?! Kenapa kamu diam saja? Sampai aku di tertawakan karena menyukai kamu.”

Junee tidak bisa menjawab. Ia tidak tau.

Waktu itu Junee mengira kalau menjelaskan, Ben akan semakin sakit hati.

Ternyata salah. Ia justru membuat luka Ben semakin dalam.

Hening. Hanya ada suara angin malam.

Ben menghela nafas panjang. Ia mengusap wajahnya kasar.

“Lupakan saja. Sudah terlambat.”

“Tidak.” Ucap Junee pelan.

“Kalau terlambat, kenapa Bapak masih menyimpan surat itu sampai 10 tahun?”

“Aku tidak menyimpannya.” Tukas pria itu.

“Kardus itu ada di gudang kantor Bapak. Kardus ‘Kenangan SMA Harapan Jaya 2015’. Bapak menyimpannya. Berarti Bapak tidqk pernah lupa.” Ucap Junee.

Ben terdiam. Ia tidak bisa berbohong.

Ya.

Ben tidak pernah membuang apa pun yang ada hubungannya sama Junee.

Buku tahunan, foto kelas, bahkan seragam OSIS Junee yang tertinggal di lab.

Ia menyimpan semua diam-diam.

Malam itu mereka tidak memulai seperti malam sebelumnya.

Ben mengajak Junee kembali masuk, dan duduk di atas ranjang. Bahkan tak berjarak sama sekali.

“Kenapa baru bicara sekarang, Junee?” tanya Ben pelan.

“Karena saya baru menemukan suratnya.” Jawab Junee pelan.

“Dan karena saya lelah pura-pura tidak sakit hati setiap malam.” Imbuhnya.

“Maaf.” Ucap Ben sembari meraih tangan Junee.

“Maaf karena sudah membenci kamu selama sepuluh tahun ini. Dan maaf, untuk malam - malam menyakitkan yang telah kita lalui.” Imbuh pria itu.

Junee tersenyum getir.

“Aku juga minta maaf, Ben. Karena sudah diam selama 10 tahun.”

Ben menganggukkan kepalanya. Ia pun mendekatkan wajahnya pada Junee. Mencium bibir wanita itu dengan lembut.

Malam itu mereka memulai dengan pelan dan penuh kehangatan.

“Apa sakit?” Tanya Ben saat tubuh mereka telah menyatu.

Junee mengelengkan kepalanya. “Pelan - pelan saja, Ben.”

Pria itu mengangguk patuh. Kemudian bergerak pelan. Sesekali melabuhkan kecupan pada wajah Junee.

Entah berapa lama, dan berapa bungkus pengaman yang di gunakan, hingga Junee kehabisan tenaga dan tertidur dalam dekapan Ben.

Pria itu tidak membangunkannya. Justru mengusap kepala Junee agar semakin terlelap.

“Ternyata aku pernah membenci kamu, Junee. Aku benci diri aku sendiri.”

---

1
ardiana dili
lanjut kak
ardiana dili
lanjut
Naufal Affiq
lanjut thor
ardiana dili
lanjut kak
ardiana dili
lanjut
Naufal Affiq
lanjut thor
ardiana dili
lanjut kak
ardiana dili
lanjut
Naufal Affiq
lanjut kak
ardiana dili
lanjut
Hennyy exo
wow awal yg bagus thor
Naufal Affiq
gak usah dengar ocehan si arga ini ya jun,ingat jun ada ben yang selalu mencintaimu
ardiana dili
lanjut
Naufal Affiq
jangan di ingat masa lalu yang penyakit kan,entar timbul masalah baru ben,ingat ben masa depan lebih indah dari pada masa lalu
ardiana dili
lanjut
Naufal Affiq
semoga kedepan nya hubungan mu dengan suami mu lebih baik lagi ya junee
merry yuliana
crazy up ya kak
Author Amatir🍒: Satu bab lagi masih nyangkut kak..
total 1 replies
ardiana dili
lanjut
Naufal Affiq
lanjut thor seru ceritanya
ardiana dili
lanjut
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!