NovelToon NovelToon
A Way Back To You

A Way Back To You

Status: tamat
Genre:Teen / Cinta Seiring Waktu / Bad Boy / Tamat
Popularitas:4.8k
Nilai: 5
Nama Author: Mahendra Andhika

Kayla dan Arka terjebak dalam hubungan friends with benefits yang nggak pernah punya arah. Buat Arka, Kayla cuma tempat pulang saat lagi kesepian. Tapi buat Kayla, Arka adalah orang yang diam ia cintai selama bertahun tahun.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mahendra Andhika, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 9.

Motor Arka akhirnya berhenti di basement apartemen, suara mesin perlahan mati, Kayla masih diam di belakang, tangannya belum juga lepas dari jaket Arka.

"Turun." Ucap Arka singkat.

Kayla tersadar, langsung turun pelan. Matanya menatap sekitar, ini bukan pertama kalinya ia kesini, tapi tetap saja, ada perasaan aneh setiap menginjak tempat ini. Sudah lama ia tidak disini terlalu menyibukan diri dengan belajar, akhirnya Kayla bisa merasakan tempat ini lagi, tempat dimana mereka akan bercumbu mesra sepertinya yang dia ingat.

Arka sudah berjalan duluan dengan langkah yang cepat tanpa menoleh, sementara Kayla buru-buru menyusul di belakangnya.

...---...

Mereka berdua akhirnya tiba di lift, Arka masuk duluan sementara Kayla masih diam, hingga Arka dengan cepat menarik pergelangan tangan perempuan itu membuat Kayla menabrak dada bidang Arka.

Suasana hening, hanya suara mesin lift yang terdengar pelan, Kayla melirik Arka sebentar. Cowok itu sibuk dengan ponselnya, jempolnya bergerak cepat di layar, entah membalas pesan siapa.

Lift tersebut menuju lantai paling atas, ke ruangan dimana pemiliknya menempati.

Kayla menelan ludah pelan, perasaan tidak enak ia rasakan, ntah apa yang ia pikirkan sudah lama ia tidak ketempat ini, apakah semuanya sama atau ada yang berubah, apa ada yang mengunjungi tempat ini selain dirinya, Kayla menunduk tak sadar kalau pintu lift terbuka.

Ting.

"Mikirin apa lo?." Arka berucap ketus, memandang Kayla tajam yang dari tadi menunduk, membuat Kayla tersentak kaget.

Arka langsung keluar dari lift, membuka pintu apartemennya, lalu masuk begitu saja. Kayla mengikuti dari belakang.

Begitu masuk, Kayla langsung berhenti, langkahnya tertahan, netranya mengamati ruangan itu pelan. Rapi atau mungkin terlalu rapi. Tidak seperti biasanya yang berantakan berujung Kayla membersihkan, membuat Kayla curiga apakah ada orang lain disini, membuat Kayla tidak suka jika benar ada orang lain disini selain dirinya.

Arka yang sudah masuk duluan kini cowok melaju menuju balkon, disana ia menyalakan nikotinnya sambil memainkan ponselnya, ntah apa yang sangat menarik hingga ia tak pernah lepas dari ponselnya itu, Kayla mengikuti sambil melihat sekitar, masih banyak barang miliknya disini, sedikit membuatnya tersipu artinya sebagian tempat ini miliknya mungkin.

Suasana disana begitu hening, Arka maupun Kayla tidak mengeluarkan suara, Arka sibuk dengan ponselnya. Akhirnya Kayla memilih untuk membersihkan diri, ia menuju kamar mandi tiba disana matanya menangkap kotak sampah dibawah wastafel, banyak bekas tisu disana.

...---...

Selesai membersihkan diri, Kayla memakai baju ke lemari Arka, pakaiannya memang sudah ada disini bahkan barang milik Kayla juga sudah disini dari dulu jadi jangan heran ya.

Atensi Kayla mencium baju Arka yang tergantung di lemari, menggambilnya dan menciumnya, aroma yang sangat berbeda, parfum perempuan yang sangat bold, sangat menyengat sangat berbeda dengan aroma soft punya Kayla.

"Punya siapa?." Kayla merasakan dadanya retak, Arka bersama orang lain disini.

"Jahat kamu Ka." Perlahan air mata keluar dari matanya, Kayla mengelap air matanya berusaha kuat, ia dan Arka hanya sebatas partner, tapi ia tak rela jika Arka dengan orang lain.

Kayla melangkah pelan ke ruang tamu, matanya menangkap sesuatu di atas meja kecil dekat sofa sebuah jepit rambut, melihat dibawah juga ada pakaian dalam wanita, bukan miliknya yang seperti ini.

Kayla terdiam, tangannya perlahan mengambil benda itu, menatapnya beberapa detik, dadanya terasa sesak.

"Kenapa diem?." Suara Arka dari belakang membuat Kayla sedikit tersentak.

Arka yang tadi menyibukan dirinya dengan ponselnya, matanya mencari Kayla akhirnya menghampiri Kayla disofa dekat balkon sana.

Kayla langsung menoleh, Arka sudah duduk santai di sofa, kembali fokus ke ponselnya, menghampiri Kayla seolah agar cewek itu tetap berada didekatnya, berada didekat Kayla membuat rasa nyaman bagi Arka, namun pada akhirnya beda kotak itu tetap menjadi fokusnya.

Seolah tidak ada yang aneh, Kayla menggenggam jepit rambut itu pelan.

"Ini… punya siapa?." Tanyanya hati-hati.

"Hah?." Arka bahkan tidak langsung melihat, jawabnya singkat.

Kayla mendekat sedikit.

"Ini." Ia menunjukkan jepit rambut itu, dengan ekspresi wajah sendu, Kayla marah mengapa bisa Arka membawa orang lain kesini, diingatkan tempat ini hanya miliknya bersama Arka, Kayla tidak rela kalau Arka bersama orang lain, bahkan sejak dulu Arka yang gonta ganti pacar selalu rasa seperti ini kembali lagi, rasa sakit dan sesak pada dadanya.

"Oh." Arka melirik sekilas, ucapnya datar, ngga ada ekspresi.

"Gatau. Ketinggalan kali." Jawaban yang terlalu santai, seperti Arka tidak mempermasalahkan itu.

"Gatau?." Kayla menatapnya tidak percaya suaranya pelan, ekspresi Kayla tersenyum getir

"Iya." Arka kembali ke ponselnya.

"Gitu doang kamu jawabnya? terus dilemari kamu ada bau orang lain Ka!." Kayla tidak tahan ia mengeluarkan unek uneknya, ia tak sadar meninggikan volume suaranya, tak tau kalau akan membangunkan singa yang tertidur.

"Berisik anj*ng, lo kalau gasuka keluar sana!." Arka meremat kuat pergelangan tangan Kayla membuat perempuan itu merintih kesakitan

Suasana hening kembali, Kayla menelan perasaannya. Ia berbalik, melangkah ke arah kamar. Begitu pintu kamar terbuka, langkah Kayla kembali terhenti. Aroma itu.

Bukan aroma dirinya bukan juga aroma khas Arka. Aroma yang sama dengan yang ia cium tadi pada baju Arka. Bau yang sangat menyengat,

"Brengs*k kamu Arka." Kayla berdiri diam di ambang pintu, menahan rasa sakitnya.

Dadanya terasa semakin berat, tangannya menggenggam sedikit ujung bajunya.

"Ka." Panggilnya pelan, tidak ada jawaban.

Kayla menoleh ke arah ruang tamu, Arka masih di posisi yang sama, masih dengan ponselnya, masih sibuk.

Kayla kembali menatap kamar itu, lalu akhirnya melangkah masuk.

Pelan, seolah setiap langkahnya berat, ia duduk di ujung ranjang, tangannya menyentuh sprei itu yang masih rapi, tapi terasa asing.

Beberapa detik berlalu, Kayla tidak tahan.Ia bangkit, keluar dari kamar.

"Arka." Kali ini suaranya sedikit lebih tegas.

Arka menghela napas kecil, sedikit kesal karena dipanggil terus.

"Apa?."

Kayla menatapnya.

"Kamu… bawa orang lain kesini ya?." Langsung, To the point.

Arka akhirnya mengangkat kepalanya, menatap Kayla.

"Terus kenapa?." Jawaban dari Arka langsung menghantam Kayla.

Kayla terdiam, matanya sedikit melebar. Seolah tidak percaya dengan apa yang ia dengar.

"Aku… cuma nanya." Suaranya melemah.

Arka menyandarkan tubuhnya ke sofa, wajahnya datar.

"Gue juga cuma jawab."

Hening lagi, Kayla menggigit bibirnya pelan, dadanya sakit, fapi ia tetap berdiri disitu.

"Kalau lo gak nyaman." Arka melanjutkan santai.

"Lo boleh pergi." Kalimat itu keluar begitu saja, tanpa beban, tanpa ragu.

"Gue gak maksa lo di sini."

Kayla menunduk tangannya mengepal pelan.

Pergi?

Harusnya itu pilihan yang mudah.

Harusnya.

Tapi kakinya tidak bergerak, hatinya tidak mau.

"Iya… aku tau." Kayla menghela napas panjang, lalu mengangkat kepalanya lagi, menatap Arka. Jawabnya pelan.

Arka tidak merespon, sudah kembali ke ponselnya, seolah pembicaraan itu selesai.

Kayla berdiri beberapa detik, lalu perlahan… kembali ke kamar, menutup pintu pelan, ia duduk di ranjang.

Menarik lututnya ke atas memeluknya, matanya kosong.

Di luar sana, Arka masih sibuk dengan ponselnya, senyum tipis sempat muncul di wajahnya, ntah karena apa atau karena siapa.

Walaupun mereka berada di tempat yang sama, tapi suasana yang berbeda, dikamar Kayla menangis pelan sementara Arka tersenyum dari tadi menatap ponselnya.

...---...

TO BE CONTINUE

1
Chusnul Chotimah
lanjut donk thor.ceritanya bagus kok,ga bosenin
dikanjut: terimakasih udah baca cerita aku, wahh tpi aku ada cerita baru tntang masa sma juga yaa/Smirk//Smirk/
total 1 replies
rh
gak lnjut lagi ceritanya thor,,pdhal seru lho
dikanjut: terimakasih udah baca, tpi yg ini udah end, aku ada cerita baruu tungguin ya, masa sma juga latarnya/Sly//Smirk/
total 1 replies
❤️⃟Wᵃf🥑⃟naylaa🍊⃟𝐒𝐓𝐉
pulang aja kay /Puke//Angry//Angry//Angry//Angry/
❤️⃟Wᵃfdilupinguin🐇🥑⃟
nyesel nih ceritanya?🤣
Chusnul Chotimah
up donk Thor,seru ceritanya
🍊⃟𝐒𝐓𝐉 ^𝒂𝒚𝒔𝒂^‮‮‮‮
parah😭😭
🍊⃟𝐒𝐓𝐉 ^𝒂𝒚𝒔𝒂^‮‮‮‮
hiks apakah tidak ada cowok seperti ini di dunia nyata? MAU YG SUKA NGELUS' GINI
❤️⃟Wᵃf🅰ყ🅤⁴꧂🍊⃟𝐒𝐓𝐉
Siapa Orang Laki²...Kayla Takut ..😭😭
❤️⃟Wᵃf🅰ყ🅤⁴꧂🍊⃟𝐒𝐓𝐉
Ceritanya Bagus 👍👍👍
🍊⃟𝐒𝐓𝐉 ^𝒂𝒚𝒔𝒂^‮‮‮‮
gerammmmm
❤️⃟Wᵃf༺⬙⃟⛅𝓙𝓮𝓼𝓼♕⃟ᶜᶻⱽ
bukannya nomor kamarnya 210/Doubt//Doubt/
❤️⃟Wᵃf༺⬙⃟⛅𝓙𝓮𝓼𝓼♕⃟ᶜᶻⱽ
takut luka leher kay terbukaaa/Sob/
❤️⃟Wᵃf༺⬙⃟⛅𝓙𝓮𝓼𝓼♕⃟ᶜᶻⱽ
udaahh gas jadian ajaa arkaa, daripada bingung dengan perasaan tidak suka alias cemburu ituu kannn/Slight//Slight/
Stella 🍊⃟𝐒𝐓𝐉
aduh si Kayla ini malu2 yaa.. jangan-jangan 🤭
Stella 🍊⃟𝐒𝐓𝐉
cieee ciee arkaa, cemburu nih yaa?🤭🤭
❤️⃟Wᵃf🥑⃟naylaa🍊⃟𝐒𝐓𝐉
g gt jg ☺️☺️
❤️⃟Wᵃf🥑⃟naylaa🍊⃟𝐒𝐓𝐉
pantesan aja semalem 🤗😍🥰
❤️⃟Wᵃf🥑⃟naylaa🍊⃟𝐒𝐓𝐉
geramnyaa
❤️⃟Wᵃf🥑⃟naylaa🍊⃟𝐒𝐓𝐉
lanjut thorrr
❤️⃟Wᵃfdilupinguin🐇🥑⃟
bagus menarik ceritanya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!